Asian Games

Timnas Indonesia Masuk Grup Mudah dari Hasil Undian Asian Games 2018

Timnas Indonesia Masuk Grup Mudah dari Hasil Undian Asian Games 2018

Undian Asian Games 2018 cabang sepakbola telah dilakukan. Berdasarkan hasil undian Timnas Indonesia U-23 mendapat keuntungan karena terhindar dari tim-tim besar.

Bertempat di Hotel JS Luwansa, INASGOC selaku Indonesia Asian Games Organizing Committe telah melaksanakan undian grup cabang olahraga sepakbola.

Indonesia yang selaku tuan rumah memang berada di pot 1 bersama Jepang, Korea Selatan, Suriah, Iran, Irak, Arab Saudi dan Uzbekistan.
Dalam undian yang dipimpin oleh perwakilan AFC ini menggelar undian kali ini.

Selengkapnya

Bagikan :

Ini Dia Tanggal dan Harga Penjualan Tiket Asian Games 2018

Ini Dia Tanggal dan Harga Penjualan Tiket Asian Games 2018

Tiket pertandingan Asian Games 2018 resmi dijual pada 30 Juni 2018 oleh Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

INASGOC telah menunjuk perusahaan distributor tiket, KiosTix, sebagai mitra dalam mengelola tiket Asian Games 2018. Tiket dijual dengan harga rata-rata Rp 100 ribu.

Ketua INASGOC, Erick Thohir, dalam leterangan persnya di Senayan, Senin (11/6/2018), mengatakan dari 11 perusahaan, baik dalam dan luar negeri, Kios Tik dipilih karena memenuhi kriteria yang diinginkan oleh panitia lokal. Di antaranya pengalaman sistem informasi teknologinya, sejauh mana mereka memiliki jaringan distribusi dalam dan luar negeri, hingga kemampuan perusahaan tersebut.

Erick menjelaskan tiket termurah dilepas dengan harga Rp 30 ribu. Namun rata-rata harga tiket adalah Rp 100 ribu, tergantung tingkat popularitas cabang olahraganya.

“Harga tiket termurah Rp 30 ribu namun harga termahal tergantung dari tingkat popularitas pertandingan atau cabang itu sendiri. Seperti sepakbola misalnya. Tetapi rata-rata Rp 100 ribu lah,” ujarnya.

BACA JUGA: 3 Metode Baru yang Akan Digunakan di Piala Dunia 2018

Erick Thohir mengatakan bahwa dirinya dan seluruh Panitia Pelaksana Asian Games 2018 sangat optimistis tiket pertandingan akan banyak dibeli mengingat antusias masyarakat yang sangat tinggi dalam menyambut perhelatan akbar se-Asia ini.

“Target penjualan tiket saat ini kami sedang menghitungnya, tapi kami yakin akan lebih dari sejuta tiket yang terjual. Sebagai perbandingan di Asian Games Incheon itu capai 1,3 juta tiket,” tambah Erick.

Bagikan :

Via Vallen Isi Lagu Theme Song Asian Games dengan Judul “Meraih Bintang”

Via Vallen Isi Lagu Theme Song Asian Games dengan Judul "Meraih Bintang"

Via Vallen Isi Lagu Theme Song Asian Games dengan Judul “Meraih Bintang” – Via Vallen penyanyi dangdut yang saat ini terkenal namanya turut memeriahkan event Asian Games 2018. Perempuan berusia 26 tahun ini dipilih menjadi salah satu penyanyi yang membawakan sebuah lagu di album tema Asian Games.

Di dalam album itu, Via akan membawakan lagu berjudul ‘Meraih Bintang’. Pelantun lagu ‘Sayang’ ini merasa bangga karena bisa menjadi bagian di Asian Games.

Via pun mengungkapkan dirinya sangat bangga kerena bisa terlibat dalam event olahraga terbesar nomor satu di asia yang melibatkan kurang lebih 4 milliar orang di dunia.

BACA JUGA: Tuan Rumah Rusia sudah Siap 100% Gelar Piala Dunia

Perempuan kelahiran Surabaya ini sudah melakukan persiapan dari sejak lama untuk membawakan lagu ‘Meraih Bintang’. Via mengaku tak mengalami kendala saat menyanyikan lagu ciptaan Pay itu.

Lagu ‘Meraih Bintang’ akan diluncurkan dalam momen 50 hari jelang penyelenggaraan Asian Games 2018. Nuansa dangdut di lagu tersebut tak sekental dangdut Indonesia. Sehingga, lagu itu bisa dinikmati oleh masyarakat internasional. Nantinya, Via akan tampil dalam pembukaan Asian Games 2018

Bagikan :

Mengenal Olahraga Ju-Jitsu, Cabor Baru di Asian Games 2018

Mengenal Olahraga Ju-Jitsu, Cabor Baru di Asian Games 2018

Banyak masyarakat tanah air yang belum mengetahui apa itu olahraga Ju-jitsu, wajar olahraga ini belum begitu populer di Indonesia.

Ju-jitsu adalah olahraga ilmu bela diri yang fokus pada pertarungan di lantai, olahraga ini berasal dari negara Jepang yang diciptakan oleh Mitsuyo Maeda. Meskipun berasal dari jepang, olahraga ini justru dipopulerkan oleh negara Brasil.

Mengenal Olahraga Ju-Jitsu, Cabor Baru di Asian Games 2018
Ju-jitsu merupakan cabor baru di pentas Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Olahraga asal Jepang tersebut kini mempunyai induk olahraga resmi, yaitu Pengurus Besar Ju-jitsu Indonesia (PB-JI).

Cerita mengapa olahraga ini ada didaftar cabor baru asian games 2018 Jakarta-Palembang, semua bermula dari kesuksesan tim Ju-jitsu Indonesia yang bertanding di ajang Asian Beach Games 2014. Ketika itu kontingen Indonesia menyabet medali perungu dari nomor Duo System (keindahan sistem) yang diperkuat oleh Eko Hendrawan Sofyan dan Lia Nurlianty Sofyan.

BACA JUGA: Bukan CR7 dan Bale sebabkan Zidane Pergi, Tapi Ini…

Dari situlah Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menetapkan PB-JI sebagai salah satu olahraga resmi, KONI juga menetapkan mereka sebagai anggota tetap. Ji-jutsu kini menjadi salah satu cabor yang diharapkan Indonesia untuk mendulang emas Asian Games 2018, Indonesia sendiri mengincar dua emas pada cabor ini.

Mengenal Olahraga Ju-Jitsu, Cabor Baru di Asian Games 2018
Untuk gaya bertarung, Ju-jitsu fokus pada bantingan, kuncian sedi, hingga mendapatkan posisi yang menguntungkan. Pertarungan bisa diselesaikan dengan sebuah kuncian yang memaksa lawan menyerah.

Sejatinya, ada tiga nomor yang telah masuk dalam naungai PB-JI, yakni Fighting System, Duo System, dan Newaza. Namun, di Asian Games 2018, hanya nomor Newaza yang dipertandingkan.

Newaza sendiri adalah nomor yang cukup digemari. Itu karena Newaza seperti pertandingan Judo. Akan ada sebuah kuncian, dan patahan yang sesuai regulasi sebagai senjata andalan untuk mengalahkan lawan.

Bagikan :

Anies Baswedan Batalkan Libur Sekolah Saat Asian Games 2018

Anies Baswedan Batalkan Libur Sekolah Saat Asian Games 2018

Rencana libur sekolah pada event Asian Games 2018 berlangsung dibatalkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Menurut mantan mendikbud itu, Libur sekolah bukan berarti siswa diam dirumah dan tidak kemana-kemana. Dengan meliburkan anak sekolah justru akan sulit mengelola pergerekana mereka.

Kami sudah cukup panjang mendiskusikan hal ini. Kami juga memperhitungkan bagaimana jika kondisi anak sekolah dan tidak sekolah,” kata Anies di Hotel Atlet Century Senayan, Selasa (15/5/2018).

Anies lantas menyebutkan plus minusnya. Dia menjelaskan apabila tidak diliburkan, maka jam sekolah mudah untuk diatur. Sementara jika libur, anak jadi tak teratur dan malah justru akan bergerak kemana-mana yang tak ada pengaturannya.

Untuk itu, kata Anies, jam belajar-mengajar di sekolah yang akan diubah selama Asian Games. Para siswa dan siswi akan masuk sekolah pukul 6.30 WIB, kemudian pulang pukul 12.00 WIB khusus anak Sekolah Dasar (SD).

Sementara kegiatan belajar-mengajar di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas diselesaikan paling lambat jam 2 siang sehingga bisa dikelola pergerakannya.

“Anak SD pulang pukul tersebut karena tak banyak berpengaruh pada lalu lintas dan umumnya mereka ada di lingkungan sekitarnya,” tuturnya.

Tak hanya itu, Pemprov juga berencana menyiapkan mobil dari Dinas Pendidikan untuk membawa para siswa ke venue Asian Games.

“Saya melakukan ini karena mendapat laporan beberapa cabor yang kemungkinan jumlah penontonnya sedikit. Dengan cara ini harapannya anak-anak bisa menonton,” tambahnya.

“Tapi mereka juga harus suka yang ditonton. Kasian betul kalau mereka dibawa venue yang tak disukai. Ini hiburan atau hukuman dibawa ke venue, yang orang dewasa yang tak ingin nonton. Jadi kami ingin anak-anak bisa beri kesempatan melihat dan merasakan Asian Games.”

Anies juga mengusulkan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi agar jam kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat berlangsungnya Asian Games agar disesuaikan juga seperti jam anak sekolah. Itu agar PNS tak ikut berkontribusi terhadap padatnya lalu lintas saat jam-jam sibuk.

“Ini yang kami rencanakan dan lakukan di Jakarta,” ucapnya.

sumber detik

Bagikan :

Esports Konfirmasi Game yang Akan Ditampilkan Pada Asian Games 2018

Esports Asian Games

Asian Games 2018 Jakarta-Palembang sudah dipastikan akan menampilkan cabang olahraga Esport. Federasi Esports Asia (AeSF) sudah mengkonfirmasi game mana yuang akan di tampilkan di Asian Games 2018.

Permainan yang akan dipilih diantaranya adalah League Of Legends, Hearthstone, Starcraft II, Pro Evolution Soccer, Clash Royale dan Arena Of Valor.

The Games juga akan menampilkan dua judul ponsel, Clash Royale dan Arena of Valor , kemungkinan karena ledakan game mobile di wilayah tersebut.

Esports telah ditambahkan ke Asian Games melalui kemitraan dengan Alisports, cabang olahraga perusahaan teknologi Cina, Alibaba.

Tahun lalu, Olympic Council of Asia mengumumkan kemitraan dengan Alisports, cabang olahraga raksasa e-commerce Tiongkok AlibabaDatabase-Link-e1521645463907 , untuk menambah acara esports ke Asian Games 2018 dan 2022.

Alibaba juga dalam jangka panjang, “awan” di seluruh dunia dan “platform e-commerce” kemitraan dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC), dan secara aktif mendorong esports untuk dimasukkan, meskipun perusahaan telah menyatakan bahwa panitia Olimpiade hanya akan pertimbangkan permainan yang tidak “keras atau berdarah.”

Dengan Alibaba sebagai mitra utama, perlu dicatat bahwa AeSF memilih beberapa game yang dimiliki oleh perusahaan pesaing Alibaba, Tencent , seperti League of Legends dan Arena of Valor.

Penggemar esports Barat mungkin terkejut bahwa daftar ini mencakup dua game seluler, atau dengan tidak adanya judul utama seperti Counter-Strike: Global OffensiveDatabase-Link-e1521645463907 . CS: Popularitas GO belum diterjemahkan ke Asia dengan cara yang sama dengan League of Legends , meskipun ada seruan massal di Amerika Utara dan Eropa.

Baca Juga: Insiden Bom, Anies Pastikan Persiapan Asian Games 2018 Tak terganggu

Sebaliknya, budaya bergerak adalah kekuatan pendorong di Asia, khususnya di Cina (negara asal Alibaba). Honor of Kings (gelar Cina untuk Arena of Valor) sudah memiliki liga, bintang bernilai tinggi, dan bahkan serial Database-Link-e1521645463907TV berseri yang akan datang . Demikian pula, Clash Royale baru-baru ini meluncurkan liga profesional untuk berbagai wilayah, termasuk Cina. Liga Cina menampilkan beberapa nama besar tim termasuk LGD, EDG, dan Gen.G ( sebelumnya KSV eSports ).

Daftar judul Asian Games merupakan cerminan dari tren esports saat ini di wilayah tersebut. Sementara esports akan menjadi “olahraga demonstrasi” hanya dalam program 2018, itu telah dikonfirmasi sebagai acara medali penuh untuk 2022 pertandingan di Hangzhou, Cina.

Asian Games dianggap sebagai kompetisi multi-olahraga terbesar kedua di dunia. Meskipun sanksi oleh IOC, penyertaan dalam gim ini bukanlah jaminan bahwa gim tertentu, atau bahkan esports secara umum, akan bisa masuk ke Olimpiade Musim Panas. Sampai saat ini, pengakuan esports yang paling signifikan oleh IOC adalah Intel Extreme Masters Pyeongchang , sebuah turnamen StarCraft II yang diadakan sebelum Olimpiade Musim Dingin 2018.

Bagikan :

Ini Dia Bentuk Obor Asian Games 2018, Ternyata Gagah Loh!

Ini Dia Bentuk Obor Asian Games 2018, Ternyata Gagah Loh!

Obor Asian Gamaes 2018 Jakarta-Palembang telah resmi diperkenalkan oleh panitia penyelenggara ISNAGOC dalam acara peluncuran obor pada Kamis 10 April 2018.

Bentuk obor mempunyai ciri tersendiri dan biasanya menggambarkan keunikan budaya dari tuan rumah penyelenggara. Sama halnya dengan bentuk obor pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, memadupadankan dua alat tradisional dari betawi dan palembang jadilah bentuk yang gagah untuk nyalanya api Asian Games yang berkorbar.

Selanjutnya, kedua alat beladiri tradisional tersebut merupakan simbol dari nilai dan tingkat keberadaan seseorang di masyarakat, maka itu selalu dijaga, diasah ketajamannya agar selalu tampil bersinar dan melahirkan semangat yang berkobar. Ridwan Saidi, budayawan Betawi mengatakan bahwa golok bagi masyarakat Betawi bukan hanya sebagai sebuah senjata tapi sebagai sebuah karya seni. “Saya mengapresiasi panitia yang telah menjadikan golok sebagai dasar bentuk Obor Asian Games 2018. Hal tersebut sangat positif bagi budaya Betawi” ujar Ridwan.

Baca Juga: Tantang Jordan! Ronaldo meluncurkan Super Hero Kartun “Striker Force 7”
Sementara itu, skin adalah alat beladiri tradisional Sumatera Selatan yang diperkirakan berasal dari gabungan budaya lokal dan Tionghoa pada masa silam. Skin termasuk alat beladiri yang digunakan dalam jarak dekat dan biasanya digunakan hanya dalam keadaan terdesak untuk mempertahankan diri.

Dirancang oleh tim desain Panitia Pelaksana, obor tersebut memiliki lebar 35-90 mm, berat kosong 1600 gr dan 1725 gr apabila terisi penuh bahan bakar serta tinggi 600 mm. Obor yang didominasi dengan warna perak tersebut menggunakan bahan bakar propane gas untuk menjaga api tetap menyala. Penempatan elemen grafis dari logo Asian Games selain sebagai unsur estetika juga menjadi pemersatu dari dua bentuk alat beladiri menjadi satu kesatuan dan melambangkan sebuah persatuan. “Asian Games 2018 tidak hanya sekedar ajang untuk mengejar prestasi, tapi sebuah ajang untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan kita. Diharapkan momen ini bisa kita manfaatkan bersama-sama seluruh lapisan masyarakat karena Asian Games 2018 untuk Indonesia,” jelas Erick.

Kenalkan lagu “Janger Persahabatan”

Ini Dia Bentuk Obor Asian Games 2018, Ternyata Gagah Loh!
Janger Persahabatan jadi Theme Song Asian Games  2018

Pada kesempatan yang sama, Panitia Pelaksana Asian Games 2018 juga kenalkan lagu resmi Asian Games yang kedua dengn judul Janger Persahabatan. Lagu tersebut merupakan kolaborasi banyak artis yang mau berkontribusi demi kesuksesan dari Asian Games 2018. Kolaborasi tersebut adalah Guruh Soekarnoputra bertindak sebagai penulis lagu, NEV+ bertindak sebagai arranger musik, sedangkan Ariel Noah dan Dea Dalila bertindak sebagai penyanyi.

Guruh Soekarnoputra berharap lagu ‘Janger Persahabatan’ yang dibuat dalam rangka Asian Games, dapat dinikmati oleh sebanyak-banyaknya pendengar bahkan setelah perhelatan tersebut berlalu. “Lagu ini menceritakan tentang persahabatan yang menggabungkan alat musik tradional dan kami mengharapkan lagu ini bisa gampang dinyanyikan banyak orang,” Kata Guruh. Lagu Janger ini akan tersedia mulai tanggal 11 Mei di digital platform.

Nantinya obor Asian Games 2018 akan diarak melintasi dua negara dan 1 kota di India serta 50 kota di Indonesia.

Sumber: Media and Public Relations Panitia Pelaksana Asian Games 2018
Bagikan :

eSPORTS Ikut Ramaikan Asian Games 2018 Sebagai Cabang Olahraga Ekshibisi

eSPORT Ikut Ramaikan Asian Games 2018 Sebagai Cabang Olahraga Ekshibisi

Cabang olahraga eSports akan ikut meramaikan Asian Games 2018 Jakarta Palembang. Statusnya, sebagai cabang olahraga ekshibisi.

Deputi I Bidang Games Operations INASGOC, Harry Warganegara menjelaskan di Asian Games 2018 nanti ada dua cabang olahraga yang masuk demosport, sebagai ekshibisi. Yakni, eSports dan kano polo.

“Sebenarnya, malah ada lima yang ingin menjadi demosport seperti pentanque, lalu ada woodpool. Tapi memang yang diterima Dewan Olimpiade Asia (OCA) hanya dua. Pertama, cabang olahraga eSports dan yang kedua adalah kano polo. Masing masing digelar di Jakarta dan satunya di Palembang,” kata Harry ketika dikonfirmasi Selasa (8/5/2018).

Cabang olahraga ekshibisi itu tetap memperebutkan medali, namun tak akan masuk perhitungan dalam kontingen pemenang. Selain itu, pelaksanaannya tak menjadi tanggung jawab Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC). Melainkan federasi cabang olahraga Asia-nya masing-masing cabang itu sendiri.

“Tetapi, minta izin sama OCA dan INASGOC mengetahui. Jadi mereka cari tempat sendiri, buat eksibisi sendiri, bayar lalu buat medali sendiri. Nothing to do dengan Asian Games,” Harry menjelaskan.

“Karena secara hukum tidak boleh ada pertandingan di Indonesia, di manapun, selama Asian Games berlangsung. Misalnya, liga bola di Bali tak boleh, kemudian pertandingan kejuaraan porprov atau apapun, itu tidak boleh ada kegiatan olahraga. Aturannya jelas. Pokoknya, semua harus fokus ke Asian Games. Saya lupa apakah dua pekan sebelum atau sesudah Asian Games,” lanjutnya menegaskan.

“Jadi harus jelas tidak ada sepeserpun kami mengeluarkan biaya untuk demosport. Hanya memang untuk akreditasi mereka harus berkoordinasi dengan kami supaya sistemnya nyambung. Apalagi dengan di Palembang. Jadi jika eSports masuk di Asian Games tidaklah tepat. Tetapi eSports adalah demosport di Asian Games itu benar. Sebab, Indonesia telah menggetok cabang yang dipertandingkan ada 40 yang terdiri dari 463 nomor event,” ujar dia.

Harry juga sekaligus mempertegas jika keputusan masuknya dua demosport ini telah ditetapkan tiga pekan lalu atau saat Rapat Koordinasi Komite ke-8 dengan OCA. Pihaknya juga telah mengumumkan kepada seluruh NOC terkait adanya dua cabang eksibisi tersebut.

sumber detik

Bagikan :

Asian Games Jadi Kesempatan Emas Untuk Mempromosikan Indonesia di Mata Dunia

Asian Games Jadi Kesempatan Emas Untuk Mempromosikan Indonesia di Mata Dunia

Asian Games 2018 merupakan kesempatan emas sekaligus momentum terbaik bagi kita untuk mempromosikan Indonesia di mata dunia. Tahun ini, Indonesia dipercaya untuk menjadi tuan rumah bagi ajang kompetisi olahraga tertinggi di Asia ini yang secara resmi akan dibuka pada 18 Agustus 2018.

Dengan mempertandingkan 40 cabang olahraga yang akan diikuti oleh para atlet dari 45 negara peserta, dapat dipastikan bahwa semua mata akan tertuju kepada Indonesia selama penyelenggaraan berlangsung.

Maka, bukan hal yang berlebihan bila Presiden Joko Widodo memberi perhatian ekstra bagi persiapan Asian Games edisi ke-18 ini. Bahkan, dirinya turun tangan langsung untuk ikut mempromosikan Asian Games melalui berbagai penampilan dan kunjungannya akhir-akhir ini.

Di sela-sela aktivitasnya menemui para atlet Pelatnas berkuda di Arthayasa Stable, Kota Depok, Minggu (6/5/2018) Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden bersama dengan Richard Sambera, mantan perenang putra andalan Indonesia yang penuh prestasi, menggelar wawancara khusus dengan Presiden terkait penyelenggaraan Asian Games ini.

Berikut petikan wawancara dengan Presiden Joko Widodo:

Bagaimana hari Minggu seperti ini Bapak tumben meninjau para atlet kita?

Semuanya perlu dilihat, perlu dikontrol, karena tahun ini kita mempunyai sebuah event yang akbar, yang besar, yaitu Asian Games ke-18 yang akan dimulai 18 Agustus yang akan datang. Perlu persiapan. Kesuksesan itu dimulai dari bagaimana kita mempersiapkan.

Kenapa saya cek venue-venue-nya sudah selesai atau belum? Kemudian persiapan atlet dalam rangka nanti prestasinya seperti apa juga harus dikontrol dan dicek.

Saya ingin melihat lapangannya seperti sekarang ini kita lihat, latihan untuk berkuda di Arthayasa, di Depok. Latihannya terus sehingga kita harapkan nanti kita dapat emas dari sini.

Saya mendapatkan informasi, dan setelah kita cek di lapangan, 92 persen venue sudah selesai. Kemudian persiapan-persiapan atlet baik di tempat latihan seperti ini, baik di dalam dan luar negeri juga sudah berjalan. Kita harapkan nanti tidak hanya sukses persiapan, tetapi juga sukses pelaksanaan dan prestasi. Ini yang kita harapkan.

Apa itu alasan mengapa Bapak akhir-akhir ini ingin memastikan secara intens persiapan menuju Asian Games berjalan dengan baik?

Iya, dan juga rasa kepemilikan dari masyarakat. Oleh sebab itu selalu saya sampaikan kalau ini harus sudah hangat, harus panas, dan nanti menjadi sebuah demam. Karena sekali lagi, ini 45 negara akan berkumpul di Indonesia dan kurang lebih 15 ribu atlet akan berkumpul di negara kita sehingga masyarakat kita harapkan semuanya ikut berpartisipasi dalam Asian Games yang ke-18.

Termasuk jaket yang lagi heboh ini?

Iya, supaya masyarakat semuanya ingat bahwa 18 Agustus 2018 akan dibuka Asian Games di Jakarta.

Sebenarnya, dukungan konkret seperti apa yang Bapak harapkan dari seluruh masyarakat?

Seluruh masyarakat, dunia usaha, kemudian pemerintah, dan pemerintah daerah semuanya harus memberikan dukungan kepada event besar karena ini menyangkut nama besar negara kita, menyangkut nama besar bangsa kita, semampu yang mereka miliki.

Misalnya toko-toko memberikan diskon untuk nanti pada saat Asian Games. Kemudian masyarakat mengadakan lomba-lomba baik di sekolahan, di kampung, atau di kabupaten dan kota masing-masing. Saya kira ini akan memberikan dukungan yang besar pada event besar Asian Games 2018.

Termasuk saya pakai jaket ini, saya ingin mengajak masyarakat agar semuanya memberikan dukungan kepada Asian Games.

Suksesnya ada dua: penyelenggaraan dan prestasi. Bagaimana itu?

Yang paling penting, venue harus siap dan tadi sudah saya sampaikan 92 persen sudah siap. Tinggal finishing akhir-akhir saja. Kemudian saya lihat tempat-tempat training seperti ini juga sudah digunakan. Artinya latihan ini juga terus menerus.

Yang kita harapkan nanti mendapatkan prestasi yang baik karena di Asian Games 2014 kita berada di ranking 17. Target kita pada Asian Games yang ke-18 ini kita masuk ke 10 besar. Targetnya 16 emas, kurang lebih. Syukur bisa lebih.

Berbicara mengenai dukungan, apakah nanti Bapak akan banyak hadir di pertandingan untuk mendukung atlet?

Ya! Saya akan datangi, saya akan memberikan semangat di venue-venue yang ada. Nantinya kita harapkan emas itu betul-betul bisa kita raih dan lebih dari target. Kalau kita datangi dan kunjungi yang paling penting bisa memberikan semangat kepada atlet-atlet kita.

Ada satu poin yang mungkin jarang didiskusikan, nanti bagaimana pasca-Asian Games?

Ini yang paling penting. Venue-venue yang sudah kita bangun kemudian banyak yang kita perbaiki menelan biaya tidak sedikit. Pasca-Asian Games ini venue-venue harus kita kelola sehingga produktif.

Yang pertama, venue ini harus produktif. Harus dipakai latihan-latihan dalam rangka event-event besar ke depan.

Kedua, yang berkaitan dengan industri olahraga ini juga harus dihidupkan. Seperti tadi saya mendapat informasi mengenai celana untuk berkuda, kemudian sepatu berkuda, kenapa kita harus impor? Karena sebenarnya kita sendiri bisa buat. Kalau impor harga Rp3-4 juta, kalau dibuat di sini bisa Rp500-600 ribu.

Kemudian misalnya meja pingpong. Kita sudah siap, kenapa harus impor? Produksi dalam negeri harus kita galakkan di bidang pendukung-pendukung untuk dunia olahraga kita.

Bagaimana masyarakat secara luas memulai lagi setelah ini? Apakah harus berolahraga atau memasukkan olahraga ke kehidupan sehari-hari?

Iya, termasuk itu. Artinya pasca-Asian Games kita harus punya blueprint untuk dunia olahraga kita, untuk industri yang mendukung keolahragaan kita, dan memberikan demam kepada masyarakat agar giat berolahraga dalam rangka memberikan kesehatan kepada kita.

Belakangan banyak masukan dari atlet bahwa mereka belum mendapat peralatan dan belum beradaptasi dengan venue?

Semuanya memang harus beradaptasi dengan cepat. Saya kira atlet-atlet dari luar yang datang ke Indonesia hanya punya waktu seminggu untuk beradaptasi.

Seperti berkuda ini nantinya kan untuk kompetisinya di Pulo Mas. Tapi latihannya bisa di Arthayasa seperti ini. Jadi tidak harus latihan di tempat venue yang akan digunakan bertanding.

“Saya kira kita punya venue untuk training dan venue untuk kompetisi, sekali lagi tinggal prestasi yang harus menjadi semangat kita.

sumber Biro pers media skretariat Presiden
Bagikan :

Menteri Susi Mempromosikan Asian Games 2018 “Tidak Nonton Saya Tenggelamkan”

Menteri Susi Mempromosikan Asian Games 2018 "Tidak Nonton Saya Tenggelamkan"

Menteri Susi Pudjiastuti yang membidangi kelautan dan perikanan turut promosikan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang yang akan dihelat Agustus mendatang.

Ada yang unik dari Menteri Susi dalam mensosialisasikan Asian Games, ia akan menenggelamkan orang-orang yang tak ikut meramaikan perhelatan olahraga terbesar se-ASIA tersebut. Hal ini disampaikan langsung lewat akun Menpora @NAHRAWI_imam pada Jumat (4/5/2018).

“Halo, selamat pagi semua. Ingat bulan Agustus tanggal 18 akan dibuka Asian Games di Sumatera Selatan dan Jakarta. Mari sama-sama mulai hari ini dengungkan dan sautkan Asian Games. Pesta olahraga di Asia. Tidak datang ke Asian Games saya tenggelamkan!” ucap Susi dengan semringah.

Menpora yang mendengar itu pun menimpali. “MasyaAllah. Cocok,” tuturnya kemudian tertawa.

Video ini dibuat ketika sedang bersama-sama dalam rapat terbatas membahas persiapan Asian Games 2018. Mereka menyempatkan untuk membuat video dukungan dan ajakan datang ke pembukaan Asian Games yang berlangsung 18 Agustus sampai 2 September 2018.

Bagikan :