Pariwisata

sukamade-tour

Mudik, Saatnya Menikmati Wisata Alam di Banyuwangi

Setiap daerah memiliki destinasi wisata yang menarik. Pun demikian dengan Banyuwangi. Apalagi, daerah ini termasuk tujuan #PesonaMudik2019. Sudah pasti punya suguhan pariwisata yang spesial dan layak dikunjungi saat mudik nanti.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Banyuwangi selalu siap dengan atraksi dan destinasinya. Untuk atraksi, Banyuwangi tidak perlu diragukan. Hampir tiap pekan ada kegiatan di sini. Begitu juga dengan destinasinya. Banyuwangi memiliki sejumlah wisata alam, termasuk pantai-pantai yang bakal membuat suasana mudik jauh dari kata membosankan!

“Banyuwangi menjadi destinasi wisata andalan baru di Indonesia. Destinasi untuk traveling dan selfie-selfie. Ada wisata budaya dan wisata alam. Semua ada di Banyuwangi. Wisatawan yang datang bukan hanya skala nasional, tapi banyak juga turis mancanegara,” ujarnya.

Berikut destinasi unggulan di Banyuwangi yang menarik untuk dikunjungi. Ada 10 destinasi yang kami rangkum, khususnya untuk Anda yang ingin mudik atau berlibur ke Banyuwangi.

1. Kawah Ijen

Kawah Ijen menyajikan pemandangan alam yang luar biasa menakjubkan. Kawah ini berada sekitar 2.368 meter di atas permukaan laut. Luasnya lebih kurang 20 km dan dikelilingi dinding kaldera setinggi 300-500 meter. Hal paling menarik dari destinasi ini adalah keberadaan Api Biru atau Blue Fire. Disebut demikian karena api yang terletak di bawah kawah ini berwarna biru. Terlihat sangat menarik saat kondisi sekitarnya gelap.

2. Pantai Sukamade

Inilah surganya penyu bertelur di Banyuwangi. Pantai Sukamade merupakan habitat tempat penyu-penyu raksasa untuk bertelur. Di kawasan ini terdapat juga penetasan semi alami untuk perkembangbiakan penyu oleh petugas. Pengunjung dapat menyaksikan secara langsung penyu bertelur, melihat penangkaran penyu, dan mengikuti kegiatan pelepasan tukik ke laut. Menarik sekali.

3. Pantai Pulau Merah

Dinamakan demikian karena ada sebuah bukit tak jauh dari bibir pantai yang tanahnya berwarna merah. Pengunjung bisa berjalan mendekat ke bukit tersebut saat air sedang surut. Kegiatan lain yang bisa dilakukan adalah berselancar. Pantai sepanjang 3 km ini memiliki ombak yang ideal bagi peselancar pemula. Uniknya, di kawasan pantai juga terdapat sebuah pura Hindu yang biasa disebut Pura Tawang Alun. Pura ini kerap digunakan sebagai tempat ritual pada saat-saat tertentu.

4. DeDjawatan Benculuk

De’Djawatan Benculuk adalah bangunan tua yang dulunya digunakan untuk mengelola transportasi kereta api. Saat ini, daerah tersebut beralih fungsi sebagai destinasi wisata. Daya tarik utama destinasi ini adalah deretan pohon trembesi yang hits abis.
Saat berkunjung ke DeDjawatan Benculuk, anda akan berasa ada di negeri dongeng. Dijamin keren.

5. Taman Nasional Alas Purwo

Taman Nasional Alas Purwo disebut-sebut sebagai tanah tertua di Pulau Jawa. Secara administrasi, lokasinya berada di wilayah Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi. Sebagai kawasan Geopark Nasional, pengunjung bisa menikmati ratusan jenis flora dan fauna.

Saat memasuki pintu gerbang, wisatawan akan melihat sebuah candi Hindu bernama Situs Kawitan. Selanjutnya, wisatawan akan memasuki kawasan Sadengan. Yaitu sebuah padang savana yang luas. Di sana terdapat rusa, banteng Jawa, dan hewan liar lainnya. Jika beruntung, Anda juga akan melihat burung merak.

6. Pantai Teluk Hijau

Pantai ini menawarkan udara segar pantai bercampur udara hutan tropis Taman Nasional Meru Betiri. Perjalanan ke Pantai Teluk Hijau memang memerlukan tenaga ekstra. Namun, semua kelelahan akan terbayar saat Anda menikmati panorama laut yang memikat. Teluk ini merupakan destinasi wisata di Banyuwangi yang masih sangat terjaga kemurniannya.

7. Air Terjun Kalibendo

Air terjun ini memiliki ketinggian mencapai 10 meter. Secara administratif berada di Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Atau tepatnya berada di kaki Gunung Ijen dan masuk dalam kawasan Agro Wisata Kalibendo. Di sana juga terdapat perkebunan kopi, karet dan cengkeh.

8. Pantai Watudodol

Pantai Watu Dodol berada di poros Banyuwangi Situbondo. Hanya berjarak sekitar 2 km dari Pelabuhan Ketapang. Dari pantai ini, wisatawan bisa melihat kapal ferry lalu lalang antara Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Banyuwangi. Anda juga bisa menyaksikan keindahan destinasi wisata ini dari bukit yang berada di dekat pantai. Penasaran?

9. Pantai Wedi Ireng

Pantai ini berada di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Letaknya agak tersembunyi, namun sudah cukup popular bagi warga setempat. Jika ke sini, Anda akan dimanjakan dengan keindahan teluk berpasir putih serta ombak yang landai. Suasananya sangat tenang karena berada di antara perbukitan hijau yang menyejukkan mata.

10. Pantai Boom

Pantai ini dulunya adalah pelabuhan yang kerap diramaikan oleh para pedagang dan nelayan. Seiring berjalannya waktu, kini pantai tersebut berubah menjadi salah satu destinasi wisata di Banyuwangi. Pengunjung bisa melakukan aktivitas memancing, bermain air, atau sekadar berjalan-jalan di pinggir pantai. Keindahan Pantai Boom juga kerap dimanfaatkan untuk lokasi berbagai event yang diadakan Pemkot Banyuwangi.
Artikel Asli

Bagikan :

5 Tempat di Jogja yang Wajib Masuk Daftar Backpaker

aman-Bunga-Matahari-Pantai-Samas

Finroll.com – Kamu yang senang backpacking pasti berusaha mengatur pengeluaran seketat mungkin saat berlibur. Bukan hanya dapat hotel di Jogja saja, tetapi juga daftar tempat wisata murah meriah. Hal seperti ini mungkin banget kamu dapatkan saat berpetualang di Jogja.

Jogja memang terkenal sebagai destinasi wisata yang ramah di kantong backpacker. Hampir semua tempat wisata di sini punya harga tiket masuk terjangkau. Kamu tinggal mengatur jenis transportasi yang ingin dipakai. Bus Trans Jogja bisa jadi pilihan selain berjalan kaki. Kalau kamu berencana menjelajahi pantai-pantai indah di Gunung Kidul, menyewa motor boleh dicoba. Tarif sewanya mulai Rp50.000 per hari, belum termasuk BBM.

Nah, berikut ini 5 rekomendasi tempat wisata murah meriah di Jogja yang cocok untuk backpacker.

Taman Bunga Matahari Pantai Samas
Bukan Pantai Samas yang jadi tujuan kamu, tetapi Taman Bunga Matahari yang berjarak sekitar 5 menit dari pantai ini. Di sini kamu bakal menjumpai hamparan bunga matahari yang tengah berkembang begitu cantiknya. Kamu bisa ber-selfie ria dengan latar bunga menawan ini. Persis seperti di komik-komik! Kamu cukup bayar Rp20.000 untuk menikmatinya, sudah termasuk tiket masuk Pantai Samas, Kebun Bunga Matahari, dan Wisata Petik Bunga.

Hutan Pinus Imogiri
Dari Pantai Samas, kamu bisa mengarahkan kendaraan ke Jalan Imogiri Timur, tepatnya di daerah Mangunan. Di sini kamu dapat mengunjungi Hutan Pinus Imogiri. Ya, di tengah teriknya panas Jogja, deretan pohon pinus di kawasan hutan ini mampu menyejukkan suasana. Kamu bisa sekadar duduk-duduk santai menikmati udara yang adem atau berfoto dengan latar pohon pinus nan instagenic. Untuk masuk ke Hutan Pinus Imogiri, kamu cukup membayar biaya parkir motor saja.

Curug Luweng Sampang
Hari berikutnya, kamu bisa menjelajahi kawasan Gunung Kidul dengan motor. Pertama, datanglah ke Curug Luweng Sampang untuk menikmati tebing batu dramatis yang membingkai sebuah air terjun dan kolam berair jernih. Berada di Desa Sampang, Gedangsari, tempat wisata ini masih tersembunyi dan tiket masuknya gratis! Kamu bisa melalui rute Jalan Jogja-Solo dan mengarahkan kendaraan ke kecamatan Ganti Warno.

Pantai Jogan
Alternatif lainnya, kamu bisa mampir ke Pantai Jogan. Di sini kamu bakal menemukan dua atraksi alam sekaligus, yakni pantai dan air terjun. Ya, aliran air terjun itu langsung jatuh dari tebing ke laut! Kamu dapat mengarahkan kendaraan ke daerah Tepus, Gunung Kidul. Meski letaknya dekat Pantai Siung, banyak orang melewatkan pantai memesona ini. Padahal, harga tiket masuk Rp3.000 dan parkir Rp2.000 sangat terjangkau untuk menikmati pantai tersembunyi dengan panorama memukau.

Malioboro
Sudah lelah menjelajahi wisata alam Jogja, sekarang waktunya bersantai di Malioboro. Kamu juga nggak perlu modal banyak, cukup lihat-lihat saja sambil menyusuri ruas jalan yang terbentang sejauh 2 km ini. Urusan berburu oleh-oleh, tinggal mampir ke Pasar Beringharjo yang berada di ujung selatan Malioboro. Kamu juga bisa menikmati santapan kuliner lokal menarik di area pasar. Lalu, lanjutkan perjalanan ke Titik Nol Kilometer Jogja untuk menghabiskan sore santai di Jogja.
Artikel Asli

Bagikan :

Jalan Tol Trans Jawa Mudahkan Pelancong Berwisata Sehari

2335-tol

Finroll.com – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) menyatakan bahwa keberadaan Jalan Tol Trans Jawa dapat mendorong pertumbuhan “one day tour” atau berwisata satu hari.

“Dengan adanya jalan tol tentu perjalanan menjadi lebih mudah dan cepat,” kata Ketua Dewan Asita Surakarta Pri Siswanto di Solo, Jawa Tengah, Rabu, 15 Mei. Paket wisata satu hari ini banyak dipesan oleh wisatawan baik lokal maupun asing.

Menurut dia, dengan akses tol, wisatawan dapat lebih mudah mengunjungi obyek wisata yang ada di Solo Raya. “Jadi bukan hanya di Solo tetapi juga kabupaten-kabupaten lain di sekitar Solo. Kebanyakan permintaan wisata ke Solo dan Karanganyar,” katanya.

Selain itu, kata dia, ada pula yang menginginkan perjalanan wisata hingga ke Klaten. Beberapa obyek wisata yang banyak diminati wisatawan di antaranya bangunan bersejarah De Tjolomadoe di Karanganyar dan Umbul Ponggok di Klaten.

“Di sini kami menyediakan mobil dan sopirnya. Selain itu juga memberikan opsi-opsi tujuan wisata yang dapat dikunjungi wisatawan dalam sehari,” katanya.

Meski demikian, pihaknya tetap mengembangkan paket-paket wisata inovatif yang memungkinkan wisatawan tinggal lebih lama di Kota Solo. Terkait hal itu, Asita akan bersinergi dengan sektor perhotelan. “Ini untuk lebih mengembangkan dampak positif jalan tol terhadap sektor pariwisata. Jadi harus bersinergi dengan banyak pihak,” katanya.

Ketua Bidang Humas dan Promosi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Surakarta Sistho A Sreshtho mengatakan Jawa Tengah mulai dilirik wisatawan terutama yang memanfaatkan akses jalan tol Trans-Jawa.

“Tol memberikan alternatif berlibur bagi wisatawan, terutama dari arah Jawa Timur,” kata Sistho. “Terkait hal itu perhotelan berupaya menangkap pasar tersebut melalui sinergi dengan agen wisata. Salah satu tujuannya untuk meningkatkan okupansi hotel.”.
Artikel Asli

Bagikan :

Destinasi Wisata di Jalur Mudik Pemalang Purbalingga

Goa-Lawa-Purbalingga

Finroll.com – Jalur mudik Pemalang-Purbalingga merupakan salah satu jalan penghubung Tol Trans Jawa di wilayah pantura Jawa Tengah dengan jalur tengah dan selatan Jateng. Jalur tersebut memiliki beragam destinasi wisata yang layak dikunjungi pemudik.

“Bagi pemudik dari arah Jakarta dengan tujuan Purbalingga, Banjarnegara, dan Wonosobo yang berada di jalur tengah Jateng atau Kebumen dan Purworejo yang berada di jalur selatan Jateng, jika melalui Tol Trans Jawa tidak ada salahnya keluar lewat Pemalang dan selanjutnya ke arah Purbalingga,” kata Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga Prayitno di Purbalingga, Senin (13/5).

Ia mengatakan di sepanjang jalur mudik yang berada di sisi timur Gunung Slamet itu, pemudik dapat menikmati keindahan alam pegunungan. Bahkan ketika memasuki wilayah Kabupaten Purbalingga, kata dia, beragam destinasi wisata siap menyambut kedatangan pemudik yang hendak singgah untuk sekadar beristirahat sembari berwisata.

“Destinasi wisata di jalur mudik Pemalang-Purbalingga, antara lain Golaga (Goa Lawa Purbalingga). Objek wisata Golaga ini memang tidak tepat berada di tepi jalur mudik karena sedikit masuk ke dalam, sekitar 3 kilometer dari jalan utama Pemalang-Purbalingga,” katanya.

Kendati demikian, dia mengatakan pemudik tidak akan kecewa ketika mengunjungi Golaga karena objek wisata yang dikelola Perusahaan Umum Daerah Owabong di Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, itu memiliki berbagai wahana yang bisa dinikmati pengunjung di samping keindahan Goa Lawa dan panorama sekitarnya.

Selain Golaga, kata dia, pemudik juga dapat berswafoto di destinasi wisata Taman Cinta Talagening, Desa Talagening, Kecamatan Bobotsari, yang berada di jalur Pemalang-Purbalingga. “Destinasi wisata yang dikelola BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Talagening itu memiliki sejumlah spot menarik untuk berswafoto,” katanya.

Prayitno mengatakan setelah menikmati keindahan alam sembari berswafoto di Taman Cinta Talagening, pemudik juga bisa melakukan wisata religi ke Masjid Cheng Ho, Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet. Menurut dia, masjid yang berada di tepi jalur Pemalang-Purbalingga itu dilengkapi dengan rest area yang dapat dimanfaatkan oleh pemudik untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.

“Namun sebelum meninggalkan wilayah Purbalingga, jangan lupa singgah ke pusat oleh-oleh khas Purbalingga yang berlokasi di Bale Agung, Bojongsari, tidak jauh dari destinasi wisata Owabong Waterpark. Di tempat ini, pemudik bisa berbelanja berbagai makanan khas Purbalingga untuk dijadikan oleh-oleh bagi keluarga di rumah,” katanya.

Sepanjang jalur Pemalang-Purbalingga memang memiliki panorama alam pegunungan yang indah terutama pada pagi hari. Akan tetapi, ruas jalan provinsi tersebut berkelok dan banyak terdapat tikungan maupun turunan tajam, sehingga pemudik harus berhati-hati saat melewatinya.
Artikel Asli

Bagikan :

Rekomendasi Tempat Bukber Fancy Tapi Murah di Ibu Kota

bukber

Finroll.com – Memasuki hari kelima puasa, sudah ada berapa ajakan buka bersama (bukber)? Bulan Ramadan memang menjadi momen terbaik untuk memperkuat tali silahturahmi dengan berkumpul bersama teman lama, sahabat, keluarga maupun kerabat.

Buka puasa bersama di restoran atau kafe juga sudah biasa. Jika Anda ingin suasana yang berbeda dan lebih privat, buka puasa di restoran hotel bisa jadi pilihan.

Beberapa rekomendasinya adalah Food Exchange yang berlokasi di Novotel Jakarta Mangga Dua dan sTREAT di Ibis Styles Jakarta Mangga Dua. Di dua restoran ini, Anda bisa menemukan deretan hidangan lokal yang autentik selama bulan suci Ramadan, mulai dari menu pembuka, utama hingga penutup.

Tentu saja tak ketinggalan ragam takjil lezat menggugah selera, seperti wedang ronde dan berbagai kue tradisional.

Untuk hidangan utama, Anda juga akan dimanjakan dengan kelezatan ayam penyet dengan sambal tradisional, kari lokal, aneka soto, rawon, termasuk menu istimewa chicken shawarma. Semuanya dibuat langsung oleh tim juru masak di sana dan disajikan secara prasmanan.

Seluruh hidangan tadi tersedia untuk berbuka puasa hingga 4 Juni 2019 dengan harga Rp286 ribu per pax di Food Exchange. Sementara harga yang lebih terjangkau akan Anda temukan di sTREAT, yakni Rp138 ribu per pax.
Artikel Asli

Bagikan :

Menikmati Indah Senja Sambil Ngabuburit di Jakarta Utara

ancol

Finroll.com – Ramadhan sudah tiba. Ada aktivitas yang juga ditunggu-tunggu dan sudah menjadi tradisi warga Indonesia menjelang berbuka puasa yaitu ngabuburit.

Ngabuburit biasa dilakukan sore hari untuk menghabiskan waktu ataupun menikmati senja sebelum berbuka bersama teman-teman maupun bersama keluarga. Jakarta Utara tepatnya di Ancol Taman Impian menawarkan suasana ngabuburit yang seru karena pesona pantainya. Selain itu, Ancol juga memberikan banyak promo menarik serta rekreasi hemat yang bisa dijadikan aktivitas ngabuburit seru.

Dalam keterangan resmi yang diterima Redaksi, Corporate Communications PT Taman Impian Jaya Ancol Rika Lestari menerangkan Ocean Dream Samudra dan Sea World Ancol memberikan promo hemat berempat khusus di Mei atau Ramadhan ini. Khusus pembelian melalui website www.ancol.com pengunjung bisa mendapatkan tiket promo seharga Rp 270 ribu di hari kerja dan Rp 370 ribu di akhir pekan.

Sea World menawarkan harga Rp 240 ribu di hari kerja dan Rp 300 ribu di akhir pekan. “Ngabuburit berempat sambil menyaksikan kelincahan mamalia laut ataupun melihat ragam biota laut bisa menjadi alternatif yang berbeda,” ungkap Rika.

Setelah ngabuburit tentu harus segera bersiap untuk menunaikan ibadah sholat magrib. Ancol Taman Impian memiliki satu masjid besar yaitu Masjid Baiturrahman yang terletak di dekat Sea World Ancol. Selain itu, terdapat pula beberapa musala yang tersebar di beberapa titik di area pantai.

Tidak perlu khawatir untuk sajian berbuka puasa. Di Ancol banyak restoran ataupun tempat makan yang turut menawarkan paket berbuka puasa. Antara lain Kafe Hoax dan Rempah Penyet yang sama-sama menawarkan paket berbuka yaitu Buffet Ramadhan seharga Rp 75 ribu per orang. Bahkan bagi pengunjung yang reservasi tiga hari sebelum kedatangan bisa mendapatkan tiket masuk Ancol secara gratis.

Jika ingin mengadakan acara buka puasa bersama dengan jumlah lebih 20 orang, Anda bisa mencoba di Putri Duyung Ancol, hotel eksotis di pinggir pantai satu-satunya di Jakarta. Putri Duyung menawarkan paket Iftar Ramadhan mulai dari Rp 99 ribu per orang.

Ngabuburit di area pantai akan memberi kesan tersendiri karena selain dapat menghirup udara segar sambil menikmati indahnya matahari terbenam, juga dapat melahirkan kesadaran akan kebesaran Tuhan dalam menciptakan alam semesta.
Artikel Asli

Bagikan :

Selain Kurma, 5 Buah Ini Berikan Manfaat Baik Untuk Tubuh Saat Berbuka Puasa

manfaat-berbuka-puasa-dengan-kurma

Finroll.com – Memilih makanan saat berbuka puasa di bulan ramadan, sangat penting. Biasanya, saat berbuka kita selalu menyiapkan makanan manis sebagai menu pembuka.

Kalau anda bosan makan kolak, bubur atau es, buah bisa jadi pilihan yang tepat. Selain segar dan jadi pelepas dahaga yang ampuh, makan buah saat berbuka juga bikin tubuh kembali fit.

Nah, kalau anda bosan makan kurma, tujuh buah berikut ini bisa jadi alternatif lain. Dijamin tubuh bakal kembali segar dan tentunya tambah bersemangat beribadah di bulan suci.

Berikut lima buah yang baik dikonsumsi saat berbuka puasa dirangkum dari berbagai sumber: 1. Blewah

adalah salah satu buah yang wajib ada di bulan puasa. Biasanya blewah dijadikan campuran es buah atau takjil lainnya.

Buah ini bagus untuk berbuka puasa karena kaya akan vitamin A yang mampu melancarkan proses penyerapan makanan pada usus. 2. Pepaya

Untuk memperlancar pencernaan, kamu bisa mengkonsumsi pepaya. Buah ini banyak mengandung serat, vitamin C dan provitamin A yang membantu memecah serat makanan dalam pencernaan. Jadi nggak usah khawatir bakalan sembelit di bulan puasa. 3. Pisang

Buah satu ini memang punya segudang manfaat. Selain baik sebagai menu sahur, buah yang satu ini juga punya kandungan komplit untuk berbuka puasa. Pisang kaya akan vitamin A, B1, B2, dan C yang dapat dengan cepat memasok kembali nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh serta dengan cepat mengembalikan energi. 4. Semangka

Buah yang menyegarkan ini ternyata kaya akan gula dan air yang membuatnya mudah dicerna oleh perut.

Selain itu, semangka juga memiliki kandungan vitamin yang cukup tinggi sehingga tubuh bisa dengan cepat kembali fit seperti semula. 5. Belimbing

Tak banyak yang tahu jika buah satu ini juga bagus untuk berbuka puasa. Belimbing mengandung banyak serat, vitamin C, dan provitamin A yang baik untuk pencernaan. Selain itu, mampu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh sehingga kamu tak perlu khawatir saat makan berat.
Artikel Asli

Bagikan :

The Big Idaho Potato, Hotel Unik Berbentuk Kentang Raksasa di AS

Potato-Hotel-resize-1_1556137604380.jpg_7162541_ver1.0_1280_720

Finroll.com – Saat ini sudah semakin banyak tempat menginap dengan beragam konsep unik. Mulai dari berbentuk anjing, kaleng minuman, dan pesawat alien.

Di Amerika, tepatnya di Idaho, terdapat sebuahpenginapan dengan bentuk bangunan yang tidak biasa. Jika dilihat dari luar, penginapan ini berbentuk seperti kentang yang merupakan salah satu produk khas Idaho.

Pada 2012, kentang raksasa ini dibangun oleh Idaho Potato Commission untuk mempromosikan salah satu produk yang populer di Amerika tersebut. Sejak saat itu, kentang raksasa melakukan tur promosi hingga akhirnya berhenti pada 2018. (source: Irish Central)

Melihat hal tersebut, Kristie Wolfe terinspirasi untuk mengubahnya menjadi penginapan.

Setelah selesai direnovasi, kentang raksasa ini kemudian dipindahkan ke lahan baru seluas 400 hektar dengan jalur kereta api di bagian sampingnya, pada 22 April lalu. (source: First to Know)

Penginapan yang diberi nama Big Idaho Potato Hotel ini memiliki panjang 8,5 meter, tinggi 3,5 meter dan lebar 3,6 meter. Source: Foto: Instagram/@idahopotatoes

Lalu apa sajakah yang ada di dalam kamar ini? Terdapat tempat tidur berukuran king size, area untuk bersantai, toilet, serta bathtub. (source: Fox News)

Selain interiornya yang nampak mewah, di sini juga tersedia AC, pemanas ruangan, air panas, perapian dalam ruangan, hingga lahan parkir gratis. Source: Dailly Mail

Penginapan kentang memiliki kapasitas dua orang. Untuk menginap satu malam, biayanya sebesar 200 USD atau sekitar 2,8 juta rupiah. [source: nationalgeographic]
Artikel Asli

Bagikan :

Tradisi Unik Warga Sumedang Sambut Ramadhan, Gembrong Liwet

Gembrong-Liwet

Finroll.com – Hari beranjak siang. Matahari mulai terik menyengat kulit. Cuaca cerah ini sangat mendukung aktivitas yang dilakukan warga di Lapang Sepak Bola Cikubang, Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (1/4/2019).

Ya, siang hari di lapangan sepak bola milik desa ini memang terasa hangat dan disibukkan dengan aktivitas sejumlah lelaki yang tengah mempersiapkan tungku perapian.

Tak hanya para lelaki yang tampak sibuk, puluhan perempuannya juga tampak asyik membersihkan beras, meracik bumbu-bumbuan, dan memersiapkan lauk pauk lainnya.

Setelah tungku perapian siap dan nasi liwet di dalam puluhan kastrol siap dimasak, kaum hawa lebih dominan bekerja hingga liwet dan seluruh lauk pauknya masak.

Setelah beberapa waktu berlalu, nasi liwet pun dihidangkan bersama lauk pauknya, untuk kemudian disantap bersamaan oleh warga setempat.

Aktivitas warga desa yang saling bahu-membahu di lapangan sepak bola ini memang tak biasa. Ratusan warga bersuka cita memersiapkan helaran budaya tradisi leluhur yang telah turun temurun dilestarikan dan setiap tahun rutin dilaksanakan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Budaya mapag (menyambut) bulan suci Ramadhan itu dinamakan warga dengan sebutan Gembrong Liwet. Kepala Desa Citali Nana Nuryana mengatakan, budaya tradisi Gembrong Liwet dilaksanakan di desanya setiap menyambut bulan suci Ramadhan atau saat munggahan atau seminggu sebelum memasuki bulan puasa.

Nana menuturkan, tradisi munggahan ini telah turun-temurun dilaksanakan dan terus dilestarikan warga desanya. Tujuannya untuk memupuk kebersamaan warga.

“Gembrong Liwet dilaksanakan juga sebagai ungkapan rasa syukur warga atas segala nikmat karunia yang diberikan Allah SWT. Juga sebagai ungkapan syukur karena bisa kembali dipertemukan dengan bulan suci, bulan ampunan, bulan penuh berkah, bulan Ramadhan,” ujarnya kepada saat menanti hidangan utama berupa nasi liwet, di lokasi acara,

Rabu siang. Filosofi Gembrong Liwet sendiri, kata Nana, untuk kembali meleburkan perbedaan status golongan di tengah warga, sehingga pada saat hidangan utama disantap bersama-sama, tidak ada lagi perbedaan. Antara warga, ketua RT, ketua RW, kepala desa, hingga bupati sekalipun.

“Dalam pelaksanaannya, warga Desa Citali mulai dari anak, remaja, hingga orang tua membuat kelompok atau tim dalam membuat nasi liwet. Tapi meski bekerja secara berkelompok, warga memasak nasi liwet di satu tempat ini secara bersamaan,” tuturnya.

Ketua Panitia Penyelenggara Wawan Setiawan memgatakan, helaran Gembrong Liwet kali ini diikuti 15 kelompok. Satu kelompok terdiri dari 8 hingga 15 warga. Helaran ini terbilang unik dan mulai diketahui luas hingga ke luar wilayah dalam beberapa tahun terakhir.

Oleh karena itu, kegiatan gembrong liwet kali ini diikuti juga oleh kelompok dari luar Kecamatan Pamulihan.

“Untuk tahun ini diikuti 15 kelompok, ada tambahan satu kelompok asal wilayah kecamatan lain,” ucapnya.

Warga setempat, Toha Hamdani (35) mengaku antusias mengikuti tradisi Gembrong Liwet ini.

Menurutnya, ajang ini, selain kian memperertat tali silaturahmi juga menjadi ajang untuk saling memaafkan antar-warga menjelang bulan suci Ramadhan.

“Tradisi Gembrong Liwet ini selalu kami nanti setiap tahun. Ini sebagai ungkapan syukur sekaligus ungkapan kegembiraan dalam menyambut bulan suci Ramadhan,” katanya.
Artikel Asli

Bagikan :

Menikmati Kopi Sarang Burung Walet di Kedai Mama

kedai-mama

Finroll.com – Kedai Mama, sebuah kafe dan restoran di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, baru saja dibuka belum lama ini. Didirikannya kedai kopi yang digabungkan dengan sekolah ini, sebenarnya terbilang unik.

Kedai berangkat dari mimpi Helda Herman dan Dionisius Satriyo Prasongko yang rindu memiliki tempat nongkrong kuliner edukatif.

“Berawal dari mimpi saya dan suami ingin punya kedai kopi sama sekolah musik. Awalnya namanya Kedai Musik, tapi diubah menjadi Kedai Mama. Karena waktu mamaku masih ada, dia selalu nanya kedainya sudah jadi atau belum. Saat sudah jadi, mamaku sudah tidak ada. Jadi aku hadiahkan Kedai Mama untuk almarhumah mamaku,” jelas Helda saat ditemui di Kedai Mama yang terletak di Rukan Gading Mediterania Residences, Kelapa Gading, Jakarta Utara, belum lama ini.

Helda menuturkan, sang ibunda berpulang pada Oktober 2018. Sekitar sebulan kemudian, Helda dan Dionisius sepakat membangun Kedai Mama di Blok RK/19/H di Rukan Gading Mediterania Residences.

“Konsep kami adalah menghadirkan satu wadah ‘macan ternak’ yang merupakan singkatan dari mama cantik nganter anak dan ‘papa ternak teri’ kepanjangan dari papa anter anak-anter istri,”ungkap Helda.

Mengapa memilih singkatan yang unik, diakui Helda kebiasaan disini adalah para orangtua setelah mengantar atau menjemput anaknya, biasanya mampir ke Kedai Mama untuk nongkrong, ngobrol, bahkan menyekolahkan anak mereka di sekolah musik miliknya.

Ibu satu anak ini juga menjelaskan, Kedai Mama memiliki menu kopi andalan yaitu Mima Coffee Project, yakni kopi sarang Burung Walet di lantai pertama. Sementara di lantai dua ditempati Ohana Music School.

Konsep wadah edukatif yang diimpikan Helda tak terhenti di kuliner serta musik saja. Urusan belajar-mengajar membuat kue pun dirangkul Helda. Queenie baking and cooking class menjadi nama yang dipilih untuk baking class yang ada di lantai tiga di rukan ini.

“Satu wadah edukatif yang santai ini terakomodir di sini. Ada kedai, musik, sekaligus berkarya membuat kue,” kata Helda.
Artikel Asli

Bagikan :