Pariwisata

arung-jeram

6 Tempat Main Arung Jeram Seru untuk Menantang Nyali, Kamu Berani?

Finroll.com – Apakah kamu pecinta olahraga yang memacu ardenalin? Jika iya, silahkan kamu coba yang satu ini, arung jeram.

Tak hanya seru, aksi arung jeram juga bisa membantu menjalin keakraban. Setiap anggota yang berada di perahu yang sama, dipaksa untuk bahu-membahu agar tidak terbalik dan membahayakan nyawa.

Penasaran mau mencoba, berikut enam tempat main arung jeram seru di Indonesia yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu, 26 Juni 2019.

1. Arung Jeram di Sungai Asahan, Sumatera Utara

Dilansir dari laman resmi asahanforpaddler.com, Sungai Asahan yang berada di Kecamatan Bandar Pulau, Asahan, Sumatera Utara, dapat menjadi salah satu opsi kamu untuk menguji adrenalin saat bermain arung jeram. Sungai ini menjadi arung jeram terbaik ketiga di dunia setelah Sungai Zambesi di Afrika dan Sungai Colorado di Amerika Serikat.

Aliran Sungai Asahan sangat deras hingga mencapai 120 meter kubik per detik. Tingkat kesulitan bermain arung jeram di sungai ini mencapai kelas 4-5 dalam skala 1-6. Memiliki tingkat kesulitan kelas dunia, arung jeram Sungai Asahan cocok untuk profesional atau ahli dalam olahraga ini.

Sungai Asahan juga digunakan sebagai tempat perlombaan arung jeram tingkat nasional maupun internasional bagi para profesional. Rute aliran dengan panjang sejauh 22 kilometer ini sangat berbahaya jika bukan profesional yang melakukannya. Tetapi jika tertarik bermain arung jeram di Sungai Asahan ini, Anda dapat mencoba dengan tingkat kesulitan 1-3.

2. Arung Jeram Situ Cileunca Bandung

Dilansir dari web resmi cileunca-rafting.com, Situ Cileunca Pangalengan memiliki Sungai Palayangan di Bandung. Kawasan Sungai ini menyediakan arung jeram yang menarik berbagai perhatian. Berlokasi di Jl. Situ Cileunca, Kampung Cibeunying, Desa Wanasari, Pangalengan.

Sungai yang memikat daya tarik wisatawan ini, masuk pada tingat kesulitan kelas 3 — 4. Sungai ini menyuguhkan keindahan panorama alam yang exotis dengan panjang perjalanan saat bermain arung jeram di Sungai Palayangan sekitar 4,5 kilometer.

Wisatawan akan menyusuri derasnya sungai dengan arus yang stabil serta yang pasti seru dan membuat wisatawan ketangihan. Tidak perlu khawatir jika tidak pernah bermain arung jeram sebelumnya, karena seluruh petugas yang ada di Sungai Cileunca ini sudah terlatih dan berpengalaman.

3. Arung Jeram Sungai Alas di Aceh

Dilansir dari wisato.id, Sungai Alas merupakan salah satu sungai terpanjang yang terdapat di provinsi Aceh. Sungai Alas menawarkan arus sungai yang deras dan sungai ini memiliki belokan yang tajam dan tentunya pemandangan tepi sungai yang alami dari Taman Nasional Gunung Leuser.

Hampir semua daerah tepi sungai diapit oleh hutan yang masih asri. Sungai Alas yang terletak di 165 km tenggara Takengon, mengalir dan membelah Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh. Sungai ini sangat asyik untuk dikunjungi karena keindahan panorama alamnya berupa hutan tropis, dan perkampungan rakyat tradisional yang ada di sepanjang tepian Sungai Alas.

Sungai Alas memiliki tingat kesulitan kelas 3 – 4, dengan gelombang air yang dapat mencapai 2 meter. Sungai Alas juga menyuguhkan pemandangan indah yang tersaji sepanjang sungai. Jika beruntung, Anda dapat melihat hewan yang sedang turun minum di tepi sungai, seperti monyet, gajah, burung dan rusa.

4. Arung Jeram Sungai Elo, Magelang, Jawa Tengah

Dilansir dari akun Instagram resmi @elo_rafting, Sungai Elo menjadi salah satu wahana arung jeram yang banyak dikunjungi para wisatawan. Lokasinya di Jalan Borobudur, Kelurahan Mungkid, Magelang, Jawa Tengah.

Sungai Elo di Magelang sangat cocok untuk Anda yang masih pemula karena tidak terlalu deras airnya. Tingkat kesulitan Sungai Elo untuk arung jeram berada di level 1-3.

Sungai menyuguhkan perjalanan arung jeram dengan jarak 12 km dengan waktu tempuh sekitar dua sampai tiga jam. Selain tempat arung jeram yang menarik, sungai memiliki lokasi yang tidak terlalu jauh dengan objek wisata Candi Mendut dan Candi Borobudur di Yogyakarta, sehingga setelah bermain arung jeram pengunjung juga dapat mengunjungi tempat wisata tersebut.

5. Arung Jeram Sungai Citarik Sukabumi, Jawa Barat

Dilansir dari akun instragram resmi @citarikrivercamp, Sungai Citarik berlokasi di Taman Nasional Gunung Halimun, Cikadang, Sukabumi, provinsi Jawa Barat. Sungai Citarik lumayan dikenal di kalangan pecinta olahraga arung jeram. Keunggulan arung jeram Sungai Citarik dikenal karena debit air sungai yang stabil.

Sungai Citarik memiliki tingkat kesulitan arung jeram kelas 3–4, sehingga sangat cocok untuk para pemula yang belum pernah melakukan arung jeram sebelumnya. Sungai Citarik juga menawarkan keindahan pemandangan air terjun yang ada di dekat area arung jeram.

Jika menyukai tantangan, Anda dapat mencoba arung jeram di Sungai Citarik ini karena tempatnya yang tidak begitu ekstrem dan aman untuk dilakukan.

6. Arung Jeram Sungai Ayung, Bali

Dilansir dari web resmi ubudbookingrafting.com, Sungai Ayung menjadi salah satu tempat arung jeram yang cukup populer di Bali. Sungai ini banyak dikunjungi oleh beragai turis asing maupun masyarakat lokal.

Berlokasi di Desa Payangan Ubud, Bali, sungai ini menjadi tempat untuk para pencinta olahraga arung jeram. Selain digunakan sebagai tempat arung jeram, sungai ini juga memiliki keindahan alam yang eksotis.

Sungai yang memikat daya tarik wisatawan ini, memiliki tingat kesulitan arung jeram kelas 2– 3 dengan jarak perjalanan sepanjang 12 km. Permainan arung jeram akan menempuh perjalanan selama kurang lebih 2 jam. Arung jeram yang berada di sungai ini sangat cocok untuk pemula karena tingkat kesulitannya yang tidak terlalu tinggi. (Devita Nur Azizah)
Artikel Asli

Bagikan :

Penelitian : Penyedap dan Pengawet Makanan Picu Penyebab Malas Berolahraga

123

Keterangan foto : Ilustrasi makanan kaleng

Finroll.com – Penelitian menemukan, penyedap dan pengawet makanan dapat menyebabkan rasa malas berolahraga. Studi dari University of Southwestern Medical Center, Amerika Serikat, menemukan hubungan antara penyedap dan pengawet makanan dengan kurangnya aktivitas fisik.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Circulation ini mendapati bahan pengawet yang biasa ditemukan dalam soda dan daging olahan dapat menyebabkan orang malas berolahraga. Studi ini dilakukan dengan menguji aktivitas fisik pada hewan dan manusia. Pertama, peneliti memberi makan dua kelompok tikus.

Salah satu kelompok tikus diberikan tiga kali lebih banyak kandungan fosfat yang biasa digunakan sebagai penyedap dan pengawet makanan. Fosfat yang dipakai untuk membuat makanan lebih segar ditemukan dalam makanan ikan kaleng, sosis, dan makanan panggang.

Setelah 12 pekan, tikus yang mengonsumsi fosfat lebih banyak ditemukan kurang bergerak dan memiliki metabolisme pembakaran lemak yang terganggu dibanding tikus yang tidak mengonsumsi zat adiktif tersebut.

Sementara eksperimen kedua dilakukan dengan pengujian pada 1.603 orang. Mereka menggunakan alat pelacak kebugaran selama tujuh hari.

Orang yang mengonsumsi lebih banyak bahan penyedap dan pengawet ternyata melakukan lebih sedikit olahraga atau aktivitas fisik. Secara keseluruhan, mereka juga lebih banyak duduk dibandingkan yang mengonsumsi sedikit micin atau penyedap.

Seperti dikutip dari laman The Independent, secara umum 25 persen orang dewasa di AS mengonsumsi tiga hingga empat kali jumlah fosfat yang disarankan setiap harinya.

Dan Mengutip dari laman Medical News Today, temuan ini membuat peneliti berharap ada perubahan dalam industri makanan seperti menerapkan label yang jelas.

“Saya pikir mungkin sudah saatnya bagi kita untuk mendorong industri makanan untuk menempatkan ini pada label sehingga kita dapat melihat berapa banyak fosfat masuk ke makanan kita,” kata peneliti dr Wanpen Vongpatanasin.

Oleh karena itu sangatlah pentingnya olahraga untuk kesehatan tubuh. Alternatif menarik yang bisa di pilih untuk berolahraga adalah olahraga kardio.

Olahraga satu ini dikenal efektif untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, dapat menurunkan berat badan, hingga dapat melindungi jantung dari ragam gangguan.

Namun, tak sedikit orang malas menjalani olahraga ini. Pasalnya diperlukan berbagai macam peralatan yang diperlukan untuk berolahraga. Mau tak mau, seseorang harus berkunjung ke pusat kebugaran.

Padahal, kardio tak selalu sesulit itu. Olahraga bisa dilakukan di rumah tanpa menggunakan alat-alat tertentu.

Berikut beberapa jenis olahraga kardio sederhana yang bisa Anda lakukan di rumah, seperti dikutip dari LiveStrong.

1. High knees
Lakukan pemanasan sebelum berolahraga demi menghindari cedera. Kardio bisa diawali dengan high knees.

Seperti namanya, seseorang hanya perlu mengangkat paha hingga setinggi perut. Saat kaki naik, tangan bersamaan menepuk paha. Usahakan pergantian kaki dilakukan dalam waktu cepat. Selain itu, jangan biarkan kaki terlalu lama di lantai.

2. Mountain climbers
Secara sekilas, gerakan mountain climbers mirip dengan posisi push up. Namun, berbeda dengan push up yang berfokus pada gerakan naik turun, mountain climbers memusatkan banyak gerakan pada bagian kaki. Jaga tubuh agar tetap lurus vertikal dan tarik kaki ke bagian dada secara bergantian. Agar lebih menantang, tarik kaki ke arah berlawanan.

3. Cross jack
Berbeda dengan jumping jack, gerakan cross jack berupa lompatan yang dilanjutkan dengan menyilangkan tangan dan kaki. Pada awalnya, posisikan tubuh tak ubahnya huruf X. Rentangkan kedua tangan dan kaki di posisi berjauhan. Gerakan keduanya hingga tangan kanan bersilangan dengan tangan kiri serta kaki kanan bersilangan dengan kaki kiri.

4. Burpee
Gerakan ini dapat membangun kekuatan tubuh secara total. Cukup berdiri dengan jarak kaki sejauh pinggul. Tempelkan kedua tangan di lantai, lalu lempar kaki ke belakang. Tarik lagi kaki ke depan dan melompat sembari angkat tangan tinggi-tinggi.

5. Stair sprint
Jika jalan kaki terasa membosankan, coba manfaatkan tangga rumah atau tangga di taman. Coba berjalan menaiki tangga secepat mungkin. Ambil napas perlahan saat berjalan kaki santai menuruni tangga.

Ulangi selama 10 menit atau hingga badan merasa lelah. Selamat mencoba!
Artikel Asli

Bagikan :

Penelitian : Penyedap dan Pengawet Makanan Picu Penyebab Malas Olahraga

123

Keterangan foto : Ilustrasi makanan kaleng

Finroll.com – Penelitian menemukan, penyedap dan pengawet makanan dapat menyebabkan rasa malas berolahraga. Studi dari University of Southwestern Medical Center, Amerika Serikat, menemukan hubungan antara penyedap dan pengawet makanan dengan kurangnya aktivitas fisik.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Circulation ini mendapati bahan pengawet yang biasa ditemukan dalam soda dan daging olahan dapat menyebabkan orang malas berolahraga. Studi ini dilakukan dengan menguji aktivitas fisik pada hewan dan manusia. Pertama, peneliti memberi makan dua kelompok tikus.

Salah satu kelompok tikus diberikan tiga kali lebih banyak kandungan fosfat yang biasa digunakan sebagai penyedap dan pengawet makanan. Fosfat yang dipakai untuk membuat makanan lebih segar ditemukan dalam makanan ikan kaleng, sosis, dan makanan panggang.

Setelah 12 pekan, tikus yang mengonsumsi fosfat lebih banyak ditemukan kurang bergerak dan memiliki metabolisme pembakaran lemak yang terganggu dibanding tikus yang tidak mengonsumsi zat adiktif tersebut.

Sementara eksperimen kedua dilakukan dengan pengujian pada 1.603 orang. Mereka menggunakan alat pelacak kebugaran selama tujuh hari.

Orang yang mengonsumsi lebih banyak bahan penyedap dan pengawet ternyata melakukan lebih sedikit olahraga atau aktivitas fisik. Secara keseluruhan, mereka juga lebih banyak duduk dibandingkan yang mengonsumsi sedikit micin atau penyedap.

Seperti dikutip dari laman The Independent, secara umum 25 persen orang dewasa di AS mengonsumsi tiga hingga empat kali jumlah fosfat yang disarankan setiap harinya.

Dan Mengutip dari laman Medical News Today, temuan ini membuat peneliti berharap ada perubahan dalam industri makanan seperti menerapkan label yang jelas.

“Saya pikir mungkin sudah saatnya bagi kita untuk mendorong industri makanan untuk menempatkan ini pada label sehingga kita dapat melihat berapa banyak fosfat masuk ke makanan kita,” kata peneliti dr Wanpen Vongpatanasin.

Oleh karena itu sangatlah pentingnya olahraga untuk kesehatan tubuh. Alternatif menarik yang bisa di pilih untuk berolahraga adalah olahraga kardio.

Olahraga satu ini dikenal efektif untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, dapat menurunkan berat badan, hingga dapat melindungi jantung dari ragam gangguan.

Namun, tak sedikit orang malas menjalani olahraga ini. Pasalnya diperlukan berbagai macam peralatan yang diperlukan untuk berolahraga. Mau tak mau, seseorang harus berkunjung ke pusat kebugaran.

Padahal, kardio tak selalu sesulit itu. Olahraga bisa dilakukan di rumah tanpa menggunakan alat-alat tertentu.

Berikut beberapa jenis olahraga kardio sederhana yang bisa Anda lakukan di rumah, seperti dikutip dari LiveStrong.

1. High knees
Lakukan pemanasan sebelum berolahraga demi menghindari cedera. Kardio bisa diawali dengan high knees.

Seperti namanya, seseorang hanya perlu mengangkat paha hingga setinggi perut. Saat kaki naik, tangan bersamaan menepuk paha. Usahakan pergantian kaki dilakukan dalam waktu cepat. Selain itu, jangan biarkan kaki terlalu lama di lantai.

2. Mountain climbers
Secara sekilas, gerakan mountain climbers mirip dengan posisi push up. Namun, berbeda dengan push up yang berfokus pada gerakan naik turun, mountain climbers memusatkan banyak gerakan pada bagian kaki. Jaga tubuh agar tetap lurus vertikal dan tarik kaki ke bagian dada secara bergantian. Agar lebih menantang, tarik kaki ke arah berlawanan.

3. Cross jack
Berbeda dengan jumping jack, gerakan cross jack berupa lompatan yang dilanjutkan dengan menyilangkan tangan dan kaki. Pada awalnya, posisikan tubuh tak ubahnya huruf X. Rentangkan kedua tangan dan kaki di posisi berjauhan. Gerakan keduanya hingga tangan kanan bersilangan dengan tangan kiri serta kaki kanan bersilangan dengan kaki kiri.

4. Burpee
Gerakan ini dapat membangun kekuatan tubuh secara total. Cukup berdiri dengan jarak kaki sejauh pinggul. Tempelkan kedua tangan di lantai, lalu lempar kaki ke belakang. Tarik lagi kaki ke depan dan melompat sembari angkat tangan tinggi-tinggi.

5. Stair sprint
Jika jalan kaki terasa membosankan, coba manfaatkan tangga rumah atau tangga di taman. Coba berjalan menaiki tangga secepat mungkin. Ambil napas perlahan saat berjalan kaki santai menuruni tangga.

Ulangi selama 10 menit atau hingga badan merasa lelah. Selamat mencoba!
Artikel Asli

Bagikan :

4 Rekomendasi Makan Soto Betawi Enak di Jakarta

soto-betawi1

Finroll.com – Sebagai warga atau pendatang di Jakarta, Anda pasti sudah sering menyantap berbagai makanan di Tanah Betawi ini.

Jakarta sendiri punya aneka makanan khas yang enak. Sebut saja ketoprak, kue rangi, dodol betawi, kerak telor, sampai soto betawi.

Berbeda dengan jenis soto lainnya yang punya kuah kuning dan bening, soto betawi memiliki kuah santan encer dan warnanya tak terlalu kuning.

Kuah santan dan jeroan, inilah ciri khas soto Betawi yang membedakannya dengan soto dari wilayah Indonesia lainnya. Paduan cita rasa soto Betawi ini terus dijaga turun temurun dari generasi ke generasi.

Sebagai kuliner yang berkembang di wilayah Betawi, cikal bakal Jakarta, soto ini diracik oleh penduduk asli Betawi. Awal mulanya, saat penjajah berkuasa, orang Betawi tak mampu membeli daging karena harga yang mahal.

Alhasil, masyarakat Betawi memanfaatkan jeroan seperti paru, babat, kikil dan isi perut lainnya yang sering kali jadi bahan yang terbuang dan tidak digunakan kaum elite kala itu. Orang Betawi mengolah jeroan itu dengan memadukannya bersama santan, salah satu bahan pokok orang Betawi yang juga digunakan di makanan khas Betawi lain seperti nasi uduk.

“Zaman dulu itu memakai jeroan karena orang Betawi menengah ke bawah. Enggak mampu beli daging,” kata generasi ketiga penerus soto Betawi H Maruf, Mufti Maulana Mukhlis, beberapa waktu lalu jelang hari ulang tahun Jakarta yang ke-492.

Menurut tradisinya, masyarakat Betawi menyantap soto untuk makan pagi hingga makan siang. Ini pula lah yang menjadi alasan beberapa warung Soto Betawi legendaris buka dari pagi, biasanya pukul 07.00 WIB dan tutup setelah makan siang, paling lama pukul 14.00 WIB. Secara khusus, tak ada resep baku untuk soto Betawi.

Setiap keluarga Betawi disebut punya resep dan takaran sendiri dalam meracik santan dan jeroan. Beberapa juga menambahkan dengan bahan pelengkap lain.

“Takarannya pakai perasaan saja. Setiap soto Betawi unik dan beda-beda,” kata Haji Anin, penerus soto Betawi H Husen di Manggarai, Jakarta.

Meski berbeda-beda, ada benang merah yang membuat soto Betawi disebut Soto Betawi.

Soto ini terbuat dari racikan kuah santan yang berisi jeroan, -saat ini ditambakan daging- dan disajikan bersama daun bawang, bawang goreng, dan emping. Ini merupakan isian wajib untuk soto Betawi. Selain itu, soto Betawi bisa ditambahkan dengan kentang atau perkedel dan tomat.
Isian lain dari itu, seperti bihun, mie, toge, kol, ayam dan lainnya yang umum di soto Nusantara, tak masuk dalam kategori bahan untuk soto Betawi.

Penyedap lain seperti kecap, cabai, acar, perasan jeruk limau, dan garan bisa ditambahkan sesuai selera.

Selain berkembang di masyarakat Betawi, soto Betawi juga dijajakan di warung makan yang masih dijaga keautentikannya. Umumnya, warung soto Betawi legendaris ini merupakan buatan dari warga Betawi asli setempat seperti Cikini, Pasar Rumput, Gandaria, dan Pondok Pinang.

Berikut rekomendasi soto Betawi legendaris dengan cita rasa yang khas nikmat :

1. Soto Betawi H Ma’ruf

Cikal bakal soto ini sudah ada sejak akhir masa penjajahan. Pada tahun 40-an Haji Ma’ruf yang merupakan orang Betawi asli Cikini bekerja serabutan. Ketika tak ada tawaran menjadi sopir atau kuli bangunan, dia memilih berjualan soto dengan cara dipikul dan berkeliling.

“Sampingan saja jualan soto ini kalau lagi enggak ada kerja serabutan,” kata cucu H Ma’ruf, Mufti Maulana Mukhlis yang kini meneruskan usaha itu di Warung Soto Betawi H Ma’ruf di Jalan Pramuka, Jakarta.

Barulah pada tahun 60-an, Ma’ruf mulai ‘ngetem’ di Pasar Kembang Cikini. Dari ngetem, Ma’ruf mulai mendirikan tenda yang bertahan hingga tahun 80-an sebelum digusur dan pindah ke depan Kelurahan Cikini. Tak berlangsung lama di tempat itu, Soto H Ma’ruf kemudian menetap di Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini.

Kini, selagi TIM tengah direvitalisasi, Soto Betawi H Ma’ruf dapat dinikmati di cabang di Pramuka, Gondangdia, dan sejumlah mal.

Hingga saat ini, Mufti menyebut masih menjaga resep yang diturunkan oleh kakeknya. Sebagai generasi ketiga, dia mendapatkan mandat untuk tidak boleh mengganggu resep soto Betawi itu. Dia hanya diperkenankan untuk berkreasi dengan menambah menu lain di warung makan tersebut.

Boleh dibilang soto Betawi H Ma’ruf merupakan soto Betawi paling ‘basic’ dibandingkan dengan soto Betawi lainnya. Paduan santan bersama jeroan dan daging yang diracik dengan rempah-rempah tanpa menggunakan MSG membuat soto ini memiliki rasa yang autentik.

Soto ini juga tidak menggunakan tambahan lain seperti kentang dan tomat, hanya bawang goreng, daun bawang, dan emping. Jangan lupa, jerohan sapi tentunya.

Untuk menghilangkan rasa amis jerohan dan memberikan tambahan rasa serta tekstur, jerohan dan daging yang sudah direbus tiga jam dengan berbagai bumbu ini digoreng sampai setengah kering.

2. Soto Betawi H. Husen

Penikmat soto sudah ramai berdatangan silih berganti sejak pagi ke warung kecil Soto Betawi H Husen yang sederhana tapi legendaris di Jalan Padang Panjang, Manggarai. Di warung depan warung terdapat spanduk besar bergambar H Husen yang menutupi sebagian warung.

Para pelanggan seolah tak ingin kehabisan soto Betawi berkuah kental kekuningan ini. Maklum, soto yang dibuka mulai pukul 07.00 WIB ini selalu habis setelah makan siang. Paling lama, porsi terakhir soto ini bertahan hingga pukul 14.00 WIB. Sebanyak 1 kwintal campuran daging sapi dan jeroan ludes terjual setiap harinya.Saat memasuki warung Soto Betawi H Husen, pembeli harus memesan di kasir dekat pintu masuk. Tersedia pilihan soto campur dan soto daging serta aneka minuman. Anda bisa memilih tempat duduk yang kosong dan mesti rela berbagi meja dengan pelanggan lain.

Tak sampai lima menit, soto Betawi panas datang menghampiri. Asap mengepul dari soto Betawi Haji Husen memiliki kuah santan kental yang berwarna kekuningan. Warna kuning ini berasal dari campuran rempah dan susu sapi encer. Rasanya gurih dan agak sedikit pedas.

Uniknya, takaran santan, susu, dan bahan lainnya dibuat tanpa takaran yang baku. Resep ini didapatkan dari kakek H Husen yang terus dijaga turun temurun sampai sekarang.

“Kami pakai susu encer yang literan. Ukurannya, saya selama ini enggak bisa ngukur, dirasa-rasa saja pakai perasaan sampai pas,” kata sepupu H Husen, Haji Anin yang kini melanjutkan usaha Soto Betawi H Husen sejak sang pemilik meninggal tiga tahun lalu.

Sementara itu, tampilan potongan daging berwarna cokelat pekat di bagian luar hasil dari penggorengan setelah direbus selama tiga jam. Bagian dalamnya, terasa lembut, empuk dan mudah digigit. Kuah santan pun meresap ke dalam daging sapi.

Soto ini hanya memiliki isian berupa daging dan jeroan, daun bawang, bawang goreng, dan emping. Kentang dan tomat tak ada di dalamnya.

Soto ala keluarga H Husen yang merupakan orang Betawi Pasar Rumput ini sudah ada sejak tahun 1975. Awalnya, warung soto ini berlokasi di Pasaraya Manggarai saat sebelum dibangun.

Setelah itu, Soto Betawi H Husen sempat pindah ke wilayah Guntur dan kemudian menetap di Jalan Padang Panjang dari tahun 1989 hingga saat ini.

3. Soto Jakarta Bang Madun

“Mantap bang,” kata salah seorang pelanggan yang datang dari Banjarmasin saat mencicipi Soto Jakarta Bang Madun di Jalan Barito 1.

Meski memilih memakai nama soto Jakarta ketimbang soto Betawi, soto Bang Madun ini tetap masuk dalam ‘keluarga’ soto Betawi. Yang membuatnya unik dan berbeda adalah tambahan bumbu kacang yang berminyak dan dibuat tanpa garam.

Bang Tavip yang saat itu bertugas, langsung sigap meracik pesanan setiap pelanggan yang datang ke petakan warung kecil Soto Jakarta Bang Madun berukuran 2,5 x 9,5 meter.

Meja dan kursi di warung ini di susun berdempetan mengelilingi area tempat meracik soto. Lokasi yang kecil membuat warung ini hanya cukup menampung 25 pembeli saja. Alhasil, jika sedang ramai terutama saat makan siang, Anda mesti bersabar mengantre.

Pertama sekali, Bang Tavip akan memotong daging dan jeroan yang telah rebus dan digoreng. Daging dan jeroan lalu dimasukkan ke dalam mangkuk. Berturut-turut setelahnya adalah daun bawang dan tomat.

Setelah itu, kuah soto dimasukkan ke dalam mangkuk dan dibuang kembali ke dalam panci kuah sebanyak dua kali. Barulah bumbu seperti garam, perasan jeruk, saus kacang, emping, kecap, dan kuah santan dimasukkan dan disajikan ke pelanggan.

Kuah santan soto Jakarta ini diracik dengan tambahan kaldu dan sedikit susu bubuk agar kuah mengental.

Paduan kuah santan dan kacang memberikan rasa sedap dan gurih yang dominan dari kacang. Pedas juga terasa dari bumbu kacang.

Aneka jeroan seperti babat, ampela, dan paru terasa lembut dan tidak amis maupun menggumpal. Rasa daging dan jeroan menyatu dengan racikan kuah santan dan bumbu kacang.

Resep yang kini ada di tangan generasi ketiga ini diciptakan oleh keluarga Bang Madun yang merupakan orang Betawi asli dari Cakung yang pindah ke Gandaria. Usaha soto ini dimulai dengan berjualan dengan dipikul, lalu menggunakan gerobak, dan membuka warung pertama kali di Mayestik.

Warung itu lalu pindah ke Taman Puring pada 1975 dan akhir tahun 80-an menetap di Jalan Barito 1. Warung Soto Jakarta Bang Madun buka mulai pukul 08.00 WIB hingga 21.30 WIB. Semangkuk soto beserta nasi dihargai Rp40 ribu.

4. Soto Betawi Sambung Nikmat

Alih-alih memakai nama sang pemilik H Ridwan, soto Betawi ini memilih menggunakan nama Sambung Nikmat. Asal mulanya, justru dari pelanggan yang mengetahui kenikmatan soto Betawi ini.

“Dulunya terkenal nikmatnya nyambung menyambung. Jadilah, Sambung Nikmat,”kata Suhada, generasi kedua penerus Soto Betawi Sambung Nikmat kepada CNNINdonesia.com.

Soto Betawi ini terbilang baru ketimbang soto legendaris lainnya. H Ridwan yang merupakan orang Betawi Pondok Pinang mulai membuka usaha soto rumahan di Jalan Ciputat Raya, Pondok Pinang pada tahun 1987.

Warung soto yang saat itu memiliki luas 60 meter persegi kini berkembang pesat menjadi 400 meter persegi yang mampu menampung lebih dari 100 pembeli dalam satu waktu. Soto Betawi Sambung Nikmat ini dibuka mulai pukul 08.00 WIB dan biasanya sekitar 70 kg campuran daging dan jeroan habis setelah makan siang pukul 14.00 WIB.

Kini, Betawi Sambung Nikmat diteruskan oleh Suhada, anak laki-laki pertama, sejak sang ayah meninggal dunia enam tahun lalu. Keaslian resep selama lebih dari tiga dekade masih terus dijaga.
Resep ini berasal dari keahlian otodidak H Ridwan yang hobi memasak. Dia kemudian memilih menekuti berjualan soto Betawi.

Soto Betawi Sambung Nikmat ini terkenal dengan kuah santan yang tidak kental dan berwarna merah. Tak ada campuran susu yang digunakan untuk soto Betawi ini. Murni santan encer.

Warna merah dan kuah santan yang berminyak berasal dari tambahan cabai merah giling. Inilah yang menyebabkan rasa soto ini gurih kepedasan.
Kuah santan dan kaldu lalu disiram ke dalam campuran daging, jeroan, tomat, dan daun bawang yang sudah tertata dalam piring, alih-alih menggunakan mangkuk. Bawang goreng serta perasan jeruk disajikan terpisah.

Menurutnya, daging sapi terasa lebih alot setelah direbus selama 1,5 jam.

“Daging direbus beberapa kali, sampai 1,5 jam. Setelah direbus pertama, daging dikencengin, terus dipotong halus dan rebus kembali,” ungkap Suhada.

Karena tak menggunakan campuran susu, soto ini juga tahan hingga satu pekan.

Soto Betawi Sambung Nikmat dijual dengan harga yang lebih mahal dibanding soto legendaris lainnya yakni Rp75 ribu.

 

 

 
Artikel Asli

Bagikan :

Desa Ini Terkenal Seantero Dunia Berkat Mural di Sawah

Inakadate

Finroll.com  – Jepang menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat dunia. Hal ini lantaran Jepang memiliki keindahan alam, budaya dan masyarakatnya yang ramah. Bukan hanya itu Jepang juga selalu menarik untuk dikunjungi lantaran inovasinya yang mengagumkan.

Seperti sebuah desa di Inakadate Jepang, yang mampu menarik ratusan ribu wisatawan setiap tahunnya hanya untuk melihat mural seni yang indah yang terbuat dari beras berwarna berbeda.

Awalnya, ide ini muncul sebagai bagian dari upaya revitalisasi pada awal 90-an, desa Inakadate memutuskan untuk membuat mural raksasa menggunakan tujuh warna beras yang berbeda, menurut My Modern Met. Untuk mewujudkan hal itu lebih dari seribu penduduk setempat datang untuk menjadi sukarelawan dan bekerja bersama untuk menanam padi.

Dilansir dari laman Nextshark, setiap bulan April desa itu akan menggelar sebuah konferensi untuk memutuskan apa yang akan desain untuk tahun depan yang biasanya dibuat menurut gambar cerita rakyat setempat. Salah satu contoh desain mereka adalah Yamato no Orochi, ular delapan bercabang dan Susasnoo, Dewa laut dan badai Shinto. Yang lainnya termasuk Momotaro, cerita rakyat bocah persik.

Setelah memutuskan desain apa yang akan dibuat, pejabat membuat maket digital untuk guru seni yang kemudian mengubahnya menjadi gambar konsep. Setelah itu, spidol ditempatkan di ladang untuk memetakan gambar sebelum padi ditanam. Proses perencanaan pun memakan waktu hingga tiga bulan untuk menyelesaikan.

“Kami tidak berpikir seni padi akan menjadi sepopuler sekarang,” kata wakil walikota, Yukio Kasai.

Kini sawah yang terbentang luas itu berhias mural yang berasal dari 7 tanaman padi dengan varietas berbeda. Keseluruhannya bibit padi ditanam dengan teknologi tinggi yang melibatkan ribuan orang setiap tahunnya.

“Sekarang, orang-orang di mana saja dari Tokyo ke Osaka menghubungkan Inakadate sebagai desa dengan seni padi.”
Artikel Asli

Bagikan :

12 Wisata Jambi yang Masuk List Wajib Dikunjungi

Candi-Muaro

Finroll.com  – Wisata Jambimenjadi destinasi yang tak boleh terlewatkan saat berkunjung ke provinsi satu ini. Jambi adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di pesisir timur Pulau Sumatera. Provinsi Jambi terdiri dari 11 Kabupaten/Kota. Wisata Jambi menjadi salah satu potensi besar yang dimiliki provinsi ini.

Wisata Jambi menawarkan serangkaian pilihan rekreasi yang cukup beragam. Mulai dari wisata alam, sejarah, hingga rekreasi buatan yang begitu sayang dilewatkan. Sarana dan prasarana yang disediakan di berbagai wisata Jambi ini juga sudah dikelola dengan baik.

Jika Anda berkunjung ke provinsi Jambi, serangkaian pilihan wisata Jambi ini patut disambangi. Berikut pilihan wisata Jambi yang berhasil redaksi rangkum dari berbagai sumber, Kamis (20/6/2019).

Taman Rimba

Jambi memiliki versi Taman Mini-nya sendiri. Taman Rimba menjadi destinasi andalan wisata Jambi.

Dengan luas 10 Ha, taman ini berisi hewan endemik langka yang dilestarikan di Provinsi Jambi. Di taman ini terdapat rumah adat tiap daerah atau kabupaten se Provinsi Jambi. Taman Rimba terletak di Jl. Sunaryo, Kecamatan Jambi Selatan, 7 km dari pusat kota dan 500 m dari Bandara Sultan Taha.

Taman Anggrek Sri Soedewi

Jika Anda penggemar bebungaan, taman ini cocok disambangi. Wisata Jambi satu ini menyajikan lebih dari 60 jenis bunga anggrek di taman seluas 2,5 hektar.

Tersedia pula informasi mengenai cara perawatan anggrek yang baik dan tepat sesuai dengan jenisnya. Tanaman anggrek ini berada di Jalan Ahmad Yani atau di depan Kantor Gubernur Jambi.

Geopark Merangin

Wisata alam satu ini terletak di Kabupaten Merangin.Geopark merangin tidak hanya menawarkan arung jeram saja tetapi keunikan fosil flora berusia 350 juta tahun juga menjadi daya tarik tersendiri. Kawasan ini masih diselimuti hutan lebat dengan beragam jenis tanamannya. Untuk mencapai lokasi ini dibutuhkan waktu sekitar 6 jam dengan menggunakan mobil dari Jambi, Ibukota provisi Jambi.

Tanggo Rajo

Tanggo Rajo menawarkan pemandangan Sungai Batanghari yang merupakan sungai terpanjang di Sumatera. Selain pemandangan Sungai Batanghari dan matahari terbenam, Anda juga bisa menikmati kuliner yang banyak dijual di warung tenda sekitar tempat wisata ini.

Tanggo rajo berada di kawasan depan Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jl. Sultan Taha, Kecamatan Pasar Jambi. Kawasan ini sering menjadi tujuan rekreasi keluarga.

Jembatan Gentala Arasy

Jembatan ini adalah Jembatan untuk pejalan kaki dengan bentuk berkelok-kelok dan terbentang di atas Sungai Batanghari di sini Anda bisa dengan gratis menikmati pemandangan dari atas jembatan. Di ujung jembatan terdapat Menara Gentala Arasy yang merupakan museum tentang sejarah berkembangnya Islam di Kota Jambi.

Selain museum, di sini juga menjadi pusat kuliner dan nongkrong pada sore dan malam hari.

Gunung Kerinci

Gunung Kerinci adalah gunung tertinggi di Sumatra, gunung berapi tertinggi di Indonesia, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Gunung Kerinci terletak di Provinsi Jambi, di Pegunungan Bukit Barisan.

Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatra dan badak sumatra. Gunung Kerinci dapat ditempuh melalui darat dari Kota Jambi menuju Kota Sungaipenuh melalui Bangko. Dan bisa juga jalur udara dari Bandara Internasional sultan thaha menuju Bandara Depati Parbo di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi.

Air terjun tegan kiri

Air terjun tegan kiri adalah salah satu objek wisata alam yang terdapat di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Air terjun ini memiliki panorama alam yang sangat indah dan masih asri dengan ketinggian 10 meter. Sumber air terjun tegan kiri dari perbukitan dengan ketinggian 26 meter.

Danau Sipin

Obyek wisata Danau Sipin merupakan salah satu potensi wisata yang dimiliki Kota Jambi. Danau Sipin memiliki pemandangan panorama yang khas, dengan deretan perumahan khas melayu Jambi. Danau Sipin pada hakikatnya termasuk kategori Danau Laguna karena permukaan airnya dipengaruhi Sungai Batanghari melalui Anak Sungai Legok sebagai penghubungnya.

Candi Muaro Jambi

Wisata Jambi bersejarah ini berada di Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, atau sekitar 26 km dari pusat kota Jambi. Candi yang disebut-sebut sebagai peninggalan masa Hindu-Buddha ini merupakan yang terluas di Asia Tenggara. Luasnya mencapai 12 kilometer persegi atau delapan kali luas Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

Masjid Seribu Tiang

Nama resmi masjid ini adalah Masjid Agung Al-Falah. Masjid Seribu Tiang adalah masjid paling bersejarah sekaligus terbesar di Provinsi Jambi. Masjid ini berada tepat di jantung Kota Jambi.

Berdiri di atas lahan 2,7 hektare, masjid ini mampu menampung 10 ribu jemaah. Di sekeliling masjid juga terdapat lokasi bersejarah lain, seperti Pasar Tradisional Angsoduo, menara air peninggalan Belanda, serta Museum Perjuangan Jambi.

Taman Makam Raja-Raja

Makam Rajo-Rajo ini merupakan tempat pemakaman Sultan Mahmud Mahidin bersama istrinya R. Isah. Sultan Mahmud Mahidin memerintah Kesultanan Jambi antara 1821 hingga 1826.

Di kompleks pemakaman ini juga terdapat makam Raden Muhammad Tahir atau biasa disebut Raden Mattaher. Raden Mattaher dikenal sebagai salah satu pejuang yang melawan kolonial Belanda.

Ia merupakan penerus perjuangan Sultan Thaha Syaifudin yang merupakan salah satu sultan ternama di Jambi. Lokasi makam Rajo-Rajo berada di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Legok, Kota Jambi.

Museum Negeri Jambi

Museum ini dibangun menyerupai Rumah Kajang Lako yang merupakan rumah adat di Jambi. Di sini, Anda bisa menemukan banyak koleksi benda bersejarah dan bernilai seni budaya Jambi dari masa ke masa seperti peralatan berburu, anyaman khas Jambi, batik tenun dengan motif bunga yang khas dan juga binatang yang diawetkan. Wisata sejarah ini berada di Jalan Urip Sumoharjo Nomor 1, Jambi.
Artikel Asli

Bagikan :

Ponggok, Mata Air Pembawa Berkah

ponggok

Finroll.com – Jika ada penghargaan bagi daerah yang mempunyai mata air terbanyak, mungkin kabupaten Klaten, di Jawa Tengah, akan menjadi pemilik penghargaan itu. Bagaimana tidak, Kabupaten Klaten di tenggarai mempunyai puluhan sampai dengan seratusan sumber air, atau mata air. Atau yang dalam bahasa setempat dikenal juga dengan nama umbul.

Anugrah dari yang Maha Kuasa ini juga membuat Klaten menjadi salah satu sentra padi di Indonesia. Hampir sebagian besar desa di Klaten, Jawa Tengah, bergantung pada bidang pertanian sebagai satu-satunya sumber penghasilan. Kecuali satu desa di kecamatan Polanharjo, yaitu desa Ponggok.

18 tahun yang lalu, Ponggok merupakan desa miskin, dan bahkan masuk ke dalam golongan IDT (Infrastruktur Desa Tertinggal). Dengan andalan penghasilan desa yang sama dengan desa yang lainnya, yaitu pertanian. Yang notabene harus menunggu 4 bulan untuk menangguk hasil panen. Sampai beberapa tahun kemudian pun pendapatannya hanya Rp80 juta/tahunnya. Adalah seorang Junaedhi Mulyono yang merubah Desa Ponggok dari tertinggal menjadi terkaya, dengan wisata mata air sebagai andalan penghasilannya.

Junaedhi menggandeng pihak akademika dan para ahli untuk melihat dan berusaha memaksimalkan potensi alam desa, yang salah satunya adalah air yang cukup melimpah yang mucul dari mata air. Yang pada masa lalu hanya berfungsi sebagai tempat mandi dan menuci saja. Sampai terwujudnya wisata bawah air ponggok seperti sekarang ini , dengan penghasilan desa hampir mencapai Rp16 milyar/tahunnya. Bahkan menjadi salah satu ikon wisata Kabupaten Klaten.

Direktur Bumdes (badan usaha milik desa) Ponggok, Joko Winarno, saat ditemui Mongabay pada Maret 2019 lalu, mengatakan bahwa rata-rata pengunjung ekowisata Umbul Ponggok adalah 30.000 pengunjung per bulannya dengan penghasilan Rp9 milyar/tahunnya dari umbul. Dan 65 % penghasilan desa memang datang dari sektor pariwisata. Yaitu foto bawah air yang digagas Junaedhi Mulyono, yang kemudian di jaman serba media sosial seperti sekarang ini, menjadi viral dan sangat terkenal.

Joko mengatakan lebih lanjut, bahwa pihak desa sangat menyadari, bahwa yang dilakukan desa beberapa waktu sebelumnya baru meliputi asas 2 P dari 3 P yang dianjurkan dalam pembangunan yang berkelanjutan. 2 P itu adalah “People” dan “Profit”, yang mana ini sudah terwujud dengan baik, dan mengangkat warga desa ke kehidupan yang lebih sejahtera, melalui mata airnya.

Tinggal satu P yang sekarang memang sedang dilakukan dan digalakkan pada penduduk desa, yaitu Planet, atau dengan kata lain memelihara alam desa Ponggok, sehingga bisa dinikmati oleh generasi-generasi berikutnya.

Pengelolaan yang benar akan sumber alam desa, akan menjamin kelestarian dan keberlangsungannya. Di Desa Ponggok sendiri terdapat 4 mata air, yaitu mata air Ponggok, Sigedang, Kapilaler, dan Besuki.

Masyarakat yang berbondong-bondong datang untuk mengunjungi ekowisata Umbul Ponggok, tidak hanya membawa rupiah, tetapi mereka juga membawa sampah. Dan ini menjadi titik tolak yang menggedor kesadaran kades beserta aparat desa yang lainnya, untuk memikirkan masalah keberlangsungan dan kelestarian ini.

Umbul Ponggok yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk menarik wisatawan, tidak lagi diterapkan kepada umbul yang lainnya. Umbul Kapilaler misalnya, dibiarkan alami seperti apa adanya, dan memang cukup ramai juga didatangi wisatawan. Wisatawan dapat mandi dan bersnorkling di Umbul Kapilaler dengan nuansa alami, dengan ikan-ikan yang berseliweran kesana kemari, yang sengaja dipelihara di sana. Ikan-ikan yang ditebar adalah ikan-ikan yang memang sesuai dengan habitatnya.

Keterlibatan masyarakat melalui Pokdarwis, karang taruna, dan ibu-ibu PKK setempat dalam menjaga lingkungannya mulai diaktifkan. Selain menjaga agar Desa Ponggok selalu bersih dari sampah dengan tidak membuang sampah sembarangan, warga Desa Ponggok juga berusaha menanam pohon di hulu atau lereng merapi. Menurut Joko, mungkin ini sedikit sekali artinya, tapi setidaknya, warga berharap selain di desa, kelestarian juga terjaga di bagian awal atau hulunya.

Beberapa peraturan tentang kelestarian alam pun mulai digodok di desa, diantaranya adalah menerapkan peraturan desa tentang pembangunan rumah yang harus menyisakan halaman tanah sebagai serapan air.

Menjaga sungai tetap bersih pun menjadi salah satu program desa. Melalui program water defender, desa Ponggok mulai menanami sungai mereka dengan ikan. Dengan begitu pemerintah desa berharap, tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah ke sungai karena sungkan melihat sungainya penuh dengan ikan. Dan tim water defender juga selalu mengingatkan warga desa yang masih bandel membuang sampah ke sungai. Dilarang menyetrum ikan dan perburuan liar terutama burung, juga dilakukan di Desa Ponggok.

Selain mata air sebagai ekowisata , sektor perikanan juga menjadi salah satu andalan pendapatan desa, dan dalam hal ini ikan Nila Merah. Program satu rumah satu empang/ kolam ikan, menjadi salah satu yang didorong desa kepada warganya. Dalam seminggu, Desa Ponggok menghasilkan satu ton lebih ikan, yang diikuti juga berbagai varian produknya seperti abon ikan dan lain sebagainya.

Penghasilan desa Ponggok yang luar biasa ini, disalurkan desa untuk berbagai kesejahteraan masyarakatnya, termasuk jaminan kesehatan dan pendidikan, dengan program satu rumah satu sarjana. Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani pun angkat topi untuk keberhasilan Ponggok dalam mengelola desanya.

Alam akan memberi hasil yang melimpah kepada kita, jika kita menjaganya dengan baik. Mungkin hal itu yang sedang coba diterapkan warga Ponggok terhadap alamnya. Karena Desa Ponggok yang sekarang, dari desa yang tertinggal menjadi desa yang kaya dan maju, karena berkah dari alamnya. Dan oleh sebab itu, pelestarian yang dilakukan warga Desa Ponggok sekarang ini, merupakan wujud terima kasih mereka kepada alamnya.
Artikel Asli

Bagikan :

Bekas Pabrik Gula, Rest Area Tol Banjaratma Brebes Jadi Destinasi Favorit Pemudik

52502396

Finroll.com – Dioperasikan sejak 17 Maret 2019 lalu, kehadiran Rest Area KM 260B Banjaratma, Brebes di Tol Pejagan – Pemalang mulai dilirik perhatian. Di musim lebaran ini, namanya mulai dibicarakan para pemudik.

Digadang-gadang sebagai rest area terindah di Indonesia, eks pabrik gula PG Banjaratma ini juga punya banyak hal menarik.

Berlokasi di Tol Pejagan – Pemalang, Rest Area KM 260B Banjaratma merupakan kreasi terbaru dari sinergi BUMN. Sebelum jadi seperti sekarang ini, dahulu rest area ini merupakan bekas pabrik gula PG Banjaratma.

Sejarahnya, dahulu eks pabrik gula itu beroperasi di tahun 1913 di bawah Belanda sebelum akhirnya harus gulung tikar di tahun 1998 akibat tingginya biaya operasional. Tak berapa lama, bangunan itu pun ditetapkan sebagai cagar budaya.

Dari yang tadinya tak terurus, sinergi BUMN pun melirik PG Banjaratma karena lokasinya yang dekat sekali dengan jalan tol. Pemugaran pun dimulai hingga saat ini walau belum beres 100%. Namun, PG Banjaratma kembali berdenyut sebagai rest area kekinian. berikut 4 hal menarik res area Banjaratma Brebes: 1. Masjid berornamen batu bata merah

Rest Area Banjaratma, Brebes, juga menyediakan fasilitas masjid untuk pemudik atau pengunjung yang menjalankan ibadah shalat. Masjidnya dirancang dengan ornamen batu bata merah.

Bagian ventilasi masjid juga dirancang menarik, yakni celah-celah batu bata yang tersusun rapi dan terdapat di banyak tempat sehingga membuat masjid menjadi sejuk. 2. Taman dan kebun binatang mini

Di Rest Area Banjaratma ada taman berupa kebun binatang mini yang isinya buung-burung dan kelinci, tempat ini sangat menarik perhatian khusunya bagi anak-anak. 3. Bangunan bekas cagar budaya

Rest area atau Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) Banjaratma jika dilihat dari fisik bangunannya memiliki ornamen klasik. Dulunya, bangunan di rest area ini merupakan bekas Pabrik Gula Banjaratma yang didirikan pada 1908 oleh perusahaan perkebunan yang berpusat di Amsterdam, Belanda, NV Cultuurmaatschappij. Area eks tungku di Rest Area KM 260B Heritage-Banjaratma(Dok. PT PP Sinergi Banjaratma) 4. Ada Spot Instagramable, Lokomotif dan Air Mancur

Di bagian luar terdapat lokomotif lama yang dahulu digunakan untuk mengangkut tebu sebelum diolah menjadi gula dan Air mancur. Kini, setiap sudutnya tak lolos dari incaran milenial yang mencari foto Instagramable. [berbagai sumber]
Artikel Asli

Bagikan :

Menengok Istana Warisan Kesultanan Islam di Nusantara

istana-raja-gowa

Islam yang diyakini masuk ke nusantara pada abad ke-7 Masehi meninggalkan warisan yang sangat banyak dan tersebar di seluruh pelosok Tanah Air. Bentuk peninggalan sejarah Islam di Indonesia juga sangat beragam karena ajaran Islam mencakup semua segi kehidupan. Sebagian besar peninggalan Islam itu merupakan hasil perpaduan budaya Islam dengan budaya setempat.

Menurut para ahli antropologi, terjadinya perpaduan budaya ini membuktikan bahwa penyebaran Islam di Indonesia dilakukan dengan cara-cara damai tanpa adanya usaha menghapuskan kebudayaan yang telah ada. Peninggalan-peninggalan sejarah Islam di Indonesia hadir dalam beragam bentuk, seperti masjid, istana, makam, kaligrafi, dan karya sastra. Untuk masjid, kita mengenal Masjid Agung Demak, Masjid Kudus, Masjid Agung Banten, Masjid Katangka (Sulawesi Selatan), dan Masjid Sunan Ampel (Surabaya).

Bagaimana dengan istana?

Istana atau keraton peninggalan sejarah Islam pun tersebar di Tanah Air, mulai dari Istana Maimun di Sumatra Utara, Istana Kesultanan Ternate dan Tidore di Maluku, Keraton Kasepuhan dan Kanoman di Cirebon, Keraton Kesultanan Yogyakarta, sampai Istana Raja Gowa di Sulawesi Selatan. Mari kita kunjungi tiga di antara istana-istana tersebut.

Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan tapak sejarah penting. Ia merupakan pusat pemerintahan sekaligus pusat penyebaran Islam di Jawa Barat. Sekarang ini, Keraton Kesepuhan memiliki museum yang cukup lengkap, antara lain, berisi benda pusaka dan lukisan koleksi kerajaan. Salah satu koleksi yang dikeramatkan, yaitu kereta Singa Barong. Kini, kereta itu tak lagi dipergunakan dan hanya dikeluarkan tiap 1 Syawal untuk dimandikan.

Keraton Kasepuhan didirikan pada 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II (cicit dari Sunan Gunung Jati) yang menggantikan takhta dari Sunan Gunung Jati pada 1506. Keraton Kasepuhan awalnya bernama Keraton Pakungwati. Sebutan Pakungwati berasal dari nama Ratu Dewi Pakungwati binti Pangeran Cakrabuana yang menikah dengan Sunan Gunung Jati. Dewi Pakungwati wafat pada 1549 dalam usia sangat lanjut. Namanya lalu diabadikan sebagai nama keraton, yaitu Keraton Pakungwati yang sekarang dikenal sebagai Keraton Kasepuhan.

Secara arsitektur, bangunan dan interior Keraton Kasepuhan menggambarkan berbagai macam pengaruh, mulai dari gaya Eropa, Cina, Arab, maupun budaya lokal yang sudah ada sebelumnya, yaitu Hindu dan Jawa. Semua elemen atau unsur budaya di atas melebur menjadi satu pada bangunan Keraton Kasepuhan tersebut.

Istana Maimun

Bangunan indah ini merupakan salah satu ikon Kota Medan, Sumatra Utara. Didesain oleh arsitek Italia, istana ini dibangun oleh Sultan Deli Makmun al-Rasyid Perkasa Alamsyah pada 1888. Sebagai warisan Kesultanan Melayu-Deli, Istana Maimun didominasi warna kuning khas Melayu.

Istana ini terdiri atas dua lantai yang dibagi menjadi tiga bagian: bangunan utama, sayap kiri, dan sayap kanan. Sekitar 100 meter di depan istana, berdiri Masjid al-Maksum yang kini dikenal sebagai Masjid Agung Medan. Memiliki luas total 2.772 meter persegi, Istana Maimun kini menjadi tujuan wisata. Selain berserajah dan berusia tua, istana ini banyak dikunjungi wisatawan juga karena arsitekturnya yang unik, yakni memadukan unsur budaya Melayu dengan gaya arsitektur Islam, Spanyol, India, dan Italia.

Sekarang, Sultan Deli tak lagi memiliki kekuasaan politik. Namun, garis suksesi takhta masih terus berlanjut hingga saat ini.

Istana Raja Gowa

Masyarakat Sulawesi Selatan lebih mengenalnya sebagai Istana Balla Lompoa. Dibangun pada 1936, istana yang terbuat dari kayu ini terakhir kali ditempati oleh Raja Gowa XXXVI Andi Idjo Karaeng Lalolang.

Pada zaman dulu, istana ini berfungsi sebagai tempat kediaman dan pertemuan para pemangku adat Kerajaan Gowa. Tapi, saat ini istana dialihfungsikan sebagai museum untuk mengenang perjalanan sejarah Kerajaan Gowa. Berlokasi di Kota Sungguminasa, Gowa, istana ini bisa dicapai dengan 30 menit perjalanan dari Kota Makassar.

Kerajaan Gowa tercatat sebagai salah satu kerajaan paling tua di wilayah Indonesia ti mur, selain Kerajaan Luwu dan Kerajaan Bone. Kerajaan Gowa juga berperan besar dalam penyebaran Islam di wilayah Sulawesi. Wila yah kerajaan ini sekarang berada di ba wah Kabupaten Gowa dan beberapa bagian daerah sekitarnya. Pemimpin paling terkenal dari kerajaan ini bergelar Sultan Hasanuddin yang pernah mengobarkan Perang Makassar (1666- 1669) untuk melawan kezaliman VOC.
Artikel Asli

Bagikan :

Waktu Operasional Museum di Kawasan Kota Tua Ditambah

kota-tua

Finroll.com  – Setelah tidak beroperasi pada hari pertama lebaran, kini beberapa objek wisatayang berada di bawah pengelolaan Pemerintah Daerah DKI Jakarta akan menambah waktu operasional untuk para pengunjung yang datang di hari kedua lebaran.

Pihak Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua menyampaikan, jam berkunjung ke berbagai museum di kawasan wisata sejarah di Jakarta Barat tersebut akan diperpanjang hingga pukul 20.00 WIB.

Ini artinya waktu berkunjung ditambah tiga jam, jika dibanding waktu biasanya yang hanya sampai pukul 17.00 WIB.

Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, Norviadi Setio Husodo, menuturkan perpanjangan waktu buka museum-museum di kawasan Kota Tua itu berdasarkan peraturan baru Gubernur DKI Jakarta dan diberlakukan mulai tanggal 6 Juni 2019 hingga seterusnya.

Untuk itu, ia menambahkan, pada hari kedua Lebaran yang jatuh 6 Juni, semua museum di kawasan wisata Kota Tua dibuka hingga pukul 20.00 WIB.

“Selama berada di Kota Tua, pengunjung bisa menikmati wisata sejarah ke museum-museum, bisa berswafoto dengan berbagai gedung di sana, bisa menikmati Kali Besar Timur dengan nuansa bangunan cagar budaya di sekitarnya,” ujar Norviadi seperti yang dikutip dari Antara, Kamis (6/6).

“Saya yakin kawasan wisata Kota Tua bisa menjadi daya tarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan.”

Menurutnya ada beberapa museum yang dapat dikunjungi di kawasan Kota Tua, yakni Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, Museum Bank Indonesia, Museum Bank Mandiri, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Bahari, Museum Magic Art 3D.

Dalam Museum Sejarah Jakarta, ia menambahkan, para pengunjung bisa melihat bangunan dapur khas masyarakat Betawi zaman dulu dan beberapa barang peninggalan kolonial Belanda. Di museum ini, pengunjung juga bisa melihat penjara pada masa penjajahan Belanda.

Namun bila ingin melihat berbagai koleksi wayang dari seluruh Indonesia, pengujung bisa mampir ke Museum Wayang.

Sementara di Museum Bank Indonesia, pengunjung dapat menyaksikan film sejarah Bank Indonesia di ruang teater. Para pengunjung juga bisa melihat berbagai koleksi uang dari jaman dulu sampai yang terbaru yang disimpan di ruang numismatik.

Sedangkan museum terbaru di Kota Tua adalah Museum Magic Art 3D, yang menyajikan berbagai lukisan tiga dimensi yang menarik untuk berswafoto.

Salah satu wisatawan dari Cikarang bernama Ester Dearaujo (17) mengaku senang dengan konsep wisata museum di kawasan Kota Tua, dan dia menilai

Tarif tiket masuk ke museum-museum di kawasan kota tua juga cukup terjangkau. Sebagai contoh, tiket masuk ke Museum Sejarah Jakarta dan Museum Wayang hanya dibanderol Rp5.000.

Sementara itu harga tiket masuk ke Museum Magic Art 3D adalah Rp60 ribu untuk orang dewasa, Rp40 ribu untuk anak-anak hingga remaja 17 tahun, dan Rp20 ribu untuk balita (3-5 tahun).

Selain mengunjungi museum, para pengunjung kawasan wisata Kota Tua juga dapat melakukan berbagai aktivitas lainnya, seperti bermain sepeda ontel warna-warni yang disewakan, berfoto atau berswafoto dengan manusia patung dan orang-orang berkostum, mencoba jasa pembaca garis tangan, hingga kuliner.
Artikel Asli

Bagikan :