Pariwisata

Mangrove-Kulon-Progo-Aerial-View

Hutan Mangrove Kulon Progo, Wisata Baru Yang Lagi Hits

Finroll.com – Berkunjung ke Yogyakarta memang selalu membawa kenangan dan harapan agar dapat kembali mengunjungi kawasan ini lagi. Selain wisata alamnya yang mempesona, keramahan warga jogja dan sajian kuliner yang beragam dengan harga murah menjadi salah satu daya tarik tersendiri.

Biasanya Sobat Native pergi ke Jogja itu hanya ke daerah Bantul, Gunungkidul. Dimana, kedua kawasan ini mempunyai pesona wisata yang menarik seperti, Pantai dengan bebatuan karang dan area snorkelingnya. Atau, pesona sunset yang tidak bisa ditolak sedikit pun.

Tahukah Sobat Native, bila Yogyakarta tidak hanya mempunyai 2 kota itu saja sebagai andalan pariwisata. Yogyakarta masih punya Kulon Progo yang namanya mulai dilirik oleh Sobat Native lain. Keindahannya seakan mampu menyihir setiap Sobat Native yang datang.

Kehadiran Perbukitan dan air terjun menjadi pilihan yang tidak boleh dilewatkan. Selain itu, kulon progo juga punya sunset dan dinobatkan memiliki pesona sunset tercantik di Jogja.

Nah, kita tidak akan membahas tentang pantai di Kulon Progo melainkan, pesona hutan mangrove yang saat ini menjadi viral.

Mengenal Hutan Mangrove Kulon Progo

Awalnya hutan ini didirikan sebagai wilayah konservasi dan juga untuk mencegah terjadinya abrasi. Perencanaan menggunakan kawasan ini sudah ada sejak tahun 1989. Ada banyak ekosistem yang bisa dinikmati dikawasan ini.

Daya Tarik

Wilayah Hutan ini masih berada di satu kawasan dari Pantai Glagah Indah dan Pantai Trisik. Jadi, setelah berkunjung ke tempat ini Sobat Native disarankan untuk mengunjungi Pantai Glagah yang terkenal dengan kecantikan senjanya.

Hutan bakau ini memang terlihat memukau, ditambah dengan jembatan yang terbuat dari kayu. Seperti, Sobat Native yang ingin berkunjung ke sini harus tahu waktu-waktu yang tepat datang ke sini. Dimana, disarankan bagi Sobat Native untuk datang pada pagi hari sekitar pukul 8 – 10 pagi dan sore hari mulai pukul 15:30.

Kedua waktu ini sengatan senja belum terlalu menyengat. Sobat Native bisa mengambil berbagai macam foto dan gambar yang mengesankan. Sebenarnya, siang juga waktu yang tepat untuk datang, hanya saja saat siang terik matahari akan terasa sangat menyengat. Sedangkan gazebo yang berada di hutan bakau ini sangat tebatas.

Menikmati hutan bakau ini bisa dengan berbagai macam cara. Salah satunya dengan menikmati beberapa spot menarik yang sudah disajikan pihak pengelola. Selain itu, semilir angin yang behembus menambah kesejukan tersendiri sehingga, berada di tempat ini bisa dibilang susah untuk move on.

Nah, tempat ini ada yang namanya jembatan api-api. Jembatan ini merupakan titik selfie favorit bagi Sobat Native yang lain. Eloknya jembatan ini bisa dilihat dari wahana permainan yang disajikan seperti ayunan. Sobat Native, bisa lho memainkan ayunan ini dan kembali ke masa lalu. Seru bukan.

Kenapa Jembatan ini bisa dinamakan dengan Jembatan Si api-api? Karena, jenis hutan Mangrove yang berada di kawasan ini adalah api-api. Oleh karena itu, jembatan kebanggan Sobat Native ini dinamakan sebagai Jembatan api-api.

Tetapi, Sobat Native harus sedikit bersabar bila berada di spot ini. Maklum saja, spot favorit ini pasti membuat banyak orang yang datang. Jadi, mau tak mau harus rela untuk antri dan menjaga ketertiban agar bisa mengambil sudut yan oke. Menikmati, jembatan tanpa foto juga bisa kok.

Keindahannya bikin mata jadi meleleh Sobat Native. Seakan-akan enggan untuk berkedip, sayang gitu untuk di lewatkan keindahannya walau hanya sekejap. Apabila, menunggu lama dan membosankan membuat jenuh, Sobat Native bisa melakukan hal yang lain, yang pastinya tidak kalah asyik.

Menikmati perahu menyusuri pantai Kadilangu, bersama dengan orang terkasih adalah cara menghilangkan penat serta jenuh. Atau Sobat Native bisa berjalan-jalan mengelilingi kawasan ini dimana, nantinya Sobat Native bisa melihat berbagai macam ikan-kan lucu, imut, nan menggemaskan yang akan menemani perjalanan Sobat Native.

Ada pula kepiting Bakau yang tidak kalah menggemaskannya. Hanya saja, Sobat Native dilarang keras untuk memancing di tempat ini. Jangan kecewa, karena Sobat Native akan disajikan dengan Goa Mangrove yang mempesona. Suasananya masih sangat asri dan alami. Tenang, teduh dan sejuk sekali. Cocok untuk melepas penat dan suntuk.

Jangan kaget, bila saat berada di Goa nyamuk-nyamuk nakal akan menggigit. Lantaran, goa ini cukup lembab dan menjadi ladang bagi nyamuk. Ada pula replika menara eifel yang terbuat dari bambu, sungguh menenangkan sekali bukan.

Terakhir, jangan lupakan senja sore di kawasan ini. Walaupun, tidak seindah di pantai Glagah. Namun, menikmati senja disini juga sama mempesonanya. Langit-langit akan berubah seiring dengan malam yang datang. Sangat tepat sekali momen ini dilewatkan bersama dengan orang-orang yang dicintai.

Rute Dan Lokasi

Lokasi Hutan Mangrove ini berada di Dusun Pasir Mendit, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Sobat Native harus menmpuh perjalanan kurang lebih 2 jam lamanya. Dari arah Yogyakarta, Sobat Native bisa arahkan kendaraan menuju ke wates, Kulon Progo. Kemudian, lanjutkan perjalanan menuju pantai Glagah.

Jalur menuju pantai Congot ini merupakan jalur utama menuju kearah purworejo. Sebelum masuk ke TPR pantai Glagah, Sobat Native akan bertemu dengan jalan besar yang bernama jalan Daendles belok kearah kanan kemudian lurus terus kearah barat. Sampai di titik jembatan sungai Bogowonto. Dimana, jembatan ini menjadi pembatas antara Kulonprogo dan Purworejo.

Setelah sampai di titik ini temukan SD Jangkaran, sampai disini jalan hati-hati sampai menemukan pertigaan kecil yang akan mengarahkan Sobat Native menuju ke lokasi. Apabila, masih bingung Sobat Native bisa bertanya atau juga menggunakan apikasi peta yang sudah tersedia di smartphone Sobat Native.

Harga Tiket Masuk

Lalu, berapa harga yang harus di bayar bila berkunjung ke tempat ini. Ada 3 bagian yang bisa Sobat Native pilih. Tiga bagian ini, mempunyai harga yang berbeda-beda pula. 4 ribu rupiah untuk Sobat Native yang ingin mengunjungi Hutan Mangrove yang terkenal dengan jembatan Si api-api.

3 ribu rupiah bila, Sobat Native ingin mengunjungi Hutan Mangrove Wanatirta. Jika ingin menikmati aksi romatis-romantisan dengan naik kapal, Sobat Natïve akan dikenakan biaya sebesar 5 ribu rupiah. Kalau dipikir-pikir, harga yang ditawarkan cukup murah ya. Jam buka tempat ini pukul 6 pagi hingga 6 sore.

Apabila, Sobat Native masih ingin berlama-lama dan mungkin menikmati kawasan yang lain. Sobat Native bisa mencari beberapa penginapan yang ada. Sudah banyak hotel dengan haga mulai dari 150 ribu hingga jutaan tersedia di kawasan ini. Jadi, liburan Sobat Native jadi tenang, aman, dan nyaman.

Hutan Mangrove Kulon Progo adalah kawasan alternatif yang bisa digunakan apabila, wisatawan bingung dengan objek yang hanya itu-itu saja.

Jangan lupa ajak, kawan, sahabat, keluarga untuk datang ke tempat ini. Ingat, Hutan ini sudah menunggu Sobat Native jadi, jangan lupa datang ke sini ya!
Artikel Asli

Bagikan :

Subak, Warisan Dunia Khas Bali yang Harus Dilestarikan

subak

Finroll.com – Setiap 18 April, diperingati sebagai Hari Warisan Dunia, di mana masyarakat di seluruh dunia didorong untuk menyadari pentingnya Warisan Budaya terhadap kehidupan, identitas, dan komunitas mereka. Warisan Budaya yang berupa monumen atau situs sebagai karakteristik manusia rentan akan kerusakan, maka diperlukan upaya-upaya untuk melindungi dan melestarikannya.

Sebagai bagian dari peringatan sekaligus mengajak generasi muda mengenal dan ikut melindungi serta melestarikan Warisan Budaya ini, Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menggelar rangkaian program seperti seminar bersama organisasi terkait, pemangku kepentingan, dan pemerhati warisan dunia.

Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Dirjen Kebudayaan Kemdikbud, Nadjamuddin Ramly mengatakan, tahun ini perayaan Warisan Budaya di Indonesia difokuskan di Denpasar, Bali.

Di sana akan diadakan berbagai macam kegiatan yang mengajarkan anak muda untuk melihat lebih dekat subak yang ada di sana.

“Subak merupakan rural landscape yang berada di lima kabupaten di Provinsi Bali. Di sini menunjukkan bahwa di kawasan ini ada pedesaan dengan persawahan yang indah,” ujar Nadjamuddin saat temu media di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Senin 25 April 2019.

Nadjamuddin mengungkap, ada beberapa kendala yang dihadapi dalam pelestarian subak. Melalui pengamatan langsung di lapangan, ditemukan kalau ada pembuatan helipad di tengah subak yang dibuat Bupati Tabanan. Pembuatan helipad ini tentu akan membahayakan keberadaan subak. Jika terus dibiarkan, Indonesia juga terancam akan kehilangan titel Warisan Dunia karena dianggap tidak mampu menjaga Warisan Dunia.

Karena itu, pemerintah terus mendorong pemerintah daerah untuk mempertimbangkan kebijakan yang dapat merusak keaslian situs subak.

Selain Sistem Subak di Bali, Indonesia secara total sudah memiliki empat Warisan Dunia yang ditetapkan oleh UNESCO. Keempat Warisan Dunia itu adalah Candi Borobudur, Candi Prambanan, Situs Manusia Purba Sangiran, dan Sistem Subak. Nadjamuddin berharap, di tahun 2019 Indonesia akan menambah lagi satu Warisan Dunia yaitu sistem pertambangan Kolonial di Sawahlunto, Sumatera Barat.
Artikel Asli

Bagikan :

5 Kuliner Kekinian di Pasar Sengol Bekasi

gulali-arumanis

Festival bertajuk Pasar Senggol 2019 kembali memanjakan pecinta kuliner di Bekasi. Festival kuliner tahunan ini diadakan di Summarecon Mall Bekasi, 28 Maret-28 April 2019.

Ada puluhan tenant sajian modern dan kekinian yang bisa disambangi. Ada banyak kuliner unik hingga yang tengah populer.

Berikut kumparan rekomendasikan lima jajanan yang bisa disantap sambil menikmati keramaian Pasar Senggol.

1. Korean Hotdog
Korean hotdog bisa menjadi pilihan bila ingin kenyang dengan praktis. Perpaduan roti bun, sosis jumbo berukuran 20 dan 30 cm, serta mushroom sauce di atasnya bisa membuat perut langsung terasa penuh.

Ada pula hotdog isian kimchi dan bulgogi. Isiannya yang melimpah. Sajian ini cocok disantap untuk berdua. Seporsi korean hotdog dibanderol Rp 25-45 ribu.

2. Lungo Potatoes
Kentang goreng unik ini berasal dari Bandung, Jawa Barat. Dijual Rp 30-45 ribu per kantongnya. Lungo potatoes terdiri dari kentang goreng panjang dengan saus sambal, tomat, dan mayonnaise.

Bisa pula request tambahan sosis atau chicken pops renyah. Pengunjung juga bisa meminta tambahan mozzarella. Hmm, lumer di atas kentang nan gurih!

3. Magic Snack
Mudah menemukan Magic Snack karena tenant ini paling ramai di Pasar Senggol. Sesuai namanya, Magic Snack menyajikan kudapan yang ‘ajaib’ tampilannya. Snack manis warna-warni ini dilengkapi es krim taro dan sprinkles. Harganya Rp 20-35 ribu. Tergantung isiannya.

Nitrogen jadi daya tarik kudapan ini. Suhunya hampir minus 100 derajat celcius. Bikin efek asap dingin, bahkan saat makanan sudah masuk di mulut.

4. Gulali Arumanis
Ada juga jajanan jadul yang bisa membuat pengunjung bernostalgia. Salah satunya permen gulali aneka bentuk.

Dibuatnya dari gula yang diberi pewarna makanan. Gulalinya jadi daya tarik anak-anak karena rasanya legit. Harganya Rp 10 ribu. Ada gulali berbentuk bunga, hewan, hingga dot bayi.

5. Kopi Yor
Kopi susu juga bisa ditemukan di Pasar Senggol. Salah satunya Kopi Yor.

Ada juga es kopi chi dengan tambahan leci hingga. Lainnya ada es kopi cha bercita rasa matcha. Tersedia pula minuman berbasis cokelat bagi pelanggan yang tidak ngopi. Kopi Yor dibanderol mulai Rp 18-30 ribu tergantung varian.
Artikel Asli

Bagikan :

Ondo Langit, Wisata “Adrenalin” Gumuk Reco Sepakung Semarang

khoiru1_4nam-1549627845549

Finroll.com – Kabupaten Semarang Jawa Tengah memang dikenal sebagai daerah dengan destinasi wisata yang tiada habisnya. Salah satu yang baru adalah destinasi wisata Ondo Langit di Desa Sepakung, Kecamatan Banyu Biru.

Ya, desa yang awalnya tidak banyak dikenal orang ini, sekarang berubah menjadi desa yang paling dicari oleh wisatawan. Seperti namanya, Ondo Langit memiliki arti tangga menuju langit. Sebuah wahana wisata adrenalin sekaligus wisata alam yang sangat indah.

Di tempat ini, pengunjung dapat menikmati sensasi menaiki tebing curam setinggi 45 meter dan menikmati pemandangan alam dari lereng tebing berwarna-warni itu.

“Wahana Ondo Langit memang sekarang yang menjadi unggulan di desa kami. Setiap hari, wahana ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Pada akhir pekan saja, pengunjung bisa mengantre ratusan orang untuk menunggu giliran menaiki wahana ini,” kata Kepala Desa Sepakung, Ahmat Nuri, Kamis, 11 April 2019.

Wahana Ondo Langit tersebut merupakan salah satu wahana yang ada di obyek wisata Gumuk Reco. Selain obyek wisata itu, Ahmat menerangkan jika Desa Sepakung memiliki banyak obyek wisata lain yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Mandiri Jaya, seperti Cemoro Sewu, Air Terjun Gua Semar, Bumi Perkemahan Balong, wahana Sunset dan Sunrise di Dusun Pager Gedog dan banyak lagi wisata lainnya.

“Kami mengembangkan obyek-obyek wisata itu dengan memanfaatkan dana desa. Selain itu juga ada bantuan dari Pemkab Semarang dan Pemprov Jateng untuk peningkatan infrastruktur menuju obyek wisata,” paparnya.

Pemanfaatan dana desa untuk optimalisasi potensi wisata lanjut Ahmat ternyata berdampak signifikan. Selain membuat desa semakin terkenal dan banyak dikunjungi wisatawan, pendapatan desa dari wisata juga meningkat drastis. (ANTARA Foto)

“Untuk wisata Gumuk Reco dengan wahana Ondo Langitnya saja bisa menghasilkan Rp50-60 juta perbulan. Kalau ditotal dengan wahana-wahana wisata lainnya, pemasukan ke desa bisa mencapai ratusan juta perbulannya,” paparnya.

Hal itu tentu saja membuat kesejateraan masyarakat desa semakin meningkat. Dengan ramainya wisatawan, maka perekonomian masyarakat dapat bergerak.

“Selain itu, APBDes kami juga meningkat, dari semula Rp1,5 miliar di tahun 2015 kini menjadi Rp2,1 miliar di tahun 2019. Kami akan terus berupaya mengoptimalkan potensi wisata ini untuk kemajuan desa kami,” katanya.

Di lain kesempatan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan jika Jawa Tengah merupakan provinsi penerima dana desa terbesar di Indonesia. Pada tahun 2019 ini, dana desa yang digelontorkan untuk 7.809 desa di Jawa Tengah sebesar Rp6,7 triliun.

“Untuk itu saya minta kepada seluruh kepala desa di Jawa Tengah untuk terus berkreasi dan berinovasi untuk memajukan desanya masing-masing. Desa-desa di Jawa Tengah harus menjadi desa-desa paling maju dan menjadi percontohan di seluruh Nusantara,” katanya.

Menurut Ganjar, dana desa diberikan oleh pemerintah sebagai upaya untuk pemerataan kemajuan Indonesia. Dengan dana desa tersebut, diharapkan desa-desa dapat maju dan berkembang.

“Pemerintah hanya memfasilitasi, pengguna dana desa yang bekerja. Saya titip pesan, tolong penggunaan dana desa benar-benar sesuai program, transparan, akuntabel dan bermanfaat. Tolong libatkan masyarakat dan buka ruang informasi publik seluas-luasnya agar masyarakat dapat ikut mengawasi,” pesannya.(viva)
Artikel Asli

Bagikan :

Legenda Danau Kaco, Sebuah Surga Tersembunyi di Jambi

Danau-Kaco

Finroll.com – Danau Kaco di Provinsi Jambi memiliki pesona. Airnya jernih kebiruan seperti kaca. Menurut cerita, ada legenda yang berkembang dari sana.

Melalui cerita yang dipercaya turun-temurun, kilauannya datang dari intan titipan milik para pemuda yang ingin melamar putri seorang raja bernama Raja Gagak. Putri itu sungguh cantik jelita.

Namanya Napal Melintang. Menurut legenda, kecantikannya bahkan mampu memikat hati ayahnya sendiri. Raja Gagak pun membawa lari putrinya tersebut lalu meninggalkan intan dari para pemuda di dasar danau.

Sampai saat ini, masyarakat sekitar masih percaya bahwa kilauan di dasar danau adalah intan peninggalan Raja Gagak tersebut.

Pada dasarnya, legenda tersebut sudah ada beberapa versi. Ada juga yang mempercayai bahwa Raja Gagak begitu tamak. Siapapun yang bermaksud meminang putrinya diwajibkan menyerahkan harta berupa emas dan intan.

Sayangnya, keserakahan itu membuat sang putri ternoda sehingga ia dibenamkan ke dalam danau bersama dengan seluruh harta yang diberi lelaki yang ingin meminangnya. Sejak itu, danau tersebut berkilauan cahaya.

Menikmati pesona Danau Kaco

Terlepas dari legenda, keindahan Danau Kaco layak untuk dinikmati. Wisatawan bisa menjadikan danau ini sebagai destinasi yang mesti dikunjungi saat berada di Jambi.

Lokasi Danau Kaco ada pada satu kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Desa Lembur, Kecamatan Gunung Raya. Kalau dipetakan dan dgambar, lokasi danau bak mutiara biru yang berada di tengah rimbunnya pohon rindang.

Untuk menikmati keindahannya, pengunjung mesti rela melakukan perjalanan yang agak jauh karena letaknya jauh dari pusat Kota Jambi.

Dari kota, wisatawan harus melakukan perjalanan menuju Sungai Penuh yang berjarak 500 kilometer. Dari sana, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Lumpur dengan waktu 45 menit.

Dari Desa Lumpur petualangan mengunjungi Danau Kaco dimulai. Untuk memasuki Taman Nasional, wisatawan harus berjalan kaki menyusuri hutan selama kurang lebih 4 jam.

Meski perjalanan terlihat cukup melelahkan, namun segalanya terbayar ketika sampai di danau tersebut. Pemandangan sekitar danau dikelilingi oleh rindangnya pepohonan dengan udara yang sejuk.

Pada malam hari, pesona Danau Kaco makin kentara. Apalagi, pada saat bulan purnama.
Artikel Asli

Bagikan :

3 Masjid Kebangaan Dinasti Islam

masjid-cordoba

Finroll.com – Pada abad pertengahan, Kairo yang menjadi pusat pemerintahan Dinasti Fatimiyah memainkan peranan yang hampir sama pentingnya dengan Baghdad di Persia yang dikuasai Dinasti Abbasiyah serta Cordoba di Eropa yang dipimpin Dinasti Umayyah.

Pada masa keemasan tiga dinasti ini, mereka tak hanya membangun istana dan pusat-pusat intelektual, tapi berlomba-lomba membangun masjid. Dinasti Abbasiyah di Baghdad bangga memiliki Masjid Samarra, Dinasti Umayyah membangun Masjid Cordoba, dan Fatimiyah memiliki Masjid Al-Azhar. ¦

Masjid Samarra

Masjid Agung Samarra adalah masjid yang terletak di Kota Samarra, Irak, dan dibangun pada abad ke-9. Masjid ini diperintahkan untuk dibangun pada tahun 848. Empat tahun kemudian, tuntaslah pem bangunannya. Masjid ini dibangun oleh khalifah ke-10 Dinasti Abbasiyah, al-Mutawakkil.

Salah satu keistimewaan masjid ini adalah menaranya yang berbentuk spiral, mirip cangkang siput. Menara ini dikenal sebagai Menara Malwiya atau Menara Samarra. Masjid ini terletak di sebelah timur Sungai Tigris atau 125 kilometer ke arah utara ibu kota Irak, Baghdad.

Bangunan masjid dibuat dari batu bata yang dibakar. Bila dilihat sekilas, bangunan ini lebih mirip benteng pertahanan ketimbang masjid. Maklum tidak ada simbol yang memperlihatkan bahwa bangun an ini adalah masjid.

Masjid Cordoba

Orang Spanyol masa kini menyebutnya Le Mezquita. Bangunan megah nan indah yang didaulat UNESCO sebagai tempat yang sangat bersejarah dan penting di dunia pada 1994 itu merupakan saksi sejarah sekaligus peninggalan masa keemasan Cordoba pada era kejayaan Islam.

Masjid Cordoba mulai dirancang pada 785 M. Dua tahun kemudian, Khalifah Abdurrahman I mewujudkan rancangannya menjadi sebuah masjid. Awalnya, bangunan masjid ini hanya berukuran 70 meter persegi di atas tanah seluas 5.000 meter persegi.

Mengalami beberapa kali renovasi dan perluasan, kini panjang masjid ini dari utara ke selatan mencapai 175 meter dan lebarnya dari timur ke barat 134 meter. Pada masa kejayaan Islam, aktivitas di masjid ini demikian semarak. Tak heran, jika pada malam hari, masjid ini diterangi 4.700 buah lampu yang menghabiskan 11 ton minyak per tahun. ¦

Masjid Al-Azhar

Ini adalah masjid tertua di Kairo yang mulai dibangun pada 359 H atau 970 M, lebih dari 1000 tahun silam. Luar biasa bahwa masjid ini masih berdiri kokoh di kawasan El Hussein Square, di bagian kota tua Kairo.

Adalah Jawhar al-Shiqillilah, panglima pe rang penguasa keempat Dinasti Fatimiyah, yang memulai pembangunan masjid ini pada 24 Jumadil Awal 359 H/4 April 970 M. Sementara itu, peresmian masjid ini dilaksanakan seusai shalat Jumat pada Ramadhan 361 H/Juli 972 M.

Kala itu, masjid ini dirancang sebagai pusat pembinaan kaum Muslimin. Saat itu, Masjid Al-Azhar berbentuk satu bangunan yang terbuka di tengahnya, meniru arsitektur Masjidil Haram. Wak tu itu luasnya hanya setengah luas masjid Al-Azhar sekarang.
Artikel Asli

Bagikan :

Tempat Paling Bercahaya Untuk Melihat Aurora

aurora

Finroll.com – Berburu aurora adalah salah satubucket listyang diniatkan bakal segera terealisasi? Mengingat ‘pertunjukan’ itu merupakan fenomena alam, Anda tentu harus memperhitungkan waktu dan di mana bisa bersuanorthern light.

Sebagai agen perjalananonlinelewat siaran pers yang diterimaLiputan6.com,baru-baru ini, Agoda memberi rekomendasi sejumlah destinasi melihat aurora dengan waktu kunjungan terbaik pada akhir Agustus hingga awal April.

Islandia

Berada di lingkaran Arktik di Atlantik Utara, Islandia telah dikenal sebagaisalah satu destinasi terbaik untuk melihat aurora borealis. Meski cahaya yang seolah menari-nari di langit itu bisa dilihat di Reykjavik, Anda mungkin mendapatkan peluang lebih baik di luar kota.

Berkendaralah ke salah satu laguna gletser paling terkenal di Islandia, yakni Jkulsrln, di manaaurora akan seakan-akan berada di ujung gunung es.

Tempat Menginap:

Kurang dari 15 menit berkendara dari laguna, Hali Country Hotel adalah pilihan cocok untuk pelancong yang berpergian dalam grup kecil dengan pilihan apartemen dua kamar.

Norwegia

Troms adalah pilihan populer bagi wisatawan yang bermaksud mengejar aurora. Tidak hanya karena koneksi penerbangan yang sangat baik, posisi di tengah oval aurora membuat kesempatan melihat fenomena langit itu terbuka lebih lebar.

Pencinta kuliner dan pengunjung konser memiliki satu alasan lagi untuk mengunjungi Troms, mengingat kotaini juga diramaikanfestival makanan dan musik di sepanjang tahun.

Tempat Menginap:

Bagi yang menginginkan tempat menginap anti-repot, Radisson Blu Hotel Tromso merupakan titik keberangkatan yang ideal untuk perjalanan Anda di Troms. Hotel ini berada dalam jarak berjalan kaki ke tempat-tempat terkenal di kota, termasuk Nordnorsk Kunstmuseum, Katedral Troms, dan Galeri Seni Krane.

Selama musim aurora, fenomena ini dapat dilihat hampir setiap malam di Finnish Lapland, Finlandia. Dengan kondisi cuaca yang tepat, Anda mungkin dapat melihat auroradari mana saja di Finlandia.

Tempat Menginap:

Karenaaurora dapat muncul dan menghilang secara tak terduga, Anda mungkin perlu tinggal di luar untuk sementara waktu. Berbaringlah di kehangatan Santa’s Hotel Aurora & Igloos di jantung Desa Luosto dan saksikanaurora dari iglo kaca di kamar Anda.

Hotel ini bahkan memiliki sistem peringatan aurora.Jadi, Anda memiliki kesempatan besar untuk tidak melewatkan pengalaman mungkin sekali seumur hidup ini.

Swedia

Saat berada di Swedia, Anda dapat mulai dengan Stockholm sebagai titik awal, sebelum melakukan perjalanan ke arah utara ke Swedish Lapland untuk menangkapaurora di Taman Nasional Abisko. Terletak jauh dari lampu-lampu kota, langit yang gelap membuat cahaya-cahaya hijauaurora tampak lebih cerah di sini.

Tempat Menginap:

Jika Anda beruntung, Anda dapat melihat aurora borealis langsung dari kamar Anda di Mattarahkka Northern Light Lodge. Sebelum langit jadi gelap, jangan lupa menikmati fika atau kopi ala Swedia.

Alaska, Amerika Serikat Fairbanks bisa dibilang tempat terbaik untuk melihat langit aurora di Amerika karena kota ini terletak tepat di bawah oval aurora. Ada banyak hal lain yang dapat dilakukan di Fairbanks selain menunggu keindahan langit.

Sebut saja bersantai di Aurora Ice Museum dan menikmati koktail di icebar, atau menghangatkan badan dan merasakan keindahan Alaska di Chena Hot Springs yang terkenal.

Tempat Menginap:

Menawarkan kamar dan suite yang luas, Fairbanks Moose Manor B&B menghadirkan keramahan Alaska dan sarapan rumahan hanya beberapa menit dari kota. Dengan sedikit polusi cahaya di daerah tersebut, Anda memiliki peluang bagus untuk menangkap keindahanaurora dari kamar Anda sendiri.

Kanada

Anda dapat melihat aurora dari berbagai tempat di Kanada, terutama di wilayah paling utara. Sejauh 400 kilometer ke arah selatan dari Lingkaran Arktik, aurora borealis adalah pemandangan umum di Yellowknife.

Anda juga dapat berkemah di Desa Aurora, di mana Anda akan menikmati kursi menonton outdoor yang dilengkapi pemanas dan bisa berputar 360 derajat demi mendapatkan tampilan langit tak terhalang.

Tempat Menginap:

Bersantailah di Aurora Deluxe Guest House yang modern. Anda dapat berkenalan dengan sesama tamu di dapur dan ruang makan yang dipakai bersama-sama sambil menunggu pertunjukan aurora.
Artikel Asli

Bagikan :

Renovasi Gedung Juang Bekasi, Ada Bungker Rahasia Sepanjang 500 Meter

gedung-juang-bekasi

Finroll.com  – Gedung Juang Bekasi menjadi salah satu tempat wisata sejarah di Bekasi, Jawa Barat. Bangunan yang didirikan pada 1906 itu terletak di Jalan Sultan Hasanudin, Setiadarman, Tambun Selatan, Bekasi.

Mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengatakan Gedung Juang Bekasi ini merupakan salah satu bangunan bersejarah yang seharusnya dirawat dengan baik. Rencananya gedung tersebut akan dipugar dan memuat semua informasi tentang sejarah Bekasi.

“Siapa orang pertama di Bekasi, kerajaan apa saja yang pernah ada di Bekasi, bagaimana pertumbuhan dari zaman ke zaman setelah merdeka. Semua cerita itu nanti ada di Gedung Juang ini,” kata Dedi Mulyadi saat datang ke Gedung Juang, Selasa, 26 Maret 2019.

Di lantai dasar Gedung Juang Bekasi terdapat beberapa lukisan sejarah Bekasi. Di lantai dua bangunan ini menjadi sarang kelelawar. Bau tak sedap meruap di sana. Penduduk sekitar Gedung Juang Bekasi tak asing dengan banyaknya kelelawar yang “bermukim” di sana.

Pada salah satu bagian Gedung Juang, ternyata ada bunker yang menghubungkan bangunan ini dengan Stasiun Tambun. Bunker berupa terowongan itu panjangnya diperkirakan mencapai 500 meter. Tempat ini juga menjadi saksi bisu perundingan pertukaran tawanan antara Belanda dengan pejuang kemerdekaan Indonesia.

Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengatakan pemerintah tak akan mengubah bentuk bangunan Gedung Juang. Saat ini, di dalamnya terdapat peninggalan sejarah Bekasi dari zaman Kerajaan Tarumanegara.
Artikel Asli

Bagikan :

Destinasi Wisata Baru Danau Toba, Lembah Eksotis The kaldera

the-caldera

Finroll.com – Kementerian Pariwisata menghadirkan destinasi wisata kembara (nomadic tourism) kelas dunia di Danau Toba. Destinasi baru untuk mendukung Danau Toba sebagai destinasi super prioritas itu diberi nama The Kaldera – Toba Nomadic Escape dan akan resmi diluncurkan 4 April 2019 mendatang.

Menurut Ketua Tim Percepatan Nomadic Kementerian Pariwisata, Waizly Darwin, The Kaldera merupakan amenitas wisata kembara (nomadic tourism) yang dikembangkan oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba. Lokasinya ada di Lahan Zona Otorita Pariwisata Danau Toba, Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir.

Nantinya, The Kaldera akan menyediakan amenitas berupa 15 Tenda Belt, 2 Cabin, 2 Tenda Bubble, 1 Ecopod, dan area parkir untuk Camper Van.

“Destinasi ini sangat lengkap. Fasilitas lain yang ada di The Kaldera adalah Kaldera Ampiteathre, dengan kapasitas 250 orang, Kaldera Plaza, Kaldera Stage, Kaldera Hill, juga 2 Toilet,” papar Waizly Darwin.

Dijelaskannya, lokasi The Kaldera tidak terlalu jauh. Posisinya hanya 20 Menit dari Parapat, atau sekira 1 Jam 30 Menit dari Balige. The Kaldera juga berjarak 2 Jam dari Bandara Silangit, dan hanya 10 Menit dari Bandara Sibisa.

Segmen utama wisatawan adalah para nomad, milenial dan family. Selain wisatawan nusantara, wisatawan mancanegara yang menjadi target adalah dari Malaysia, Singapura dan Eropa.

“The Kaldera memiliki view yang mempesona. Dari lokasi, kita bisa melihat indahnya Desa Wisata Sigapiton yang berlokasi di lembah di bawah The Kaldera, diapit bukit di kanan dan kiri dengan pemandangan Danau Toba dan Pulau Samosir di kejauhan. Diperkirakan The Kaldera dapat menampung 50 wisatawan yang menginap di fasilitas glampingnya,” papar Waizly.

Pembangunan Toba Nomadic Escape di lahan zona otorita, telah dilakukan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) sejak awal tahun 2019. Atau setelah proses penyerahan sertifikat hak pengelolaan (HPL) Tahap I seluas 279 Ha dari 386,72 Ha di Desa Pardamean Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir. HPL diserahkan pada Desember 2018 yang lalu.

Menurut Direktur Utama BPODT Arie Prasetyo, sejak saat itu pembangunan fisik berkelanjutan mulai dilaksanakan dengan fokus pada lahan seluas lebih kurang 2 hektare. Di Kawasan ini, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba dibawah arahan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Kementerian Pariwisata, mengawali pembangunan Sibisa Integrated Resort yang juga Kawasan Pariwisata Destinasi Danau Toba. Nantinya, kawasan ini akan terintegrasi dengan Toba Caldera Reserve, Sibisa Airport dan Desa Wisata Sigapiton untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Untuk launching Toba Nomadic Escape, BPODT sudah menyiapkan 10 Bell Tents dan 2 unit Cabin untuk tamu yang akan menginap. Menteri Pariwisata Arief Yahya dijadwalkan akan membuka destinasi digital ini pada 4 April 2019. Destinasi ini dibangun di lahan perintisan lebih kurang 1.5 ha dengan menghabiskan anggaran pembangunan fisik Rp 5 Miliar.

“Saat ini, kami bersama tim lapangan sedang proses finishing yang ditargetkan selesai akhir bulan Maret. Kemudian dilanjutkan dengan test commissioning, penyiapan logistic untuk event launching, finalisasi lansekap, lighting ambience, serta artwork,” tutur Direktur Utama BPODT Arie Prasetyo.

Dijelaskannya, Site Plan Nomadic Tourism ini didesain memiliki area-area camping ground. yang nantinya bisa dinikmati oleh wisatawan. Seperti Nomadic Bubble Tent, Nomadic Cabin, Nomadic Caravan Park, dan Nomadic Bell Tent. Di lahan ini sudah memiliki fasilitas Helipad yang bisa digunakan sebagai akses khusus tamu VIP.

Pada acara launching 4 April nanti, panitia sudah menyiapkan berbagai atraksi. Ada Toba Coffee Show yang menampilkan Lisa & Leo Organic Coffee, salah satu Q Processor tingkat dunia. Dalam 10 tahun belakangan Lisa & Leo Organic Coffee telah ekspor kopi berkualitas dari Simalungun ke coffee shop beken di Amerika, Eropa dan Australia, termasuk Blue Bottle Coffee.

Ada pula Toba Gastronomy Show yang menghadirkan fine dining ala hotel bintang lima dengan view spektakuler lembah Sigapiton dan Danau Toba.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memberi acungan jempol atas hadirnya The Kaldera Toba Nomadic Escape. “Destinasi ini akan menjawab kebutuhan kita akan destinasi berkualitas di Danau Toba. Konsep nomadic sangat tepat di terapkan di Danau Toba. Dan kita harus memaksimalkan potensi yang ada di sana,” paparnya.
Artikel Asli

Bagikan :

Removasi Gedung Juang Bekasi, Ada Bungker Rahasia Sepanjang 500 Meter

gedung-juang-bekasi

Finroll.com  – Gedung Juang Bekasi menjadi salah satu tempat wisata sejarah di Bekasi, Jawa Barat. Bangunan yang didirikan pada 1906 itu terletak di Jalan Sultan Hasanudin, Setiadarman, Tambun Selatan, Bekasi.

Mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengatakan Gedung Juang Bekasi ini merupakan salah satu bangunan bersejarah yang seharusnya dirawat dengan baik. Rencananya gedung tersebut akan dipugar dan memuat semua informasi tentang sejarah Bekasi.

“Siapa orang pertama di Bekasi, kerajaan apa saja yang pernah ada di Bekasi, bagaimana pertumbuhan dari zaman ke zaman setelah merdeka. Semua cerita itu nanti ada di Gedung Juang ini,” kata Dedi Mulyadi saat datang ke Gedung Juang, Selasa, 26 Maret 2019.

Di lantai dasar Gedung Juang Bekasi terdapat beberapa lukisan sejarah Bekasi. Di lantai dua bangunan ini menjadi sarang kelelawar. Bau tak sedap meruap di sana. Penduduk sekitar Gedung Juang Bekasi tak asing dengan banyaknya kelelawar yang “bermukim” di sana.

Pada salah satu bagian Gedung Juang, ternyata ada bunker yang menghubungkan bangunan ini dengan Stasiun Tambun. Bunker berupa terowongan itu panjangnya diperkirakan mencapai 500 meter. Tempat ini juga menjadi saksi bisu perundingan pertukaran tawanan antara Belanda dengan pejuang kemerdekaan Indonesia.

Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengatakan pemerintah tak akan mengubah bentuk bangunan Gedung Juang. Saat ini, di dalamnya terdapat peninggalan sejarah Bekasi dari zaman Kerajaan Tarumanegara.
Artikel Asli

Bagikan :