Pariwisata

Sungai-Alas-Aceh

4 Sungai di Pedalaman Indonesia yang Menantang bagi Pencari Adrenalin

Finroll.com – Kalimantan dan Sumatera memiliki sungai-sungai yang besar, yang berhulu hingga di kedalaman hutan perawan. Sungai-sungai itu menantang untuk disusuri, sambil menikmati arus yang liar, keelokan hutan tropis, atau bahkan budaya suku-suku lokal.

Sungai-sungai yang tersembunyi itu bagaikan surga para petualangan. Berikut sungai-sungai di pedalaman sebagai surga bagi wisata petualangan yang dirangkum oleh TEMPO.

1. Sungai Boh, Kalimantan Utara

Anak Sungai Mahakam ini berkelok sepanjang Kabupaten Malinau, Kutai Barat, hingga bermuara di Long Bagun. Perjalanan menuju Sungai Boh dapat ditempuh kurang-lebih tiga hari dari Balikpapan atau Samarinda.

“Di Sungai Mahakam menuju Long Bagun banyak sekali pemandangan indah, terutama tebing karst yang seperti dipahat,” kata penggemar arung jeram Amalia Yunita, yang mengunjungi Sungai Boh pada 2012. Long Bagun biasanya dijadikan tempat transit selama sehari sebelum melanjutkan perjalanan darat ke Desa Agung Raya, titik awal penelusuran Sungai Boh.

Hutan sepanjang Sungai Boh masih kaya. Anggrek langka sering ditemukan, begitu juga ular derik (Parias sumatranus). Di Sungai Boh masih banyak dijumpai ikan raja-raja yang panjangnya sampai satu setengah meter. Bagi para penggemar arung jeram, Sungai Boh juga menjadi pilihan petualangan yang mengasyikkan.

2. Sungai Alas, Aceh

The River of Red Apes, begitulah sebutan Sungai Alas, yang membelah wilayah Kutacane di Kabupaten Aceh Tenggara. Sungai yang mengular di wilayah Taman Nasional Gunung Leuser ini menjadi rumah yang nyaman bagi kera merah. Hewan itu masih bisa dijumpai di pinggir sungai, bergelantungan dari pohon ke pohon. Tapi kini, untuk melihat kera merah, kita harus berjalan dua kilometer lebih ke dalam hutan.

Bila beruntung, kita dapat menjumpai spesies kupu-kupu kuning dari famili Pieridae bernama Common Brimstone atau Gonepteryx rhamni. Kupu-kupu ini terbang membentuk formasi seperti pita panjang.

Sungai Alas yang lebarnya 10-20 meter itu memiliki belasan jeram yang ramah bagi pemula. Perjalanan ke sana dapat ditempuh bermobil dari Medan ke Ketambe—sebagai titik awal penelusuran sungai—selama 9 jam. Kini ada pesawat kecil dari Medan menuju Kutacane, selama 45 menit, dilanjutkan ke Ketambe dengan mobil selama 45 menit. Di Ketambe sudah banyak pemandu yang dapat membawa wisatawan menuju ke Sungai Alas.

3. Sungai di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

Kapuas Hulu merupakan nama kabupaten di bagian timur Kalimantan Barat, tempat berhulunya Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia. Di sana terdapat sungai-sungai kecil, seperti Utik dan Embaloh, yang bermuara di Sungai Kapuas dan hulunya berbatasan langsung dengan Taman Nasional Betung Kerihun, tidak jauh dari Putussibau, ibu kota Kapuas Hulu.

Dengan perahu, kita bisa menyusuri sungai-sungai kecil yang masuk jauh ke dalam hutan. Di sepanjang perjalanan, bisa ditemukan rumah panjang Dayak yang masih terawat di pinggiran sungai dan desa wisata Dayak Iban dan Dayak Embaloh. Bila perlu menginap, tersedia kemah di taman nasional di hulu Sungai Embaloh atau rumah-rumah panjang penduduk.

Waktu terbaik berkunjung adalah saat tahun baru Dayak Iban setiap 1 Juni atau pada Agustus-November saat musim buah. Durian berdaging merah dapat kita nikmati pada musim ini.

Untuk menuju Kapuas Hulu tersedia empat kali penerbangan dari Pontianak ke Putussibau selama satu setengah jam dengan pesawat ATR 72. Perjalanan ke hulu sungai bisa dicapai dengan dua jam bermobil.

4. Krueng Tripa, Aceh

Rikiet Jait atau Terangon merupakan titik awal menelusuri Krueng Tripa, yang membelah hutan dari wilayah Blangkajeren, Kabupaten Gayo Lues, di perbatasan Sumatera Utara-Aceh Tenggara hingga Kuala Tripa di Aceh Tenggara. Sungai itu memiliki sekitar 20 jeram besar yang jarang dilewati, tersebar di tiga wilayah, yaitu Nanga, Perlak, dan Tongra. Saking sulitnya sungai itu dilewati, pengarung jeram lebih memilih lewat darat dengan menggotong perahu.

Salah satu jeram maut adalah Ketanjoran di Tongra, dengan lanskap sungai yang menikung dan bertingkat. Para pemburu jeram nekat melewati Ketanjoran hingga bermuara di Kuala Tripa selama lima hari empat malam.

Perjalanan ke lokasi bisa ditempuh bermobil dari Medan ke Kutacane—perbatasan Sumatera Utara dan Aceh Tenggara—selama delapan jam, dan dilanjutkan ke Blangkajeren dalam tiga jam. “Dari Blangkajeren, titik awal bisa dipilih, melalui Rikiet Jait atau Terangon,” kata Komandan Operasi Pencinta Alam Taman Nasional Gunung Leuser Said Murthaza.
Artikel Asli

Bagikan :

Usai Ibadah Haji, Ini Dia Wisata Urban di Mekkah-Madinah

wisata-mekah

Finroll.com –  Mekkah dan Madinah menjadi destinasi utama wisata religi umat Islam di seluruh dunia. Usai menjalankan ibadah haji, berkeliling destinasi wisata di sekitar Mekkah dan Madinah adalah pilihan bijak, sembari menanti penerbangan ke tanah air. Umumnya, menunggu antrean penerbangan untuk kembali ke Indonesia bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Selain Mal Zam-zam yang megah itu, Mekkah memiliki lokasi berbelanja berupa pasar tradisional yang asik, dengan harga yang murah adalah di Pasar Zakfariah. Lokasinya hanya 1 km dari Masjidil Haram, pasar ini menjaja berbagai pernak-pernik, dari barang-barang elektronik, perhiasan emas, hingga berbagai cinderamata. Para pedagang di pasar ini, umumnya mengerti bahasa Indonesia, sehingga jual beli menjadi mudah.

Bila Pasar Zakfariah tersohor dengan Pasar Bab MekkahBagi para pelancong yang gemar berbelanja, baik untuk disimpan atau dikoleksi sendiri maupun untuk oleh-oleh bagi teman dan saudara, pasar tradisional yang disebut dengan Pasar Bab Mekkah ini adalah pilihan yang tepat untuk membeli barang-barang khas di sana berikut juga sejumlah souvenir.

Bertempat di Suhaifa, pasar ini akan memenuhi segala kebutuhan dan keinginan para pelancong. Pasar ini mulai beroperasi dari pagi dan akan mulai berkemas dan tidak melayani pengunjung serta pembeli ketika menjelang Dzuhur. Murah dan lengkap adalah keunggulan dari pasar tradisional ini ketimbang pusat perbelanjaan atau pasar tradisional di tempat lain.

Selain wisata belanja murah, terutama elektronik dan emas, wisata religi lain adalah menyambangi Gua Hira. Di sinilah untuk pertama kalinya Muhammad menerima wahyu dan menjadi seorang utusan Allah. Ia bertemu Malaikat Jibril dan menerima wahyu Surat Iqra. Gua Hira yang berlokasi di Jabal Nur. Dari Mekkah, Jabal Nur berjarak sekitar 4 km.

Selain itu, ada juga Masjid Jin. Masjid Jin adalah penanda sebuah peristiwa, ketika Rasulullah salat dan membaca Surat Jin, lalu berdatanganlah para jin menyatakan keislamannya. Lokasi itu kemudian dibangun sebuah masjid yang dinamai Masjid Jin. Lokasinya berada di kota Mekkah. Di wilayah yang sibuk.

Setiba di Madinah, banyak tempat bersejarah di sana. Di sekitar Masjid Nabawi terdapat penjual emas. Madinah dikenal sebagai pusat perhiasan emas terbaik, dari sisi seni maupun kualitas emasnya. Di Madinah, perjalanan pertama adalah ke Pasar Kurma. Pasar ini berada di perkebunan kurma di pinggiran Madinah. Harga kurma berkisar Rp100.000-300.000 per kg.

Kegiatan belanja menjadi asik, karena tawar menawar dengan bahasa Indonesia. Selain itu, setiap penjaja menawarkan kurma untuk dicicipi. Selain itu beragam kurma dijual, dari yang kering hingga yang masih segar dan berbagai variasi turunan makanan dari kurma, seperti biskuit, dodol, dan lain-lain. Di sini juga dijual kurma ajwa, kurma yang ditanam Rasulullah dan menjadi makanan kegemarannya. Selain bergizi tinggi, kurma ajwa memiliki khasiat untuk pengobatan.

Sekitar 7 km dari Madinah terdapat Masjid Quba. Masjid yang pertama dibangun oleh Rasulullah saat hijrah. Masjid megah didominasi warna putih ini, menjadi masjid kesayangan Rasulullah. Setiap pekan rasulullah mengunjungi masjid ini. Bahkan ia menyabdakan, salat di Masjid Quba pahalanya seperti berumrah.

Madain Saleh adalah wisata berikutnya. Situs ini merupakan rumah-rumah batu, yang dulunya dihuni umat Nabi Solih. Umat Nabi Solih rupanya memahat tebing-tebing sebagai rumah tinggal. Kompleks perkampungan ini masih utuh hingga kini. UNESCO menetapkan Madain Saleh sebagai situ warisan budaya.

Di Madinah, destinasi wisata sejarah lainnya ada di Uhud dan Khondak. Dua situs ini merupakan lokasi pertempuran antara Rasulullah dengan orang-orang Qurais. Madinah memiliki hawa yang sejuk. Berkeliling kota dan menikmati kuliner lokal merupakan pembunuh jenuh sebelum terbang ke tanah air.
Artikel Asli

Bagikan :

Dumai Pintu Gerbang Pariwisata Nomaden Indonesia, Ini Buktinya!

dumai

Finroll.com – Letak geografis Kota Dumai yang strategis berada di jalur internasional Selat Malaka, menjadikan kota di Provinsi Riau itu sebagai pintu nomadic tourism (pariwisata nomaden) di bagian barat Indonesia.

Hal ini dibuktikan dengan hadirnya 24 orang turis dari Jerman yang membawa 11 mobil karavan jenis Mercedes, Man dan Ford Iveco, pada Sabtu (3/8/2019).

Sebelum tiba di Dumai, rombongan turis Jerman ini telah melewati beberapa negara di antaranya, Rusia, Kazakhstan, Uzbekistan, Kyrgyzstan, Cina, Laos, Kamboja, Thailand dan Malaysia. Tiba di negeri Jiran 11 mobil karavan diangkut menggunakan kapal ponton berkecepatan 1 knot dari Port Klang (Pelabuhan Klang), menyeberangi jalur internasional Selat Malaka menuju pelabuhan Dumai.

Menurut keterangan Bintang yang merupakan pemimpin tur turis Jerman tersebut, dipilihnya kota Dumai sebagai pintu masuk dari Negara Jiran karena letak geografisnya sangat dekat dibandingkan daerah lainnya di Sumatera.

“Pelabuhan di Kota Dumai Jarak tempuhnya paling dekat dari Malaysia, dibandingkan dengan pelabuhan lainnya di Sumatera. Namun akibat gelombang laut yang besar, waktu tempuh dari Port Klang ke Dumai memakan waktu 48 jam perjalanan. Jika normal waktu tempuhnya hanya 36 jam. Jika melalui pelabuhan Belawan, Medan, Sumatra Utara akan memakan waktu lebih lama lagi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, ketika mobil karavan diangkut kapal ponton, 24 turis yang rata-rata para pensiunan itu sudah diberangkatkan terlebih dahulu menggunakan transportasi umum Ferry Malaka – Dumai.

“Mereka rata-rata para pensiunan yang memiliki berlebih uang. Mengunjungi beberapa negara hanya untuk bertamasya. Kalau kita umat muslim di Indonesia jika memiliki banyak uang akan pergi haji atau umroh. Nah kalau orang Jerman punya uang mereka akan berlibur seperti ini,” kata Bintang.

Ia mengatakan, para turis ini keliling dunia meninggalkan rumah di negara asalnya dengan membawa mobil karavannya masing-masing.

Di Indonesia akan mengunjungi beberapa destinasi di Sumatra yaitu Dumai, Danau Toba Sumatra Utara, Bukit Tinggi, Painan, Bengkulu, dan Lampung.

“Di Pulau Jawa akan mengunjungi Sukabumi, Kawah Putih, Jogyakarta, Magelang dan Probolinggo. Kemudian para turis menuju pulau Bali, Lombok, Sumbawa, Labuan Bajo dan Maumere. Setelah itu rombongan akan menuju Dili, Timor Leste dan Australia,” ujar Bintang yang juga menjabat sebagai Penasehat HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Provinsi Jawa Barat.

Sementara, Wakil Sekjen DPP HPI, Osvian Putra mengharapkan pelabuhan roro yang berada di Dumai bisa segera direalisasikan. Mengingat potensi Dumai sebagai gerbang masuk utama wilayah Indonesia bagian barat untuk trans continent trip (perjalanan lintas benua), seperti yang berlangsung hari ini, Sabtu (3/8/2019) akan terus meningkat permintaan dan peminatnya.

“Dari tahun lalu uji coba trans continental trip ini sudah berjalan, dan untuk tahun depan komitmen penyelenggara tour ini sudah disampaikan kepada kami secara lisan dengan membawa lebih banyak camper van,” ujar Osvian Putra.
Artikel Asli

Bagikan :

Blue Lagoon Yogya yang Mempesona Mata

blue-lagoon-jogja

Finroll.com –  Blue Lagoon adalah salah satu destinasi wisata air yang ada di Sleman dengan aliran sungai yang cukup jernih berwarna biru kehijauan. Keren!

Kesegaran airnya membuat tubuh Anda menjadi rileks dan rasa penat pun langsung hilang. Dengan banyaknya pepohonan hijau nan rindang akan menambah suasana menjadi syahdu sembari beristirahat menikmati indahnya alam sekitar. Fasilitas yang ada di Blue Lagoon bisa dibilang cukup lengkap dengan adanya tempat parkir yang cukup luas, kamar mandi, mushola, penginapan, penyewaan perlengkapan mandi, dan masih banyak lagi.

Blue Lagoon buka setiap hari mulai dari jam 06.00 sampai sore jam 17.00 WIB. Blue Lagoon ini terletak di Desa Dalem, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil maupun sepeda motor.

Suasananya yang sejuk karena terdapat banyak pepohonan hijau nan rindang dan udara yang bersih akan membuat Anda betah berlama-lama di sana.

Tidak usah khawatir bagi Anda yang belum bisa berenang, karena disini sudah disediakan ban oleh para petugas Blue Lagoon. Jika Anda sudah merasa lelah dan puas bermain air, Anda bisa duduk dan beristirahat sejenak di gazebo sambil menikmati keindahan alam Blue Lagoon.

Blue Lagoon memiliki fasilitas yang bisa dibilang cukup lengkap, seperti tempat parkirnya yang luas, terdapat mushola, tempat penitipan barang, kamar mandi, taman, penginapan, penyewaan perlengkapan mandi dan jika Anda lapar pun sudah ada warung di sekitar area Blue Lagoon dengan berbagai menu masakan yang menarik.

Blue Lagoon ini buka setiap hari mulai jam 06.00 pagi sampai sore jam 17.00 WIB. Karena buka setiap hari, Anda bisa datang kapan saja tanpa harus menunggu hari libur. Untuk harga tiket masuknya, Anda cukup membayar Rp 10.000 saja per orangnya.

Untuk lokasi Blue Lagoon ini terletak di Desa Dalem, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Untuk sampai ke lokasi objek wisata ini, rute perjalanannya cukup mudah. Jika berangkat dari kota Jogja, Anda cukup mengikuti Jalan Kaliurang hingga sampai di pertigaan Besi-Jangkang.

Pertigaan ini kira-kira berada di kilometer 13. Kemudian belok ke kanan atau ke arah timur dan ikuti jalan utama sampai menemukan Pasar Jangkang. Dari pasar nanti ada pertigaan kemudian belok ke kanan atau ke arah selatan sekitar 50 meter sampai menemukan plang petunjuk masuk ke lokasi. Lalu Anda ikuti plang petunjuknya melewati jalan kampung hingga sampai ke lokasi parkir Blue Lagoon.

Blue Lagoon bisa menjadi alternatif tempat tujuan berlibur Anda di akhir pekan. Apakah Anda tertarik untuk berlibur ke sini?
Artikel Asli

Bagikan :

Heracleion, Kota Hilang Cleopatra yang Kini di Dasar Laut

Heracleion

Finroll.com – Sebuah penelitian arkeologi di situs kota tua Heracleion, yang tenggelam di dasar Laut Mediterania, Mesir, menemukan potongan kapal beserta perhiasan emas, koin dan reruntuhan kuil.

Kementerian Kepurbakalaan Mesir menyebutkan Kota Heracleion ini dibangun abad kedelapan SM di tepian Sungai Nil di dekat Laut Mediterania. Sekitar 1.500 tahun yang lalu, kota ini disapu banjir sehingga sekarang berada sekitar 45 metarkeologier di bawah permukaan air.

Adapun nama Heracleion diabadikan dari nama Hercules, yang diyakini pernah mengunjungi kota metropolis pada zamannya ini. Ketika dibangun sekitar abad kedelapan SM, kota ini ada di tepi Sungai Nil, di sebelah Laut Mediterania. Cleopatra bahkan dimahkotai di salah satu kuil di kota ini.

Sejak para arkeolog menemukannya pada 2000, Heracleion (juga dikenal sebagai Thonis) perlahan-lahan mengungkapkan tabir rahasia kuno. Selama penggalian dua bulan terakhir, para arkeolog menemukan sisa-sisa sebuah kuil besar, termasuk kolom-kolom batunya, dan sisa-sisa puing-puing sebuah kuil kecil Yunani, yang terkubur di bawah sedimen sedalam 1 meter di dasar laut.

Tim arkeolog Mesir dan Eropa dipimpin oleh Franck Goddio, arkeolog bawah laut yang menemukan Heracleion 19 tahun lalu. Tim menggunakan alat pemindaian yang mentransmisikan gambar artefak di dasar laut dan yang terkubur di bawahnya.

Alat pemindaian mengungkapkan bagian dari kapal. Selama penggalian di masa lalu, para arkeolog telah menemukan 75 kapal, meskipun tidak semuanya lengkap. Temuan baru ini adalah bagian yang hilang dari kapal 61, yang kemungkinan digunakan untuk tujuan seremonial.

Kapal yang diberi identitas nomor 61 itu bukan perahu kecil, dengan panjang sekitar 13 m dan lebar 5 m. Di atas kapal ditemukan koin perunggu dan emas, serta perhiasan.

Koin perunggu berasal dari zaman Raja Ptolemeus II, yang memerintah dari 283 hingga 246 SM. Tim juga menemukan tembikar dari abad ketiga dan keempat SM.

Selain di situs Heracleion, tim juga meneliti situs Canopus terletak di Teluk Abu Qir, Alexandria. Di Canopus, para arkeolog menemukan sebuah kompleks bangunan kuno ke arah selatan sekitar 1 kilometer.

Di Canopus, arkeolog menemukan pelabuhan kuno, koin-koin dari zaman Ptolemaic dan Bizantium, cincin dan anting-anting dari zaman Ptolemaic. Semua artefak ini menunjukkan bahwa Canopus adalah kota yang sibuk sejak abad keempat SM sampai era Islam.
Artikel Asli

Bagikan :

Cerita Mistis di Balik Keindahan Tebing Bidadari di Gorontalo

tebing-bidadari

Finroll.com – Bagi anda yang senang dengan wisata jelajah, di pedalaman Hungayono, hutan di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, terdapat tebing yang dijuluki “Tebing Bidadari”.

Tebing itu memiliki tinggi sekitar enam meter dengan corak yang berbeda. Di tebing itu ada gua kecil yang memiliki mata air panas.

Untuk mencapai lokasi, anda harus berjalan kaki masuk di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).

“Banyak orang yang belum tahu keberadaan tebing lantaran berada jauh di dalam hutan,” ungkap Halim (46), saat memandu Banthayo.id menuju lokasi tebing, Selasa (30/7).

Menurut Halim, selain memiliki keindahan, tebing itu sering dikaitkan dengan hal-hal mistis. Dahulu, sebagian kecil masyarakat meyakini tempat itu sering digunakan untuk bersemadi untuk meminta ilmu kebatinan.

“Tapi saat ini sudah tidak ada lagi masyarakat yang bersemadi di tempat itu,” terang Halim.

Penyebaran informasi Tebing Bidadari lewat media sosial membuat tebing ini mulai dikunjungi wisatawan.

“Tebing Bidadari makin dikenal masyarakat,” kata Halim.

Awal Cerita Tebing Bidadari

Rosna (51), warga di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, menceritakan kisah Tebing Bidadari.

Katanya, dahulu tempat itu sering dijumpai sosok perempuan yang memiliki paras cantik. Namun saat hendak ditemui, perempuan tersebut pergi dan menghilang begitu saja.

“Tapi hanya orang-orang tertentu yang bisa melihat perempuan tersebut. Makanya warga menamakan tebing itu sebagai Tebing Bidadari,” jelas Rosna.

Menurut Rosna, pengunjung diharapkan menjaga sopan santun jika mendatangi lokasi itu agar tidak terjadi petaka.

“Kalau niatnya baik, insyaallah perjalanan juga mulus,” ungkapnya.

Bupati Bone Bolango, Hamim Pou, mengatakan, Tebing Bidadari sangat berpotensi mendatangkan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Selain mendatangi penangkaran burung maleo, pengunjung juga bisa melihat wisata alam yang di Hungayono.

“Ini nantinya akan dijadikan destinasi wisata terbatas,” tutup Hamim.
Artikel Asli

Bagikan :

Meti Kei Fenomena Laut Surut di Maluku Tenggara Yang Mempesona Dunia

Maluku-Tenggara

Finroll.com –  Indonesia sebagai negara yang kaya akan potensi wisata, menyimpan banyak keajaiban alam yang telah diakui dan tercatat dalam daftar keajaiban dunia. Namun ada pula surga tersembunyi yang terletak nun jauh di Maluku Tenggara. Keajaiban itu adalah Meti Kei.

Meti dalam bahasa Maluku berarti ‘kering kerontang’, atau dalam istilah yang diguanakan sehari-hari bisa juga berarti ‘bokek’ atau kering tak ada duit sama sekali. Mudah-mudahan Anda tidak meti hari ini ya, hehehe. Sementara itu dalam ilmu kelautan atau istilah para pelaut maupun nelayan setempat, Meti Kei itu sendiri berarti fenomena alam air laut surut terbesar dan terpanjang yang hanya ada di Kepulauan Kei.

Fenomena air laut surut ini bisa jadi yang terluas di dunia. Kami sempat berjalan dari bibir pantai menuju laut hingga mendekati batas akhir air surut, tanpa terasa jarak yang ditempuh kurang lebih mencapai 3 km. Belum lagi luas wilayah kanan-kiri yang sejajar dengan pantai, dan uniknya lagi fenomena Meti Kei ini terjadi sekaligus di beberapa pantai Kepulauan Kei.

Meti Kei merupakan anugerah Tuhan kepada penduduk Kepulauan Kei. Kebalikan dari ungkapan sehari-hari masyarakat Maluku, fenomena alam ini membuat para nelayan bisa dengan mudah menggiring tangkapan laut ke arah pantai, sehingga mereka tinggal mengambil ikan yang menggelepar di tempat yang surut. Bahkan kini fenomena alam ini menjadi daya tarik wisatawan karena dapat menyaksikan penangkapan ikan bersama nelayan (bahkan dapat turut serta membantu), juga dapat berjalan-jalan hingga ke tengah laut tanpa berenang.

Gimana, seru dan asyik, kan?

Tips & Info

Bulan September sampai Oktober adalah saat dimana fenomena air surutnya sangat luas dan air pasang agak lama, sehingga wisatawan yang berkunjung dapat berjalan hingga ketengah lautan.
Disarankan menggunakan sandal gunung atau sepatu karang. Jangan lupa penutup kepala dan sunglasses karena panas matahari akan terasa menyengat.
How to Get There

Untuk mencapai lokasi pantai-pantai Meti Kei perlu ditentukan dahulu pilihannya, karena tidak semua searah dan terkadang berjauhan letaknya. Namun hampir lokasi tsb tidaklah sulit dijangkau karena adanya akses jalan bagi kendaraan roda dua ataupun empat. Sebaiknya datang dari pagi hari sehingga dapat menggunakan waktu secara optimal untuk berkunjung ke spot-spot yang lain.
Artikel Asli

Bagikan :

Mau Investasi Usaha Minuman Kekinian Yang Bisa Dicicil?

fin1024x994

Finroll.com — Produk inovasi minuman kekinian kian digemari masyarakat, hal ini ditandai dengan menjamurnya berbagai brand impor maupun lokal produk serta antrian panjang disetiap booth maupun gerai yang memasarkan produk minuman kekinian.

Salah satu yang paling anyar yakni brand lokal ‘Black Pink Redvelvet’ yang memasarkan minuman yang menggunakan toping cheese redvelvet dengan 5 pilihan rasa, yakni coklat, alpukat, green tea, stroberi dan juga coklat redvelvet.

Tak hanya menawarkan minuman kekinian dengan varian rasa yang beragam, Black Pink Redvelvet juga menawarkan peluang investasi menjanjikan melalui bisnis kemitraan seharga 6,8 juta rupiah.

Harga tersebut sudah termasuk perlengkapan lengkap serta pelatihan meracik minuman. Sehingga calon mitra bisa langsung memasarkan produk Black Pink Redvelvet saat memutuskan bergabung.

“Untuk paket lengkap kemitraan Black Pink Redvelvet kami jual dengan harga terjangkau, yakni sekitar 6 jutaan dan harga tersebut sudah termasuk perlengkapan dan pelatihan bagi calon pemitra yang memutuskan bergabung,” ungkap Lesmana selaku Marketing Manager Black Pink Redvelvet.

Menariknya lagi, bagi Kalian yang ingin menjadi mitra Black Pink Redvelvet namun tidak memiliki modal yang cukup, Kalian tak perlu pusing, berbeda dengan kerjasama kemitraan lainnya, Black Pink Redvelvet memberikan kesempatan dengan program cicilan selama satu tahun.

“Kami juga menyadari, keterbatasan modal menjadi permasalahan utama seseorang memulai suatu usaha kemitraan. Untuk itu kami memberikan program cicilan selama satu tahun, sehingga para pemitra bisa langsung memasarkan produk Black Pink Redvelvet tanpa menunggu uang terkumpul seluruhnya,” sambung Lesmana.

Jangan lewatkan kesempatan menjadi bagian dari kesuksesan memasarkan produk minuman kekinian Black Pink Redvelvet.

Nah buat kalian yang tertarik untuk bergabung menjadi mitra bisa hub 087878867776, atau Instagram @es.blackpink, kemudian juga bisa langsung datang ke training center mall taman palem lantai LG no 162.(red)
Artikel Asli

Bagikan :

Kota Liwa, Kota Hujan Versi Sumatera jadi Destinasi Wisata Baru Millenials

liwa

Finroll.com  – Kota Hujan adalah julukan untuk Kota Bogor di Jawa Barat. Di Palembang, ada juga wilayah yang berjuluk Kota Hujan. Namanya Kota Liwa.

Kota Liwa adalah ibu kota Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Udara di sana begitu sejuk untuk dihirup baik pada malam maupun siang hari. Seperti julukannya, hati-hati ketika berada di sana karena bisa tiba-tiba hujan. Begitu juga yang dialami Tempo ketika datang ke Kota Liwa saat libur sekolah pekan lalu. Hujan turun sangat lebat.

Suasana di jantung Kota Liwa sama seperti di kota besar lainnya. Jalanan tertata rapi dengan taman di kanan kirinya. Kota yang pernah dilanda gempa bumi pada 1994 itu memiliki sejumlah objek wisata yang menarik. Di antaranya Bukit Kabut Bawang Bakung, Air Panas Sekincau, Istana Kesultanan, kawasan wisata Umbok dan Perkebunan Kopi yang membentang luas di sepanjang lintas barat Sumatera.

Lantaran hari kian gelap dan hujan belum juga reda, Tempo memutuskan melanjutkan perjalanan ke Kota Krui, kota yang dulunya merupakan bagian dari kabupaten Lampung Barat. Di Kota Krui, ada objek wisata yang menarik juga, yakni Pantai Labuhan Jukung, Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

Tempatnya persis di bawah plaza dan papan nama bertuliskan ‘Labuhan Jukung Krui’. Pasir di pantai ini begitu halus dan ombaknya tenang. Dengan begitu, tak perlu khawatir anak-anak bakal tergulung ombak saat bermain pasir atau membangun istana pasir di tepi pantai.

Kendati ombaknya relatif anteng, sekitar 1 kilometer dari bibir pantai terlihat sekelompok pemuda bersiap untuk berselancar. Mereka akan melawan arus dan tinggingya gelombang laut Samudera Hindia. Sebagian besar para selancar itu adalah wisatawan mancanegara. Pantai Labuhan Jukung menjadi tempat incaran bagi peselancar karena di sana juga terdapat kelas berselancar bagi pemula.
Artikel Asli

Bagikan :

Pulau Bora-bora di Samudera Pasifik Tempat Syahrini Bulan Madu Ternyata Punya Kembaran di Pulau Seribu

pulau-bora-bora

Finroll.com –  Penyanyi dan sosialita Syahrini mengunggah video bulan madunya di Pulau Bora-Bora, pekan lalu. Ia bersama suaminya, Reino Barack, berenang hingga menaiki sampan di pulau yang terkenal dengan kejernihan airnya.

Pulau Bora-Bora berada di Polinesia Prancis (French Polynesia) yang berbatasan dengan Samudera Pasifik. Bila hendak ke sana, Anda harus terbang dulu ke Tokyo, lalu diteruskan ke Tahiti. Dari Tahiti terdapat penerbangan langsung ke Bora-Bora, pulau paling selatan di Samudera Pasifik.

Dalam video tersebut, Syahrini dan Reino nampak bermain-main dengan ikan yang mengelilingi mereka, “Assalammualaikum dari Bora-bora, ini hari kedua kami ada di sini, kami berdua sedang naik boat, rencananya mau berenang liat shark dan stingray,” tutur Syahrini dalam video tersebut.
Ikan berbagai warna nampak berseliweran di dekat Syahrini, air laut yang begitu jernih membuat sekeliling Syahrini dan Reino nampak begitu jelas. Apalagi, Reino sempat mencoba free dive untuk melihat ikan-ikan tersebut lebih dekat, di tempat yang lebih dalam.

Untuk berlibur ke Bora-Bora, tentunya selain waktu yang dihabiskan cukup panjang, juga merogoh kocek yang cukup dalam. Apalagi, tempat yang dipilih oleh Syahrini merupakan resort mewah dengan kamar yang memiliki kolam renang pribadi dan menyatu dengan laut.

Jika ingin merasakan pengalaman seperti Syahrini, melihat jernihnya air laut, putihnya pasir pantai, dan berenang bersama ikan-ikan yang menggemaskan, ternyata juga dapat dilakukan di Jakarta. Tentunya, dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan paket liburan Syahrini.

Pulau Sepa, di Kepulauan Seribu, Jakarta menyuguhkan pemandangan indah itu. Pasir putih dan halus, juga air laut yang jernih berwarna biru kehijauan dengan hempasan ombak kecil, begitu jauh dari suasana hiruk pikuk ibu kota yang semerawut. Suasana ini, cocok untuk pelancong Jakarta yang ingin istirahat dari rutinitas.

Berjarak 65 kilometer dari Pantai Marina, Ancol, dengan waktu tempuh sekitar 2 jam menggunakan kapal cepat. Pulau Sepa berbeda dengan pulau lainnya di Kepulauan Seribu, pengunjungnya jauh lebih sepi, sehingga wisatawan bisa bersantai di pinggiran pantai, tanpa tertanggu oleh pengunjung lain.

Aktivitas yang dapat dilakukan di sana, hampir mirip dengan Syahrini. Pengunjung dapat menaiki kano dan berkeliling di sekitar pulau, ataupun menyewa jetski, membelah hempasan ombak dengan kecepatan tinggi.

Di pinggir pantai, pengunjung dapat melakukan snorkling dengan ikan-ikan kecil yang berwarna-warni. Keadaan pantai yang cukup landai, membuat kegiatan tersebut aman dilakukan oleh anak-anak, apalagi orang dewasa.

Selain itu, kegiatan penyelaman juga dapat dilakukan di pulau ini. Perahu motor kecil akan menghantarkan ke tengah laut, untuk menyaksikan keindahan Pulau Sepa dari kedalaman. Terumbu karang berbagai warna, akan memanjakan mata para pengunjung.

Di balik terumbu karang tersebut, hidup anemon yang di sela-selanya terdapat ikan badut yang bermain-main di sana. Pulau ini juga tempat penangkaran penyu sisik, sehingga penyelam akan bertemu dengan penyu yang berseliweran bebas di lautan lepas.

Untuk berlibur di Pulau Sepa, tersedia berbagai paket piliahan yang dapat disesuaikan dengan isi dompet. Untuk plesir seharian dikenakan tarif sekitar Rp 800 ribu, harga tersebut termasuk transportasi perahu cepat, pengunjung hanya duduk santai menikmati indahnya pantai, makan siang, dan juga wahana air di sana. Jika ingin berlibur dengan fasilitas yang lebih mewah dan melakukan penyelaman, biayanya dipatok sekitar Rp 3,6 juta per hari.
Artikel Asli

Bagikan :