Pariwisata

Taman-Gandrung-Terakota

Ternyata Banyuwangi Punya Taman Isinya 1.000 Patung Penari

Finroll.com –  Belakangan ini viral kisah misteri KKN di Desa Penari. Tahukah kamu, di Banyuwangi ada taman cantik yang isinya 1.000 patung penari. Penasaran?

Kisah KKN Desa Penari viral di kalangan traveler. Berawal dari media sosial Twitter, kini Kisah KKN Desa Penari sudah menyebar kemana-mana. Bahkan ada yang menerka-nerka dimana lokasi desa tersebut.

Asal traveler tahu, di Banyuwangi ada satu destinasi yang punya sekitar 1.000 patung penari gandrung. Nama destinasi ini adalah Taman Gandrung Terakota. Redaksi pernah berkunjung ke taman ini beberapa waktu yang lalu.

Tari Gandrung memang identik dengan Banyuwangi. Bisa dibilang, Gandrung adalah tarian khas dari kabupaten di ujung paling timur Pulau Jawa itu.

Tarian Gandrung Banyuwangi pada awalnya dibawakan sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat pasca dilakukannya panen. Gandrung sendiri berarti terpesonanya masyarakat Blambangan yang agraris kepada Dewi Sri sebagai Dewi Padi yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Tari Gandrung masih satu genre dengan Tari Tayub di Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian barat, Lengger di wilayah Banyumas dan Joged Bumbung di Bali. Tarian ini melibatkan seorang wanita penari profesional yang menari bersama-sama tamu terutama pria, dengan iringan musik gamelan.

Gandrung merupakan seni pertunjukan tari yang disajikan dengan iringan musik khas Gamelan Osing. Tarian dilakukan dalam bentuk berpasangan antara perempuan (penari gandrung) dan laki-laki (pemaju) yang dikenal dengan ‘paju’

Biasanya Tari Gandrung dipentaskan pada acara perkawinan, pethik laut, khitanan, tujuh belasan dan acara-acara resmi maupun tak resmi lainnya. Hampir semua daerah di Banyuwangi atau daerah sekitarnya mengenal Gandrung sebagai bentuk tari

Pertunjukan Tari Gandrung biasanya dimulai sekitar pukul 21.00 dan berakhir hingga menjelang subuh sekitar pukul 04.00 WIB. Nyaris semalam suntuk, sama seperti pertunjukan wayang kulit.

Tak salah jika Banyuwangi lekat dengan Gandrung. Bahkan dijuluki sebagai Kota Gandrung. Oleh karena itu, sebagai ikon pariwisata dibangunlah Taman Gandrung Terakota yang isinya ribuan patung penari gandrung yang terbuat dari tanah liat.

Taman Gandrung Terakota ini menjadi kesatuan dengan Jiwa Jawa Resort, sebuah penginapan bernuansa seni di Desa Taman Sari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Taman ini dibangun jadi sebuah ‘Situs Rawat Ruwat’ seni budaya.

Di dalamnya, ada amfiteater terbuka, galeri seni rupa, pementasan dramatari, perhelatan musik, dan beragam tanaman endemik daerah setempat dipadukan dengan patung-patung penari Gandrung tersebut, menjadikan taman ini jadi destinasi yang sayang dilewatkan kalau liburan ke Banyuwangi.

Nah, soal kaitan antara cerita horror KKN Desa Penari dengan Tari Gandrung Banyuwangi biarlah itu tetap jadi misteri. Yang jelas, Tari Gandrung adalah kesenian lokal Banyuwangi yang patut diapresiasi sebagai daya tarik wisata. Begitu juga dengan Taman Gandrung Terakota Banyuwangi yang eksotis ini
Artikel Asli

Bagikan :

5 Minuman Kopi yang Paling Populer di Kafe, Kamu Suka yang Mana?

Kopi

Finroll.com – Kopi jadi minuman wajib banyak orang untuk memulai hari. Dari sekian banyak racikan kopi di kafe, ternyata ada yang paling sering dipesan orang. Apa saja?

Setiap orang bisa menikmati kopi kapanpun dan dimanapun. Baik saat pagi, siang, sore maupun malam, tapi kopi kerap diandalkan sebagai penambah semangat saat sarapan pagi.

Saat ini banyak kafe kopi yang menawarkan aneka varian kopi sensasional. Ada cappuccino hingga mocha late, berikut 5 varian kopi ala kafe yang paling populer di kalangan penikmat kopi.

1. Cappucino
Cappucino termasuk salah satu varian kopi paling populer. Kopi ini bisa dengan mudah ditemui di manapun mulai dari kedai kopi, kafe hingga restoran berbintang sekalipun.

Secangkir kopi tradisional Italia ini terdiri dari campuran espresso dan buih susu. Komposisi cappucino terdiri dari 1/3 kopi espresso, 1/3 susu dan 1/3 buih susu. Tetapi jumlah espresso bisa dipesan ‘single shot’ atau ‘double shot’.

Aroma yang nikmat dan rasa kopi yang cukup kuat menjadikan cappucino banyak disukai penikmat kopi. Cappucino juga bisa disajikan panas maupun dingin tapi kebanyakan orang menikmatinya dalam versi hangat karena aromanya lebih kuat.

2. Espresso
Penggemar kopi pekat paling suka menikmati espresso. Secangkir espresso diolah dari bubuk kopi yang diseduh dengan air panas di bawah tekanan tinggi. Sesuai dengan namanya, espresso berarti express atau cepat yang artinya kopi ini diseduh untuk segera disajikan.

Untuk membuat espressi setidaknya dibutuhkan 7-9 gram kopi bubuk yang kemudian diseduh dengan air panas pada temperatur 90 derajat celsius. Hasil seduhan kopi ini menghasilkan kopi dengan crema atau buih kecoklatan di atasnya.

Selain bisa dinikmati langsung, espresso juga jadi bahan dasar untuk membuat varian kopi lain seperti cappucino, cafe latte hingga mocha late.

3. Cafe Latte
Varian kopi yang satu ini populer di kalangan orang yang ingin menikmati kopi dengan rasa lembut. Cafe latte dibuat dengan mencampur 25 persen espresso dan 75 persen susu. Inilah yang membuat cafe latte terasa lebih creamy.

Semburat aroma dan rasa kopi terbilang tipis, inilah salah satu alasan penggemar cafe latte lebih dominan wanita. Cafe latte juga bisa disajikan panas maupun dingin.

Selain punya sensasi rasa kopi yang lembut, cafe latte juga memikat lewat kreasi latte art buatan barista. Steamed milk dalam jumlah banyak memungkinkan para barista mengukir gambar di atas cafe latte. Kini bahkan banyak kreasi latte art 3 dimensi hingga latte art aneka warna yang bikin cafe latte tampil instagenik.

5. Cafe Mocha

Sebutan lain cafe mocha adalah kopi cokelat karena kopi diolah dengan tambahan cokelat. Komposisi cafe mocha ala kafe adalah dua sloki espresso yang dicampur susu dan cokelat.

Biasanya jenis cokelat bubuk yang populer digunakan untuk cafe mocha. Aroma kopi, susu dan cokelat bercampur sehingga menghasilkan aroma yang kaya. Soal rasa, cafe mocha cenderung memiliki rasa pahit legit dengan konsistensi yang kental.

Untuk membuatnya lebih nikmat, cafe mocha dalam versi dingin biasa disajikan dengan tambahan whipping cream. Selain bisa dinikmati di kafe, varian kopi ini juga mudah dibuat di rumah bahkan takarannya bisa disesuaikan agar rasanya sesuai selera.
Artikel Asli

Bagikan :

Kampung Nelayan Kamal Muara, Pelangi di Pesisir Utara Jakarta

Kampung-Nelayan-Kamal-Muara

Finroll.com – Kampung nelayan identik dengan kesan kumuh dan kotor. Namun, tak demikian dengan Kampung Nelayan di Kamal Muara Jakarta Utara.

Kampung yang terletak di RW04 Kelurahan Kamal Muara Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara itu terlihat sangat indah karena telah dicat berwarna-warni dengan ornamen-ornamen desain yang unik. Mulai dari binatang, hingga tokoh kartun yang populer di Indonesia.

Lurah Kanal Muara Helwin Ginting menceritakan sejak awal warga menyambut baik ide untuk ‘mewarnai’ kampung tersebut. Pasalnya, semua warga di daerah tersebut terkenal sangat peduli dengan wilayahnya itu. Ditambah lagi, daerah tersebut sering dilewati wisatawan yang ingin menyeberang ke Kepulauan Seribu.

Sayangnya, meskipun kampung tersebut sudah terlihat sangat indah tetapi bau dari hasil laut tercium sangat menyengat. Bahkan, jauh sebelum memasuki wilayah tersebut aroma khas laut susah mulai tercium.

Wajar saja, karena kampung tersebut berada tepat di belakang pasar pelelangan ikan Kamal Muara. Sehingga, bau menyengat tak dapat terhindarkan dari wilayah tersebut.

Sesuai dengan namanya, mata pencaharian utama di kampung tersebut adalah nelayan. Sementara untuk ibu-ibu di sana kebanyakan berdagang hasil laut yang telah ditangkap oleh para suami mereka.
Artikel Asli

Bagikan :

KEK Tanjung Lesung Sudah Pulih 60% Pasca Tsunami Selat Sunda

tj-lesung

Finroll.com — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung berangsur mulai bangkit, pasca bencana tsunami Selat Sunda delapan bulan lalu. Pihak pengelola, Banten West Java (BWJ) Tourism Development menyatakan bahwa upaya perbaikan terus dilakukan.

Direktur Operasional BWJ Tourism Development Kunto Wijoyo menjelaskan, saat ini kondisi kawasan wisata yang terletak di ujung barat pulau Jawa tersebut, secara keseluruhan sudah pulih sekitar 60%.

“Pasca bencana tsunami yang terjadi pada 22 Desember 2018 lalu, sekarang ini sesuai data yang kami punya Tanjung Lesung sudah recovery sekitar 50% sampai 60%. Kami terus upayakan recovery-nya,” ungkap Kunto di Pandeglang, Banten, Selasa (20/8/2019).

Saat ini pembangunan infrastruktur terus dilakukan untuk memperbaiki beberapa titik bangunan yang rusak akibat tsunami. Selain terus berbenah secara fisik, KEK Tanjung Lesung juga terus berupaya mengembalikan kepercayaan dan minat para wisatawan serta warga sekitar.

“Membangun infrastruktur bukan masalah besar buat kami. Yang paling sulit adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat dan juga wisatawan bahwa saat ini kawasan wisata Tanjung Lesung sudah aman untuk dikunjungi kembali,” ujar Kunto.

Sementara untuk mengembalikan kepercayaan tersebut pihak pengelola terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan menggelar berbagai acara yang melibatkan masyarakat sekitar. Selain itu, promosi wisata juga gencar dilakukan.

Promosi dilakukan sambil memberikan pemahaman kepada masyarakat dan wisatawan bahwa pasca tsunami kawasan wisata tersebut tetap aman dikunjungi.

Pihak pengelola juga mempererat kerja sama dengan pemerintah dan para pelaku usaha di bidang pariwisata. “Pemerintah turut membantu kami, terutama dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Para pelaku usaha pariwisata juga ikut berpartisipasi memulihkan wisata Tanjung Lesung,” tutur Kunto.

Demi memulihkan kepercayaan para wisatawan dan masyarakat, Kunto mengatakan, pihak pengelola tengah membangun teknologi/ alat peringatan dini di bibir pantai. Alat tersebut digadang-gadang mampu mendeteksi perubahan permukaan air laut dengan parameter sejauh 200 kilometer (km).

“Alat pendeteksi itu sangat canggih. Namanya radar wera, berasal dari Jerman persembahan dari PT Terindo. Radar ini merupakan satu-satunya dan pertama yang digunakan di Indonesia. Shelter untuk radar itu masih dalam pembangunan, kira-kira dua pekan lagi selesai,” jelas Kunto.

Kunto melanjutkan, setelah shelter tersebut selesai dibangun, sejumlah tenaga ahli dari Jerman akan memberikan pelatihan (training) tanggap bencana kepada SDM di Indonesia, khususnya bagi para pegawai Tanjung Lesung, masyarakat sekitar, dan para wisatawan.

Sebagai informasi beberapa waktu yang lalu, Poernomo Siswoprasetijo, Direktur Utama PT Banten West Java Tourism Development menargetkan jumlah wisatawan di Tanjung Lesung tahun ini mencapai 800.000 pengunjung.

Target tersebut tumbuh 33% dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebanyak 600.000 kunjungan wisatawan.

Demi mencapai target tersebut, anak usaha Jababeka itu melancarkan beberapa strategi untuk menarik wisatawan.

Strategi tersebut antara lain menggulirkan program promosi luar negeri. Selain itu, pengelola Tanjung Lesung telah melakukan nota kesepahaman kerjasama dengan beberapa investor dari China.(red)
Artikel Asli

Bagikan :

4 Sungai di Pedalaman Indonesia yang Menantang bagi Pencari Adrenalin

Sungai-Alas-Aceh

Finroll.com – Kalimantan dan Sumatera memiliki sungai-sungai yang besar, yang berhulu hingga di kedalaman hutan perawan. Sungai-sungai itu menantang untuk disusuri, sambil menikmati arus yang liar, keelokan hutan tropis, atau bahkan budaya suku-suku lokal.

Sungai-sungai yang tersembunyi itu bagaikan surga para petualangan. Berikut sungai-sungai di pedalaman sebagai surga bagi wisata petualangan yang dirangkum oleh TEMPO.

1. Sungai Boh, Kalimantan Utara

Anak Sungai Mahakam ini berkelok sepanjang Kabupaten Malinau, Kutai Barat, hingga bermuara di Long Bagun. Perjalanan menuju Sungai Boh dapat ditempuh kurang-lebih tiga hari dari Balikpapan atau Samarinda.

“Di Sungai Mahakam menuju Long Bagun banyak sekali pemandangan indah, terutama tebing karst yang seperti dipahat,” kata penggemar arung jeram Amalia Yunita, yang mengunjungi Sungai Boh pada 2012. Long Bagun biasanya dijadikan tempat transit selama sehari sebelum melanjutkan perjalanan darat ke Desa Agung Raya, titik awal penelusuran Sungai Boh.

Hutan sepanjang Sungai Boh masih kaya. Anggrek langka sering ditemukan, begitu juga ular derik (Parias sumatranus). Di Sungai Boh masih banyak dijumpai ikan raja-raja yang panjangnya sampai satu setengah meter. Bagi para penggemar arung jeram, Sungai Boh juga menjadi pilihan petualangan yang mengasyikkan.

2. Sungai Alas, Aceh

The River of Red Apes, begitulah sebutan Sungai Alas, yang membelah wilayah Kutacane di Kabupaten Aceh Tenggara. Sungai yang mengular di wilayah Taman Nasional Gunung Leuser ini menjadi rumah yang nyaman bagi kera merah. Hewan itu masih bisa dijumpai di pinggir sungai, bergelantungan dari pohon ke pohon. Tapi kini, untuk melihat kera merah, kita harus berjalan dua kilometer lebih ke dalam hutan.

Bila beruntung, kita dapat menjumpai spesies kupu-kupu kuning dari famili Pieridae bernama Common Brimstone atau Gonepteryx rhamni. Kupu-kupu ini terbang membentuk formasi seperti pita panjang.

Sungai Alas yang lebarnya 10-20 meter itu memiliki belasan jeram yang ramah bagi pemula. Perjalanan ke sana dapat ditempuh bermobil dari Medan ke Ketambe—sebagai titik awal penelusuran sungai—selama 9 jam. Kini ada pesawat kecil dari Medan menuju Kutacane, selama 45 menit, dilanjutkan ke Ketambe dengan mobil selama 45 menit. Di Ketambe sudah banyak pemandu yang dapat membawa wisatawan menuju ke Sungai Alas.

3. Sungai di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

Kapuas Hulu merupakan nama kabupaten di bagian timur Kalimantan Barat, tempat berhulunya Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia. Di sana terdapat sungai-sungai kecil, seperti Utik dan Embaloh, yang bermuara di Sungai Kapuas dan hulunya berbatasan langsung dengan Taman Nasional Betung Kerihun, tidak jauh dari Putussibau, ibu kota Kapuas Hulu.

Dengan perahu, kita bisa menyusuri sungai-sungai kecil yang masuk jauh ke dalam hutan. Di sepanjang perjalanan, bisa ditemukan rumah panjang Dayak yang masih terawat di pinggiran sungai dan desa wisata Dayak Iban dan Dayak Embaloh. Bila perlu menginap, tersedia kemah di taman nasional di hulu Sungai Embaloh atau rumah-rumah panjang penduduk.

Waktu terbaik berkunjung adalah saat tahun baru Dayak Iban setiap 1 Juni atau pada Agustus-November saat musim buah. Durian berdaging merah dapat kita nikmati pada musim ini.

Untuk menuju Kapuas Hulu tersedia empat kali penerbangan dari Pontianak ke Putussibau selama satu setengah jam dengan pesawat ATR 72. Perjalanan ke hulu sungai bisa dicapai dengan dua jam bermobil.

4. Krueng Tripa, Aceh

Rikiet Jait atau Terangon merupakan titik awal menelusuri Krueng Tripa, yang membelah hutan dari wilayah Blangkajeren, Kabupaten Gayo Lues, di perbatasan Sumatera Utara-Aceh Tenggara hingga Kuala Tripa di Aceh Tenggara. Sungai itu memiliki sekitar 20 jeram besar yang jarang dilewati, tersebar di tiga wilayah, yaitu Nanga, Perlak, dan Tongra. Saking sulitnya sungai itu dilewati, pengarung jeram lebih memilih lewat darat dengan menggotong perahu.

Salah satu jeram maut adalah Ketanjoran di Tongra, dengan lanskap sungai yang menikung dan bertingkat. Para pemburu jeram nekat melewati Ketanjoran hingga bermuara di Kuala Tripa selama lima hari empat malam.

Perjalanan ke lokasi bisa ditempuh bermobil dari Medan ke Kutacane—perbatasan Sumatera Utara dan Aceh Tenggara—selama delapan jam, dan dilanjutkan ke Blangkajeren dalam tiga jam. “Dari Blangkajeren, titik awal bisa dipilih, melalui Rikiet Jait atau Terangon,” kata Komandan Operasi Pencinta Alam Taman Nasional Gunung Leuser Said Murthaza.
Artikel Asli

Bagikan :

Usai Ibadah Haji, Ini Dia Wisata Urban di Mekkah-Madinah

wisata-mekah

Finroll.com –  Mekkah dan Madinah menjadi destinasi utama wisata religi umat Islam di seluruh dunia. Usai menjalankan ibadah haji, berkeliling destinasi wisata di sekitar Mekkah dan Madinah adalah pilihan bijak, sembari menanti penerbangan ke tanah air. Umumnya, menunggu antrean penerbangan untuk kembali ke Indonesia bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Selain Mal Zam-zam yang megah itu, Mekkah memiliki lokasi berbelanja berupa pasar tradisional yang asik, dengan harga yang murah adalah di Pasar Zakfariah. Lokasinya hanya 1 km dari Masjidil Haram, pasar ini menjaja berbagai pernak-pernik, dari barang-barang elektronik, perhiasan emas, hingga berbagai cinderamata. Para pedagang di pasar ini, umumnya mengerti bahasa Indonesia, sehingga jual beli menjadi mudah.

Bila Pasar Zakfariah tersohor dengan Pasar Bab MekkahBagi para pelancong yang gemar berbelanja, baik untuk disimpan atau dikoleksi sendiri maupun untuk oleh-oleh bagi teman dan saudara, pasar tradisional yang disebut dengan Pasar Bab Mekkah ini adalah pilihan yang tepat untuk membeli barang-barang khas di sana berikut juga sejumlah souvenir.

Bertempat di Suhaifa, pasar ini akan memenuhi segala kebutuhan dan keinginan para pelancong. Pasar ini mulai beroperasi dari pagi dan akan mulai berkemas dan tidak melayani pengunjung serta pembeli ketika menjelang Dzuhur. Murah dan lengkap adalah keunggulan dari pasar tradisional ini ketimbang pusat perbelanjaan atau pasar tradisional di tempat lain.

Selain wisata belanja murah, terutama elektronik dan emas, wisata religi lain adalah menyambangi Gua Hira. Di sinilah untuk pertama kalinya Muhammad menerima wahyu dan menjadi seorang utusan Allah. Ia bertemu Malaikat Jibril dan menerima wahyu Surat Iqra. Gua Hira yang berlokasi di Jabal Nur. Dari Mekkah, Jabal Nur berjarak sekitar 4 km.

Selain itu, ada juga Masjid Jin. Masjid Jin adalah penanda sebuah peristiwa, ketika Rasulullah salat dan membaca Surat Jin, lalu berdatanganlah para jin menyatakan keislamannya. Lokasi itu kemudian dibangun sebuah masjid yang dinamai Masjid Jin. Lokasinya berada di kota Mekkah. Di wilayah yang sibuk.

Setiba di Madinah, banyak tempat bersejarah di sana. Di sekitar Masjid Nabawi terdapat penjual emas. Madinah dikenal sebagai pusat perhiasan emas terbaik, dari sisi seni maupun kualitas emasnya. Di Madinah, perjalanan pertama adalah ke Pasar Kurma. Pasar ini berada di perkebunan kurma di pinggiran Madinah. Harga kurma berkisar Rp100.000-300.000 per kg.

Kegiatan belanja menjadi asik, karena tawar menawar dengan bahasa Indonesia. Selain itu, setiap penjaja menawarkan kurma untuk dicicipi. Selain itu beragam kurma dijual, dari yang kering hingga yang masih segar dan berbagai variasi turunan makanan dari kurma, seperti biskuit, dodol, dan lain-lain. Di sini juga dijual kurma ajwa, kurma yang ditanam Rasulullah dan menjadi makanan kegemarannya. Selain bergizi tinggi, kurma ajwa memiliki khasiat untuk pengobatan.

Sekitar 7 km dari Madinah terdapat Masjid Quba. Masjid yang pertama dibangun oleh Rasulullah saat hijrah. Masjid megah didominasi warna putih ini, menjadi masjid kesayangan Rasulullah. Setiap pekan rasulullah mengunjungi masjid ini. Bahkan ia menyabdakan, salat di Masjid Quba pahalanya seperti berumrah.

Madain Saleh adalah wisata berikutnya. Situs ini merupakan rumah-rumah batu, yang dulunya dihuni umat Nabi Solih. Umat Nabi Solih rupanya memahat tebing-tebing sebagai rumah tinggal. Kompleks perkampungan ini masih utuh hingga kini. UNESCO menetapkan Madain Saleh sebagai situ warisan budaya.

Di Madinah, destinasi wisata sejarah lainnya ada di Uhud dan Khondak. Dua situs ini merupakan lokasi pertempuran antara Rasulullah dengan orang-orang Qurais. Madinah memiliki hawa yang sejuk. Berkeliling kota dan menikmati kuliner lokal merupakan pembunuh jenuh sebelum terbang ke tanah air.
Artikel Asli

Bagikan :

Dumai Pintu Gerbang Pariwisata Nomaden Indonesia, Ini Buktinya!

dumai

Finroll.com – Letak geografis Kota Dumai yang strategis berada di jalur internasional Selat Malaka, menjadikan kota di Provinsi Riau itu sebagai pintu nomadic tourism (pariwisata nomaden) di bagian barat Indonesia.

Hal ini dibuktikan dengan hadirnya 24 orang turis dari Jerman yang membawa 11 mobil karavan jenis Mercedes, Man dan Ford Iveco, pada Sabtu (3/8/2019).

Sebelum tiba di Dumai, rombongan turis Jerman ini telah melewati beberapa negara di antaranya, Rusia, Kazakhstan, Uzbekistan, Kyrgyzstan, Cina, Laos, Kamboja, Thailand dan Malaysia. Tiba di negeri Jiran 11 mobil karavan diangkut menggunakan kapal ponton berkecepatan 1 knot dari Port Klang (Pelabuhan Klang), menyeberangi jalur internasional Selat Malaka menuju pelabuhan Dumai.

Menurut keterangan Bintang yang merupakan pemimpin tur turis Jerman tersebut, dipilihnya kota Dumai sebagai pintu masuk dari Negara Jiran karena letak geografisnya sangat dekat dibandingkan daerah lainnya di Sumatera.

“Pelabuhan di Kota Dumai Jarak tempuhnya paling dekat dari Malaysia, dibandingkan dengan pelabuhan lainnya di Sumatera. Namun akibat gelombang laut yang besar, waktu tempuh dari Port Klang ke Dumai memakan waktu 48 jam perjalanan. Jika normal waktu tempuhnya hanya 36 jam. Jika melalui pelabuhan Belawan, Medan, Sumatra Utara akan memakan waktu lebih lama lagi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, ketika mobil karavan diangkut kapal ponton, 24 turis yang rata-rata para pensiunan itu sudah diberangkatkan terlebih dahulu menggunakan transportasi umum Ferry Malaka – Dumai.

“Mereka rata-rata para pensiunan yang memiliki berlebih uang. Mengunjungi beberapa negara hanya untuk bertamasya. Kalau kita umat muslim di Indonesia jika memiliki banyak uang akan pergi haji atau umroh. Nah kalau orang Jerman punya uang mereka akan berlibur seperti ini,” kata Bintang.

Ia mengatakan, para turis ini keliling dunia meninggalkan rumah di negara asalnya dengan membawa mobil karavannya masing-masing.

Di Indonesia akan mengunjungi beberapa destinasi di Sumatra yaitu Dumai, Danau Toba Sumatra Utara, Bukit Tinggi, Painan, Bengkulu, dan Lampung.

“Di Pulau Jawa akan mengunjungi Sukabumi, Kawah Putih, Jogyakarta, Magelang dan Probolinggo. Kemudian para turis menuju pulau Bali, Lombok, Sumbawa, Labuan Bajo dan Maumere. Setelah itu rombongan akan menuju Dili, Timor Leste dan Australia,” ujar Bintang yang juga menjabat sebagai Penasehat HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Provinsi Jawa Barat.

Sementara, Wakil Sekjen DPP HPI, Osvian Putra mengharapkan pelabuhan roro yang berada di Dumai bisa segera direalisasikan. Mengingat potensi Dumai sebagai gerbang masuk utama wilayah Indonesia bagian barat untuk trans continent trip (perjalanan lintas benua), seperti yang berlangsung hari ini, Sabtu (3/8/2019) akan terus meningkat permintaan dan peminatnya.

“Dari tahun lalu uji coba trans continental trip ini sudah berjalan, dan untuk tahun depan komitmen penyelenggara tour ini sudah disampaikan kepada kami secara lisan dengan membawa lebih banyak camper van,” ujar Osvian Putra.
Artikel Asli

Bagikan :

Blue Lagoon Yogya yang Mempesona Mata

blue-lagoon-jogja

Finroll.com –  Blue Lagoon adalah salah satu destinasi wisata air yang ada di Sleman dengan aliran sungai yang cukup jernih berwarna biru kehijauan. Keren!

Kesegaran airnya membuat tubuh Anda menjadi rileks dan rasa penat pun langsung hilang. Dengan banyaknya pepohonan hijau nan rindang akan menambah suasana menjadi syahdu sembari beristirahat menikmati indahnya alam sekitar. Fasilitas yang ada di Blue Lagoon bisa dibilang cukup lengkap dengan adanya tempat parkir yang cukup luas, kamar mandi, mushola, penginapan, penyewaan perlengkapan mandi, dan masih banyak lagi.

Blue Lagoon buka setiap hari mulai dari jam 06.00 sampai sore jam 17.00 WIB. Blue Lagoon ini terletak di Desa Dalem, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil maupun sepeda motor.

Suasananya yang sejuk karena terdapat banyak pepohonan hijau nan rindang dan udara yang bersih akan membuat Anda betah berlama-lama di sana.

Tidak usah khawatir bagi Anda yang belum bisa berenang, karena disini sudah disediakan ban oleh para petugas Blue Lagoon. Jika Anda sudah merasa lelah dan puas bermain air, Anda bisa duduk dan beristirahat sejenak di gazebo sambil menikmati keindahan alam Blue Lagoon.

Blue Lagoon memiliki fasilitas yang bisa dibilang cukup lengkap, seperti tempat parkirnya yang luas, terdapat mushola, tempat penitipan barang, kamar mandi, taman, penginapan, penyewaan perlengkapan mandi dan jika Anda lapar pun sudah ada warung di sekitar area Blue Lagoon dengan berbagai menu masakan yang menarik.

Blue Lagoon ini buka setiap hari mulai jam 06.00 pagi sampai sore jam 17.00 WIB. Karena buka setiap hari, Anda bisa datang kapan saja tanpa harus menunggu hari libur. Untuk harga tiket masuknya, Anda cukup membayar Rp 10.000 saja per orangnya.

Untuk lokasi Blue Lagoon ini terletak di Desa Dalem, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Untuk sampai ke lokasi objek wisata ini, rute perjalanannya cukup mudah. Jika berangkat dari kota Jogja, Anda cukup mengikuti Jalan Kaliurang hingga sampai di pertigaan Besi-Jangkang.

Pertigaan ini kira-kira berada di kilometer 13. Kemudian belok ke kanan atau ke arah timur dan ikuti jalan utama sampai menemukan Pasar Jangkang. Dari pasar nanti ada pertigaan kemudian belok ke kanan atau ke arah selatan sekitar 50 meter sampai menemukan plang petunjuk masuk ke lokasi. Lalu Anda ikuti plang petunjuknya melewati jalan kampung hingga sampai ke lokasi parkir Blue Lagoon.

Blue Lagoon bisa menjadi alternatif tempat tujuan berlibur Anda di akhir pekan. Apakah Anda tertarik untuk berlibur ke sini?
Artikel Asli

Bagikan :

Heracleion, Kota Hilang Cleopatra yang Kini di Dasar Laut

Heracleion

Finroll.com – Sebuah penelitian arkeologi di situs kota tua Heracleion, yang tenggelam di dasar Laut Mediterania, Mesir, menemukan potongan kapal beserta perhiasan emas, koin dan reruntuhan kuil.

Kementerian Kepurbakalaan Mesir menyebutkan Kota Heracleion ini dibangun abad kedelapan SM di tepian Sungai Nil di dekat Laut Mediterania. Sekitar 1.500 tahun yang lalu, kota ini disapu banjir sehingga sekarang berada sekitar 45 metarkeologier di bawah permukaan air.

Adapun nama Heracleion diabadikan dari nama Hercules, yang diyakini pernah mengunjungi kota metropolis pada zamannya ini. Ketika dibangun sekitar abad kedelapan SM, kota ini ada di tepi Sungai Nil, di sebelah Laut Mediterania. Cleopatra bahkan dimahkotai di salah satu kuil di kota ini.

Sejak para arkeolog menemukannya pada 2000, Heracleion (juga dikenal sebagai Thonis) perlahan-lahan mengungkapkan tabir rahasia kuno. Selama penggalian dua bulan terakhir, para arkeolog menemukan sisa-sisa sebuah kuil besar, termasuk kolom-kolom batunya, dan sisa-sisa puing-puing sebuah kuil kecil Yunani, yang terkubur di bawah sedimen sedalam 1 meter di dasar laut.

Tim arkeolog Mesir dan Eropa dipimpin oleh Franck Goddio, arkeolog bawah laut yang menemukan Heracleion 19 tahun lalu. Tim menggunakan alat pemindaian yang mentransmisikan gambar artefak di dasar laut dan yang terkubur di bawahnya.

Alat pemindaian mengungkapkan bagian dari kapal. Selama penggalian di masa lalu, para arkeolog telah menemukan 75 kapal, meskipun tidak semuanya lengkap. Temuan baru ini adalah bagian yang hilang dari kapal 61, yang kemungkinan digunakan untuk tujuan seremonial.

Kapal yang diberi identitas nomor 61 itu bukan perahu kecil, dengan panjang sekitar 13 m dan lebar 5 m. Di atas kapal ditemukan koin perunggu dan emas, serta perhiasan.

Koin perunggu berasal dari zaman Raja Ptolemeus II, yang memerintah dari 283 hingga 246 SM. Tim juga menemukan tembikar dari abad ketiga dan keempat SM.

Selain di situs Heracleion, tim juga meneliti situs Canopus terletak di Teluk Abu Qir, Alexandria. Di Canopus, para arkeolog menemukan sebuah kompleks bangunan kuno ke arah selatan sekitar 1 kilometer.

Di Canopus, arkeolog menemukan pelabuhan kuno, koin-koin dari zaman Ptolemaic dan Bizantium, cincin dan anting-anting dari zaman Ptolemaic. Semua artefak ini menunjukkan bahwa Canopus adalah kota yang sibuk sejak abad keempat SM sampai era Islam.
Artikel Asli

Bagikan :

Cerita Mistis di Balik Keindahan Tebing Bidadari di Gorontalo

tebing-bidadari

Finroll.com – Bagi anda yang senang dengan wisata jelajah, di pedalaman Hungayono, hutan di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, terdapat tebing yang dijuluki “Tebing Bidadari”.

Tebing itu memiliki tinggi sekitar enam meter dengan corak yang berbeda. Di tebing itu ada gua kecil yang memiliki mata air panas.

Untuk mencapai lokasi, anda harus berjalan kaki masuk di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).

“Banyak orang yang belum tahu keberadaan tebing lantaran berada jauh di dalam hutan,” ungkap Halim (46), saat memandu Banthayo.id menuju lokasi tebing, Selasa (30/7).

Menurut Halim, selain memiliki keindahan, tebing itu sering dikaitkan dengan hal-hal mistis. Dahulu, sebagian kecil masyarakat meyakini tempat itu sering digunakan untuk bersemadi untuk meminta ilmu kebatinan.

“Tapi saat ini sudah tidak ada lagi masyarakat yang bersemadi di tempat itu,” terang Halim.

Penyebaran informasi Tebing Bidadari lewat media sosial membuat tebing ini mulai dikunjungi wisatawan.

“Tebing Bidadari makin dikenal masyarakat,” kata Halim.

Awal Cerita Tebing Bidadari

Rosna (51), warga di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, menceritakan kisah Tebing Bidadari.

Katanya, dahulu tempat itu sering dijumpai sosok perempuan yang memiliki paras cantik. Namun saat hendak ditemui, perempuan tersebut pergi dan menghilang begitu saja.

“Tapi hanya orang-orang tertentu yang bisa melihat perempuan tersebut. Makanya warga menamakan tebing itu sebagai Tebing Bidadari,” jelas Rosna.

Menurut Rosna, pengunjung diharapkan menjaga sopan santun jika mendatangi lokasi itu agar tidak terjadi petaka.

“Kalau niatnya baik, insyaallah perjalanan juga mulus,” ungkapnya.

Bupati Bone Bolango, Hamim Pou, mengatakan, Tebing Bidadari sangat berpotensi mendatangkan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Selain mendatangi penangkaran burung maleo, pengunjung juga bisa melihat wisata alam yang di Hungayono.

“Ini nantinya akan dijadikan destinasi wisata terbatas,” tutup Hamim.
Artikel Asli

Bagikan :