Piala Dunia

Berikut 8 Tim yang Akan Berjuang di Perempat Final Piala Dunia 2018

Berikut 8 Tim yang Akan Berjuang di Perempat Final Piala Dunia 2018

Piala Dunia Rusia 2018 babak 16 besar telah usai. Laga antara Kolombia vs Inggris menjadi pertandingan terakhir di babak perdelapan final.

Selanjutnya, 8 negara akan bersaing di babak perempatfinal. 8 negara tersebut adalah Uruguay, Prancis, Brasil, Belgia, Swedia, Rusia, Kroasia, dan Inggris. Babak perempatfinal akan dimulai pada Jumat (06/07/18).

4 stadion telah dipilih untuk menggelar babak perempatfinal. 4 stadion tersebut adalah Nizhny Novgorod Stadium, Kazan Arena, Samara Arena, dan Fisht Stadium.

Baca Juga: Pangeran William Bajak Akun Twitter Istana Untuk Dukung Timnas Inggris

Laga Uruguay vs Prancis akan menjadi laga pertama yang tersaji di perempatfinal Piala Dunia 2018. Kedua tim akan bermain pada tanggal 6 Juli 2018.

Berlanjut ke pertandingan selanjutnya, ada Brasil vs Belgia Dan selanjutnya adalah laga antara Swedia vs Inggris.  Laga antara tuan rumah Rusia vs Kroasia akan menjadi laga terakhir di babak perempatfinal Piala Dunia 2018.

Bagikan :

Pangeran William Bajak Akun Twitter Istana Untuk Dukung Timnas Inggris

Pangeran William Bajak Akun Twitter Istana Untuk Dukung Timnas Inggris

Pangeran William tampaknya tak tahan untuk berkicau di media sosial. Namun mengingat ia tak boleh punya akun pribadi, maka ia pun ‘membajak’ akun Twitter Istana Kensington.

Pangeran William memulai debut kicauannya di dunia media sosial dengan memberikan dukungan kepada Timnas Inggris yang menang melawan Kolombia di laga 16 besar Piala Dunia 2018, Rabu (4/7).

Aksi bela Inggris itu disampaikan William dengan menggunakan akun media sosial Istana Kensington dan diberi huruf ‘W’ sebagai pengganti tanda tangannya.

“Saya tak dapat lebih bangga lagi dengan Inggris, sebuah kemenangan melalui adu pinalti! Kalian amat bermain baik dan benar-benar masuk delapan besar Piala Dunia,” kata William.

“Dan kalian harus tahu seluruh negeri mendukung kalian Sabtu nanti! Ayo Inggris!” lanjutnya sembari memberikan tanda “W” di akhir kalimat.

Sebelumnya timnas Inggris berhasil memenangkan pertandingan melawan Kolombia dengan adu penalti dan memperoleh skor 4-3 yang bermain Rabu, (4/7/2018) dini hari WIB.

Ini adalah kali pertama dalam empat kesempatan timnas Inggris menang adu penalti di Piala Dunia. Sebelumnya The Three Lions selalu dihantui kutukan adu penalti setelah gagal pada Piala Dunia 1990, 1998, dan 2006.

Dengan kemenangan ini, Inggris dijadwalkan akan bertemu dengan Swedia untuk memperebutkan posisi di semifinal.

Namun dukungan William sendiri terhadap timnas Inggris tidak hanya ditunjukkan pada pertandingan Inggris-Kolombia saja.

Bagikan :

Captain Tsubasa Ada di Pertandingan Blegia VS Jepang Piala Dunia 2019

Captain Tsubasa Ada di Pertandingan Blegia VS Jepang Piala Dunia 2019

Belgia vs Jepang tengah bertarung pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Stadion Rostov, Rusia, Selasa (03/07/18) pukul 01.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Dalam pertandingan tersebut terdapat sebuah kejanggalan di dalamnya. Sebab pendukung Jepang memamerkan karya yang menarik dan unik di Piala Dunia 2018.

.Karya yang dimaksudkan adalah banner tokoh anime yang terkenal di dunia, yakni Captain Tsubasa Ozora  yang dibentangkan oleh pendukung Jepang. Tsubasa hadir dengan mengenakan jersey Tim Nasional Jepang.

Captain Tsubasa Ada di Pertandingan Blegia VS Jepang

Selengkapnya

Bagikan :

Pelatih Inggris Berjanji Main Menyerang Sepanjang waktu Lawan Kolombia

Pelatih Inggris Berjanji Main Menyerang Sepanjang waktu Lawan Kolombia

Pelatih Inggris, Gareth Southgate mengatakan laga melawan Kolombia di 16 besar Piala Dunia 2018 adalah kesempatan bagi anak-anak asuhnya untuk memperbaiki rekor di fase gugur dalam ajang bergengsi sepakbola dunia tersebut.

Terlebih kemenangan melawan Tunisia dan Panama di fase grup jelas bukan ujian yang sebenarnya bagi The Three Lions.

Inggris akan berhadapan dengan Kolombia di Stadion Spartak, Moskow, Rabu (04/07/18) dini hari WIB.
Pemenangnya akan berhadapan dengan pemenang partai Swiss vs Swedia yang berlangsung di hari Selasa (03/07/18) pukul 21.00 WIB.

Selengkapnya

Bagikan :

Banyak Drama Lawan Meksiko, Neymar Dikecam Para Legenda

Banyak Drama Lawan Meksiko, Neymar Dikecam Para Legenda

Penyerang andalam Brasil Neymar JR sukses membawa Brasil melenggang ke babak 8 besar Piala Dunia 2018. Dia membawa Brasil menyingkirkan Meksiko dengan skor 2-0 di Samara Arena, Senin (2/7/2018).

Striker Paris Saint-Germain itu membuka keunggulan Brasil pada menit ke-51. Neymar sukses memanfaatkan umpan silang Willian. Satu gol Brasil lainnya dicetak oleh Roberto Firmino.

Namun demikian, Neymar mendapat banyak kritikan dari para legenda. Mantan pemain Barcelona itu sering melakukan aksi berlebihan ketika dilanggar.
Selengkapnya

Bagikan :

Belgia Permalukan Inggris Dengan Pemain Lapis Kedua

Belgia Permalukan Inggris Dengan Pemain Lapis Kedua

Belgia Permalukan Inggris Dengan Pemain Lapis Kedua – Belgia sukses memuluskan langkahnya lolos ke babak 16 besar piala dunia 2018 usai kalahkan Inggris dengan skor akhir 1-0 yang bertanding di stadion Kaliningard, Jumat, (29/6/2018) dini hari WIB.

Pada laga melawan Inggris di putaran terakhir penyisihan grup D, Belgia turun dengan pemain lapis kedua. Gol tercipta pada menit ke 51 lewat sepakan Adnan Januzaj, dari hasil ini Belgia menempati puncak klasemen grup D dengan raihan 9 poin.

Pelatih Belgia Roberto Martinez, sengaja menurunkan pemain lapis kedua saat melawan Three Lions. Martinez menargetkan prioritas Belgia tidak untuk menang, melainkan tujuan utamanya untuk lolos ke babak 16 besar.

Martinez setidaknya mengubah 9 pemain inti pada laga melawan Inggris, menang atas Three Lions pelatih berusia 44 tahun itu mengaku sangat senang dengan kemenangan yang diraih para pemain lapis keduanya.

Martinez pun kini memilih untuk menaruh fokus penuh pada pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2018 kontra Jepang.

“Sekarang, kita perlu fokus pada Jepang, Inggris bermain Kolombia, dan jika Anda berpikir lebih jauh dari itu, itu masalah,”Ujar Martinez.

“Lebih mudah untuk tetap di Moskow karena pertandingan berikutnya akan berada di sini dengan satu hari pemulihan tambahan, tetapi satu-satunya hal yang kami berkonsentrasi adalah bermain Jepang,”Pungkasnya.

Bagikan :

5 Fakta Unik Kekalahan Jerman di Piala Dunia 2018

Timnas Jerman harus mengubur mimpi melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 setelah takluk 0-2 dari Korea Selatan pada matchday terakhir Grup F, di Stadion Kazan Arena, Rabu (27/6/2018). Dibalik itu ada fakta unik kekalahan jerman di piala dunia 2018.

Pasukan Joachim Low langsung tampil menyerang sejak laga bergulir. Namun, rapatnya lini pertahanan Korea Selatan membuat skor 0-0 tak berubah hingga memasuki memasuki injury time.

Alih-alih mendulang gol, Jerman justru mengalami petaka pada menit ke-92. Kiper Manuel Neuer harus memungut bola dari gawangnya karena gagal menghentikan bola hasil sepakan Kim Young-gwon.

Korea Selatan semakin percaya diri setelah unggul. Empat menit berselang, Son Heung-min menggetarkan jala gawang Jerman yang tanpa pengajagaan karena ditinggal Neuer yang maju ke depan.

Hasil negatif membuat Jerman menghuni dasar klasemem akhir karena hanya mendulang tiga poin. Tim Panser gagal melaju ke babak selanjutnya karena dalam waktu yang bersamaan, Swedia mengalahkan Meksiko 3-0.

Berikut ini adalah lima fakta setelah Jerman terdepak dari Piala Dunia 2018.

Lima Fakta Kekalahan Jerman

1. Hasil Jerman kontra Korea Selatan membuat catatan baru di Piala Dunia 2018. Hingga saat ini, sebanyak 20 persen gol tercipta pada menit ke-90.
2. Jerman menjadi juara bertahan Piala Dunia ketiga yang tereliminasi di fase grup, setelah Italia (2010) dan Spanyol (2014).
3. Korea Selatan membuat Jerman mengulangi kenangan pahit 80 tahun silam. Pada 1938, tim Panser kali terakhir gagal melenggang ke 16 besar Piala Dunia.
4. Selama mengikuti Piala Dunia 2018, Jerman tidak sekalipun unggul pada babak pertama. Kali terakhir mereka menorehkan catatan negatif itu adalah dalam turnamen serupa tahun 1986.
5. Korea Selatan memutus catatan impresif Jerman ketika bersua para wakil dari Asia. Sebelum laga ini, Jerman selalu menang dalam lima pertemuan kontra negara-negara Asia sepanjang sejarah Piala Dunia.

bola.com

 

Bagikan :

Baru Fase Grup, VAR Cetak Rekor Penalti Terbanyak di Piala Dunia 2018

Baru Fase Grup, VAR Cetak Rekor Penalti Terbanyak di Piala Dunia 2018

Video Assistance Refree (VAR) dalam penggunaannya di piala dunia 2018, memang sangat membantu sang wasit pengadil lapangan dari kekurangan dalam jangkauan penglihatan.

Penggunaan VAR di piala dunia 2018 sudah membuat rekor penalti cukup banyak, pada babak penyisihan grup sudah ada 20 penalti yang tercipta. Hal ini lebih banyak jika dibandingkan pada piala dunia sebelumnya.

VAR juga sangat menguntungkan tiap pemain yang menjadi korban pelanggaran khususnya di kotak penalti, hal ini bisa menguntungkan terciptanya tendangan penalti.

Sebagai contoh pada pertandingan tadi malam, Portugal kontra Iran yang menghasilkan tendangan penalti ke 19 yang dilakukan Cristiano Ronaldo dan berikutnya Iran dimenit terakhir menjadi yang ke 20.

Hingga babak sistem gugur Piala Dunia 2018, hadiah penalti yang diberikan berdasarkan tinjauan VAR sudah mencapai 20 penalti. Sejauh ini ada 15 dari total penalti yang telah berhasil dikonversi menjadi gol, seperti yang dilansir ESPN.

Jumlah ini rupanya melebihi Piala Dunia Brasil empat tahun lalu yang hanya mencatatkan 13 penalti di seluruh turnamen. Selain itu juga lebih banyak dari rekor sebelumnya di Piala Dunia 2002 yang dilangsungkan di Jepang dan Korea Selatan dengan total 18 penalti tanpa VAR.

VAR dibenci tapi juga dicintai

Baru Fase Grup, VAR Cetak Rekor Penalti Terbanyak di Piala Dunia 2018
Kontroversi VAR masih jadi perdebatan oleh sejumlah pengamat dan pecinta sepakbola. Setiap pemain akan selalu diawasi dengan 33 kamera tersembunyi yang merekam setiap gerakan mereka.

keputusan wasit setelah melihat VAR melahirkan keuntungan dan kerugian bagi kedua tim yang bertanding, walaupun pelanggaran terekam dalam video tetap saja keputusan ada di tangan wasit.

Tak hayal ada saja pemain yang tetap protes kepada keputusan wasit setelah melihat VAR. Wasit akan tetap pada pendiriannya untuk memutuskan bahwa ada atau tidak adanya pelanggaran.

Tidak hanya protes yang diterima wasit, terciptanya kebenaran pelanggaran juga dipuji oleh pemain yang menjadi korban.
Apabila VAR masing diberikan, bisa dipastikan Piala Dunia 2018 mencatatkan rekor lebih dari 30 tendangan penalti yang diberikan. Berikut ini catatan penalti yang diberikan sejauh ini di Piala Dunia 2018 dilansir Metro.co.uk.

1. Cristiano Ronaldo untuk Portugal vs Spanyol (berhasil)

2. Antoine Griezman untuk Perancis vs Australia setelah tinjauan VAr (berhasil)

3. Miles Jedinak untuk Australia vs Perancis (berhasil)

4. Lionel Messi untuk Argentina vs Islandia (gagal)

5. Christian Cueva untuk Peru vs Denmak setelah tinjauan VAR (gagal)

6. Luka Modric untuk Kroasia vs Nigeria (berhasi)

7. Andras Granqvist untuk Swedia vs Korea Selatan setelah tinjauan VAR (berhasil)

8. Ferjani Sassi untuk Tunisia vs Inggris (berhasil)

9. Shinji Kagawa untuk Jepang vs Kolombia (berhasil)

10. Mohamed Salah untuk Egypt vs Rusia (berhasil)

11. Mile Jedinak untuk Australia vs Denmark setelah VAR (berhasil)

12. Gylfi Sigurdsson untuk Islandia vs Nigeria setelah tinjauan VAR (gagal).

13. Eden Hazard untuk Belgia vs Tunisia setelah tinjauan VAR (berhasil)

14. Carlos Bela untuk Meksiko vs Korea Selatan (berhasil)

15. Harry Kane untuk Inggris vs Panama (berhasil)

16. Harry Kane untuk Inggris vs Panama (berhasil)

17. Fahad Al-Muwaallad untuk Arab Saudi vs Mesir (gagal)

18. Salman Al-Faraj untuk Arab Saudi vs Mesir setelah tinjauan VAR (berhasil)

19. Cristiano Ronaldo untuk Portugal vs Iran setelah tinjauan VAR (gagal)

20. Karim Ansarifard untuk Iran vs Portugal setelah tinjauan VAR (berhasil)

Bagikan :

Mandul Mencetak Gol, Lionel Messi Frustasi

Mandul Mencetak Gol, Lionel Messi Frustasi

Mandul Mencetak Gol, Lionel Messi Frustasi – Lionel Messi belum juga menunjukan kelasnya sebagai pemain bintang di pentas sepakbola akbar Piala Dunia 2018 Rusia. Messi belum mencetak satu golpun untuk Timnas Argentina.

Mandulnya Messi dalam mencetak gol untuk Argentina sangat bertolak belakang ketika bermain untuk Barcelona. Pasalnya La Pulga ketika bermain di Barca, ia adalah penyerang predator yang sangat haus gol.

Namun amat sangat disayangkan ketika bermain untuk timnas Argentina, andalan Barca itu mengalami kemandulan dalam urusan mencetak gol.

Gagalnya Messi ketika mencetak gol dalam tendangan penalty melawan Islandia pada babak penyisihan grup D adalah salah satu bukti tumpulnya sang predator Barca tersebut, Hasilnya Argentina harus menerima hasil seri 1-1 melawan Islandia yang notabene materi pemainnya jauh lebih baik dari La Albiceleste (julukan Argentina).

Belum lagi kekalahan telak Argentina 0-3 atas Kroasia kian menambah beban bagi Messi, Penampilan Messi di Timnas Argentina sampai saat ini belum berdampak apa-apa bagi tim tanggo.

Dampak lain dari buruknya penampilan Messi di Piala Dunia 2018 menjadi bahan perbincangan sejumlah media sepakbola, topik yang dibahas tidak lain membanding-bandingkan dengan rivalnya Cristiano Ronaldo yang saat ini sudah mengumpulkan 4 gol untuk Argentina.

Berbeda dengan rivalnya Cristiano Ronaldo yang saat ini sudah menjunjukan ketajamannya. CR7 saat ini sudah mengoleksi 4 gol dalam dua pertandingan Kala Portugal negaranya menahan imbang Spanyol 3-3 dan Tahlukan Maroko 1-0 .

Messi Frustasi

Mascherano, gelandang bertahan Timas Argentina, sempat mengatakan bahwa Messi memang sedang frustasi. Ia menambahkan bahwa beberapa hal yang tak sesuai dengan keinginan tentu saja akan membawa frustasi tersendiri.

Begitulah yang sedang dialami oleh Lionel Messi.

“Tetapi sebagai sebuah kolektif, di mana hal-hal tidak berjalan seperti yang kita inginkan, kita semua memiliki rasa frustrasi kita sendiri.” ungkap Mascherano.

Bagikan :

Rusia Sikat Arab Saudi 5 – 0 di Laga Pembuka Piala Dunia 2018

  • Tim Nasional (Timnas) Rusia membuka Piala Dunia 2018 dengan hasil manis. Melawan Arab Saudi pada matchdaypertama Grup A, Kamis (14/6/2018) malam WIB, di Luzhniki Stadium, Rusia menang dengan skor telak 5-0.

Lima gol kemenangan Rusia dicetak oleh Yuri Gazinskiy di menit ke-12, Denis Cheryshev di menit 43 dan 90+1, Artem Dzyuba menit 71, dan Aleksandr Golovin 90+3. Dengan kemenangan Rusia ini, tradisi tuan rumah tak pernah kalah di laga pembuka Piala Dunia terus berlanjut.

Di luar dugaan, Sbornaya mengubah skema dasar mereka dengan menggunakan empat bek dalam formasi 4-2-3-1. Bek kawakan berusia 38 tahun, Sergey Ignashevich, langsung turun sebagai starter. Untuk lini serang, Fedor Smolov dipilih sebagai penyerang seorang diri.

Di kubu Arab Saudi, pelatih Juan Antonio Pizzi menerapkan skema lebih dalam formasi 4-5-1. Mohammed Al-Sahlawi ditunjuk sebagai juru gedor seorang diri, dengan ditopang oleh Salman Al-Faraj dan Taisir Al-Jassim. Sedangkan, Yahya Al Sehri dan Salem Al-Dawsari menyisir sektor sayap.

Arab Saudi tampak luwes ketika memulai laga, tetapi Rusia mengambil inisiatif pressing hingga daerah pertahanan lawan. Sepanjang 10 menit pertama, Rusia bisa membuat Arab Saudi tak bisa menembus kotak penalti.

Rusia mendapat peluang pertama di menit 11 lewat sepakan Alan Dzagoev yang membentur bek lawan dan menghasilkan sepak pojok. Satu menit berselang, Rusia akhirnya mencetak gol. Berawal dari umpan Aleksandr Golovin dari sisi kiri, Yuri Gazinskiy menyambut bola dengan sundulan yang tak bisa dijangkau kiper.

Arab Saudi yang tak bisa menyerang sepanjang 20 menit akhirnya mendapatkan peluang pertama di menit 22 lewat sontekan Al-Sahlawi yang masih tipis di sisi gawang. Petaka menimpa Rusia satu menit berselang karena Alan Dzagoev mengalami cedera dan diganti Denis Cheryshev.

Kehilangan Dzagoev berdampak kepada daya gedor Rusia dan sempat tertekan di menit 25 hingga 40. Namun, di menit ke-43 pergantian pemain yang dilakukan Rusia justru berbuah hasil manis karena bisa menggandakan kedudukan. Berawal dari serangan balik oleh Roman Zobnin, ia menyodorkan bola kepada Cheryshev dan menyelesaikannya dengan sepakan kaki kiri.

Di babak pertama, kedua kubu selalu gagal mengkreasikan peluang dari skema permainan terbuka dan kerap kehilangan bola. Arab Saudi bahkan tak melepaskan satu tembakan mengarah gawang. Sedangkan, Rusia bermain efektif dan memaksimalkan betul serangan balik, sehingga dua percobaan mengarah gawang berbuah jadi jadi dua gol.

Memasuki interval kedua, Arab Saudi mengambil inisiatif menguasai bola lebih lama. Selama 15 menit babak kedua berjalan, penguasaan bola Arab Saudi mencapai 60% berbanding 40%. Sayang, keunggulan ini tak dibarengi dengan krativitas yang membuat mereka nirpeluang, justru Rusia yang mengancam lewat sepakan Roman Zobnin, tapi ditepis Abdullah Al Muaiouf.

Memasuki menit 70, pelatih Stanislav Cherchesov memasukkan Artem Dzyuba menggantikan Smolov. Keputusan ini tepat, karena satu menit berselang Dzyuba mencetak gol ketiga Rusia lewat sundulan kepala usai menerima umpan silang Golovin.

Arab Saudi coba melawan di sisa waktu tersisa. Tapi, apa daya, Rusia yang justru menambah pesta mereka di masa injury time. Dua gol tercipta di masa tambahan tiga menit, pertama lewat sepakan kaki kiri Cheryshev dari luar kotak penalti dan tendangan bebas Golivin yang membuat Rusia akhirnya menutup laga dengan kemenangan 5-0.

Bagikan :