Pariwisata

Bus-Wonderful-Indonesia

Bagaimana Bisa, Bus Wonderful Indonesia Berkeliling di Jalanan Utama Kota Berlin?

Bus berlogo ‘Wonderful Indonesia’ dengan gambar berbagai objek wisata berkeliling di jalan-jalan utama kota Berlin dan melewati tempat ikonic di ibu kota Jerman itu.

Finroll.com – Gambar bus Wonderful Indonesia itu antara lain, Candi Borobudur, Joglosemar, Pink Beach Komodo Labuan Bajo NTT, Gebogan Bali, Gandrung Sewu Banyuwangi, Bromo Jatim, Raja Ampat Papua Barat, Wae Rebo NTT, Pulau Padar NTT, dan Danau Toba Sumut.

Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi dan Media, Don Kardono, kepada Antara di London, Kamis, (7/3), menyebutkan, bus wisata tersebut melewati check point Charlie, Lustgarten, East Side Gallery yang merupakan Tembok Berlin, Strausberger Platz, Mauerpark, Hauptbahnhof, Brandenburg Tor, Siegessaule.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, juga sempat keliling kota untuk merasakan bus dengan desain khusus objek wisata Indonesia itu.

“Sangat bagus dan impresif melihat foto-fotonya, banyak orang yang swafoto dengan latar belakang bus tersebut,” kata Menpar Arief saat turun di depan Brandenburg Tor dan Tiergarten yang menjadi titik berkumpul wisatawan.

Menpar mengatakan bahwa bus-bus dengan desain destinasi wisata Indonesia itu menjadi objek foto-foto dan viral di media sosial.

Poin utamanya, kata Menpar, langkah ini untuk mencuri perhatian industri pariwisata dunia yang sedang berkumpul di Berlin mengikuti pameran pariwisata terbesar di dunia, ITB Berlin, mulai 6 hingga 10 Maret 2019.

Pameran ini diikuti pelaku industri dari 180 negara di lima benua dengan 1.000 top buyers berkualitas, 10.000 peserta pameran, dihadiri sekitar 160.000 pengunjung.

Menurut Don Kardono, promosi dengan media bus wisata dilakukan Menpar sejak EURO Cup 2016 di Perancis.

Seolah-olah ‘Wonderful Indonesia’ mensponsori Piala Eropa, kompetisi antarnegara Eropa yang paling dinanti selama empat tahunan. Jutaan orang berkumpul di Paris maka bus-bus pariwisata yang keliling Kota Eiffel di-branding Wonderful Indonesia. Foto-fotonya juga viral dan menjadi “trending topic”.

Hal serupa juga dilakukan saat World Cup 2018, Piala Dunia yang diadakan di Moskow dan Saint Petersburg, Rusia. Bus-bus yang keliling untuk pariwisata dibungkus dengan logo dan desain gambar Pesona Indonesia.

“Sama, menjadi bahan perbincangan publik di netizen, dan jadi trending topic,” ujar Menpar.

Dalam pameran ITB Berlin 2019 ini, diperkirakan akan ada transaksi tujuh miliar euro. Proyeksi Indonesia diperkirakan naik menjadi Rp10 triliun dari data tahun 2018 sebesar Rp9,8 triliun, Pada 2017 Indonesia meraih transaksi Rp8,6 triliun dan pada 2016 Rp6,5 triliun.

ITB Berlin 2019 di City Cube Berlin dibuka dengan dihadiri dihadiri lebih dari 3.500 tamu undangan, termasuk Menpar Arief Yahya hadir bersama Duta Besar RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno.

Deputi Pengembangan Pemasaran II Kemenpar, Nia Niscaya, yang mendampingi Menpar Arief Yahya dan Dubes Arif Havas Oegroseno mengatakan, ITB Berlin adalah pameran bisnis terkemuka untuk penawaran wisata global. Perusahaan yang diwakili dalam pameran meliputi hotel, tempat wisata, operator tur, maskapai penerbangan, dan perusahaan penyewaan mobil.
Artikel Asli

Bagikan :

Pulau Angsa Duo, Wisata Tersembunyi di Sumatera Barat

pulau-angso-duo-_170716135844-428

Finroll.com – Mungkin banyak yang belum tahu, namun Sumatra Barat menyimpan banyak potensi wisata yang luar biasa. Ada banyak pulau dan pantai indah yang sangat layak dikunjungi. Salah satunya adalah Pulau Angso Duo.

Pulau Angso Duo merupakan bagian dari Pariaman dan menawarkan banyak pesona menarik untuk para penggemar wisata bahari. Tertarik? Yuk kita simak pemaparan lengkap soal destinasi satu ini dari kontributor Travelingyuk, Blue Oceantourisland.

Hamparan pasir putih yang halus, serta deretan pohon kelapa, menambah sejuk suasana. Ini yang menjadikan wisatawan domestik dan mancanegara banyak berlibur ke Pulau Angso Duo.

Dari pusat kota Pariaman, Angso Duo sebenarnya hanya berjarak kurang lebih 15 menit. Namun demikian, keindahan yang ditawarkan sungguh mempesona. Hamparan pasir putih yang halus, serta deretan pohon kelapa, menambah sejuk suasana di siang hari.

Selain itu, fasilitas yang ada di Angso Duo pun terbilang lengkap. Selain penginapan, ada juga mushola, tempat bilas, kamar mandi, dan beragam wahana permainan air. Pengunjung bisa coba menaiki donat (tiket 30 ribu rupiah), banana boat (25 ribu rupiah).

Bagi mereka yang piawai berenang atau menyelam, perairan Pulau Angso Duo sangat pas dijadikan lokasi snorkeling. Cukup membayar 25 ribu rupiah untuk menyewa peralatan yang disediakan pihak pengelola.

Perairan dan terumbu karang yang masih bagus memang menjadi salah satu penunjung wisata di pulau ini. Sangat direkomendasikan melakukan snorkeling di kala hari cerah dan matahari bersinar terang.

ika tidak ingin repot, ada beberapa penyedia jasa paket wisata di Pariaman yang menawarkan servis perjalanan ke Pulau Angso Duo. Pengunjung tak perlu repot memikirkan transportasi, makan, dan wahana, karena semuanya sudah diatur sedemikian rupa oleh pihak travel.

Itulah tadi gambaran singkat mengenai daya tarik dan pesona wisata Pulau Angso Duo. Bagaimana, sudah ada yang tertarik berkunjung ke sini?
Artikel Asli

Bagikan :

Jadi Wilayah Destinasi Wisata, NTB Terus Lakukan Gerakan Zero Waste

garbage-can-244490_1280

Finroll.com – Gubernur Nusa Tenggara (NTB) Zulkieflimansyah menyebut jika gerakan zero waste (bebas sampah) terus dilakukan pihaknya.

Zul (sapaan akrabnya) menambahkan, hal ini menjadi penting mengingat NTB merupakan wilayah destinasi wisata di Indonesia.

“Zero waste ini harus jadi kebutuhan kita bersama karena kita daerah destinasi wisata tentu harus bersih dan nyaman,” ujarnya di Lombok Barat, NTB, Jumat (1/3).

Dirinya pun mencotohkan salah satu program yang dilakukan pihaknya bersama Forest for Life Indonesia untuk mengolah sampah, adalah dengan menggunakan lalat hitam. Program ini dilakukan di Dusun Bebae, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Ia berharap kehadiran teknologi pengolahan sampah dengan teknologi lalat tentara hitam di NTB dan menginginkan program ini dapat dikembangkan di seluruh kabupaten dan kota di NTB.

“Masyarakat harus dididik, kita ingin harus ada bank sampah di tiap desa,” lanjutnya.

Baca Lainnya: Buang Sampah Sembarangan, Warga Jambi Ini Divonis Bayar Denda Rp 20 Juta

Sementara itu anggota DPD RI Perwakilan NTB, Baiq Diyah Ratu menilai program bebas sampah yang digagas Pemprov NTB bagus. Meski demikian, ia memandang pemprov perlu mengkaji lebih dalam tentang penerapan program bebas sampah di lapangan.

“Zero waste itu bagus untuk pengurangan sampah plastik, tapi tidak kita zero-kan karena akan berdampak bagi UMKM di Lombok,” imbuhnya.

Ia menyebut saat ini masih banyak produk-produk UMKM di Lombok yang menggunakan kemasan berbahan plastik. Dirinya pun Pemprov NTB memberi solusi bagi UMKM untuk beralih kemasan lain.

“Banyak UMKM seperti produk kerupuk yang menggunakan kemasan plastik dan air mineral juga, perlu ada pemikiran apakah bisa kemasan menggunakan bahan yang lain, ini yang perlu didorong,” tandasnya

Sumber: Republika

Bagikan :

Pesona Indah Nan Unik Pasir Timbul Pantai Ngurtafur Maluku Tenggara

CtIZUgpUkAA9eXo

Finroll.com – Liburan ke Maluku Tenggara wajib menjajal wisata pantainya. Coba kunjungi Kepulauan Kei yang punya pulau-pulau indah dengan pantai perawan sejernih kristal biru.

Lebih spesifik lagi, coba kunjungi Pantai Ngurtafur yang diapit Pulau Waha dan Warbal. Pantai tersebut merupakan rumah bagi keindahan alam yang disebut Pulau Gosong.

Pulau Gosong sebenarnya cuma jalan mengular selebar 7 meter yang terdiri dari pasir putih cemerlang. Inilah fenomena pasir timbul yang hanya bisa dinikmati saat air laut tengah surut.

Pulau Gosong meliuk dengan eloknya hingga ke tengah laut, memungkinkan wisatawan berjalan hingga 2 kilometer mendekati perairan.

Jika beruntung, kawanan pelikan yang tengah bermigrasi bakal menambah keindahan alam yang bisa disaksikan di Ngurtafur. Bukan hal yang aneh, sebab Ngurtafur memang termasuk habitat alami spesies pelikan Australia.

Wisatawan yang berkunjung ke Ngurtafur tak cuma bisa menikmati pemandangan Pulau Gosong dan alam sekitarnya. Laut yang jernih dan nyaris perawan di sana bisa menjadi lokasi cantik untuk snorkeling atau berenang.

Bagikan :

Sepanjang Tahun 2019 Indonesia Akan Kedatangan 153 Kapal Pesiar!

Kapal-Pesiar-2

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III siap menyambut rencana kedatangan 153 kapal pesiar sepanjang 2019 di sejumlah pelabuhan yang dikelola oleh perseroan.

“Jumlah tersebut adalah rencana yang sudah tercatat di Pelindo III sepanjang tahun 2019. Namun jumlah tersebut masih dapat berubah, bisa saja bertambah maupun berkurang,” kata Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto di Jakarta, Senin, (25/2).

Putut menyebutkan Pelabuhan Benoa, Bali, masih menjadi tujuan utama dari kedatangan kapal pesiar dengan 75 kedatangan. Selanjutnya 17 kedatangan di Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat; 16 kedatangan di Pelabuhan Tanjung Emas, Jawa Tengah.

Selanjutnya, Pelabuhan Tanjung Perak, Jawa Timur ada 16 kedatangan; Pelabuhan Celukan Bawang, Bali, sebanyak 6 kedatangan; Pelabuhan Kalabahi, Nusa Tenggara Barat 3 kedatangan; dan Pelabuhan Banyuwangi 1 kedatangan.

Pelabuhan Badas direncanakan ada 3 kedatangan; Pelabuhan Maumere dan Pelabuhan Kupang masing-masing 1 kedatangan; Pelabuhan Ende 2 kedatangan; dan Pelabuhan Probolinggo ada 12 rencana kedatangan.

Putut mengatakan isu keamanan menjadi hal utama yang menjadi perhatian para operator kapal pesiar. Contohnya, tahun 2018 ada 149 rencana kedatangan kapal pesiar di pelabuhan Pelindo III, namun hanya terealisasi 138 kedatangan kapal pesiar. Ledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo serta bencana alam di Nusa Tenggara Barat menjadi faktor yang memengaruhi berkurangnya jumlah kedatangan kapal pesiar di Pelindo III tahun 2018.

“Setiap tahun jumlah kedatangan kapal pesiar terus meningkat, tahun 2017 kami mencatat realisasi 125 kedatangan kapal pesiar dan di tahun 2018 kemarin sebanyak 138 kedatangan. Kami optimistis jumlah kedatangan akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang,” katanya YAng dilansir dari Akurat.co

Pelindo III pun berencana mengundang para operator kapal pesiar untuk menginformasikan fasilitas-fasilitas penunjang kapal pesiar yang tengah disiapkan di antaranya adalah pengembangan Pelabuhan Benoa, Bali dan Terminal Gilimas di Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat.

Di Pelabuhan Benoa, Bali misalnya, Pelindo III memperdalam alur pelayaran dari sebelumnya minus 11 meter LWS (low water spring/rata-rata muka air laut) menjadi minus 13 meter LWS. Kolam pelabuhan di dermaga timur diperdalam dari minus 9 meter LWS menjadi minus 12 meter LWS. Selain itu juga dilakukan peningkatan kapasitas dan perbaikan terminal penumpang.

“Jika selama ini di Pelabuhan Benoa kapal-kapal pesiar ukuran besar di atas 250 meter hanya dapat berlabuh di luar pelabuhan, dengan adanya revitalisasi yang kami lakukan kapal-kapal tersebut dapat bersandar di dermaga. Hal ini tentunya akan menambah minat kedatangan kapal pesiar karena dari sisi keamanan dan kenyamanan mereka terjamin,” kata Putut.

Sekretaris Perusahaan Pelindo III Faruq Hidayat mengatakan serangkaian peningkatan fasilitas pelabuhan khususnya terkait dengan kapal pesiar adalah upaya Pelindo III dalam mendukung pencapaian target wisatawan mancanegara tahun 2019. Dari target 20 juta wisatawan mancanegara, 3 juta di antaranya diharapkan mampu disokong oleh BUMN. Untuk mencapai target tersebut, Kementerian BUMN membentuk tim sinergi BUMN Pariwisata di mana Pelindo III menjadi salah satu anggotanya.

“Sedikitnya ada 88.778 wisatawan mancanegara penumpang kapal pesiar yang turun di pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo III di tahun 2017 dan 125.218 wisatawan di tahun 2018,” katanya.

Bagikan :

Begini Uniknya Homestay Tradisional yang Dibangun Pemerintah

homestay

Finroll.com – Kementerian Pariwisata mengupayakan pertumbuhan homestay untuk sepuluh destinasi. Mereka mengutamakan arsitektur tradisional. Bukan hanya bentuk, tapi juga material yang digunakan untuk merancang bangunan.

“Homestay arsitektur lokal itu sangat unggul untuk suasana dan pengalaman,” kata Ketua Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa Wisata Kementerian Pariwisata Anneke Prasyanti, Rabu, 20 Februari 2019.

Program percepatan homestay desa wisata untuk 10 destinasi, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu dan Kota Tua, Bromo Tengger Semeru, Wakatobi, dan Morotai.

Menurut dia, homestay yang menggunakan konsep tradisional akan membawa pengalaman wisatawan untuk merasakan kehidupan masyarakat setempat. Potensi arsitektur tradisional, tutur dia, membuat daya tarik karena mengandung unsur cerita. “Potensi asli semua daerah di Indonesia punya arsitektur lokal yang juga menjadi atraksi,” tuturnya.

Anneke mengatakan perabotan dan interior dalam homestay juga perlu dikemas dengan konsep tradisional. Namun, tetap modern. “Kalau lesehan ya lesehan. Tapi kontekstual, misalnya kalau dulu tidur pakai tikar, sekarang pakai matras tipis, enggak perlu ranjang,” katanya.

Sedangkan untuk pencahayaan ruangan, menurut Anneke tetap menggunakan daya listrik. “Interior lampu artefak bisa dimainkan dengan kreativitas yang ada, dipasangi listrik,” ujarnya.

Bagikan :

Jembatan Songgo Langit yang Instagramable di Tengah Sawah Bantul

Jembatan-Sawah-Sukorame-by-dhian_hardjodisastro

Finroll.com – Desa Mangunan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, berada di kawasan perbukitan namun memiliki pesona wisata yang tidak kalah dibandingkan dengan lokasi lainnya.

Di sana ada wisata alam yang menarik seperti hutan pinus, hingga kebun buah. Tak hanya itu, masyarakat setempat mulai bergeliat dengan memaksimalkan potensi keindahan alamnya dengan membuat wisata yang digunakan untuk meningkatkan perekonomian warganya.

Salah satunya Jelajah Sawah Pertanian Bawongan (JSPB) Songgo Langit, di Dusun Sukorame, Desa Mangunan. Hamparan sawah tadah hujan dijadikan lokasi wisata dengan membuat jembatan bambu yang berbentuk melingkar.

Tahun lalu, lokasi tersebut sempat viral di media sosial karena banyak masyarakat yang berswafoto dengan latar belakang sawah nan hijau dipadu dengan perbukitan di sekitarnya.

Pengunjung hanya perlu melakukan perjalanan darat sejauh 23 kilometer dari Kota Yogyakarta ke arah Kebun Buah Mangunan.

Sesampainya di pertigaan kanan masuk Kebun Buah Mangunan, pengunjung mengikuti arah ke Kecamatan Playen, Gunungkidul. Pada sisi kanan sudah ada petunjuk menuju ke lokasi JSPB.

“Masuk ke sini murah saja, untuk pengunjung biaya masuknya per orang Rp 2.500, sudah termasuk asuransi,” kata ketua Pengelola JSPB Songgo Langit Lagimin Budi Ismanto, saat ditemui disela upacara wiwitan di Dusun Sukorame, Selasa (19/2/2019) petang.

Menurut dia, konsep ini meniru wisata bakau di Bali. Saat itu dirinya dan warga setempat bimbang karena di beberapa dusun di Desa Mangunan sudah terdapat wisata.

“Kami hanya punya spot persawahan. Karena itu kami minta bimbingan Ketua Pokdarwis Desa Mangunan Pak Widodo, saat itu pak Widodo habis dari Bali dan melihat hutan mangrove sebagai tempat wisata,” ucapnya.

Kemudian, sawah tanah desa seluas 2,5 hektar itu diubah menjadi lokasi swafoto dengan membangun jembatan bambu di atasnya. Namun ide itu tak mudah diwujudkan karena ada sebagian warga yang pesimis lokasi tersebut bisa berkembang.

Akhirnya tahun 2017 warga tetap membangun jembatan bambu sepanjang 357 meter yang berbentuk melingkar. Akhir tahun 2017, sebagian besar jembatan bambu telah selesai dibangun. “Akhir tahun tepatnya bulan Desember 2017 sudah ada pengunjung, meski belum jadi sepenuhnya. Januari 2018 jembatan akhirnya rampung, dan diresmikan Bulan Februari 2018,” ucap Lagimin.

Lagimin mengatakan dirinya dan warga saat ini bersyukur usaha yang dirintisnya sudah mulai dikunjungi banyak orang. Setiap hari ada ratusan orang yang berkunjung. Bahkan saat akhir pekan bisa mencapai 800 hingga 900 orang.

“Untuk saat selesai dipanen memang menurun, tetapi saat selesai masa tanam, dan akan panen itu ramai. Sawah disini karena tadah hujan bisa panen sebanyak dua kali,” katanya.

Agar wisatawan tidak bosan, pengelola menabah lokasi swafoto mulai gardu pandang diatas bukit. Selain itu, juga akan dibangun joglo di tengah sawah.

“Di gardu pandang bisa menikmati sunrise indah,” ujar Lagimin.

Pengunjung tidak perlu takut lapar karena di lokasi sudah ada pedagang makanan yang menjajakan makanan setiap hari. Toiletnya pun bersih.

Ketua BUMDES Seloaji Desa Mangunan, Aris Purwanto, mengatakan saat ini di Desa Mangunan ada beberapa lokasi wisata yakni wana wisata 9 lokasi dan 5 obyek wisata.

Diakuinya saat ini pihaknya tengah merumuskan agar seluruh lokasi wisata bisa dikelola BUMDes untuk kesejahteraan masyarakat.

“Ke depan akan dikelola pemerintah desa melalui BUMDes. Saat ini desa kami setiap bulannya dikunjungi ribuan wisatawan, sehingga perlu pengelolaan yang baik,” tutur Aris.

Salah seorang pengunjung asal Kota Yogyakarta, Slamet, mengaku tertarik mengunjungi Desa Mangunan karena ada berbagai obyek wisata alam.

“Tadi mampir ke Hutan Pinus, dan saat ini di JSPB. Nanti mau ke Pantai Gunungkidul. Kebetulan sedang liburan mau menyenangkan keluarga,” katanya seperti dikutip dari kompas.com.

 

Bagikan :

Poon Choi, Makanan Khas Yang Biasanya Ada di Perayaan Imlek

Poon-Choi

Setiap daerah punya makanan khas untuk merayakan Imlek. Bagi orang Kanton, poon choi disebut juga pen cai harus selalu ada saat momen perayaan penting seperti pernikahan, ulang tahun, dan Imlek.

Finroll.com – Poon choi sendiri adalah makanan yang disajikan di baskom atau mangkuk besar berisi delapan komponen utama yang umumnya terdiri dari aneka daging, jamur, dan sayur yang dimasak terpisah tetapi kemudian disusun menjadi satu. Penyajian poon choi tidak sembarang, biasanya ada aturan masakan daging di bawah, hidangan laut di atas. Semua dimaksud agar sari hidangan laut turun meresap ke masakan daging. Juga ada yang mengatakan agar tampilan indah layaknya mahkota.

Menyantap poon choi lazimnya bersama, karena komponen yang banyak tidak mungkin dihabiskan sendiri. Untuk itu makanan ini sering keluar saat perayaan, disantap bersama orang terdekat. Makanan Kuno yang Eksis Sampai Sekarang Uniknya poon choi adalah makanan yang eksis menembus zaman.

Tercatat poon choi dibuat pada masang Dinasti Song (960-1279 Masehi). Masa itu China mengalami ancaman serius dari serangan pasukan Mongolia. Kaisar Zhao Bing lantas pergi mengungsi ke daerah Selatan tepatnya ke Guandong yang kini menjadi daerah Hongkong.

Para penduduk desa ingin menjamu keluarga kerajaan, tetapi sumber daya langka. Meskipun punya bahan makanan untuk dimasak, mereka tidak punya peralatan makan yang layak. Akhirnya semua bahan makanan tersebut disusun dalam baskom kayu dan disajikan ke keluarga kerajaan. Saat itulah diduga poon choi lahir.

Zaman dulu untuk menyajikan poon choi butuh waktu tiga hari. Mulai dari mencari bahan makanan terbaik, membersihkan daging dan bahan makanan lain, memasak daging sampai lembut yang memakan waktu 10 jam, kemudian menyusun makanan tersebut.

Executive Chef dari The Royal Garden Chinese Restaurat Ho Wai Sing mengatakan sampai sekarang, meski teknologi sudah canggih, poon choi juga perlu proses pengolahan sampai tiga hari.

“Beberapa bahan yang kami gunakan seperti abalon dan teripang butuh waktu minimal dua hari untuk disiapkan sampai kami bisa memasak mereka. Bahan lain seperti jamur, babi guling, kaki bebek, conpoy (kerang dikeringkan), butuh waktu seharian atau satu setengah hari untuk disiapkan,” kata Ho Wai Sing yang dikutip dari kompas.com.

Masing-masing bahan dimasak berbeda, tidak dalam satu wadah atau bumbu yang sama. Inilah yang membuat proses memasak poon choi kian lama.

“Selesai semua dimasak dan siap, kami masih harus hati-hati menyusun makanan ini jadi satu. Jadi ya sekarang masih butuh tiga hari untuk buat poon choi,” jelas Ho Wai Sing.

Bagikan :

Tiket dan Bagasi Pesawat Mahal, Pariwisata Bisa Loyo

luggage-933487_1280

Finroll.com – Akhir-akhir ini masyarakat di hebohkan dengan mahalnya tiket pesawat hingga tarif bagasi yang kini juga berbayar.

Akibatnya sektor pariwisata Indonesia sedikit banyak juga terpengaruh atas hal ini. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut kondisi ini bisa membuat pariwisata domestik jadi loyo.

“Sudah pasti akan menurunkan pariwisata. Jadi simpel, namanya itu price elasticity. Harga naik demand turun. Pasti itu,” ujarnya se usai acara launching Majestic Banyuwangi Festival 2019 di Gedung Sapta Pesona, Selasa (29/1) malam.

Ia menambahkan para pelaku usaha wisata di sejumlah daerah juga mengalami penurunan omset karena kebijakan tersebut. Ia pun mengaku mendegar sendiri keluhan-keluhan para pelaku usaha itu.

“Sekarang penurunannya relatif drastis. Ada komplain kemarin dari Riau, ‘pak saya turun (omset) 40%’. Dia bicara seperti itu, harusnya mereka mengerti,” sambungnya.

Sebagai Menteri Pariwisata, Arief hanya bisa memberi masukan kepada pihak maskapai penerbangan selaku pembuat kebijakan. Sebab mahalnya tiket pesawat beserta biaya bagasi, bisa mempengaruhi sektor pariwisata, meski mereka tergantung pada moda transportasi udara.

Baca Lainnya: Kini Berkunjung ke Jepang Wisatawan Wajib Membayar 1000 Yen Saat Keluar Dari Negeri Sakura Itu

“Kalau usulan saya kalau mau naik pun tidak tergesa-gesa. Enggak ujug-ujug naik sekian persen karena elasticity. Kalau yang tarif naik sudah diturunkan,” imbuhnya.

“Ini pertanyaannya, yang tarif bagasi sudah implemented. Ini risikonya di dia juga pasti demandnya akan turun. Karena unsur spending orang 30-40% ada di transportation,” lanjutnya.

Sumber: Detik Travel

Bagikan :

Wow Patut Bangga, Ternyata Indonesia Menduduki Peringkat 6 Negara Terindah di Dunia

Negara-Terindah

Indonesia menempati peringkat keenam negara terindah di dunia versi penerbit ternama Inggris “Rough Guides” yang melakukan jajak pendapat kepada warganet yang berasal dari berbagai negara di dunia.

Finroll.com – Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kamis, 31 Januari 2019, menyambut baik predikat peringat keenam negara terindah di dunia bagi Indonesia. Laman “Rough Guides” selama ini menjadi salah satu rujukan utama pelancong dunia.

“Posisi ini sangat membanggakan bagi Indonesia, kita bisa menunjukkan kepada dunia bahwa tak ada negeri yang kaya dengan beraneka ragam pemandangan alam yang indah dan keragaman budaya yang mempesona selain di sini,” kata Menpar Arief, dilansir Antara, di Jakarta.

Rough Guides yang berpusat di London, Inggris, menyusun daftar 20 negeri terindah di dunia dari hasil jajak pendapat pengguna internet secara global. Posisi Indonesia berada di bawah Afrika Selatan, Italia, Selandia Baru, Kanada, dan Skotlandia yang berada di urutan pertama.

Indonesia melampaui negara-negara di Benua Asia lainnya, seperti India yang berada di peringkat ke-13 dan Vietnam di peringkat ke-20. Melalui laman www.roughguides.com, penyedia guidebook yang berdiri sejak 1982 itu membuat rekomendasi tentang negeri-negeri indah yang patut dikunjungi.

Indonesia dianggap memiliki daya tarik tinggi sebagai negeri yang menyajikan suasana pedesaan, ketenangan pulau-pulau terpencil, hingga puncak gunung yang menjulang.

Dari polling pembacanya, Indonesia dianggap sangat menarik karena memiliki 17.508 pulau yang membentang. Dari barat ke timur serta memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang luar biasa. Tidak hanya itu, adat istiadat, kuliner, dan lebih dari 500 bahasa daerah juga menjadi daya tarik lain bagi Indonesia.

Pesona Bali dan Lombok sebagai daya tarik alam dan budaya juga menjadi salah satu magnet lainnya. Bali dikenal karena kuil-kuilnya dan titik selancar kelas dunia, sedangkan Lombok karena pantai-pantainya yang memesona. Di utara ada Kalimantan yang menawarkan kesempatan untuk melihat satwa liar orang utan di habitat aslinya.

Menpar Arief juga mengatakan posisi Indonesia yang dinobatkan Rough Guides sebagai negeri terindah dunia sudah tentu menguatkan aspek 3C (Confidence, Credibility, Calibration). Berbagai destinasi wisata di Indonesia khususnya Pulau Dewata Bali dan Lombok.

“Penghargaan ini semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata kelas dunia. Ini juga memberikan optimisme baru bagi sektor pariwisata di Tanah Air,” ucapnya. (Merdeka)

Bagikan :