Advs

Pariwisata

tanjungtinggi

Keindahan Wisata Belitung

Keindahan Wisata Belitung terkenal dengan keindahan wisata alamnya yang memikat hati ribuan wisatawan untuk berkunjung ke pulau ini setiap bulannya. Keindahan tempat wisata belitung semakin kesohor ketika pulau ini mejadi latar tempat dari film yang cukup fenomenal, laskar pelangi.

Maka tak heran apabila saat ini banyak orang menyebut pulau belitung sebagai negeri laskar pelangi untuk yang ingin wisata belitung. Karena belitung merupakan sebuah pulau, maka tempat wisata andalan yang ada di belitung adalah pantainya yang terkenal indah dan memiliki karakteristik yang dapat membedakannya dengan pantai-pantai lain yang ada di Indonesia.

Jika anda pernah menonton film laskar pelangi, tentu anda tahu salah satu keunikan yang ada di pantai belitung. Selain dikenal dengan pulau Negeri Laskar pelangi, Pulau Belitung ini akan memanjakan anda yang gemar dengan olahraga laut seperti diving, snorkling, berenang dan lain sebagainya.

Untuk menikmati keindahan obyek wisata belitung anda dapat menempuh dua pilihan transportasi menuju pulau ini. Pertama lewat jalur udara, jaraknya sekitar 1 jam perjalanan dari jakarta. Kedua lewat jalur darat, yang tentu jarak tempuhnya yang jauh lebih lama daripada jalur udara. Ketika anda sampai ke belitung, tentu anda ingin menikmati keindahan tempat wisata di belitung yang terkenal indah itu kan?

Berikut ini tempat wisata paling terkenal di Belitung :

  • Pantai Tanjung Tinggi

Anda tahu adegan di film laskar pelangi saat anak-anak sd muhammadiyah belajar dan bermain di pantai? Mereka bermain dan belajar di pantai ini, pantai tanjung tinggi. Keindahan pantai tanjung tinggi terletak pada pasirnya yang sangat putih serta airnya yang jernih. Selain itu, batu granit yang berjejer di pinggir pantai merupakan ciri khas dari pantai belitung, dan batu granit yang ada di pantai tanjung tinggi merupakan batu-batu yang paling besar diantara pantai lain.

  • Pantai Lengkuas

Banyak yang bependapat bahwa tempat terbaik, terindah, dan paling khas dari wisata belitung adalah pulai ini. Anda dapat mencapai pulau ini dengan menggunakan perahu nelayan dari pantai tanjung kelayang dengan perjalanan kurang lebih 30 menit. Begitu sampai di pulau lengkuas ini, anda akan disuguhi pemandangan yang tidak biasa, batu-batu granit seolah bertebaran begitu saja di tengah laut, menjadikan pulau ini menjadi sangat khas.

Di pulau ini juga terdapat mercusuar yang sangat tinggi dan masih berfungsi. Tingginya sekitar 12 lantai. Apabila memiliki cukup energi, anda wajib menaiki mercusuar ini untuk melihat pemandangan menakjubkan yang ada di sekitar. Hamparan pasir putih, laut biru, dipadu dengan batu granit yang bertebaran indah. Pemandangan 360 derajat dapat anda lihat melalui mercusuar ini ke sekeliling pulau.

  • Pantai Tanjung Kelayang

Pantai tanjung kelayang terletak di desa keciput, sijuk, Belitung. Pantai ini pernah menjadi tuan rumah sail belitong pada tahun 2011. Keindahan pantai ini sudah terkenal di seantero belitung, bahkan Indonesia. Ciri khas pantai ini sama seperti pantai-pantai belitung lainnya. Pasir putih, air jernih, serta batu-batu granit yang bertebaran di pinggir pantai hingga laut. Nama kelayang sendiri diambil dari nama burung, karena di pantai ini terdapat batu granit yang mirip dengan burung kelayang.

Itulah beberapa tempat wisata di Belitung yang paling terkenal keindahannya. Sebenarnya masih banyak obyek wisata lainnya yang tak kalah indah, seperti pantai tanjung pendam, pulau burung, pantai tanjung kiras, pantai marina, pantai teluk gembira, pantai tanjung pesona, pulau batu dinding, bukit perahu, tanjung binga, dan puluhan destinasi lainnya.

Baca Juga : 7 Film Terpopuler Sepanjang Masa

Bagikan :

Jembatan Gantung Situ Gunung, Jembatan Gantung Terpanjang di Sukabumi

Jembatan Gantung Situ
Situgunung Park di Sukabumi menjadi lokasi yang banyak dikunjungi wisatawan saat momen liburan. Selain punya destinasi wisata alam yang masih alami, yaitu Curug Sawer dan danau Situgunung, tempat ini juga bakal dilengkapi dengan jembatan yang diklaim sebagai jembatan gantung terpanjang di Indonesia.

Secara lokasi Jembatan Gantung di Sukabumi ini masuk kedalam wilayah Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP). Jembatan setinggi 150 meter ini juga membentang cukup jauh yakni sepanjang 240 meter. Tak heran bila dari kejauhan sangat terlihat cantik namun juga bisa memacu adrenalin. Lokasinya tak jauh dari danau atau situ gunung, jembatan ini sendiri nantinya akan menghubungkan 3 kawasan wisata yang ada disekitar situ gunung seperti kawasan camping ground, curug sawer dan danau situ gunung.

Sebenarnya jembatan serupa juga bisa kita jumpai dikawasan Taman Nasional Gede Pangrango dikawasan Cibodas saat menuju curug cibereum yakni Canopy Trail. Bahkan dipenghujung jembatan juga sama yakni bisa menyaksikan sebuah air terjun yaitu curug cimacan. Namun panjangnya canopy trail tak sepanjang jembatan gantung yang ada di Situ Gunung Sukabumi ini.

Jembatan yang pada bagian bawahnya dibuat dari papan ini semakin terlihat keren dengan adanya besi dan tali disepanjang pinggir sisi jembatan. Foto dengan latar belakang jembatan gantungpun menjadi pemandangan yang akan dijumpai bahkan saat mencoba melintasinya banyak wisatawan yang berfoto ditengah-tengah jembatan.

Secara administratif jembatan gantung sukabumi ini berada di Kampung Pesanggrahan, RT 33/08, Desa Gunung Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Untuk menuju ketempat ini kalian tinggal arahkan maps kalian menuju kawasan situ gunung Sukabumi. Lokasinya tak jauh dari danau atau camping ground.

Salah satu alasan mengapa jembatan gantung ini dibuat adalah selain sebagai objek wisata baru juga sebagai langkah mempersingkat waktu tempuh menuju curug sawer jika kita dari danau atau camping ground. Biasanya dibutuhkan waktu 1-1.5 jam menyusuri hutan dan mengitari danau jika ingin menuju kawasan curug sawer. Namun dengan hadirnya jembatan gantung ini waktu tempuh menuju curug menjadi lebih singkat yakni 10-15 menit saja.

Baca Juga : Pesona Motif Batik Indonesia

Bagikan :

7 Pesona Pantai Indah di Bali

pantai tanah lot
Bali adalah sebuah kota yang memiliki pesona pantai yang indah, dan belum lengkap rasanya jika Anda berkunjung ke Bali tidak mengunjungi pantainya yang menawan.

Berikut 7 pantai terindah yang wajib dikunjungi jika Anda berwisata ke Bali :

  • Pantai Amed dan Tulamben

Pantai Amed dan Tulamben adalah pantai indah yang lokasinya bersebelahan. Pantai ini terletak di Kabupaten Karangasem, Bali. Pantai ini lokasinya di kaki bukit. Pemandangannya sangat indah untuk dinikmati. Tapi tidak hanya itu, kedua pantai ini tidak hanya cantik di luar melainkan juga keindahan bawah lautnya yang tidak kalah saing. Di sini terdapat bangkai kapal perang Amerika Serikat yang tenggelam di dalamnya, merupakan obyek menarik bagi Anda pecinta diving.

  • Pantai Padang Bai

Pantai Padang Bai terletak di pelabuhan penyebrangan Bali – Lombok yaitu Padang Bai. Pantainya cukup terjaga kebersihan dan keindahannya. Bagi pemancing dan para penyelam sangat menyukai pantai ini. Karena biarpun bersebelahan dengan pelabuhan tetapi biota lautnya masih sangat terjaga dengan baik. Akan tetapi, Anda mesti berhati-hati kalau saat menyelam di sini, terkadang arusnya sangat kencang. Selengkapnya

Bagikan :

5 Kota Dengan Curah Hujan Paling Tinggi di Dunia

hujan
Curah hujan merupakan jumlah air yang jatuh di permukaan tanah datar selama periode tertentu, yang diukur dalam satuan tinggi milimeter (mm).

Di Indonesia, Bogor dikenal sebagai Kota Hujan karena memiliki curah hujan rata-rata lebih tinggi dari daerah lainnya. Namun, jika dibandingkan dengan tempat terbasah di dunia, Bogor mungkin belum ada apa-apanya.

Ada beberapa tempat yang memiliki curah hujan sangat tinggi di dunia. tempat-tempat tersebut bahkan mendapatkan julukan destinasi terbasah sedunia.

Berikut 5 tempat di dunia dengan curah hujan paling tinggi sedunia :

  • San Antonio de Ureca, Bioko Island, Afrika

San Antonio de Ureca adalah tempat paling basah di Benua Afrika, dengan curah hujan tahunan rata-rata 10.450 mm. Musim kemarau hanya dari bulan November sampai Maret, sedangkan sisanya adalah hujan deras.

Selama musim kemarau yang singkat, wisatawan dapat menyaksikan penyu datang ke pantai untuk bertelur.

Ureca sendiri adalah sebuah desa kecil di Kepulauan Bioko dan menjadi bagian paling utara dari Guinea.

  • Cropp River, Selandia Baru

Cropp River adalah sebuah sungai di Selandia Baru yang hanya memiliki panjang 9 km. Cuaca di tempat ini sangat bertentangan dengan cuaca kering yang biasa ditemui di sebagian besar wilayah Selandia Baru. Curah hujan tahunan di Cropp River bisa mencapai 11.516 km.

  • Tutendo, Kolombia, Amerika Selatan

Tutendo di Kolombia menjadi tempat ketiga terbasah di dunia, dengan curah hujan tahunan rata-rata 11.770 mm.

Setiap tahunnya, ada dua musim hujan di wilayah ini. Tak mengherankan bila kota terdekat dari Quibdo ini memegang gelar sebagai kota paling basah di dunia.

  • Cherrapunji, India

Cherrapunji sebuah kota di Meghalaya, negara bagian India di sebelah timur laut, yang berbatasan dengan Bangladesh. Dengan curah hujan tahunan rata-rata 11.777 mm.

Selama musim hujan, hujan tak henti-hentinya menyerang wilayah itu, kadang-kadang selama 15-21 hari berturut-turut. Daerah ini juga terkenal dengan air terjunnya, bukit-bukit, dan jembatan akar hidup.

Ironisnya, meskipun menjadi tempat terbasah kedua di Bumi, penduduk desa ini kekurangan air permukaan di musim dingin ketika tidak ada hujan turun sama sekali selama berbulan-bulan pada suatu waktu.

  • Mawsynram, India

Desa Mawsynram di Perbukitan Khasi, India Barat Laut mencatat rata-rata curah hujan paling banyak di muka Bumi.

Dalam buku catatan rekor dunia, jumlah curah hujan yang ada di desa ini mencapai rata-rata 11.871 mm, Mawsynram pun disebut sebagai desa terbasah di dunia.

Ahli meteorologi mengatakan, seringnya hujan yang turun di desa tersebut dipengaruhi oleh letak desa yang berada di dekat Bangladesh dan Teluk Benggala. Air yang menguap dari teluk tersebut akan langsung mengguyur desa ini yang menyebabkan musim hujan yang lebih panjang dibanding daerah lainnya. Jika musim hujan tiba, setiap hari desa tersebut akan selalu turun hujan.

“Yang terjadi adalah setiap kali air berkumpul lebih dari Teluk Benggala, menyebabkan curah hujan di atas Mawsynram, mengarah ke berat, musim hujan yang panjang,” kata Sunit Das dari Departemen Meteorologi India.

Baca Juga : Rohana Kudus, Wartawan Perempuan Pertama Di Indonesia

Bagikan :

Keajaiban Alam Langka Di Turkmenistan

door to hell

 Keajaiban Alam Langka – Pintu Menuju Neraka atau yang disebut juga dengan Door To Hell. Menjadi keajaiban alam yang langka di Turkmenistan.

Berada di Kawah Gurun Karakum, Turkmenistan, hanya berjarak 264 km atau 3 jam, perjalanan dari ibukota Ashgabat. Keajaiban alam ini menjadi lokasi wisata unggulan di Turkmenistan.

Ada sebuah lubang raksasa menganga seperti kawah gunung berapi. Di dalam lubang itu ada api menyala-nyala dan menjilat-jilat. Gambaran neraka di bumi, cocok sekali disematkan di sini.

Pintu nerka atau yang disebut juga sebagai Darvaza Gas Crater tersebut bukan termasuk lubang vulkanik maupun lubang magma. Menurut banyak orang kawah tersebut adalah kawah buatan yang merupakan hasil kesalahan pengeboran gas pada zaman Soviet tahun 1971.

Bornya menembus gua bawah tanah dan tanah di atasnya langsung runtuh membentuk kawah besar. Kawah itu ternyata mengeluarkan gas, para insinyur sepakat membakar gasnya agar tidak meracuni orang sekitarnya. Mereka mengira api akan padam dalam waktu singkat. Namun hingga 40 tahun lebih kemudian apinya tetap membara.

Walaupun gagal menjadi daerah tambang, kawasan ini kemudian dijadikan destinasi pariwisata mulai tahun 2014 menjadi taman nasional. Pemandangan yang bikin merinding menjadi magnet untuk wisatawan di Turkmenistan.

Kawah ini memancarkan cahaya dan kehangatan yang cukup kuat saat malam hari yang membuat binatang sekitar tertarik mendekat. Lokasinya sendiri tidak dikelilingiu oleh pagar pembatas, jadi semua pengunjung bebas mendekat ke bibir kawah untuk menyaksikan bara api yang menyala-nyala. Menurut cerita memang belum ada seorangpun wisatawan yang jatuh ke dalam kawah, tapi menurut mitos bara api yang tak pernah padam ini pernah menelan seorang korban lokal.

Baca juga : Sejarah Museum Sumpah Pemuda

Bagikan :

5 Destinasi Wisata Di Boyolali

boyolali

Boyolali – Diapit gunung Merapi dan Merbabu, membuat Boyolali dianugerahi pemandangan alam yang sungguh eksotis. Bahkan selain alam, kabupaten kecil ini juga memiliki potensi yang sangat besar di bidang pariwisata, misalnya tempat-tempat bersejarah seperti candi. Namun sayangnya, potensi itu belum sepenuhnya terekspos ke masyarakat luas.

Nah jika Anda berencana liburan ke Boyolali dekat-dekat ini, cobain deh dateng ke 5 destinasi wisata cantik di sekitaran Boyolali yang belum diketahui orang di bawah ini:

  • Kawasan kabupaten lama Boyolali

Lokasi ini berada di kawasan Pendopo Alit Kabupaten Lama Boyolali. Selain murah meriah tempat ini juga sangat edukatif, karena terdapat tempat penangkaran rusa yang terbuka untuk umum.

Tempat penangkaran ini berada tepat di sebelah utara Masjid Agung Boyolali dan di depan Rumah Arca. Sehingga, tempat ini sangat direkomendasikan bagi kalian yang sudah memiliki buah hati.

Dan waktu yang cocok untuk datang kesini adalah sore hari, karena bakalan ada yang berjualan sayur untuk diberikan kepada rusa. Bagi kalian yang suka dengan wisata kuliner jangan khawatir, karena banyak juga kuliner yang dapat kalian nikmati di depan pendopo.

  • Kebun Raya Indrokilo Kemiri

Tempat wisata yang satu ini berada di Kecamatan Mojosongo. Tempat ini memang belum 100 persen jadi, namun rencananya kebun raya ini nantinya akan menjadi tempat konservasi tanaman langka dari berbagai macam daerah di Indonesia.

Kebun Raya Indrokilo ini berdiri di lahan seluas 8,9 hektare. Selain untuk destinasi wisata, tempat ini juga dibangun untuk keperluan penelitian, pendidikan dan jasa lingkungan. Jadi bagi kalian yang suka berwisata sambil belajar, tempat ini sangat cocok buat kalian.

  • Candi Lawang

Candi Lawang Tak hanya Yogyakarta dan Magelang yang punya peninggalan sejarah berupa candi. Boyolali juga punya satu candi yang bisa dijadikan destinasi wisata. Candi Lawang, begitu namanya, terletak di Dusun Dangean, Kelurahan Gedangan, Kecamatan Cegopo, Kabupaten Boyolali.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, candi ini merupakan bangunan peninggalan agama Hindu. Berdasarkan karakteristik dan periodisasi Candi Lawang, dapat diketahui bahwa candi ini dibangun pada tahun 750 M – 800 M.

  • Vihara Veluvana

Lokasi ini berada di Kompleks SMK Pembangunan, Dukuh Ngelo, Desa Kaligentong, Kecamatan Ampel, Boyolali. Bangunan ini merupakan pagoda yang berada di kompleks peribadatan umat agama Budha yakni di Vihara Veluvana.

Bangunan ini juga merupakan aset milik IIAB (Institut Ilmu Agama Budha) yang mahasiswanya datang dari seluruh penjuru Indonesia dan bahkan ada juga yang datang dari luar negeri (mayoritas dari Myanmar dan Thailand). Karena bangunan ini berada di Kompleks SMK Pembangunan, maka untuk kesana kita harus izin terlebih dahulu dan hari libur.

Dan yang paling penting adalah selalu jaga sopan santun disana, karena tempat ini merupakan tempat ibadah.

  • Irung Petruk

Lokasi ini mungkin yang paling tidak asing di telinga masyarakat Boyolali, namun untuk masyarakat di luar Boyolali masih banyak yang belum tahu tempat ini. Lokasi ini berada di daerah Kecamatan Cepogo, Boyolali.

Lokasi ini dapat ditempuh kurang lebih 45 menit dari pusat kota Boyolali. Dinamakan Irung Petruk karena jika dilihat dari udara tikungan ini terlihat mancung lancip seperti hidung Petruk dalam cerita wayang Punokawan.

Karena letaknya yang berada di daerah pegunungan, Irung Petruk adalah tempat yang pas bagi kalian yang suka berburu sunrise. Jika cuaca cerah dan beruntung, kalian dapat melihat pemandangan Gunung Lawu, Karanganyar dari tempat ini.

Baca Juga : 5 Kuliner Khas Bali Yang Wajib Anda Coba

Bagikan :

7 Tradisi Unik Yang Hanya Ada Di Indonesia

Pemakaman Suku Minahasa

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak etnis, suku, dan kepercayaan. Dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia memiliki beragam tradisi unik yang berbeda-beda di setiap daerah. Dari upacara kematian hingga tradisi panen dimiliki oleh Indonesia.

Dibawah ini 7 tradisi unik yang hanya ada di Indonesia.

 

  • Ritual Tiwah, Kalimantan Tengah

Di Kalimantan Tengah terdapat tradisi khusus yang dilakukan untuk orang yang sudah meninggal. Upacara Tiwah ini biasa dilakukan oleh suku Dayak untuk pengantaran tulang orang yang sudah meninggal ke sebuah rumah yang disebut Sandung. Tujuan dari ritual ini untuk meluruskan perjalanan arwah menuju Lewu Tatau atau surga. Selain itu tujuan dari ritual unik ini untuk melepaskan kesialan bagi keluarga yang sudah ditinggalkan.

  • Ma’Nene, Sulawesi Selatan

Tana Toraja memang cukup terkenal dengan berbagai ritual aneh untuk menghormati orang terkasih. Ma’Nene merupakan tradisi yang berlangsung pada bulan Agustus di setiap tahunnya. Tradisi ini melibatkan jasad mereka yang telah meninggal dengan menggali kembali kuburan, memandikan, dan memakaikan baju untuk diajak berjalan di sekitar desa.

  • Debus, Jawa Barat

Kesenian Debus dipercaya berawal sejak abad ke-16 pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin dan pernah dijadikan pemompa semangat perjuangan masyarakat Banten untuk melawan Belanda pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa. Kesenian Debus sebenarnya kombinasi dari seni tari dan suara namun orang-orang awam lebih mengenalnya sebagai seni bela diri. Aksi yang mempertontonkan para penarinya menusuk dirinya dengan besi runcing atau mengiris bagian tubuhnya dengan senjata tajam, sangat ekstrim.

  • Tradisi Potong Jari, Papua

Potong jari adalah tradisi untuk menunjukan kesedihan karena ditinggal oleh anggota keluarga. Bagi suku Dani jari mempunyai arti yang lebih dalam, disimbolkan sebagai bentuk kerukunan, kebersamaan, dan kekuatan dalam diri manusia ataupun sebuah keluarga. Tradisi yang terbilang ekstrim ini sudah banyak yang ditinggalkan oleh suku Dani.

  • Kebo-Keboan, Jawa Timur

Ritual tradisi ini diadakan setahun sekali, berkaitan dengan budaya agraris khususnya siklus tanam padi. Upacara ini gabungan antara upacara minta hujan bila terjadi kemarau atau bentuk rasa syukur bila panen berhasil dengan baik. Di upacara ini beberapa laki-laki berdandan menjadi kerbau, mereka harus berkubang di tengah kubangan sawah yang baru di bajak, kemudian diarak keliling desa. Disertai karnaval kesenian rakyat, kemudian mereka juga beraksi membajak sawah.

  • Gigi Runcing Suku Mentawai, Kalimantan

Bagi suku Mentawai wanita yang cantik harus memenuhi tiga kriteria. Pertama, telinganya yang panjang. Kedua, tubuhnya dihiasi titi atau tato. Ketiga, giginya yang runcing. Tradisi untung meruncingkan gigi ini diyakini akan menambah kecantikan sang wanita.

  • Pemakaman Suku Minahasa, Sulawesi Utara

Suku minahasa memiliki ritual pemakaman yang unik dan berbeda. Suku Minahasa memosisikan jenazah duduk sambil memeluk kakinya bukan dalam posisi tidur. Tradisi pemakaman seperti ini menurut kepercayaan melambangkan keadaan suci dan membawa kebaikan. Selain harus dalam posisi duduk, arah posisi mayat harus menghadap ke arah utara.

Baca Juga : 7 Binatang Eksotik Yang Hanya Ada Di Indonesia

Bagikan :

Pesona Danau Kakaban Kalimantan Utara

ubur-ubur

Danau Kakaban, dalam bahasa setempat kata kakaban artinya memeluk. Jadi Pulau Kakaban artinya “sebuah pulau yang memeluk danau”, karena di tengah Pulau Kakaban terdapat Danau Kakaban.

Pulau Kakaban, adalah salah satu dari gugusan Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau, sebelumnya Provinsi Kalimantan Timur, tetapi sejak tanggal 25 Oktober 2012 masuk Provinsi Kalimantan Utara.

danau kakaban

Jutaan tahun yang lalu air laut yang masuk ke daratan terperangkap di sebuah cekungan, seolah sedang dipeluk paksa oleh daratan di sekeliling cekungannya biar tidak bisa kembali ke laut. Air laut yang masuk ke cekungan itu terperangkap bersama banyak makhluk laut seperti teripang, spons, udang, kepiting, alga, ular laut, ikan-ikan kecil dan ubur-ubur. Air laut dalam cekungan itu lama-lama bercampur dengan air hujan dan menjadi air tawar.

Danau Kakaban dikelilingi hutan bakau yang masih lebat dan airnya tampak tenang mendamaikan hati. Siapa sangka di balik ketenangannya itu Danau Kakaban menyimpan sejuta misteri yang belum terungkap. Di antaranya adalah penyebab mengapa ubur-ubur Cassiopea berjalan dengan kaki ke atas dan kepala di bawah. Tahukah kamu? Ubur-ubur Cassiopea hanya bisa ditemukan di satu tempat di dunia hanya di Danau Kakaban ini. Danau Kakaban punya empat jenis Cassiopea dan mereka tidak bisa menyengat.

 

Kakaban

Keindahan Danau Kakaban yang sesungguhnya baru akan terungkap saat hari mulai gelap. Saat ketika para makhluk laut memancarkan cahaya berwarna-warni dari tubuh mereka. Para ahli biologi yang pernah meneliti Danau Kakaban yakin para satwa laut berperilaku begitu sebagai cara mereka bertahan hidup di air laut yang lama-lama menjadi tawar. Mereka juga yakin akan ada lebih banyak satwa jenis baru ditemukan di Danau Kakaban di masa mendatang, asal danau ini terjaga kelestariannya.

Ada beberapa peraturan yang perlu kamu ingat saat ingin mencoba diving atau snorkeling di Danau Kakaban ini. Pertama, kamu tidak boleh berenang di Danau Kakaban dengan melompat seperti di kolam renang karena itu akan membuat air danau menjadi keruh dan akan merobek tubuh ubur-ubur. Kedua, ubur-ubur Cassiopea Danau Kakaban memang jinak banget, tapi tetap tidak boleh kamu tangkap apalagi sampai dikeluarkan dari dalam danau karena dia bisa mati.

Danau ini menawarkan sejuta pesona yang akan membuat liburan menjadi lebih berkesan karena memiliki daya tarik sendiri. karena itu jadilah wisatawan yang bertanggung jawab dan patuhi setiap peraturan ya!

Baca Juga : Tapi Tahukah Kamu Mengapa Kue Legit Berongga Ini Dinamakan Bika Ambon?

Bagikan :

Ragam Destinasi Wisata di Kepulauan Seribu

Ibukota Jakarta yang terkenal dengan kepadatan dan hiruk pikuknya, menjadikan masyarakatnya banyak memilih untuk keluar kota pada saat libur panjang ataupun singkat datang. Kebanyakan dari warga Jakarta memilih untuk berlibur ke tempat-tempat yang masih tinggi keasrian alamnya, diantaranya adalah seperti pulau-pulau di Kepulauan Seribu.

Banyak dari pulau-pulau di Kepulauan Seribu yang dijadikan tempat rekreasi bersama keluarga ataupun teman-teman. Berikut kami rangkum bagi Anda beberapa pulau yang menyuguhkan rekreasi alam yang masih asri di Kepulauan Seribu.

Pulau Tidung

Dari beragam pulau di Kepulauan Seribu, Pulau Tidung dapat dikatakan sebagai idola dari para wisatawan karena pesona laut biru yang disuguhkannya. Pulau Tidung terbagi atas dua bagian yakni Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil dimana kedua bagian tersebut dihubungkan oleh sebuah jembatan panjang yang terkenal dengan nama “Jembatan cinta”.

Banyaknya atraksi dan keasrian alam yang disuguhkan di pulau ini seperti; berkeliling pulau menggunakan sepeda, snorkling, wahana air, dan juga jembatan cinta yang sekarang banyak digunakan wisatawan untuk terjun langsung kedalam air yang jernih menjadikan pulau ini semakin menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan. Kelebihan lainnya adalah masyarakat asli Pulau Tidung sangat mendukung fasilitas bagi para wisatawan melalui paket lengkap seperti homestay, makanan, hingga seafood barbeque di malam hari. Jarak tempuh Pulau Tidung ini sekitar 3 jam dari dermaga Muara Angke.

Pulau Bira

Pulau Bira merupakan salah satu pulau di Kepulauan Seribu yang masih belum banyak terjamah oleh wisatawan, jadi suasananya masih terjaga dan sangat asri. Untuk bisa sampai ke pulau ini terlebih dulu para wisatawan harus transit di pulau Pramuka setelah menempuh perjalanan sekitar 3 jam dari dermaga Muara Angke. Untuk sampai ke pulau ini memang agak sulit, namun menurut para wisatawan yang sudah pernah mengunjungi pulau ini semua pemandangan yang disuguhkan sangatlah sebanding.

Di Pulau Bira para wisatawan dapat melihat keindahan bawah laut dengan diving maupun snorkeling. Selain menikmati keindahan panorama bawah laut, para wisatawan juga dapat duduk-duduk manis di dermaga sambil menikmati sunset di pulau ini. Di Pulau Bira terdapat beberapa rumah kayu bergaya vintage yang dapat digunakan oleh para wisatawan untuk bermalam.

Pulau Harapan

Menurut para wisatawan, Pulau Harapan di Kepulauan Seribu benar-benar pulau yang dapat memberikan hasil yang sesuai dengan harapan mereka. Terdapat sebuah jembatan kayu yang dapat digunakan untuk duduk santai sambil menggelantungkan kaki, pemandangan laut biru yang menyejukkan mata, dan juga keindahan panorama bawah laut yang indah. Pulau Harapan dikenal dengan keindahan terumbu karang yang mengajak para wisatawan untuk berlama-lama di dalam air. Di sekitar pulau Harapan juga terdapat penangkaran salah satu jenis elang langka yakni Elang Bondol.

Pulau Ayer

Pulau Ayer di Kepulauan Seribu banyak dikenal sebagai Mutiara Kepulauan Seribu. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan oleh adanya keindahan pulau yang masih asri dan biru, serta keberadaan cottage yang berada di atas laut dengan gaya etnik Papua yang sangat tradisonal menjadikan para wisatawan benar-benar merasakan indahnya hamparan laut dibawah kaki mereka.

Pulau Ayer mulai dikunjungi sejak tahun 1950. Proklamator kita, Bung Karno sering menjadikan pulau ini sebagai tempat beristirahat. Di pulau ini juga dapat ditemui binatang biawak yang hidup secara bebas. Letak pulau ini hanya berjarak sekitar 14 km dari Marina Ancol.

Pulau Kotok

Pulau Kotok adalah salah satu tepat menyelam yang sangat menarik di kawasan Kepulauan Seribu. Terumbu karang serta birunya laut di pulau ini masih sangat asri. Keunggulan dari Pulau Kotok ini adalah panorama bawah laut yang benar-benar dapat memanjakan mata para penyelam. Pulau Kotok senantiasa terjaga keasriannya karna di pulau ini tidak disediakan wahana-wahana air yang biasa didapati di pulau-pulau lainnya seperti banana boat, jetski dan semacamnya. Di pulau ini terdapat cottage yang berada di atas sebuah pohon. Dari sini para wisatawan dapat menyaksikan kemegahan pemandangan laut Kepulau Seribu yang membuat siapapun pasti tak ingin pulang.

Pulau Pantara

Pulau Pantara merupakan pulau yang berada paling jauh di kawasan Kepulauan Seribu. Namun, fasilitas yang ada disana sangat lengkap. Pulau ini menawarkan resort-resort yang bisa dibooking oleh pengunjung karena di pulau ini tidak tersedia paket wisata one day trip. Pengunjung yang ingin berlibur kesini diwajibkan untuk menginap.

Walau lokasinya paling jauh, fasilitas yang ada di pulau ini dapat dikatakan paling lengkap. Beberapa fasilitas tersebut antara lain cottage, restaurant, bar, kolam renang, ruang meeting, watersport, lapangan tenis dan dive shop.

Bagikan :

De Djawatan, Hutan “Lord Of The Rings” yang Terletak di Banyuwangi

Suka film Lord Of The Rings dan ingin menikmati bagaimana suasananya dalam kehidupan nyata? Nah di Banyuwangi, Jawa Timur, ada lho objek wisata hutan yang mirip seperti yang ada dalam film “Lord of the Rings”. Namanya hutan De Djawatan.

Terletak di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, pengunjung seolah diajak merasakan suasana dalam Film “Lord of the Rings”. Puluhan pohon raksasa berusia ratusan tahun terlihat menjulang tinggi dengan rimbun. Wisata hutan De Djawatan menyajikan jelajah pemandangan pepohonan raksasa di lahan Perhutani KPH Banyuwangi Selatan seluas 14 hektare.

Di Hutan De Djawatan, wisatawan bisa sejenak duduk bersantai dan menghirup udara segar. Berfoto dengan latar belakang pohon-pohon raksasa pun tak boleh dilewatkan.

“Ini kawasan milik Perhutani. Kalau masyarakat sekitar sebut hutan di dalam kota. Pohon di sini jenis trembesi,” kata anggota Polisi Hutan Perhutani Kelompok Pemangku Hutan Banyuwangi Selatan Jawa Timur, Puji Widodo.

Lokasinya yang belum banyak diketahui orang membuat alamnya lebih bersih. Jenis pepohonan yang menjadi daya tarik tempat ini adalah trembesi. Uniknya di pohon trembesi tersebut terdapat sejenis benalu atau pakis, yang menumpang hidup di batang pohon. Selain bentuknya yang unik, juga bisa menjadi tanaman peneduh.

Selain itu, di lokasi ini dilengkapi dengan beberapa rumah pohon. Beberapa kendaraan bekas untuk mengangkut kayu juga dipasang di sana. Tak ketinggalan, traveler yang ingin meluncur dari atas pohon, juga tersedia.

Wisatawan asal Jember, Celin (26) mengaku tahu Hutan De Djawatan Benculuk dari media sosial Instagram. Ia datang bersama rekan-rekan kampus.

“Pertama pikir datang biasa saja. Pas datang lebih bagus dari Instagram. Seperti dalam film Lord of The Ring,” ucap Celin.

Nah untuk dapat masuk area Hutan De Djawatan Benculuk, wisatawan akan dikenakan biaya tiket Rp 2.000. Di area wisata, terdapat fasilitas tiga kamar toilet dan musala.

Berminat berkunjung kesana?

Bagikan :