Pariwisata

Maluku-Tenggara

Meti Kei Fenomena Laut Surut di Maluku Tenggara Yang Mempesona Dunia

Finroll.com –  Indonesia sebagai negara yang kaya akan potensi wisata, menyimpan banyak keajaiban alam yang telah diakui dan tercatat dalam daftar keajaiban dunia. Namun ada pula surga tersembunyi yang terletak nun jauh di Maluku Tenggara. Keajaiban itu adalah Meti Kei.

Meti dalam bahasa Maluku berarti ‘kering kerontang’, atau dalam istilah yang diguanakan sehari-hari bisa juga berarti ‘bokek’ atau kering tak ada duit sama sekali. Mudah-mudahan Anda tidak meti hari ini ya, hehehe. Sementara itu dalam ilmu kelautan atau istilah para pelaut maupun nelayan setempat, Meti Kei itu sendiri berarti fenomena alam air laut surut terbesar dan terpanjang yang hanya ada di Kepulauan Kei.

Fenomena air laut surut ini bisa jadi yang terluas di dunia. Kami sempat berjalan dari bibir pantai menuju laut hingga mendekati batas akhir air surut, tanpa terasa jarak yang ditempuh kurang lebih mencapai 3 km. Belum lagi luas wilayah kanan-kiri yang sejajar dengan pantai, dan uniknya lagi fenomena Meti Kei ini terjadi sekaligus di beberapa pantai Kepulauan Kei.

Meti Kei merupakan anugerah Tuhan kepada penduduk Kepulauan Kei. Kebalikan dari ungkapan sehari-hari masyarakat Maluku, fenomena alam ini membuat para nelayan bisa dengan mudah menggiring tangkapan laut ke arah pantai, sehingga mereka tinggal mengambil ikan yang menggelepar di tempat yang surut. Bahkan kini fenomena alam ini menjadi daya tarik wisatawan karena dapat menyaksikan penangkapan ikan bersama nelayan (bahkan dapat turut serta membantu), juga dapat berjalan-jalan hingga ke tengah laut tanpa berenang.

Gimana, seru dan asyik, kan?

Tips & Info

Bulan September sampai Oktober adalah saat dimana fenomena air surutnya sangat luas dan air pasang agak lama, sehingga wisatawan yang berkunjung dapat berjalan hingga ketengah lautan.
Disarankan menggunakan sandal gunung atau sepatu karang. Jangan lupa penutup kepala dan sunglasses karena panas matahari akan terasa menyengat.
How to Get There

Untuk mencapai lokasi pantai-pantai Meti Kei perlu ditentukan dahulu pilihannya, karena tidak semua searah dan terkadang berjauhan letaknya. Namun hampir lokasi tsb tidaklah sulit dijangkau karena adanya akses jalan bagi kendaraan roda dua ataupun empat. Sebaiknya datang dari pagi hari sehingga dapat menggunakan waktu secara optimal untuk berkunjung ke spot-spot yang lain.
Artikel Asli

Bagikan :

Mau Investasi Usaha Minuman Kekinian Yang Bisa Dicicil?

fin1024x994

Finroll.com — Produk inovasi minuman kekinian kian digemari masyarakat, hal ini ditandai dengan menjamurnya berbagai brand impor maupun lokal produk serta antrian panjang disetiap booth maupun gerai yang memasarkan produk minuman kekinian.

Salah satu yang paling anyar yakni brand lokal ‘Black Pink Redvelvet’ yang memasarkan minuman yang menggunakan toping cheese redvelvet dengan 5 pilihan rasa, yakni coklat, alpukat, green tea, stroberi dan juga coklat redvelvet.

Tak hanya menawarkan minuman kekinian dengan varian rasa yang beragam, Black Pink Redvelvet juga menawarkan peluang investasi menjanjikan melalui bisnis kemitraan seharga 6,8 juta rupiah.

Harga tersebut sudah termasuk perlengkapan lengkap serta pelatihan meracik minuman. Sehingga calon mitra bisa langsung memasarkan produk Black Pink Redvelvet saat memutuskan bergabung.

“Untuk paket lengkap kemitraan Black Pink Redvelvet kami jual dengan harga terjangkau, yakni sekitar 6 jutaan dan harga tersebut sudah termasuk perlengkapan dan pelatihan bagi calon pemitra yang memutuskan bergabung,” ungkap Lesmana selaku Marketing Manager Black Pink Redvelvet.

Menariknya lagi, bagi Kalian yang ingin menjadi mitra Black Pink Redvelvet namun tidak memiliki modal yang cukup, Kalian tak perlu pusing, berbeda dengan kerjasama kemitraan lainnya, Black Pink Redvelvet memberikan kesempatan dengan program cicilan selama satu tahun.

“Kami juga menyadari, keterbatasan modal menjadi permasalahan utama seseorang memulai suatu usaha kemitraan. Untuk itu kami memberikan program cicilan selama satu tahun, sehingga para pemitra bisa langsung memasarkan produk Black Pink Redvelvet tanpa menunggu uang terkumpul seluruhnya,” sambung Lesmana.

Jangan lewatkan kesempatan menjadi bagian dari kesuksesan memasarkan produk minuman kekinian Black Pink Redvelvet.

Nah buat kalian yang tertarik untuk bergabung menjadi mitra bisa hub 087878867776, atau Instagram @es.blackpink, kemudian juga bisa langsung datang ke training center mall taman palem lantai LG no 162.(red)
Artikel Asli

Bagikan :

Kota Liwa, Kota Hujan Versi Sumatera jadi Destinasi Wisata Baru Millenials

liwa

Finroll.com  – Kota Hujan adalah julukan untuk Kota Bogor di Jawa Barat. Di Palembang, ada juga wilayah yang berjuluk Kota Hujan. Namanya Kota Liwa.

Kota Liwa adalah ibu kota Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Udara di sana begitu sejuk untuk dihirup baik pada malam maupun siang hari. Seperti julukannya, hati-hati ketika berada di sana karena bisa tiba-tiba hujan. Begitu juga yang dialami Tempo ketika datang ke Kota Liwa saat libur sekolah pekan lalu. Hujan turun sangat lebat.

Suasana di jantung Kota Liwa sama seperti di kota besar lainnya. Jalanan tertata rapi dengan taman di kanan kirinya. Kota yang pernah dilanda gempa bumi pada 1994 itu memiliki sejumlah objek wisata yang menarik. Di antaranya Bukit Kabut Bawang Bakung, Air Panas Sekincau, Istana Kesultanan, kawasan wisata Umbok dan Perkebunan Kopi yang membentang luas di sepanjang lintas barat Sumatera.

Lantaran hari kian gelap dan hujan belum juga reda, Tempo memutuskan melanjutkan perjalanan ke Kota Krui, kota yang dulunya merupakan bagian dari kabupaten Lampung Barat. Di Kota Krui, ada objek wisata yang menarik juga, yakni Pantai Labuhan Jukung, Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

Tempatnya persis di bawah plaza dan papan nama bertuliskan ‘Labuhan Jukung Krui’. Pasir di pantai ini begitu halus dan ombaknya tenang. Dengan begitu, tak perlu khawatir anak-anak bakal tergulung ombak saat bermain pasir atau membangun istana pasir di tepi pantai.

Kendati ombaknya relatif anteng, sekitar 1 kilometer dari bibir pantai terlihat sekelompok pemuda bersiap untuk berselancar. Mereka akan melawan arus dan tinggingya gelombang laut Samudera Hindia. Sebagian besar para selancar itu adalah wisatawan mancanegara. Pantai Labuhan Jukung menjadi tempat incaran bagi peselancar karena di sana juga terdapat kelas berselancar bagi pemula.
Artikel Asli

Bagikan :

Pulau Bora-bora di Samudera Pasifik Tempat Syahrini Bulan Madu Ternyata Punya Kembaran di Pulau Seribu

pulau-bora-bora

Finroll.com –  Penyanyi dan sosialita Syahrini mengunggah video bulan madunya di Pulau Bora-Bora, pekan lalu. Ia bersama suaminya, Reino Barack, berenang hingga menaiki sampan di pulau yang terkenal dengan kejernihan airnya.

Pulau Bora-Bora berada di Polinesia Prancis (French Polynesia) yang berbatasan dengan Samudera Pasifik. Bila hendak ke sana, Anda harus terbang dulu ke Tokyo, lalu diteruskan ke Tahiti. Dari Tahiti terdapat penerbangan langsung ke Bora-Bora, pulau paling selatan di Samudera Pasifik.

Dalam video tersebut, Syahrini dan Reino nampak bermain-main dengan ikan yang mengelilingi mereka, “Assalammualaikum dari Bora-bora, ini hari kedua kami ada di sini, kami berdua sedang naik boat, rencananya mau berenang liat shark dan stingray,” tutur Syahrini dalam video tersebut.
Ikan berbagai warna nampak berseliweran di dekat Syahrini, air laut yang begitu jernih membuat sekeliling Syahrini dan Reino nampak begitu jelas. Apalagi, Reino sempat mencoba free dive untuk melihat ikan-ikan tersebut lebih dekat, di tempat yang lebih dalam.

Untuk berlibur ke Bora-Bora, tentunya selain waktu yang dihabiskan cukup panjang, juga merogoh kocek yang cukup dalam. Apalagi, tempat yang dipilih oleh Syahrini merupakan resort mewah dengan kamar yang memiliki kolam renang pribadi dan menyatu dengan laut.

Jika ingin merasakan pengalaman seperti Syahrini, melihat jernihnya air laut, putihnya pasir pantai, dan berenang bersama ikan-ikan yang menggemaskan, ternyata juga dapat dilakukan di Jakarta. Tentunya, dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan paket liburan Syahrini.

Pulau Sepa, di Kepulauan Seribu, Jakarta menyuguhkan pemandangan indah itu. Pasir putih dan halus, juga air laut yang jernih berwarna biru kehijauan dengan hempasan ombak kecil, begitu jauh dari suasana hiruk pikuk ibu kota yang semerawut. Suasana ini, cocok untuk pelancong Jakarta yang ingin istirahat dari rutinitas.

Berjarak 65 kilometer dari Pantai Marina, Ancol, dengan waktu tempuh sekitar 2 jam menggunakan kapal cepat. Pulau Sepa berbeda dengan pulau lainnya di Kepulauan Seribu, pengunjungnya jauh lebih sepi, sehingga wisatawan bisa bersantai di pinggiran pantai, tanpa tertanggu oleh pengunjung lain.

Aktivitas yang dapat dilakukan di sana, hampir mirip dengan Syahrini. Pengunjung dapat menaiki kano dan berkeliling di sekitar pulau, ataupun menyewa jetski, membelah hempasan ombak dengan kecepatan tinggi.

Di pinggir pantai, pengunjung dapat melakukan snorkling dengan ikan-ikan kecil yang berwarna-warni. Keadaan pantai yang cukup landai, membuat kegiatan tersebut aman dilakukan oleh anak-anak, apalagi orang dewasa.

Selain itu, kegiatan penyelaman juga dapat dilakukan di pulau ini. Perahu motor kecil akan menghantarkan ke tengah laut, untuk menyaksikan keindahan Pulau Sepa dari kedalaman. Terumbu karang berbagai warna, akan memanjakan mata para pengunjung.

Di balik terumbu karang tersebut, hidup anemon yang di sela-selanya terdapat ikan badut yang bermain-main di sana. Pulau ini juga tempat penangkaran penyu sisik, sehingga penyelam akan bertemu dengan penyu yang berseliweran bebas di lautan lepas.

Untuk berlibur di Pulau Sepa, tersedia berbagai paket piliahan yang dapat disesuaikan dengan isi dompet. Untuk plesir seharian dikenakan tarif sekitar Rp 800 ribu, harga tersebut termasuk transportasi perahu cepat, pengunjung hanya duduk santai menikmati indahnya pantai, makan siang, dan juga wahana air di sana. Jika ingin berlibur dengan fasilitas yang lebih mewah dan melakukan penyelaman, biayanya dipatok sekitar Rp 3,6 juta per hari.
Artikel Asli

Bagikan :

Rumah Makan Padang Akan Dibangun di Kota Terbesar Vietnam

rumah-makan-padang

Finroll.com – Rumah makan padang akan dibangun di kota terbesar di Vietnam, Ho Chi Minh. Menurut Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, rumah makan tersebut tentunya hadir dengan menu utama rendang.

“Tahun ini ditargetkan sudah dibangun, lokasi dan pengembangnya sudah ada, tinggal kami koordinasikan saja,” kata Mahyeldi saat mengunjungi sentra masakan rendang di Pasar Raya Inpres, Padang, Sumatra Barat, Jumat.

Mahyeldi menjelaskan bahwa pembangunan rumah makan padang di Ho Chi Minh, Vietnam dilakukan atas dasar kerja sama dengan Konjen RI di Vietnam. Pengembangnya adalah salah satu dari pengusaha di Padang yang sudah lama bergerak di bidang rumah makan, namun ia tidak menjelaskannya dengan detail.

Alasan pemilihan Vietnam sebagai pengembangan restoran padang adalah banyaknya turis Melayu yang mengunjungi negara tersebut, khususnya Ho Chi Minh.

“Vietnam itu banyak turis Melayu, penerbangan dari sini saja ada 15 flight, itu membuktikan bahwa target pasar di sana besar,” katanya.

Selain target secara perekonomian, Walikota Padang mengatakan bahwa hal tersebut menjadi salah satu promosi wisata bahwa rendang sebagai salah satu makanan terenak dunia yang ada di Sumatra Barat, khususnya Padang. Dengan adanya promosi internasional tersebut juga diharapkan dapat mendatangkan turis asing yang akan berkunjung, berwisata ke Kota Rendang, sehingga mampu mengangkat wisata lokal.
Artikel Asli

Bagikan :

Setelah Ditutup 50 Tahun, Piramida Bent Dibuka Untuk Umum

piramida-bent

Finroll.com –  Untuk pertama kalinya sejak 1965, dua piramida di Mesir, termasuk Piramida Bent yang unik, dibuka untuk umum.

Dua piramida – Piramida Bent dan satelitnya di nekropolis kerajaan Dashur – terletak sekitar 40 kilometer di selatan Kairo, berusia lebih dari 4.000 tahun.

Bersamaan dengan pengumuman yang dibuat pada Sabtu, 13 Juli 2019, Kementerian Purbakala Mesir juga mengungkapkan penemuan sarkofagus dari batu, tanah liat dan kayu, beberapa di antaranya berisi mumi dengan topeng penguburan dari kayu.

Temuan ini juga termasuk alat pemotong batu yang berasal dari masa 664 SM sampai 332 SM, atau sekitar zaman Alexander Agung.

Piramida Bent, dibangun pada sekitar 2600 SM oleh Firaun Sneferu memiliki struktur unik. Para arkeolog mencatat bahwa arsitekturnya merupakan transisi antara piramid Djoser, yang dibangun antara 2667 SM – 2648 SM, dan Piramida Meidum, yang juga berasal dari 2600 SM, kata Menteri Purbakala Khaled al-Anani dalam sebuah pernyataan.

Bagian bawah piramida ini masih ditutupi batu kapur aslinya. Sisi-sisinya membentuk sudut 54 derajat, tetapi kemudian berangsur-angsur menjadi 43 derajat mendekati puncak, sehingga tampak bengkok.

“Sneferu hidup sangat lama, tapi kita tidak tahu di mana tepatnya ia dimakamkan. Mungkin di piramida (Bent) ini, siapa yang tahu?,” kata direktur situs Dahshur, Mohamed Shiha, kepada The Guardian.

Piramida Bent, serta piramida lainnya di Dashur (bagian dari nekropolis Memphis), terdaftar sebagai situs Warisan Dunia UNESCO.

Pemerintah Mesir melakukan restorasi Piramida Bent setinggi 101 meter dan satelitnya selama penutupan. Beberapa proses restorasi ini meliputi pengerjaan tangga internal dan eksternal, penambahan jaringan penerangan, dan perbaikan beberapa pekerjaan batu di koridor dan ruang pemakaman.

Selain itu, kementerian mengumumkan bahwa para arkeolog telah menemukan sisa-sisa tembok kuno yang berasal dari Kerajaan Tengah, sekitar 4.000 tahun yang lalu.

Dinding setinggi hampir 60 m ini berada di selatan piramida lain dari dinasti ke-12 Raja Amenemhat II, yang juga berada di nekropolis Dahshur.

Dalam beberapa tahun terakhir, Mesir telah mengumumkan penemuan arkeologis dengan harapan meningkatkan pariwisata, yang terpukul setelah Revolusi 2011.
Artikel Asli

Bagikan :

Sate Matang ‘Apaleh’, Kuliner Legenda di Jalur Timur Aceh

sate-apeleh

Finroll.com – Sudah lebih dari 25 tahun, Muhammad Saleh menjadi penjual Sate Matang, di Keude (pasar) Geurugok, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh. Merintis usaha dari sebuah gerobak, kini dia telah berjualan di 11 pintu ruko.

Tempat usahanya tak pernah sepi pengunjung saban hari, disinggahi para pelintas jalan di pesisir utara-timur Aceh. Letaknya strategis, jalur tersibuk lintas Banda Aceh-Medan, sekitar 240 kilometer dari Kota Banda Aceh. Warungnya buka 24 jam.

Ditemui di warungnya, Minggu (14/7) sore, Muhammad Saleh atau akrab disapa Apaleh itu berkisah, sebelum usahanya maju seperti sekarang, dia sempat jatuh bangun sebagai penjual Sate Matang. Usaha ini dirintisnya sejak awal tahun 1990.

Dulu saat memulai hanya 5 kilogram daging sapi dalam sehari, dagingnya saya beli di pasar. Kini Alhamdulillah, 2 ekor sapi saya sembelih sendiri setiap hari,” jelas Apaleh.

Menurut lelaki 55 tahun itu, usahanya sempat meredup kala konflik berkecamuk di Aceh. Kini dengan usaha gigihnya, Apaleh telah menguasai 11 ruko. Uniknya, ruko-roko itu berderet di lokasi yang sama dan semua menjajakan Sate Matang. Ada 5 gerobak sate di sepanjang 11 pintu ruko itu.

“Tak ada resep khusus. Sama saja dengan sate-sate matang yang dijual di tempat lain. Rezeki dari Allah (kepada saya). Mungkin berkat doa-doa anak yatim yang di rumah,” kata Apaleh ketika ditanya rahasia resep satenya itu.

Sama dengan Sate Matang pada umumnya, Sate Matang ‘Apaleh’ juga disajikan dengan nasi putih, bumbu kacang, serta sepiring kuah sop hangat yang dibuat dari tulang-tulang sapi serta direbus dengan rempah dan bumbu.

Sate Matang telah dikenal sejak Indonesia merdeka sebagai kuliner khas Kota Matang Glumpang Dua, Kabupaten Bireuen. Nama “matang” merujuk pada tempat di mana makanan itu dipopulerkan pertama kali. Soal penabalan nama, mungkin sama dengan Sate Padang dan Sate Jawa.

Tahun 2013 lalu, Sate Matang telah terdaftar di UNESCO sebagai kuliner warisan dunia yang berasal dari Aceh. Di Kabupaten Bireuen, kuliner ini mudah dijumpai di sejumlah warung kopi yang buka 24 jam. Maklum, banyak penumpang bus dan truk yang melintas dari Banda Aceh ke Medan atau sebaliknya, singgah untuk “bersate ria”.

Sate Matang berbahan utama daging kambing atau daging sapi yang tampilannya tak jauh beda dengan sate lainnya. Sebelum dibakar, dimasukkan dulu dalam cairan bumbu berupa tumisan bawang putih, merah, kunyit, jahe, dan garam.

Setelah dibakar lalu dihidangkan dengan bumbu kacang tanah, campur cabe dan bumbu lainnya yang diolah sedemikian rupa, menjadi ciri khas sate ini. Kandungan bumbu inilah yang menjadi andalan sate tersebut. Khas lainnya, ada kuah soto yang membuat nasi lebih mudah dikunyah, sambil menggigit daging kambing.
Artikel Asli

Bagikan :

5 Wisata Alam Jogjakarta yang Indahya Ga Ketulungan

Air-Terjun-Kedung-Pedut

Kota Yogyakarta menawarkan beragam pilihan rekreasi menarik, salah satunya wisata alam. Dan tempat wisata alam di Jogja pun tak hanya kumpulan pantai pantai indah seperti wisata alam Gunung kidul, tapi juga ada jenis lainnya yang akan kita bahas di sini.

Pemandangan alam yang ditawarkan Provinsi DIY hampir dibilang komplit. Karena kamu bisa menikmati indahnya matahari terbit dari titik terbaik, berjalan di hutan bambu yang rimbun, atau berfoto di spot yang instagramable banget.

Pokoknya nggak bakalan nyesel kalau berkunjung ke wisata alam di Jogja deh. Gimana tertarik mengunjungi tempat tempat itu?

Kalau iya, simak terus artikel yang satu ini. Karena lewat artikel ini kamu tak hanya bisa mendapat referensi objek turisme mana yang asyik dikunjungi, tapi juga bisa mendapat info tentang tiket masuk juga, lho.

Tempat Wisata Alam di Jogja

Kalau selama ini di Yogyakarta kamu cuma sibuk muter muter Malioboro dan sekitarnya, sekarang coba ganti suasana deh. Coba kunjungi wisata wisata asyik yang berikut ini ya.

1. Bukit Panguk Kediwung

Pernahkah kamu mendengar tentang negeri di atas awan? bila mendengar kata tersebut, ada dua hal yang akan muncul di benak orang. Pertama yaitu judul lagu, yang kedua khayalan tingkat tinggi.

Tapi di Kota Pelajar, khayalan tersebut bisa menjadi nyata. Dan kamu bisa menjadi bagian yang menjadikannya nyata kalau berkunjung ke wisata alam Bantul ini. Cobalah datang ke Bukit Pangguk Kediwung yang terletak di Dusun Kediwung.

Di tempat itu terdapat kabut yang luar biasa pekat. Nah uniknya, bila berdiri di salah gardu pandang yang menjorok dengan tebing, kamu akan terlihat sedang berdiri di atas awan.

Apalagi bila kamu melakukan kegiatan tersebut bersamaan dengan waktu tenggelamnya matahari atau lembayung, mulut kamu pasti melongo melihat keindahan pemandangan yang ada di depan mata.

Banyak sekali orang orang yang menjadikannya sebagai wisata dengan spot foto indah. Karena hasilnya tak hanya indah, namun juga sangat unik dan luar biasa cantik. Penasaran? Langsung datang saja.

2. Hutan Mangrove Pasir Mendit Temon

Kalau kamu termasuk orang yang takut ketinggian, jangan khawatir. Masih banyak tempat wisata di Jogja yang tak membuat kamu berdiri bergidik, seperti misal Hutan Mangrove Pasir Mendit Temon.

Mungkin agak aneh ya kalau harus berwisata ke hutan. Namun, tidak untuk objek ini. Disini kamu akan akan disuguhi pemandangan tumbuhan hijau yang menyegarkan mata. Sebenarnya tempat ini sudah dibangun sejak 1989. Namun, baru terkenalnya baru baru ini karena kekuatan media sosial.

Pohon pohon disusun berjejer rapi serta tak lupa dihiasi dengan jembatan bambu yang berfungsi sebagai alas untuk berjalan di hutan ini. Alami dan unik pokoknya tempat wisata di Joja terbaru ini.

Kalau kamu ingin mengunjunginya, jangan segan segan untuk datang ke Dusun Pasir Mendit Kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progo. Lebih tepatnya sih tempat ini berada di sisi Sungai Bogowonto.

Oiya, sembari menikmati hijaunya pohon, kamu juga bisa sekalian olahraga lo. Karena tempat ini juga dilengkapi dengan jogging track. Wuuh, enaknya bisa olahraga sambil cuci mata.

3. Hutan Pinus Mangunan

Masih berbicara tentang hutan nih. Ternyata tempat wisata alam di Jogja punya banyak banget aset malam yang cantik cantik, salah satunya Hutan Pinus Mangunan ini.

Hutan yang terletak di kecamatan Dlingo ini cocok banget untuk spot foto. Baik itu foto selfie, wefie bahkan pre-wedding. Tiket masuknya gratis, namun khusus untuk foto pre-wedding, akan dikenakan biaya khusus yakni sekitar Rp50.000

Namun harga tersebut pastinya akan setara dengan hasil jepretan yang didapat. Bahkan hasilnya akan terlihat lebih mahal dari harga yang harus dibayar. Tak heran bila tempat ini selalu menjadi rujukan pasangan pasangan yang akan menikah untuk foto pre-wedding.

Ada banyak pohon pinus yang tersusun rapi dan dihiasi dengan bangku bangku kayu alami. Pokoknya, berkunjung ke tempat wisata alam di Jogja ini berasa kayak di serial drama Korea deh.

Kalau tertarik, segera saja kunjungi wisata alam Bantul ini. Untuk rutenya, kamu bisa menuju ke Jalan Imogiri Timur. Lalu kalau udah sampai ke Makam Raja di Imogiri, langsung aja ambil arah pertigaan yang menuju Hutan Mangunan.

4. Air Terjun Kedung Pedut

Berenang di kolam renang mah sudah biasa, tapi kalau renang di kolam renang alam yang gede dan super seger gimana rasanya ya? Wuih pasti seru banget. Dan ini yang kamu bakal rasain kalau datang ke Air Terjun Kedung Pedut.

Destinasi rekreasi yang terletak di Kabupaten Kulon Progo ini memang tergolong baru. Tempat ini baru dibuka tahun 2015. Walaupun tergolong objek piknik baru, tapi popularitasnya sebagai destinasi piknik sudah tinggi.

Selain kolam renang raksasa, kamu bisa menikmati indahnya air terjun Kedung Pedut yang unik. Kenapa unik?

Karena terdapat dua warna air di wisata air terjun ini. Dari atas air terjun, kamu akan melihat airnya berwarna putih jernih. Namun, begitu sampai dibawah, ia akan berwarna biru tosca.

Di sisi lain tempat wisata ini, dibangun juga jembatan, pancuran bambu dan gardu pandang buat mereka yang lagi enggak pengen main air. Pokoknya komplit banget deh disini. 5. Kalibiru

Terlalu sibuk dengan gadget modern membuat kita lupa kalau kita punya alam yang indah. Dan pergi ke tempat wisata alam di Jogja di Kalibiru adalah langkah tepat untuk mengingatkan kita akan indahnya alam.

Tempat wisata alam di Jogja ini cukup unik karena kamu bisa menikmati indahnya alam tidak melalui teropong, tapi pohon pinus yang menjulang tinggi ke langit. Dan di atas sana, terdapat menara pandang dari kayu.

Dari menara pandang itu, kamu bisa menikmati indahnya Pegunungan Menoreh atau beningnya Waduk Sermo. Belum lagi, kalau kamu naik ke menara pandang pas lagu sunset, uh langsung baper deh.

Nah mumpung kondisi alam lagi bagus bagusnya, perlu difoto nih. Dan untuk foto, destinasi ini menyediakan berbagai spot yang oke banget, yaitu ada spot foto panggung, foto bundar dan high rope game. Itu adalah jenis menara pandang yang akan digunakan untuk tempat berfoto.

Untuk spot foto panggung dan foto bundar akan dikenakan biaya tambahan masing masing Rp15.000. Dan untuk high rope game akan dikenakan biaya Rp35.000.
Artikel Asli

Bagikan :

Curug Badak, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

curug-badak

Finroll.com – Mengunjungi Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Anda mungkin hanya mengenal sejumlah destinasi wisata yang sudah terkenal di Indonesia. Di antaranya adalah Gunung Galunggung dan Pantai Sindangkerta untuk wisata alam, dan Makam Syekh Abdul Muhyi di Pamijahan untuk wisata religinya.

Namun sebenarnya destinasi wisata lain yang kurang terkenal, namun memiliki panorama alam tak kalah indahnya dari Gunung Galunggung, sangatlah banyak. Sebut saja salah satunya Curug Badak. Lokasinya tepat berada di pedalaman Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.

Curug (air terjun) Badak ini berada di tengah-tengah hutan pinus milik Perhutani. Untuk mencapai lokasi, aksesnya tidak terlalu sulit dan kondisi jalannya juga cukup bagus dan beraspal. Bagi Anda yang berasal dari Jakarta, bisa melewati Rajapola menuju Kota Tasikmalaya. Dari Rajapolah hanya sekitar 4 kilometer saja dan Anda akan menemukan pertigaan Pagendingan, Kecamatan Cisayong.

Sebelum memasuki terminal kecil Cisayong, ada jalan ke kanan menuju Cigorowong. Jika bingung, Anda tinggal bertanya saja kepada tukang ojek yang mangkal di sana arah menuju Cigorowong. Setelah itu, Anda hanya lurus saja mengikuti jalur hingga nanti sampai bertemu pertigaan Sukamukti.

Di sana sudah ada petunjuk menuju Curug Cibadak di sebelah kiri. Biasanya, ada warga setempat yang mengatur lalu lintas dan memberi petunjuk menuju Curug Badak. Dari pertigaan itu, masih terus menuju lokasi sekitar 3 kilometer.
Artikel Asli

Bagikan :

Sudah Tahu ‘Turtle Beach’ di Sukabumi?

turtle-beach

Finroll.com – Tak hanya punya pantai pasir putih, Pantai Ujunggenteng punya kawasan ‘Turtle Beach’. Tahu nggak kamu?

Pantai Ujunggenteng, Sukabumi terkenal dengan pasir putih, pantai yang landai dan karang-karang yang eksotis. Salah satu spot pemandangan yang keren berada di area Turtle Beach, kawasan semi private ini berada di area salah satu hotel bintang tiga di tempat ini.

Berada di ujung selatan Sukabumi, traveler harus menempuh perjalanan seharian penuh dengan jarak tempuh sejauh 188 kilometer. Rasa lelah di perjalanan terobati begitu melihat bersihnya kawasan pantai ini.

Pemandangan lepas langsung ke pantai membius siapa saja. Jangan lupa menyalakan kamera untuk berburu matahari yang beranjak tenggelam.

Karang di lokasi ini menghampar puluhan meter menjorok ke laut, karena terhalang karang, ombak tidak sampai ke tepian. Sehingga cukup aman ketika traveler berjalan menikmati jernihnya air laut dan biota laut kecil di lokasi ini.

“Udara dari laut ke darat musim-musim sekarang cukup sejuk, itu sore ya. Kalau siang, harus siapkan sunblock karena matahari cukup menyengat,” kata Annisa Aulia, pengunjung asal Bogor yang datang bersama keluarganya, Senin (1/7/2019 kemarin).

Kembali ke spot foto, di kawasan hotel Turtle Beach tersedia berbagai bangunan khas pantai lengkap dengan tempat istirahat untuk sekedar duduk-duduk di kursi dan meja kayu dengan atap daun kelapa

Matahari mulai redup ketika senja menjelang antara pukul 16.30 WIB – 17.00 WIB. Jangan lupa atur kamera dan bidik dari titik terbaik. Hamparan laut beradu dengan karang dan pantulan matahari membuat siapapun semangat mengabadikan melalui kamera ponsel.

“Di sini mau ambil gambar siluet cocok, karena matahari langsung memantul ke laut. Lokasi ini cocok jadi pilihan berlibur keluarga atau liburan romantis, ada area kolam renang, restoran yang terjangkau dan tentunya pemandangan laut yang keren,” lanjut Annisa.
Artikel Asli

Bagikan :