Pariwisata

Lebih Dari Raja Ampat! Teluk Triton Surga yang Jatuh di Kaimana

Lebih Dari Raja Ampat! Teluk Triton Surga yang Jatuh di Kaimana

Bicara pesona keindahan alam Papua tidak akan ada habisnya, Raja Ampat adalah salah satu destinasi favorit wisata andalan Indonesia yang terletak di Kepulauan Raja Ampat untuk mendatangkan turis wisata manca negara.

Guys…! bosan gak sih jika bicara destinasi wisata papua hanya Raja Ampat dan lagi-lagi Raja Ampat. yah, walaupun kita tidak pernah kesana tapi setidaknya pengetahuan kita jangan hanya tahu Raja ampat saja.

Kamu sudah tahu belom teluk Triton? Nah jika belom tahu yuk intip ulasnnya yang sudah dikemas redaksi finrollnews dari berbagai bloger Traveler!

Teluk Triton, terletak di Kabupaten Kaimana, Papua Barat Indonesia adalah sebuah teluk yang dikenal dengan keindahan bawah air. Menurut beberapa wisatawan yang sudah pergi kesana, Teluk Tirton dikenal sebagai surga bawah laut dan warisan budaya.

Teluk Tirton juga memiliki pulau-pulau kecil, batu karang, air yang jernih dan pemandangan pantai bawah laut yang indah. Bisa dibilang teluk ini sangat tersembunyi pokoknya letaknya dekat kampung lobo jika kamu bingung bisa ko searc di google hehe.
Lebih Dari Raja Ampat! Teluk Triton Serpihan Surga yang Jatuh di Kaimana

Kini surga yang tersembunyi ini mulai dikenal oleh para ahli biologi laut, para penyelam, dan mereka yang suka datang dan menikmati saat-saat matahari terbenam, dengan pemandangan langit yang spekatakuler.

Mereka menjuluki lokasi ini sebagai “ The Fish Empire,” selain julukan “Kota Senja”, ada juga yang menyebutnya” The Lost Paradise” Para ahli-ahli itu telah berhasil mengidentifikasi 937 jenis ikan laut dan beberapa di antaranya adalah spesies baru yang hanya bisa ditemukan di Kaimana.

Mereka juga telah menemukan 492 jenis terumbu karang yang berbeda dan 16 di antaranya adalah jenis baru yang tidak ditemukan ditempat lain di dunia dan semuanya dalam kondisi sehat, mereka juga menemukan 27 Jenis udang lobster, dan 16 jenis penyu hijau.

Teluk Triton ini memang masih belum populer dikalangan pencinta fotografi, atau orang-orang suka perpetualang dibanding lokasi-lokasi wisata pantai dan bawah laut lainnya di Indonesia tetapi sudah cukup banyak wisatawan yang datang berkunjung ke sini, baik wisatawan asing maupun domestik.

Keindahan karang lunak adalah salah satu daya tarik alam bawah laut di Teluk Triton. Disini anda akan dengan mudah menemukan Hiu Paus mencari makan serta Lukisan Kuno dari era Pra-sejarah disisi gunung yang melukiskan gambar telapak tangan dan hewan.

Lebih Dari Raja Ampat! Teluk Triton Serpihan Surga yang Jatuh di Kaimana
Ketika anda sudah mulai memasuki teluk triton anda akan merasakan sensasi berbeda seperti memasuki gerbang dunia fantasy, ini seperti cerita dongeng.

Membuat anda tidak dapat mengeksperikan kegirangan itu, dan ketika speedboat dalam keadaan laju menghampiri bibir pantai, anda mungkin ingin melompat sekuat-kuatnya, terhempas keluar dari dek speedboat, dan berenang, menyelam hingga ke dasar laut.

Pada Lukisan Dinding dari berbagai corak masih belum bisa diartikan secara pasti, Terpajang bagaikan galleri alam disepanjang 1 Km di dinding tebing karang Kampung Maimai Kaimana, Papua Barat. Torehan lukisan merah menyala, tergurat jelas menandai jejak keberadaan suatu peradaban.
Lebih Dari Raja Ampat! Teluk Triton Serpihan Surga yang Jatuh di Kaimana

Lukisan dinding purba, begitu masyarakat setempat memanggilnya, terletak di tebing karang yang sulit terjangkau, tepatnya berada diketinggian 10 meter diatas permukaan laut. Memberi informasi pada usianya yang sangat panjang.

Bisa saja, ketika peradaban ini ada, dan mulai menorehkan catatan kehidupan, struktur permukaan bumi tidak seperti yang terlihat hari ini. Tebing karang yang menjadi gallerinya, terangkat naik keatas, sehingga posisi lukisan ini jauh dari permukaan air. Sehingga untuk menikmatinya, harus puas hanya dari speedboat saja.

Di Teluk Triton, gugusan pulau karst (karang) pendek terlihat berbaris ke belakang dan berjejer menyamping. Speedboat bisa meliuk-liuk melewatinya di atas ketenangan air berwarna tosca jernih. Minusnya, di sini belum ditemukan bukit yang bisa dibuka akses jalan setapak mendaki ke puncak pulau karang. Jika ada, maka berfoto dengan pemandangan gugusan karang terkenal ala Wayag Raja Ampat, bisa dilakukan di Triton Kaimana.

Bagikan :

Wisata Halal di Kawasan Danau Toba Akan Dikembangkan

Badan Pelaksana Otorita Danau Toba terus mengoordinasikan proses pelaksanaan wisata halal di kawasan Danau Toba, Provinsi Sumatra Utara. Usai menyambut wisatawan yang tiba di Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Kamis (19/4), Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo mengatakan, Wisata Halal di Kawasan Danau Toba Akan Dikembangkan

Apalagi mayoritas wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Danau Toba berasal dari Malaysia yang mayoritas beragama Islam. “Sekitar 50 persen wisatawan mancanegara di danau Toba itu berasal dari Malaysia,” katanya.

Selengkapnya

Bagikan :

4 BUMN Bersinergi Untuk Kembangkan Wisata Desa Setanggor

Desa Setanggor memiliki potensi wisata yang luar biasa kaya. Desa yang berada di Lombok Tengah itu tercatat memiliki 14 spot wisata, mulai dari wisata religi, wisata argo dan wisata budaya. Belum lagi wisata alamnya yang indah. Demi memaksimalkan potensi Desa Setanggor, e4 BUMN Bersinergi Untuk Kembangkan Wisata Desa Setanggor ini

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi di Setanggor, Rabu, mengatakan sinergi empat BUMN ini dalam rangka HUT Kementerian BUMN yang berulang tahun pada bulan Maret-April 2018. Dimana, sejumlah kegiatan sosial dilaksanakan di NTB pada tanggal 18-19 April 2018.

“Kegiatan HUT bersama ini bertujuan untuk berbagi kepada masyarakat sekitar dalam berbagai kegiatan sosial dan untuk meningkatkan kebanggaan dan sinergi antar insan BUMN,” katanya.

Desa Adat Setanggor, Lombok Tengah
Penampakan Desa Adat di Setanggor (humasdisparntb)
Ia menuturkan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai koordinator pelaksana HUT Bersama area Bali dan NTB bersama PT PAL Indonesia (Persero), PT Istaka Karya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero) akan melaksanakan Padat Karya Tunai (Cash For Work) yang melibatkan sekitar 230 orang masyarakat Setanggor kegiatan mulai dari pembuatan dan perbaikan saluran air, pembersihan sungai dan penebaran benih bibit ikan nila.

“Kegiatan secara serentak melibatkan masyarakat Desa Setanggor sebagai bentuk nyata program BUMN Hadir untuk Negeri. Momentum HUT ini manfaatkan sebaik-baiknya untuk melakukan kegiatan sinergi dalam membangun dan mengembangkan kawasan desa wisata Setanggor sehingga dapat lebih dikenal luas di dalam maupun luar negeri,” ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi sebagaimana dilansir Antara di sela acara seremonial Cash for Work di Desa Setanggor.

Ia menuturkan, BUMN harus berperan aktif dalam mendongkrak perekonomian negeri melalui pembangunan dan pengembangan di kawasan operasional dan sekitarnya.

Sawah di Desa Setanggor
Pemandangan sawah di Desa Setanggor (dispar.ntb)
“Bahwa BUMN tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga dapat bersinergi untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sehingga dapat lebih meningkatkan taraf hidup,” ucapnya.

Direktur Utama PT Istaka Karya (Persero) Sigit Winarto mengatakan sebagaimana dilansir Antara, secara prinsip sinergi yang dilakukan keempat BUMN tersebut berimbas langsung pada masyarakat luas di wilayah Lombok. Pasalnya, Program Padat Karya Tunai dan Bersih-Bersih pantai Mandalika merupakan program dari masyarakat dan untuk masyarakat yang dapat meningkatkan pendapatan, konsumsi dan daya beli masyarakat sekitar.

“Dengan adanya perputaran uang di lingkungan tersebut, maka dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan program ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan,” kata Sigit.

Sementara itu, PT Nindya Karya (Persero) juga sangat antusias dan mengapresiasi kegiatan tersebut dengan turut serta terlibat sebagai penyelenggara, bersama Kementerian BUMN, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Istaka Karya (Persero) dan PT PAL Indonesia (Persero).

Penampakan lanskap Desa Setanggor
Lanskap Desa Setanggor, Lombok Tengah, NTB (dispar.ntb)
“Keikutsertaan PT Nindya Karya (Persero) dalam kegiatan ini, merupakan langkah konkret kepedulian perusahaan yang bergerak pada bidang jasa konstruksi tersebut terhadap lingkungan sekitar dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Direktur Keuangan dan SDM PT Nindya Karya (Persero) Teuku Muhyil Regina.

Untuk diketahui, Setanggor merupakan salah satu desa wisata terkenal di Indonesia yang berada di Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Jaraknya yang hanya 5 kilometer dari Bandara Internasional Lombok ini tengah diminati wisatawan, baik domestik dan mancanegara karena memiliki ragam potensi kearifan lokal pedesaan dan keindahan alamnya yang menjadi daya tarik tersendiri.

Setidaknya ada 14 spot wisata yang bisa dinikmati di desa ini diantaranya, wisata Seni Budaya, Gong Keramat Usia 200 tahun lebih, wisata Tenun, wisata Peternakan, wisata Pertanian, wisata Agro, English Fun, wisata Religi, dan Cassava Garden.

Selain kegiatan padat karya di Desa Setanggor, dalam rangka HUT Bersama BUMN wilayah Bali dan Nusa Tenggara, akan dilakukan juga kegiatan bersih-bersih di Pantai Mandalika, Lombok pada Kamis (19/4) besok. Aksi Bersih-Bersih Pantai ini juga merupakan kegiatan sinergi empat BUMN yang peduli dengan kebersihan di lingkungan pariwisata Lombok, dimana perwakilan karyawan empat BUMN secara bersama-sama akan memunguti sampah dan membersihkan ganggang/rumput laut di bibir pantai.

Bagikan :

Wisata Kapal Karam di Perairan Indonesia

wisata kapal karam
Perairan Indonesia tidak hanya dikenal dengan keindahan dan kekayaan alamnya, namun juga aroma mistisnya. Aroma mistis datang dari lokasi kapal karam. Meski beraroma mistis namun kini lokasi bersemayamnya bangkai kapal tersebut menjadi tempat wisata kapal karam yang menarik untuk dikunjungi

Siapa yang tidak mengenal kapal Titanic? Kapal penumpang asal Inggris ini tenggelam di Samudera Atlantik pada 15 April 1912. Kapal ini menabrak gunung es dan membuat seluruh penumpangnya meninggal. Sangking terkenalnya, kisah ini dibuat sebuah film yang berjudul sama yaitu Titanic yang dimainkan oleh Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet.

Cerita soal kapal karam sebenarnya sering terjadi di dunia perairan. Namun menariknya, beberapa kapal karam ternyata kini menjadi salah satu obyek wisata yang menarik dan dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara. Apa saja? Berikut kapal karam yang menjadi obyek wisata di Indonesia.

1. Perairan Natuna

Salah satu perairan di Kepulauan Riau ini pernah menjadi jalur lalu lintas kapal-kapal asing pada abad ke-17 dan 18. Kapal-kapal itu umumnya singgah di Pulau Natuna untuk transit.

Situs bangkai kapal uap pada era Revolusi Industri Inggris pernah ditemukan di perairan itu, dekat dengan Pulai Natuna. Bangkai kapal ini diprediksi mirip dengan kapal uap SS Great Britain yang membawa ribuan imigran menuju Australia pada era 1850-an.

2. Belitung

Situs resmi UNESCO menyebut bangkai kapal dari Dinasti Tang, yang berlayar pada abad ke-9 Masehi, ditemukan nelayan di perairan Belitung pada 1998. Kapal ini diprediksi melakukan perjalanan Maritime Silk Route dari Cina. Kapal itu mengangkut keramik.

Kapal diprediksi telah melakukan perjalanan melewati Vietnam Selatan dan akan menuju Selat Singapura, Selat Malaka, dan Semenanjung Malaya. Namun kapal ini tenggelam di Belitung, jauh dari rute yang direncanakan. Bangkai kapal ini sekarang masih tersimpan di Asian Civilization Museum, Singapura.

3. Selat Sunda

Selat Sunda diketahui pernah menjadi jalur lalu lintas ramai sejak zaman VOC. Tak heran beberapa kapal ditemukan tenggelam di perairan ramai ini.

Situs Sea Asia Pasts mengungkap, bangkai kapal HMAS Perth dan USS Houston tenggelam di Selat Sunda, sebelah barat Jakarta. Kapal angkatan laut ini karam lantaran diserang armada Jepang. Penyerangan itu terjadi pada dinihari, 1 Maret 1942. Dalam tragedi itu, seribuan penumpang berada di kapal dan diketahui telah menjadi korban.

Pada 2013, beberapa bagian dari bangkai kapal dilaporkan dicuri oleh sebuah kapal tongkang. Bagian tersebut memuat logam bekas yang nilainya dikabarkan mencapai US$ 1 juta.

4. Perairan Makassar

Sulawesi, khususnya di bagian perairan Makassar, pernah menjadi jalur perdagangan maritim tersibuk. Kapal-kapal, khususnya dari Eropa, tercatat pernah singgah di sana.

Sejumlah bangkai kapal pernah ditemukan di dasar laut perairan itu. Di antaranya bangkai kapal milik Belanda dan Prancis yang bertempur pada 1960-an.

Untuk melindungi warisan sejarah dan harta karun terpendam ini, pemerintah Indonesia oleh dunia diusulkan membangun Pusat Pelatihan Regional Warisan Budaya Bawah Air di Benteng Rotterdam, Makassar.

5. Halmahera Utara, Maluku Utara

Kapal Jepang, Toshimaru, pada era Perang Dunia II diketahui pernah karam di perairan Halmahera Utara, Maluku Utara. Kapal ini konon tenggelam lantaran dibom oleh Amerika.

Bodi kapal ditemukan terpecah menjadi dua bagian. Salah satu bagiannya terdampar di Desa Ngofagita, Malifut. Bangkai kapal yang ditemukan di tepi pantai itu dimuseumkan di Ngofagita dan menjadi obyek wisata sejarah.

6. Tulamben, Bali

Obyek wisata Tulamben, yang berada di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali ini merupakan salah satu lokasi menyelam terbaik di Indonesia. Keunikan obyek wisata ini adalah kehadiran bangkai Kapal USS Liberty milik Amerika Serikat yang karam.

Berdasar cerita yang beredar, kapal itu mengangkut bahan-bahan makanan dari Singaraja menuju Denpasar dan terkena torpedo pasukan Jepang ketika Perang Dunia II. Kapal yang panjangnya 120 meter itu membujur di dasar laut serta sudah dipenuhi oleh tumbuhan-tumbuhan laut.

Bagikan :

2 Destinasi Wisata di Girimulyo

Destinasi wisata baru diresmikan dalam kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) di Kabupaten Kulonprogo. Dibuka Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, dua desa wisata tersebut diresmikan Wakil Bupati, Sutedjo. 2 Destinasi Wisata di Girimulyo merupakan obyek wisata Rintisan Puncak Gunung Gilingan di Padukuhan Patihombo, Desa Purwosari, dan obyek wisata Rintisan Watu Jendhul di Padukuhan Bulu, Desa Giripurwo.

Kepala Desa Purwosari, Purwito mengatakan, Rintisan Gunung Gilingan merupakan salah satu tempat napak tilas Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Sampai saat ini, masih ada bekas persinggahannya.

Selengkapnya

Bagikan :

Gunung Rinjani Sebagai Geopark Dunia

Penetapan Gunung Rinjani Sebagai Geopark Dunia oleh Unesco disambut positif para pelaku industri pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB).Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB Lalu Abdul Hadi Faesal mengatakan, Rinjani pantas menyandang geopark dunia karena memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.

“Rinjani punya nilai sejarah yang sangat tinggi. Rinjani juga simbol peradaban Lombok yang sangat panjang. Kini Rinjani menjadi geopark dunia sangat tepat karena sejarah mencatat Rinjani adalah fenomena alam yang punya daya tarik luar biasa,” ujar Hadi.

Dari segi kepariwisataan, lanjut Hadi, penetapan Rinjani sebagai geopark dunia juga akan memiliki dampak positif karena akan membuat Rinjani dan Lombok semakin dikenal oleh masyarakat internasional.

Hadi meyakini, penetapan Rinjani sebagai geopark dunia akan mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Lombok.”Pastilah okupansi akan meningkat, restoran akan kebanjiran tamu karena status sebagai geopark dunia memiliki nilai jual yang tinggi,” ucap Hadi.

Kata Hadi, penetapan Rinjani sebagai geopark dunia akan memberikan kontribusi bagi peningkatan kunjungan wisatawan ke Lombok, dan NTB pada umumnya. Hadi menilai, hal ini menjadi salah satu upaya bagi NTB mencapai 4 juta wisatawan pada 2018.

“Saya yakin Lombok akan terus menjadi penyumbang wisatawan untuk memenuhi target nasional,” kata Hadi.

Hadi menambahkan, status Rinjani sebagai geopark dunia juga akan membuka mata para investor untuk ikut mengembangkan kawasan pariwisata, dengan membangun hotel dan restoran. Tak seperti di destinasi lain yang ada di Lombok seperti kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, Pantai Senggigi, atau Kota Mataram, yang memiliki fasilitas hotel berbintang tiga ke atas, industri perhotelan terutama yang berbintang tiga ke atas di kawasan wisata yang ada di Gunung Rinjani masih cukup minim.

“Oleh karena itu, investor hotel berbintang tiga ke atas harus melirik potensi ini,” kata Hadi menambahkan.

Bagikan :

Pesona Pulau Togean, Sulawesi Tengah

Pulau togean
Nikmatnya objek wisata pulau Togean di Sulawesi tengah ini merupakan tempat yang indah dan eksotis, terutama untuk alam bawah lautnya yang memiliki berbagai karang tropis beserta ikan hias dan kepiting kenari yang sangat indah.

Kepulauan Togean letaknya di Kabupaten Tojo Unauna Sulawesi Tengah. Perjalanan menuju Togean dapat ditempuh dua jam jalan darat dari Kabupaten Poso ke Ampana – Tojo Unauna yang dilanjutkan naik perahu motor.

Dikawasan Pulau Togean ini terdapat Gunung Merapi yaitu Gunung Colo yang pernah meletus pada awal tahun delapan puluhan. Kegiatan Memancing, berlayar, berenang dan menyelam dapat dilakukan dikawasan ini. Sederetan pulau-pulau kecil dan besar yang berhutan lebat yang dihuni oleh babi hutan dan Pesisir pantai dihuni suku Bajou yang membuat rumah diatas laut . Pulau-pulau kecil di Togean juga memiliki pantai berpasir putih untuk berjemur dan pada senja hari menikmati matahari terbenam. Keindahan pulau-pulau karang menambah kecantikan alam Togean , Kepulauan yang terletak di tengah Teluk Tomini ini ditumbuhi kawasan hutan yang belum terjamah dan menjadi tempat perlindungan bagi hewan-hewan yang ada di dalamnya.

Kepulauan Togean merupakan satu-satunya tempat di Indonesia yang memiliki tiga lingkungan karang yang berbeda yaitu karang atol, karang barier dan karang pantai yang semuanya menjadi habitat dari flora dan fauna laut.

Karang atol ini berbentuk pulau karang yang ditengah-tengahnya terdapat danau yang dalam. Karang barier merupakan deretan karang yang berjejer mengelilingi pulau menyerupai benteng atau dinding di laut yang melindungi pulau dari terjangan ombak laut. Karang ini di kedalaman 200 mtr dan muncul diatas permukaan laut sampai dengan beberapa meter.

Pulau Batudaka merupakan pulau terbesar dan yang paling mudah dicapai di kepulauan Togean. Di Pulau Batu Daka ini selain desa Bomba sebagai desa pemukiman terdapat desa Wakai tempat/ pelabuhan pemberangkatan ke Pulau Kadidiri yang merupakan obyek wisata di kepulauan Togean.

Di desa Bomba sangat baik untuk berenang dan snorkeling dan mengunjungi goa kelelawar yang tidak terlalu jauh dari desa Bomba. Beberapa kilometer ke arah pedalaman terdapat air terjun.Pulau Kadidiri merupakan pulau paling populer, pantai yang sangat indah dengan lokasi snorkeling dan menyelam sempurna. tersedia banyak penginapan murah dan di sebelah barat pantai terdapat deretan batu karang terjal yang menjadi habitat kepiting karang.

Jika Anda memiliki hobi memancing, diving, atau snorkeling, sebaiknya datanglah ke Togean Island, Palu, Sulawesi Tengah. Lautnya yang tenang, pasirnya yang putih, serta alamnya yang bersahaja, menjadikan setiap yang datang ke gugusan Kepulauan Togean selalu terkesan.

Baca Juga : Mengapa Kukang Jalan Sangat Lamban?

Bagikan :

5 Wisata Curug di Bandung

Curug Batu Templek
Kawasan Bandung mempunyai banyak pegunungan yang memungkinkan wilayah ini menyimpan sumber daya alam berupa air terjun. Air terjun dalam bahasa sunda juga disebut curug, curug menjadi salah satu andalan wisata di Bandung.

Air terjun atau curug di Bandung tersebar di berbagai wilayah, berikut 5 daftar wisata curug di Bandung yang mempesona :

  • Curug Dago

Curug Dago

Curug Dago menyimpan jejak sejarah bagi Kerajaan Thailand di Indonesia. Tak jauh dari lokasi air terjun, terdapat dua prasasti batu tulis peninggalan tahun 1818. Menurut para ahli sejarah, kedua prasasti tersebut konon merupakan peninggalan Raja Rama V (Raja Chulalonkorn) dan Raja Rama VII (Pradjathipok Pharaminthara) yang pernah berkunjung ke Curug Dago. Di sana terdapat dua prasasti dengan aksara dan bahasa Thai. Curug Dago merupakan kawasan wisata yang terletak di Kampung Curug Dago, Desa Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap. Letaknya sangat tersembunyi. Curug ini masuk dalam kawasan Taman Hutan Raya (THR) Djuanda. Diantara objek wisata di THR Djuanda, Curug dago biasanya paling jarang dikunjungi.

  • Curug Penganten

Curug Penganten

Curug Panganten berada di ketinggian 1050 mdpl dan memilki ketinggian terjunan air sekitar 50 meter. Curug Panganten berada di wilayah wisata alam Katumiri, terletak di Desa Padaasih, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Propinsi Jawa Barat. Tempat wisata ini berada di Jalan Raya Cihanjuang KM 5,56. Curug Panganten merupakan curug cukup unik karena dalam satu area terdapat dua buah air terjun yang saling berhadapan, bak sepasang pengantin yang tengah memadu asmara. Itulah Curug Penganten dimana selain menarik, juga banyak cerita-cerita mitos.

Mengenai penamaan Curug Panganten sendiri, merupakan gabungan dari dua kata yang berasal dari bahasa sunda dimana lokasi curug itu berasal. Curug memiliki arti air terjun, dan panganten = pengantin, jadi Curug Panganten artinya air terjun pengantin. Air terjun yang berpasangan. Konon, curug ini dulunya bernama Curug Sewu. Namun sebuah kejadian kemudian mampu mengubah nama Curug Sewu menjadi Curug Panganten.

  • Curug Batu Templek

Curug Batu Templek

Curug Batu Templek ini terletak di Pasir Impun, Ujung Berung. Akses jalannya pun mudah, dari Jalan Pasir Impun (Dari arah Cicaheum Belok kiri setelah LP Sukamiskin) Wargi Bandung tinggal terus ke atas sampai ketemu Jalan Pasir Impun Atas lanjut ke atas sampai ke Jalan Cisanggarung. Dari Jalan Cisanggarung Wargi Bandung sudah dekat dengan Curug Batu Templek ini. Daerah Batu Templek merupakan penambangan batu, jadi di arah jalan menuju ke sana menemukan beberapa pengrajin batu alam.

Keunikan Curug ini adalah aliran airnya keluar dari sela-sela bebatuan. Menurut para ahli Batu Templek ini merupakan fenomena menarik khas Cekungan Bandung yang pada ketinggian tertentu air mengalir dari sela-sela batuan beku. Batu Templek merupakan jenis batuan metamorf yang terbentuk karena perubahan tekanan dan suhu yang tinggi atau panas bumi. Templek, lempeng atau yang lebih dikenal dengan Slate terbentuk dari lempung dan batuan shale. Dinamakan batu templek atau batu lempeng karena batu nya menyerupai lempengan tipis.

  • Curug Cinulang

 

Curug Cinulang

Curug ini berada di perbatasan antara bandung dan sumedang yaitu curug cinulang atau sindulang, Karena curug ini letaknya berada di desa sindulang. Kawasan curug sindulang berada 38 km dari kota bandung dan berada diantara Bandung-Sumedang. Untuk akses menuju ke curug cinulang baik dari kota bandung atau dari exit tol cileunyi kita akan melewati jalur bypass cileunyi. Dari jalan by pass cileunyi yang menuju ke arah sumedang perhatikan di jalur kiri kita akan melihat plang atau arah menuju ke RSUD cicalengka atau pondok aki enin. Curug Cinulang memiliki ketinggian sekitar 50 M, dan elevasi sekitar 1000 M dpl. Curug Cinulang Memiliki dua cabang air terjun utama, dan di lokasi Curug Cinulang terdapat pula satu air terjun kecil yang debit airnya tak terlalu besar. Hulu aliran sungai Curug cinulang berasal dari pegunungan Cikaso, Curug cinulang memiliki debit air yang besar di musim penghujan sehingga kita tidak boleh mendekati pusat jatuhan air, karena sangat berbahaya, selain itu di musim penghujan Curug ini airnya sedikit kecoklatan.

  • Curug Maribaya

Curug Maribaya

Curug Maribaya kini sudah berubah menjadi resort dan dikelola oleh pihak swasta. Fasilitasnya makin lengkap, terawat, dan bersih. Kini wisata Curug Maribaya berubah nama menjadi Maribaya Natural Hot Spring Resort. Fasilitas yang tersedia: Food Court Langlang Buana, Kolam Pancing Talaga Giri, Kolam tangkap ikan Talaga Giri, Area Barbeque Saung Iteung, Kolam Ikan air dingin, Kolam Rendam kaki air panas, Kolam rendam air panas alam, Twig Café kapasistas 250 orang, Yoga Hill Swargaloka, Kolam rendam VIP Tirta Sawarna, Kamar Rendam Tirta Raga, Amphitheatre Bale Piton, Sky Bridge di area Bale Piton.

Baca Juga : Pesona Gunung Bromo, Sunrise Dan Lautan Pasir Yang Indah

Bagikan :

Pesona Gunung Bromo, Sunrise Dan Lautan Pasir Yang Indah

gunung bromo
Jika anda berjalan-jalan ke Jawa Timur, maka salah satu obyek wisata yang wajib anda kunjungi adalah Gunung Bromo yang berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di timur kota Malang. Gunung ini sendiri berada di ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut, dan di apit oleh empat kabupaten bagian dari pemerintahan Pripinsi Jawa Timur yakni Kabupaten Malang, Probolinggo, Pasuruan, dan Lumajang. Dari puncak gunung Penanjakan bisa menikmati matahari terbit (sunrise) dan hamparan lautan pasir luas.

Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger keindahannya tidak perlu diragukan lagi. Demi keindahan ini, para pemburu keindahan Sunrise pun rela berjalan menembus dinginnya udara di kawasan Gunung Bromo.

Namun jangan khawatir, untuk menghangatkan tubuh, di tempat tersebut tersedia beberapa penjual yang menyediakan air mineral hingga kopi. Tak hanya itu, ada pula fasilitas mesjid yang bersih dan nyaman, saking nyamannya digunakan untuk tidur-tiduran.

Setelah menikmati Sunrise, bisa melanjutkan perjalanan ke kaki gunung bromo. Perjalanan sekitar 1 jam dari puncak Penanjakan dengan mengendarai Jeep yang biasanya di sewakan satu paket antara puncak penanjakan dan kawah Bromo. Dengan melewati lautan pasir yang membentang sangat luas tentu saja perjalan ke kaki gunung Bromo sangat menyenangkan.

Ternyata disana merupakan lautan pasir yang luasnya mencapai 10 km², daerah yang gersang yang dipenuhi pasir dan hanya ditumbuhi sedikit rumput-rumputan yang mengering. Tiupan angin, membuat pasir berterbangan dan dapat menyulitkan kita untuk bernafas. Lautan pasir yang luas itu lebih terkenal dengan sebutan pasir berbisik karena suara desiran angin dan pasir dan juga karena tempat itu merupakan tempat pengambilan gambar film Pasir Berbisik.

Di kaki gunung Bromo sendiri terdapat sebuah kawah yang bisa dicapai dengan menaik 250 anak tangga. Sebuah pemandangan indah di Gunung Bromo yang sangat sayang jika anda belum sempat menikmatinya.

Baca Juga : Bahaya Mainan Plastik Bekas Untuk Kesehatan Anak

Bagikan :

Pesona Pantai Pasih Uug, Nusa Penida

Pantai Pasih Uug
Pantai Pasih Uug – Pulau Nusa Penida berada di sebelah timur Pulau Bali. Pulau ini memiliki banyak tempat wisata menarik dan indah untuk dinikmati, salah satunya adalah Pantai Pasih Uug yang terletak di Banjar Sumpang, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, Indonesia.

Pantai Pasih Uug juga dikenal dengan nama Pantai Batu Bolong atau Karang Bolong. Pantai yang jauh dari pemukiman penduduk iini semakin begitu memikat karena memiliki suasana yang tenang, selain alamnya yang masih perawan. Pantai yang dalam Bahasa Bali disebut dengan Pasih Uug ini memiliki pemandangan yang begitu unik. Layaknya sebagian besar kawasan Nusa Penida yang dihiasi dengan tebing-tebing tinggi, dengan ketinggian mencapai 50-200 meter, Pantai Uug juga dihiasi dengan tebing yang menjadi pembatas pantai. Namun anda akan menjumpai sebuah tebing yang berlubang pada bagian tengahnya sehingga nampak menyerupai sebuah terowongan laut. Keberadaan tebing inilah yang menjadi dasar penamaan pantai, Pasih Uug yang berarti pantai yang patah.

Baca Juga : 7 Sambal Khas Indonesia Yang Nikmat

Selain memiliki pesona alam yang sungguh menakjubkan untuk dinikmati, Sejuknya udara oleh semilirnya angin yang berhembus akan membuat kamu betah berlama-lama di pantai ini. Terasa nyaman, tenang dan sangat meneduhkan hati. Jika kamu beruntung, Kamu juga bisa menjumpai Ikan Pari Manta dan Penyu Laut yang berenang-renang riang disekitar Pantai Pasih Uug.

Jika kamu berminat mengunjungi Pesona Pantai Pasih Uug Di Nusa Penida, Kamu bisa mengunjunginya dari Pantai Sanur dengan menggunakan speedboat dengan waktu tempuh sekitar 30-45 menit atau dengan menggunakan kapal feri dari Padang Bai ke Nusa Penida dan selanjutnya dengan menggunakan mobil atau motor sewaan kamu bisa menuju Pantai Pasih Uug dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.

 

Bagikan :