Advs

Nasional

antarafoto-joko-driyono-plt-ketua-umum-pssi-diperiksa-polda-metrojaya-220219-rn-3

Joko Driyono nyaman dalam pemeriksaannya

Jakarta – Pelaksana tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono mengaku nyaman dalam menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum di Mapolda Metro Jaya dengan durasi selama 22 jam.

"Alhamdulillah pemeriksaan kedua yang saya lalui cukup melelahkan dan panjang tapi saya merasa nyaman menjalani proses ini. Mudah-mudahan penjelasan yang saya sampaikan sebagaimana yang diterima dan didengarkan penyidik menjadi bahan untuk proses ini hingga diharapkan segera bisa dituntaskan," kata Joko di Mapolda Metro Jaya.

Joko Driyono terpantau tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (21/2) pukul 09.45 WIB dan baru keluar dari ruang pemeriksaan pada hari ini pukul 08.05 WIB. Joko mengaku mendapatkan lebih dari 15 pertanyaan sisa dari 32 pertanyaan yang diajukan penyidik.

"Saya mohon maaf tak bisa menyampaikan subtansinya karena itu termasuk dalam proses. Yang jelas jumlahnya lebih dari itu," katanya.

Joko juga tak menampik pemeriksaan kali ini terkait pengembangan usai penggeledahan di Rasuna Office Park, Januari 2019 lalu, yang kala itu, Jokdri sedang berada di Abu Dhabi.

"Ini tentu ada hubungan dengan peristiwa di Rasuna Office Park di Jakarta saat saya berada di Abu Dhabi. Tapi subtansinya gak bisa dijawab karena sudah masuk proses hukum. Mudah-mudahan bisa dituntaskan," ujar dia.

Joko menyebut bisa saja nantinya ada pemeriksaan selanjutnya untuk melengkapi kekurangan yang mungkin terjadi.

"Bisa saja ada pertemuan berikutnya untuk melengkapi data-data yang dirasa kurang dan saya siap melakukan pemeriksaan berikutnya," kata Joko.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Joko tidak langsung ditahan meski telah menyandang status tersangka dalam kasus pengrusakan barang bukti pengaturan skor.

Diketahui, Joko ditetapkan sebagai tersangka setelah tiga tersangka perusakan barang bukti dugaan pengaturan skor lain tertangkap. Mereka adalah Muhammad Mardani Mogot (sopir Joko Driyono), Musmuliadi (OB di PT Persija) dan Abdul Gofur (OB di PSSI). Kepolisian menyebut Jokdri sebagai aktor intelektual perusakan bukti kasus dugaan pengaturan skor.

Baca juga: Satgas: Pemeriksaan Joko Driyono belum tuntas

Baca juga: Plt Ketum PSSI penuhi panggilan polisi

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bagikan :

Arcandra : Kuwait tetap jadi mitra penting Indonesia

SAVE_20190222_095748

Selama lebih dari 50 tahun terakhir, Indonesia dan Kuwait telah menikmati hubungan yang sangat erat…Jakarta    – Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menegaskan bahwa Kuwait tetap menjadi mitra penting bagi Indonesia dan dibuktikan kedua kedua negara saling memberikan dukungan menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. 

"Selama lebih dari 50 tahun terakhir,  Indonesia dan Kuwait telah menikmati hubungan yang sangat erat, bahkan sebelum kemerdekaan kedua negara, " kata Arcandra dalam sambutan saat menghadiri peringatan 58 tahun Hari Nasional dan 28 Tahun Hari Kebebasan, di Jakarta,  Kamis malam. 
 
Menurut siaran pers dari Kedutaan Besar Kuwait di Indonesia,  Jumat,  baik Indonesia maupun Kuwait saling memberikan dukungan untuk menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Ketahanan PBB. 

Kuwait adalah anggota DK PBB periode 2018-2019,  sementara Indonesia juga terpilih untuk periode 2019-2020, salah satunya berkat dukungan Kuwait. 

"Di bidang perdagangan, Kuwait adalah rekanan penting dan Indonesia adalah salah satu negara pengimpor minyak dari Kuwait. Masih banyak ruang untuk mengembangkan kerja sama perdagangan dan kami yakin bahwa kualitas barang ekspor Indonesia sudah memenuhi standar untuk pasar Kuwait seperti minyak goreng,  furnitur, suku cabang,  bahan bangunan dan sebagainya, " kata Arcandra. 

Sementara itu Dubes Kuwait, Abdulwahab Abdullah Al-Sager mengatakan  diplomasi kemanusiaan Kuwait di Indonesia saat ini menjadi garda terdepan dalam kerja sama bilateral. 

"Nilai bantuan kemanusiaan mencapai 250 juta dolar AS,  sementara volume investasi perminyakan lebih dari dua miliar dolar AS," kata Abdulwahab. 

"Saat ini rombongan panti asuhan dari Garut sedang berkunjung ke Kuwait dan kemarin mendapat kehormatan bertemu ke salah satu emir yang memimpin bidang kerja sama kemanusiaan, " katanya menambahkan.

Baca juga: Indonesia tingkatkan jumlah pekerja migran profesional di Kuwait

Baca juga: Kuwait minta Indonesia buka dialog soal TKI

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bagikan :

Tiga rusunawa nelayan dibangun di Mataram

20130304Rusunawa-030313-DRW

Semula kita akan mendapatkan bantuan dua `twin block` sesuai usulan, tetapi Alhamdulillah realisasinya malam tiga `twin block` atau 174 kamar dengan tipe 36Mataram, – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat segera membangun tiga "twin block" rumah susun sederhana sewa (rusunawa) nelayan, bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram M. Kemal Islam, di Mataram, Kamis, mengatakan jumlah bantuan rusunawa nelayan itu bertambah dari rencana awal dua "twin block".

"Semula kita akan mendapatkan bantuan dua `twin block` sesuai usulan, tetapi Alhamdulillah realisasinya malam tiga `twin block` atau 174 kamar dengan tipe 36 ," katanya.

Pembangunan rusunawa nelayan itu, khusus untuk merelokasi sekitar 90 kepala keluarga yang masih berada di sempadan pantai dan rawan terdampak abrasi setiap tahun di kawasan Bintaro, Ampenan.

Dia mengatakan bantuan pembangunan rusunawa nelayan tersebut sudah dapat dipastikan karena pihaknya telah menerima surat resmi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 14 Februari 2019.

"Karena itulah, kita diminta untuk mempersiapkan berbagai proses pembangunannya sebab pemerintah tahun ini akan melaksanakan tendernya dan pengerjaan fisik dilakukan awal tahun 2020," katanya.

Oleh karena itu, katanya, untuk masalah lahan yang semula dibebaskan 1,6 hektare sudah dibulatkan menjadi dua hektare sehingga diprediksi dapat memenuhi kebutuhan untuk membangun rusunawa nelayan sesuai rencana pemerintah.

Ia menjelaskan satu "twin block" rusunawa hanya membutuhkan lahan 45 are, jika dibangun tiga "twin block" maka kebutuhan lahan sekitar 13,5 hektare, sisanya masih bisa untuk membangun fasilitas umum, sosial, serta lahan kerja nelayan sesuai kebutuhan.

"Lahan kerja nelayan berupa gudang alat tangkap dan fasilitas menjemur ikan," katanya.

Kemal menambahkan dalam proses pembangunan rusunawa nelayan, pemerintah kota menerima barang jadi tidak dalam bentuk dana seperti rusunawa-rusunawa lainnya.

Baca juga: Kementerian ESDM bagikan konverter untuk nelayan NTB

Baca juga: Total kerugian sektor perikanan di NTB pascagempa Rp26,5 miliar

Baca juga: Menteri PUPR tinjau rumah khusus nelayan di Bengkulu

Pewarta: Nirkomala
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bagikan :

STQH digelar tumbuhkan minat baca Al Quran masyarakat Bantaeng-Sulsel

20140529ngajionthestreet-001

Kita akan terus memberikan dukungan untuk segala kegiataan keagamaan di Bantaeng, apalagi menumbuhkan minat baca Al Quran bagi masyarakatMakassar, – Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, menggelar Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) untuk menumbuhkan minat baca Al Quran kepada masyarakatnya.

"Kita akan terus memberikan dukungan untuk segala kegiataan keagamaan di Bantaeng, apalagi menumbuhkan minat baca Al Quran bagi masyarakat," ujar Wakil Bupati Bantaeng, Sahabuddin, Kamis.

Ia mengatakan kegiatan seperti STQH ini akan terus didukung dan menjadi program tahunan agar pengembangan akhlak bagi masyarakat bisa terus berjalan.

Sahabuddin menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Bantaeng akan terus mendorong kegiatan yang bermuara pada kebaikan masyarakat Bantaeng.

"Kita berharap peserta yang tersaring akan diikutkan pada STQH tingkat provinsi adalah peserta yang memang asli dari Bantaeng. Kita akan dorong ke tingkat provinsi nanti dan semoga bukan pinjaman dari daerah lain," katanya.

Ketua panitia STQH, Syamsu Suli mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan dengan melibatkan seluruh kecamatan yang ada di Bantaeng. Jumlah peserta sebanyak 200 orang berasal dari delapan kontingen yang ada di Bantaeng.

Dia menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk menyaring hafidz terbaik di Bantaeng. Peserta yang terbaik akan kembali dipertandingkan di tingkat provinsi yang akan digelar di Kabupaten Tana Toraja pada 22 April mendatang.

Dia juga mengatakan, kegiatan ini tidak hanya sekadar untuk perebutan hadiah dan mencari yang terbaik.

Menurutnya, kegiatan itu juga bertujuan untuk menumbuhkembangkan baca dan tulis Al Quran di Bantaeng.

"Sehingga landasan keagamaan terus menjadi dasar dalam melaksanakan kegiatan keseharian kita," katanya. 

Baca juga: Masjid bantuan Arab Saudi diresmikan Bupati Bantaeng

Baca juga: Guru Mengaji di Bantaeng Peroleh Insentif Rp1,2 Juta/Tahun

Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bagikan :

Aplikasi “NTB Care” diminati, 286 warga melaporkan aduan

20150226913

Dari jumlah 286 aduan tersebut sebanyak 237 aduan disetujui. Sebanyak 26 aduan masih diproses, 21 aduan ditolak serta 163 aduan sudah selesai atau 56,99 persenMataram, – Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat, Tri Budi Prayitno menyatakan sejak diluncurkannya aplikasi "NTB Care" pada 16 Oktober 2018 sampai 12 Februari 2019, tercatat sudah ada 286 aduan masyarakat.

"Dari jumlah 286 aduan tersebut sebanyak 237 aduan disetujui. Sebanyak 26 aduan masih diproses, 21 aduan ditolak serta 163 aduan sudah selesai atau 56,99 persen," katanya saat kegiatan pelatihan admin sistem aplikasi NTB Care lingkup Pemkab Lombok Timur, Kamis.

Aplikasi NTB Care yang disediakan oleh Pemprov NTB itu, kata dia, sebagai sarana/media untuk menyampaikan pengaduan secara langsung kepada pemerintah daerah terhadap berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungannya. Beragam pengaduan dari masyarakat tersebut dapat disampaikan melalui aplikasi NTB Care berbasis android.

Khusus aduan dari warga Lombok Timur yang masuk ke aplikasi NTB Care sampai 12 Pebruari 2019 sebanyak 34 aduan masuk. Dari jumlah tersebut, 12 aduan disetujui, 1 aduan masih proses, 2 aduan ditolak serta 19 aduan sudah selesai.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Lombok Timur Ridatul Yasa Sutaryadi menyampaikan bahwa Pemkab Lotim sejak tahun 2017 telah memiliki Sistem Informasi Pelayanan Pengaduan Terpadu (Sipepadu).

Sehubungan dengan itu, untuk mendukung suksesnya penerapan aplikasi NTB Care dan Sipepadu akan dilakukan sinergi antara Pemkab Lotim dengan Pemprov NTB, katanya.

Baca juga: BPBD NTB luncurkan aplikasi siaga bencana

Pewarta: Riza Fahriza
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bagikan :

54 titik panas di Riau terdeteksi BMKG

hotspot-meningkat

Titik panas terbanyak masih terdeteksi di Kabupaten Bengkalis mencapai 28 titikOleh Fazar Muhardi dan Anggi Romadhoni

Pekanbaru, 22/2 – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 54 titik panas yang mengindikasikan kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di Provinsi Riau.

Berdasarkan citra satelit Terra dan Aqua, Jumat pukul 06.00 WIB, seluruh titik panas dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen menyebar di tujuh kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

"Titik panas terbanyak masih terdeteksi di Kabupaten Bengkalis mencapai 28 titik," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno di Pekanbaru.

Ia menjelaskan titik-titik panas di Bengkalis menyebar di sejumlah lokasi. Pulau Rupat, hingga hari ini masih menyumbang titik panas terbanyak dengan 22 titik. Selain di Rupat, titik panas turut menyebar di sejumlah kecamatan di Bengkalis seperti Kecamatan Bantan, Bengkalis dan Mandau.

Titik panas lainnya turut terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hilir dengan jumlah mencapai sembilan titik. Di Kota Dumai, BMKG kembali mendeteksi titik panas dengan jumlah enam titik, Rokan Hilir empat titik, Meranti dan Pelalawan masing-masing tiga titik serta Siak satu titik.

Lebih jauh, dari 54 titik panas di Riau, BMKG menyatakan 40 titik lainnya dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat terjadinya kebakaran lahan dan hutan dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen.

BMKG menyatakan dari 40 titik api, 22 diantaranya terdeteksi di Kabupaten Bengkalis. Selanjutnya titik api turut terdeteksi di Indragiri Hilir dengan delapan titik, Dumai lima titik, Rokan Hilir tiga titik serta Meranti dan Pelalawan masing-masing satu titik.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger mengatakan, luas lahan terbakar sejak Januari 2019 mencapai sekitar 857,71 ha. Paling banyak di Bengkalis, yakni 639 ha.

Sementara daerah lain juga terjadi kebakaran lahan, namun api sudah berangsur padam. Seperti di Rokan Hilir 117 ha, Dumai 46,5 ha, Kepulauan Meranti 20,2 ha, Pekanbaru, 16 ha, Kampar 14 ha, serta Siak 5 ha.

Edwar menjelaskan, kondisi kebakaran hutan di Rupat, Bengkalis, sulit dipadamkan karena jauh dari sumber air sehingga? petugas kewalahan melakukan pemadaman.

"Kebakaran di Bengkalis semakin meluas dan api sulit dipadamkan karena kurangnya alat pemadaman serta air yang sulit didapatkan di lokasi," ujarnya.

Baca juga: Riau masih dikepung puluhan titik panas

Baca juga: Jikalahari: titik panas terdeteksi di 13 area perusahaan di Riau

Pewarta: Fazar Muhardi dan Anggi Romadhoni
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bagikan :

Warga Waykanan-Lampung diimbau tetap waspada terhadap banjir

20120411BanjirSusulan1142012-1

Masyarakat harus tetap waspada terhadap bencana banjir yang melanda Kabupaten Waykanan, karena bisa saja bencana susulan terjadiOleh Triono Subagyo dan Emir FS

Waykanan, Lampung – Bupati Waykanan, Provinsi Lampung, Raden Adipati Surya mengimbau masyarakat setempat tetap waspada terhadap bencana banjir yang melanda beberapa kecamatan di daerah itu.

"Masyarakat harus tetap waspada terhadap bencana banjir yang melanda Kabupaten Waykanan, karena bisa saja bencana susulan terjadi," katanya di Blambangan Umpu, Waykanan, Provinsi Lampung, Jumat.

Menurut dia, di Kabupaten Waykanan dalam beberapa pekan terakhir sering terjadi curah hujan tinggi yang mengakibatkan air di Sungai Way Umpu meluap hingga menggenani ratusan rumah warga di empat kecamatan.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Waykanan melalui SKPD terkait segera mencarikan solusi terbaik bagi masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai, agar tidak terkena dampak banjir akibat meluapnya sungai tersebut.

"Kita duduk bersama mencarikan solusi ini, semoga mendapatkan jalan keluar untuk persoalan banjir ini," katanya.

Adipati mengimbau warga agar selalu waspada dan menghindari daerah yang rawan longsor dan banjir, sehingga dapat terhindar korban jiwa dan kerugian harta benda.

Pemerintah terus berupaya memberikan pertolongan bagi yang sedang maupun nantinya pascabencana.?

"Semoga kita, Kabupaten Waykanan terhindar dari berbagai musibah, dan kita selalu diberikan keselamatan dan kemudahan dalam setiap langkah kita," kata dia.

Baca juga: Waykanan siaga hadapi banjir

Baca juga: Waspada, Debit Sungai Way Umpu meningkat

Pewarta: Triono Subagyo dan Emir FS
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bagikan :

Warga Muslim Serang-Banten diajak aplikasikan Al Quran dalam kehidupan

20160408antarafoto-pawai-mtq-banten-070416-af-1

Saya berharap jiwa Qurani bisa diterapkan melalui kehidupan sehari-hari, serta dapat merefleksikan Kota Serang menjadi kota yang Berdaya dan BerbudayaSerang, – Wali Kota Serang Syafrudin mengajak masyarakat Muslim Kota Serang, Provinsi Banten, bisa mengaplikasikan nilai-nlai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari sebagai pemaknaan terhadap penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur`an (MTQ).

"Saya berharap jiwa Qurani bisa diterapkan melalui kehidupan sehari-hari, serta dapat merefleksikan Kota Serang menjadi kota yang Berdaya dan Berbudaya," kata Walikota Serang Syafrudin saat menutup MTQ ke-IX Tingkat Kota Serang, di Serang, Kamis.

Syafrudin mengatakan, keterlibatan masyarakat Kota Serang dalam pelaksanaan MTQ sangat penting karena ajang tersebut dapat lebih menggali potensi-potensi yang ada.

"Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh elemen masyarakat, terutama Kecamatan Walantaka yang telah menyukseskan penyelenggaran MTQ IX Kota Serang. Semoga tahun-tahun ke depan bisa lebih baik lagi," kata Syafrudin.

Ia mengatakan, tahun ini yang keluar sebagai juara umum adalah Kecamatan Walantaka dan berharap yang keluar sebagai juara bisa menjadi juara di tingkat provinsi maupun nasional, serta bisa mengajak masyarakat untuk cinta pada Al Quran.

Dalam pelaksanaan MTQ tingkat Kota Serang Tahun 2019, Kecamatan Walantaka meraih juara umum dalam acara MTQ IX tingkat Kota Serang dengan perolehan nilai 169.

Koordinator Kafilah Kecamatan Walantaka, Rosyidin mengatakan, MTQ IX tingkat Kota Serang merupakan wadah untuk masyarakat dalam mengaplikasi nilai-nilai Islami dan religius.

"Alhamdulillah merasa bersyukur, berarti kami sudah berusaha maksimal dengan melakukan seleksi calon peserta yang akan diikutsertakan MTQ IX ini tidak sia-sia. Mudah-mudahan menjadi motivasi dan semangat besar untuk calon-calon qari atau qariah berikutnya," kata Rosyidin.

Dengan diraihnya juara umum Kecamatan Walantaka, ia berharap akan muncul generasi-generasi yang qur`ani dan lebih baik lagi khususnya di wilayah Walantaka.

MTQ IX tingkat Kota Serang diikuti oleh 480 peserta dari 6 kecamatan di Kota Serang, dan mempertandingkan 12 cabang lomba.

Kecamatan Walantaka keluar menjadi juara umum dengan perolehan nilai 169 diraih melalui cabang Tilawah Al-Qur`an, Hifdzil Qur`an, Tafsil Al-Qur`an, Khatil Qur`an, Syarhil Qur`an, Fahmil Qur`an, Qiro`atul Kutub, M2IQ, dan Tahfidz Hadits.

Sementara untuk Kecamatan Cipocok Jaya memperoleh nilai 95, Kecamatan Kasemen nilai 89, Kecamatan Taktakan 45, Kecamatan Curug 40, dan Kecamatan Serang mendapat nilai 13.

Baca juga: Pondok Pesantren "Nurul Alami" Serang membuat inovasi dodol kangkung

Baca juga: Ribuan warga gelar pawai sambut MTQ Banten

Baca juga: Banten juara umum MTQ Nasional

Pewarta: Mulyana
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bagikan :

Pelajar Pekalongan-Jateng mendapatkan pelatihan kebencanaan

antarafoto-simulasi44x-bencana-hari-kesiapsiagaan-260418-hpp

Pelatihan darurat bencana bagi pelajar diharapkan mampu menumbuhkan jiwa gotong royong serta memberikan pemahaman tentang kebencanaan.Pekalongan, Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah memberikan pelatihan tentang darurat kebencanaan terhadap para pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) Kota Pekalongan, Kamis.

Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah, Sudaryanto di Pekalongan, Kamis, mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk membekali pengetahuan tentang penanggulangan bencana, meningkatkan pemahaman tentang kebijakan penanggulangan bencana, dan sebagai silaturahmi antarpegiat kebencanaan dengan pemerintah kota/kabupaten.

"Yang namanya bencana di Indonesia memang harus kita terima. Oleh karena bagi pelajar perlu mendapat pelajaran tentang kebencanaan yang selaras dengan arahan Presiden saat rakor kebencanaan di Surabaya yang menginstruksikan untuk memberi edukasi kepada masyarakat," katanya.

Ia mengatakan pelatihan darurat bencana bagi pelajar diharapkan mampu menumbuhkan jiwa gotong royong serta memberikan pemahaman tentang kebencanaan.

"Oleh karena, pada kesempatan ini kami akan membekali ilmu mengenai kebijakan kebencanaan dan penanganannya, simulasi pendirian dapur umum, pendirian tenda, pertolongan pertama pada korban bencana," katanya.

Kepala BPBD Kota Pekalongan Suseno mengatakan dirinya merasa terhormat karena BPBD Jateng  dapat memfasilitasi terselenggaranya kegiatan pelatihan kebencanaan pada pelajar di daerah ini.

"Pelatihan darurat bencana diprioritaskan bagi pelajar. Kegiatan ini salah satu kontribusi dari Pemprov Jateng melalui BPBD Provinsi Jateng yang telah mengadakan simulasi gerakan bencana di Kota Pekalongan," katanya.

Ia mengatakan pengetahuan tentang kebencanaan ini harus diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat terutama bagi pelajar sebagai motivator apabila terjadi bencana.

"Pelatihan ini sangat penting karena pelajar merupakan salah satu bagian masyarakat yang ada di tingkat pendidikan sehingga mereka sebagai motivator yang ikut andil dalam pelaksanaan kedaruratan bencana," katanya.

Baca juga: Banjir ganggu kegiatan belajar di Pekalongan

Baca juga: Pemkab Pekalongan tetapkan siaga bencana alam

Pewarta: Kutnadi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bagikan :

13 kecamatan di Bangkalan-Jatim rawan bencana, BPBD minta warga waspada

20170104273

Jenis bencana alam yang rawan terjadi di Bangkalan ini meliputi bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang dan puting beliungBangkalan, Jatim – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan Rizal Moris mengatakan 13 dari 18 kecamatan yang ada di wilayah itu rawan bencana, dan diimbau warga untuk lebih waspada pada musim hujan saat ini.

"Jenis bencana alam yang rawan terjadi di Bangkalan ini meliputi bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang dan puting beliung," katanya di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Jumat.

Ia merinci, ke-13 kecamatan yang rawan bencana alam itu meliputi, Kecamatan Kokop, Konang, Geger, Galis, Tanjung Bumi, lalu Kecamatan Burneh, Trageh, dan Kecamatan Kota.

Empat kecamatan lainnya adalah Kecamatan Blega, Arosbaya, Klampis, Burneh, dan Kecamatan Socah.

Di Kecamatan Kokop, Konang, Geger, Galis, dan Tanjung Bumi, menurut Rizal Moris, merupakan kawasan rawan bencana alam berupa tanah longsor.

Sedangkan di kecamatan Burneh, Trageh, dan Kecamatan Bangkalan, selama ini rawan terjadi bencana angin puting beliung.

"Kalau bencana banjir, rawan terjadi di Kecamatan Blega, Arosbaya, Klampis, dan Kecamatan Burneh," katanya menjelaskan.

Oleh karenanya, Kepala BPBD Pemkab Bangkalan mengimbau warga di tiga kecamatan itu hendaknya meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan tinggi yang disertai angin kencang sering terjadi akhir-akhir ini.

Rizal Moris menjelaskan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Surabaya, di Kabupaten Bangkalan dan beberapa wilayah di kabupaten/kota di Jatim dalam sepekan ke depan masih berpotensi terjadi hujan lebat dan angin kencang disertai petir pada pagi dan sore hari.

"Sebagai antisipasi saja, apabila terjadi angin kencang, sebaiknya segera keluar rumah dan lari ke tanah lapang, khawatir pepohonan di sekitar pekarangan rumah roboh," katanya.

Saat ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi vertikal lainnya, seperti dari pihak kepolisian dan TNI untuk saling berkoordinasi apabila ada laporan bencana alam, sehingga bisa segera ditangani.

"Saat ini kami telah memberlakukan status siaga darurat bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang," katanya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun, selama kurun waktu dua bulan ini, bencana alam jenis banjir telah terjadi sebanyak tiga kali di Kabupaten Bangkalan, yakni pada 19 Januari, dan 28 Januari, serta pada 12 Februari 2019.

Baca juga: BPBD catat 39 bangunan di Bangkalan rusak akibat puting beliung

Baca juga: Banjir rendam ratusan rumah di Bangkalan

Pewarta: Abd Aziz
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bagikan :