Internasional

China tahan pegawai konsulat Inggris di Hong Kong

Beijing – Seorang warga negara China yang bekerja di konsulat Inggris di Hong Kong ditahan di kota perbatasan China, Shenzhen, karena melanggar hukum, demikian diumumkan Kementerian Luar Negeri China, Rabu. 

Penahanan itu kemungkinan bisa memperburuk hubungan yang tegang antara Beijing dan London.

Inggris menyatakan "sangat prihatin" dengan laporan bahwa anggota staf konsulat di bekas jajahannya itu telah ditahan.

Anggota staf itu, Simon Cheng, tidak kembali bekerja pada 9 Agustus setelah mengunjungi  Shenzhen sehari sebelumnya, menurut laporan situs berita Hong Kong, HK01, berdasarkan hasil wawancara dengan pacar dan keluarga Cheng.

Keluarga mengonfirmasi kepergian Cheng pada Selasa (20/8) malam di Facebook. Mereka mengatakan Cheng melakukan perjalanan dari Hong Kong ke Shenzhen pada pagi 8 Agustus untuk kepentingan bisnis.

Ketika berbicara pada acara jumpa pers harian di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengungkapkan bahwa Cheng ditahan selama 15 hari oleh polisi Shenzhen karena melanggar peraturan manajemen keamanan publik. Geng tidak memberikan keterangan lebih rinci. 

Cheng adalah warga negara China dan masalah itu sepenuhnya adalah urusan dalam negeri China, kata Geng.

"Adapun soal komentar Inggris, kami telah memberikan uraian yang tegas kepada Inggris atas serangkaian komentar dan tindakan yang telah mereka buat soal Hong Kong," katanya, menambahkan.
 
"Kami meminta mereka berhenti membuat pernyataan tidak bertanggung jawab ini, berhenti mencampuri urusan Hong Kong dan berhenti mencampuri urusan dalam negeri China." Seorang pengunjuk rasa mengibarkan bekas bendera kolonial Hong Kong saat unjuk rasa "Mengambil Kembali Hung Hom dan To Kwa Wan, Kembalikan Ketenangan ke Tanah Air Kami" memprotes rancangan undang-undang ekstradisi di kawasan To Kwa Wan, Hong Kong, China, Sabtu (17/8/2019). (REUTERS/KIM HONG-JI)
Polisi Shenzhen menolak memberikan komentar mengenai masalah tersebut.

Hong Kong dilanda gelombang unjuk rasa antipemerintah dalam beberapa pekan terakhir dan Beijing menuduh Inggris serta negara-negara Barat lainnya ikut campur dalam urusan mereka.

Inggris, Amerika Serikat, dan negara-negara lain telah mendesak China untuk menghormati formula "satu negara, dua sistem". Berdasarkan formula itu, Hong Kong dikembalikan oleh Inggris kepada pemerintahan China pada 1997.

Sumber: Reuters

Baca juga: Inggris harap "satu negara dua sistem" jadi dasar solusi Hong Kong

Baca juga: Inggris kecam kekerasan di Hong Kong, desak dialog

Baca juga: Inggris minta China hormati kebebasan di Hong Kong

  Presiden Ingatkan WNI di Hong Kong Amalkan Pancasila

Penerjemah: Atman Ahdiat
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019
Artikel Asli

Bagikan :
Menlu tugaskan dubes RI petakan potensi kerja sama dengan Afrika

Nusa Dua, Bali - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menugaskan para duta besar RI yang bertugas di negara-negara Afrika untuk memetakan potensi kerja sama yang bisa dikembangkan lebih jauh. Penugasan itu diberikan Selengkapnya

China tidak akan setujui pernikahan sesama jenis

Beijing - China tetap hanya mengakui pernikahan antara seorang pria dan seorang wanita, kata seorang juru bicara parlemen pada Rabu, dan tidak akan mengikuti Taiwan yang mengizinkan pernikahan sesama jenis meskipun ada tekanan dari para aktivis. Selengkapnya

Geng narkoba terbesar Dominika berhasil dibongkar

Santo Domingo - Jaksa penuntut utama Republik Dominika mengatakan pada Selasa (20/8) bahwa geng perdagangan narkoba terbesar di negara kawasan Karibia itu telah berhasil dibongkar. Kelompok itu diduga menggunakan dua mantan pemain bisbol profesional Selengkapnya

Capres Argentina Fernandez berjanji tingkatkan dialog dengan Venezuela

Buenos Aires - Calon presiden Argentina Alberto Fernandez mengatakan, Selasa (20/8), bahwa jika ia memenangi pemilihan pada Oktober mendatang, ia akan bergabung dengan Meksiko dan Uruguay untuk meningkatkan dialog dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Selengkapnya

Pemerintah Trump berencana tahan anak migran lebih lama

Washington - Pemerintah Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan mengumumkan peraturan baru yang akan mengizinkan pemerintah menahan lebih lama keluarga yang memiliki anak dan menyeberangi perbatasan Amerika Serikat, kata  ABC News. Lembaga penyiaran itu mengutip keterangan Selengkapnya

Trump batal ke Denmark setelah ditolak beli Greenland

Washington - Presiden AS Donald Trump pada Selasa (20/8) membatalkan kunjungannya ke Denmark, yang sebelumnya dijadwalkan akan dilangsungkan pada awal September, setelah perdana menteri Denmark menolak gagasannya untuk membeli Greenland, wilayah otonomi Denmark.  "Denmark Selengkapnya

Presiden Maduro: Telah ada “berbulan-bulan” kontak dengan pejabat AS

Karakas - Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Selasa (20/8) mengatakan ia telah mengizinkan kontak dengan pemerintah Presiden AS Donald Trump "selama berbulan-bulan", dalam upaya memperbaiki hubungan dengan Washington. Pada Januari, Maduro memutuskan hubungan diplomatik Selengkapnya

Bandara San Francisco-AS larang penjualan botol air plastik

New York - Larangan penjualan botol air plastik diberlakukan di Bandar Udara Internasional San Francisco di California, Amerika Serikat, pada Selasa (20/8), sejalan dengan upaya kota tersebut untuk mengurangi penggunaan plastik sekali-pakai. Sebabnya ialah Selengkapnya

Cathay Pacific tangguhkan penjualan tiket di Bandara Hong Kong

Guangzhou - Maskapai penerbangan Cathay Pacific menangguhkan penjualan tiket di konternya di Bandar Udara Internasional Hong Kong. Penangguhan itu disebabkan oleh pengetatan keamanan di Bandara Hong Kong menyusul situasi keamanan di kota tersebut yang Selengkapnya