Advs
Trump Akan Buat Pengumuman Besar Terkait Shutdown Akhir Pekan Ini
  • Jan 19, 2019
  • Comments Off on Trump Akan Buat Pengumuman Besar Terkait Shutdown Akhir Pekan Ini
Jurnalis di Ghana Ditembak Mati Usai Ungkap Praktik Korupsi di Negaranya
  • Jan 18, 2019
  • Comments Off on Jurnalis di Ghana Ditembak Mati Usai Ungkap Praktik Korupsi di Negaranya
Sebanyak 2.737 Anak Migran di Amerika Serikat Dipisahkan Dari Keluarganya
  • Jan 18, 2019
  • Comments Off on Sebanyak 2.737 Anak Migran di Amerika Serikat Dipisahkan Dari Keluarganya

Mensos akan tingkatkan lagi dana PKH pada 2020

  • Jan 20, 2019
  • Comments Off on Mensos akan tingkatkan lagi dana PKH pada 2020

216.152.549 warga Indonesia jadi peserta JKN-KIS

  • Jan 19, 2019
  • Comments Off on 216.152.549 warga Indonesia jadi peserta JKN-KIS

Batan bantu korban tsunami Lampung 300 tabung gas 3 kg

  • Jan 19, 2019
  • Comments Off on Batan bantu korban tsunami Lampung 300 tabung gas 3 kg
Ekonomi & Keuangan

Presiden ajak ngobrol petani Garut di pinggir sawah

Garut, 19/1 (ANTARA NEWS) – Presiden Joko Widodo mengajak ngobrol sejumlah petani di Desa Cisaat, Leuwigoong, Garut, di pinggir sawah mereka.

Presiden Joko Widodo tiba di Desa Cisaat, Leuwigoong, Garut, Sabtu pagi (19/1)  sekitar pukul untuk 08.00 WIB. Kehadirannya untuk meninjau Gerakan Mengawal Musim Tanam Oktober-Maret 2017/2019 dan Kewirausahaan Pertanian.

Di lokasi acara yang terletak di sebuah sekolah SD dan di tepi persawahan yang luas, Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo kemudian meninjau produk-produk petani yang telah dipasarkan melalui Bumdes Shop, BUMN Shop, dan Perta Shop.

Di lokasi yang sama sudah hadir masyarakat setempat yang berkerumun untuk menyaksikan kunjungan Presiden. Banyak dari mereka yang tetap bekerja menanam padi di lahan yang terletak di sisi lokasi acara.

Setelah meninjau pameran produk, Presiden kemudian menuju tepian sawah, berjongkok di pematang, lalu mengobrol dengan petani yang sedang bertanam padi.

Selama sekitar 10 menit, Presiden berinteraksi dengan para petani, ia kemudian menyampaikan pidato dan pesan-pesan agar petani bisa mengembangkan diri melalui kewirausahaan pertanian.

Presiden saat berpidato juga memanggil dua petani yakni satu orang petani yang telah mendapatkan KUR dan seorang lainnya adalah petani yang baru akan dan ingin mengakses KUR.

Asep, warga Kampung Muara Hilir berkesempatan untuk maju dan mengaku sudah mendapatkan KUR sebesar Rp3 juta.

Presiden menanyakan peruntukan dana tersebut, dan Asep menjawab seluruhnya digunakan untuk kepentingan produksi pertanian.

“Kalau dapat KUR, saya titip ya, jangan dipakai pinjaman KUR untuk beli baju, beli jaket, atau motor. Hati-hati, enggak bisa mengembalikan. Pinjam KUR itu gunakan seluruhnya untuk menutup biaya-biaya ongkos produksi. Seperti tadi yang disampaikan Pak Asep, bisa untuk ongkos tanam pekerja, bisa untuk beli pupuk, bisa untuk beli bibit,” katanya.

Asep mengaku saat musim panen yakin bisa mengembalikan pinjaman itu karena biasanya mendapat Rp10 juta dari hasil tanam padinya.
Sementara warga lain Eli Yulianti juga berkesempatan berdialog dengan Presiden.

Meski belum mendapatkan pinjaman, ia ingin mengakses KUR sebesar Rp5 juta untuk kepentingan mengolah sawah.
Presiden berpesan kepada para petani agar mengkalkulasi dengan matang saat akan meminjam uang ke bank.

“Saya titip seluruh petani, kalau mau pinjam ke bank tolong kita sudah punya itung-itungan. Saya titip, satu saja, kalau mau pinjam ke bank tolong dihitung dan penggunaannya jangan keluar dari ongkos-ongkos yang berkaitan dengan sawah dan padi yang mau kita tanam,” katanya.

Presiden Jokowi mengatakan di Kabupaten Garut masih banyak potensi dan kesempatan yang bisa digali.

“Bisa tanam padi, bisa tanam jagung, tadi saya lihat juga ada yang menanam jeruk dan berhasil. Saya kira bagus sekali. Tanaman itu tidak harus hanya padi saja,” katanya.

Pada kesempatan itu Presiden didampingi Menteri BUMN Rini Soewandi, Mensos Agus Gumiwang, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Baca juga: Presiden motivasi ibu-ibu penerima kredit mikro

Baca juga: Menteri Rini targetkan 5,5 juta nasabah Mekaar pada 2019

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bursa Inggris melonjak, Indeks FTSE 100 ditutup naik 133,41 poin

London (FinrollNews.com) – Saham-saham Bursa Inggris ditutup lebih tinggi pada perdagangan Jumat (18/1), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London bertambah 1,95 persen atau 133,41 poin, menjadi 6.968,33 poin. Ashtead Group, sebuah perusahaan penyewaan peralatan industri Inggris, melonjak 4,49 persen, merupakan pencetak keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips. Diikuti oleh... Selengkapnya

Harga minyak melonjak, OPEC rinci rencana pemangkasan produksi

New York (FinrollNews.com) – Harga minyak mentah melonjak pada akhir penutupan Jumat (Sabtu pagi WIBO), terangkat setelah OPEC merinci secara spesifik kegiatan pemangkasan produksi untuk mengurangi pasokan dunia, dan sinyal kemajuan dalam menyelesaikan perang perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dengan China. Kenaikan harga minyak juga ditopang penurunan jumlah rig AS, yang mengurangi beberapa kekhawatiran atas... Selengkapnya

Dolar menguat, investor optimis kemajuan negosiasi perdagangan AS-China

New York (FinrollNews.com) – Kurs dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena optimisme tentang potensi kemajuan dalam negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China  mengangkat sentimen investor. Namun kenaikan dolar AS lebih lanjut tertahan oleh data ekonomi utama yang tak sesuai harapan. Indeks sentimen... Selengkapnya

Advertorial

4 Alasan Kamu Harus Menabung Emas.

menabung emas

Menabung identik dengan yang namanya menyimpan uang di bank. Nggak heran sih, dari kecil kita sudah didoktrin untuk rajin menabung karena merupakan pangkal kekayaan. Orangtua juga sering menasehati agar uang Selengkapnya

Sponsored
Bumi Indah Pesona
Otomotif
Finrollnews
Riset & Teknologi

Revolusi Industri 4.0, Menkominfo Akan Kembangkan Kualitas 20.000 IT

  • Dec 15, 2018
  • Comments Off on Revolusi Industri 4.0, Menkominfo Akan Kembangkan Kualitas 20.000 IT

Finroll.com – Bekerja di perusahaan teknologi bukan jaminan untuk hidup sejahtera. Secara finansial mungkin iya. Namun, sejumlah pekerja tak kan terhindar dari rentetan penyakit mematikan.

Salah satu pemicunya yakni tuntuan para pekerja untuk mendapatkan lingkungan kerja yang baik.

Seperti yang terjadi pada Samsung satu dekade belakangan ini. Sejumlah pekerja selalu menuntut perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang baik demi kesehatan para karyawan. Namun, kala itu raksasa teknologi asal Korea Selatan itu mengklaim bahwa hal tersebut telah dilakukan dan membantah mengabaikan lingkungan kerja seperti tuntutan para karyawannya.

Baca Juga: Samsung Galaxy S10 Akan Datang Dengan RAM 12GB Selaras Dengan Teknologi 5G

Naas, kasus kematian pegawai Samsung mencuat dan mendapat perhatian. Diawali dengan meninggalnya seorang pegawai bernama Hwang Yu-Mi (22) karena menderita Leukimia di tahun 2007. Semasa hidup, Yu Mi bekerja di Samsung Semiconductor, yakni tempat dimana memproduksi sebuah chips.

Ayahnya, Hwang Sang-gi  sempat juga memperkarakan Samsung atas dugaan paparan radiasi yang menyebabkan putrinya menderita Leukimia hingga meninggal dunia. Sayang, kasus tersebut berlalu begitu saja. Bahkan tidak ada permintaan maaf dari perusahaan melainkan hanya memberikan kompensasi. Sakit hati, Hwang pun menolak kompensasi tersebut.

Yu Mi tak seorang diri, tahun 2010 kematian karena penyakit serupa juga menimpa karyawan bernama Park Ji-yeon yang masih berusia 23 tahun. Ironisnya, ia merupakan salah seorang karyawan yang menuntut perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang aman bersama beberapa pegawai lainnya dua bulan sebelum akhirnya meninggal.

Baca Juga: Akhirnya Samsung Luncurkan Galaxy A9, Lalu Seperti Apa Spesifikasinya?

Kemudian ada juga karyawan wanita bernama Kim karena kanker payudara pada awal tahun 2012 lalu. Kasus ini pun kembali menyudutkan Samsung soal keamanan lingkungan kerja.

Sayangnya, tuntutan lingkungan kerja yang baik tersebut dijawab Samsung dengan mengundang sejumlah media untuk berkeliling pabrik demi membela diri. Cho Soo-in, Presiden Divisi Memory Samsung kala itu mengatakan bahwa lingkungan pabriknya sama sekali tidak akan mengundang resiko mendapat kanker.

Samsung sendiri mengakui, bahwa sejak 1998 hingga sekarang, tercatat setidaknya 22 karyawan yang bekerja di pabrik chip, didiagnosa menderita leukimia atau limfoma, 10 orang di antaranya telah meninggal. Secara keseluruhan, ada sekitar 30 ribu orang yang bekerja di pabrik chip Samsung, di Korea.

Dilansir dari CNBC Indonesia, kelompok aktivis Korea Selatan, Sharps, mengklaim sekitar 200 pekerja jatuh sakit setelah bekerja di pabrik Samsung dan 70 di antaranya meninggal dunia.

Perseteruan antara Samsung dan pegawainya pun mendapatkan titik terang. Samsung Electronics akhirnya mengakui kesalahannya.

Baca Juga: Welcome, Samsung Galaxy F!

Dilansir dari Bloomberg, Co-President Samsung Electronic Kinam Kim mengatakan perusahaan gagal mengelola ancaman kesehatan di lini manufaktur semikonduktor dan liquid crystal display.

Dalam rincian yang dilaporkan Associated Press selama satu dekade terakhir, puluhan karyawan yang bekerja di Samsung telah mengalami penyakit serius seperti leukemia dan tumor otak.

“Kami menyampaikan permintaan maaf kami yang tulus kepada para pekerja kami yang menderita penyakit dan keluarga mereka,” kata Kim.

Pengumuman permintaan maaf perusahaan raksasa Korea Selatan ini disampaikan pada konferensi publik. Hal tersebut dilakukan setelah beberapa kelompok mewakili pekerja yang sakit setuju menerima kompensasi dari Samsung.

Samsung mengakui adanya penyimpangan standar keamanan. Meski demikian, perusahaan yang didirkan oleh Lee Byung-chull ini belum sepenuhnya setuju. Jika lingkungan kerja di pabrik menjadi penyebab utama penyakit.

Kompensasi yang dikucurkan yakni senilai 150 juta won atau US$ 132 ribu (setara Rp1,9 miliar) untuk berbagai penyakit yang diderita oleh karyawan pabriknya. Di mana, sejumlah kasus terjadi pada 1984-an.

Kelompok aktivis Korea Selatan, Sharps, mengklaim sekitar 200 pekerja jatuh sakit setelah bekerja di pabrik Samsung dan 70 di antaranya meninggal dunia.

BSSN Gandeng Seluruh Komponen Bangsa Guna Perkuat Ketahanan Siber Nasional

  • Dec 15, 2018
  • Comments Off on BSSN Gandeng Seluruh Komponen Bangsa Guna Perkuat Ketahanan Siber Nasional

Finroll.com – Bekerja di perusahaan teknologi bukan jaminan untuk hidup sejahtera. Secara finansial mungkin iya. Namun, sejumlah pekerja tak kan terhindar dari rentetan penyakit mematikan. Salah satu pemicunya yakni tuntuan para pekerja untuk mendapatkan lingkungan kerja yang baik. Seperti Selengkapnya

Qualcomm Resmi Hadirkan Snapdragon 855, Sudah Bisa 5G!

  • Dec 15, 2018
  • Comments Off on Qualcomm Resmi Hadirkan Snapdragon 855, Sudah Bisa 5G!

Finroll.com – Bekerja di perusahaan teknologi bukan jaminan untuk hidup sejahtera. Secara finansial mungkin iya. Namun, sejumlah pekerja tak kan terhindar dari rentetan penyakit mematikan. Salah satu pemicunya yakni tuntuan para pekerja untuk mendapatkan lingkungan kerja yang baik. Seperti Selengkapnya

Layanan Pager Ucapkan Selamat Tinggal Untuk Para Penggunanya!

  • Dec 15, 2018
  • Comments Off on Layanan Pager Ucapkan Selamat Tinggal Untuk Para Penggunanya!

Finroll.com – Bekerja di perusahaan teknologi bukan jaminan untuk hidup sejahtera. Secara finansial mungkin iya. Namun, sejumlah pekerja tak kan terhindar dari rentetan penyakit mematikan. Salah satu pemicunya yakni tuntuan para pekerja untuk mendapatkan lingkungan kerja yang baik. Seperti Selengkapnya

Ketika Jokowi Minta Pelaku Startup Enggak Bertumpu di Online

  • Dec 15, 2018
  • Comments Off on Ketika Jokowi Minta Pelaku Startup Enggak Bertumpu di Online

Finroll.com – Bekerja di perusahaan teknologi bukan jaminan untuk hidup sejahtera. Secara finansial mungkin iya. Namun, sejumlah pekerja tak kan terhindar dari rentetan penyakit mematikan. Salah satu pemicunya yakni tuntuan para pekerja untuk mendapatkan lingkungan kerja yang baik. Seperti Selengkapnya

Wow, Oppo Rogoh Kocek Rp21 T Untuk R&D Tahun 2019

  • Dec 15, 2018
  • Comments Off on Wow, Oppo Rogoh Kocek Rp21 T Untuk R&D Tahun 2019

Finroll.com – Bekerja di perusahaan teknologi bukan jaminan untuk hidup sejahtera. Secara finansial mungkin iya. Namun, sejumlah pekerja tak kan terhindar dari rentetan penyakit mematikan. Salah satu pemicunya yakni tuntuan para pekerja untuk mendapatkan lingkungan kerja yang baik. Seperti Selengkapnya

Asus Rilis Desktop Gaming Dengan Harga Fantastis

  • Dec 15, 2018
  • Comments Off on Asus Rilis Desktop Gaming Dengan Harga Fantastis

Finroll.com – Bekerja di perusahaan teknologi bukan jaminan untuk hidup sejahtera. Secara finansial mungkin iya. Namun, sejumlah pekerja tak kan terhindar dari rentetan penyakit mematikan. Salah satu pemicunya yakni tuntuan para pekerja untuk mendapatkan lingkungan kerja yang baik. Seperti Selengkapnya

Samsung Bantah Abaikan Tuntutan Pekerja Soal Lingkungan Kerja Yang Baik

  • Dec 15, 2018
  • Comments Off on Samsung Bantah Abaikan Tuntutan Pekerja Soal Lingkungan Kerja Yang Baik

Finroll.com – Bekerja di perusahaan teknologi bukan jaminan untuk hidup sejahtera. Secara finansial mungkin iya. Namun, sejumlah pekerja tak kan terhindar dari rentetan penyakit mematikan. Salah satu pemicunya yakni tuntuan para pekerja untuk mendapatkan lingkungan kerja yang baik. Seperti Selengkapnya

Instagram Siapkan Fitur Khusus “Creator Account” Untuk Para Influencer

  • Dec 15, 2018
  • Comments Off on Instagram Siapkan Fitur Khusus “Creator Account” Untuk Para Influencer

Finroll.com – Bekerja di perusahaan teknologi bukan jaminan untuk hidup sejahtera. Secara finansial mungkin iya. Namun, sejumlah pekerja tak kan terhindar dari rentetan penyakit mematikan. Salah satu pemicunya yakni tuntuan para pekerja untuk mendapatkan lingkungan kerja yang baik. Seperti Selengkapnya

Olahraga
Cetak 52 Gol dalam 72 Laga, Mo Salah Disebut Striker Kelas Dunia
  • Jan 20, 2019
  • Comments Off on Cetak 52 Gol dalam 72 Laga, Mo Salah Disebut Striker Kelas Dunia

Finroll.com – Edy Rahmaydi memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Selengkapnya

Dalam Kongres PSSI, Edy Rahmayadi Sampaikan Pengunduran Diri
  • Jan 20, 2019
  • Comments Off on Dalam Kongres PSSI, Edy Rahmayadi Sampaikan Pengunduran Diri

Finroll.com – Edy Rahmaydi memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Selengkapnya

Lumat Chelsea, Skiper Arsenal Puji Permainan Tim
  • Jan 20, 2019
  • Comments Off on Lumat Chelsea, Skiper Arsenal Puji Permainan Tim

Finroll.com – Jelang laga anyar antara Arsenal dengan Chelsea di Emirates Stadium, Minggu (20/1) esok, pelatih Arsenal Unai Emery Selengkapnya

Pertokoan Pakupatan
Millenium Propertindo
Gaya Hidup
Sakura Group spa Akan Merayakan Hari Jadi ke-8 di Bandar Jakarta

Sakura Group Akan Merayakan Hari Jadi ke-8 di Bandar Jakarta

Minggu 23 September, Akan menjadi hari paling spesial bagi Sakura Group. Pasalnya Usaha yang membidangi jasa spa tersebut genap berusia 8 Tahun.

Dalam perayaan hari ulang tahunnya ke-8, Sakura group akan mengadakan acara perayaan hari Jadinya di restoran Bandar Jakarta, Jakarta Utara, Minggu (23/9/2018).

Sakura group bukan baru-baru ini saja akan mengadakan perayaan hari jadinya. Saat menginjak usia ke 6 Sakura group juga mengadakan acara ulang tahun yang diselenggarakan di Hotel Kaisar Jakarta Selatan dengan mengundang rekan-rekanya.

Tidak Hanya di usia ke-6, Sakura Group juga mengadakan acara yang sama ketika berusia ke 7 yang dirayakan pada 23 september 2017 di Terrace Cafe dengan undangan hadir mencapai ratusan orang.

Bisa mencapai usia ke 7, sakura group tidak lupa bersyukur atas apa pencapaiannya. Dalam momen spsesialnya, Sakura Group berbagi kebahagiaannya dengan membagikan bingkisan kepada anak-anak yang membutuhkan dan memberikan apresiasi kepada karyawan serta doorprize untuk para tamu yang hadir.

mengadakan acara hari ulang tahun merupakan momen paling berkesan bagi siapa saja yang merayakaannya. selain bentuk perayaan, dalam momen perayaan terselip banyak harapan dan dan do’a.

Ade Kite selaku Ceo berharap Sakura Group di usianya yang ke-8 bisa semakin sukses, lancar dalam menjalani usaha dan bisa kembali membuka cabang baru.