Advs

Teknologi

Facebook Umumkan Rencana Penggabungan 3 Aplikasi Miliknya: WhatsApp, Instagram, Messenger

Finroll.com – Tanaman sayuran kini dibudayakan di dasar laut sedalam 100 meter dalam rumah kaca berbentuk ubur-ubur raksasa. Proyek di utara Italia ini akan merevolusi produksi pangan untuk masa depan. Bangunan di kedalaman 100 meter di bawah laut ini adalah biosfer.

Rumah kaca bawah laut pertama di dunia. Proyek ini berorientasi ke masa depan, untuk mengatasi kelangkaan sumber daya. Di instalasi bawah laut ini tumbuh tanaman yang biasanya dibudidayakan di daratan. Koordinator proyek, Gianni Fontanesi menyelam rutin untuk memelihara berbagai tanaman.

“Kelihatannya funky dan sekaligus brilian. Sulit menggambarkannya. Saya bekerja tiap hari di sini, memantau pertumbuhannya, dan saya bangga dengan hasilnya,” kata Fontanesi. “Secara teknis sistem ini tidak hanya bisa diterapkan di laut, tapi juga di danau yang jumlahnya amat banyak di dunia, yang bisa diuntungan sistem ini,” sambungnya.

Rumah kaca pertama di dekat pesisir pantai itu, dibangun para penyelam enam tahun silam. Sinar matahari mencukupi untuk fotosintesa dan tidap perlu insektisida. Air untuk menyiram tanaman, sebagian berasal dari air garam. Di Kebun Nemo itu dilakukan eksperimen beragam tanaman sayuran dan buah-buahan.

“Ada tangki yang berisi air dan pupuk di dalam rumah kaca. Di dalamnya dilengkapi pompa air. Sistemnya sangat mudah. Pompa air menaikkan air bercampur pupuk hingga ke bagian paling atas pipa ini,” tutur Fontanesi.

“Di atas pipanya kami tanami berbagai tanaman, yang tumbuh tanpa tanah. Akarnya kontak langsung dengan air, yang mengalir ke bawah mengikuti gravitasi,” imbuhnya. Proyek Rahasia Masa Depan Area lokasi rumah kaca bawah laut ini adalah kota Noli dengan populasi 3.000 orang yang juga sebuah kawasan wisata.

Meski begitu, hanya para penyelam dan kelompok tertentu saja yang tahu, bahwa di sana ada laboratorium bawah laut yang istimewa. Lokasi laboratorium ini sekitar 100 meter dari pesisir kawasan wisata.

Gianni Fontanesi mengecek semuanya dari pusat pengendali, tiga sampai lima kali seminggu. Dia memonitor apakah semuanya bagus, mulai dari suhu dan kelembaban di dalam biosfer.

Fontanesi menjelaskan di ruang monitor, “Di sini kita bisa melihat halaman monitoring, yang menunjukkan situasi keseluruhan habitat dengan peta beragam biosfer.”

“Teknologinya digerakkan energi surya, panelnya ada di atas sana. Kami berusaha sepenuhnya hijau,” imbuhnya. Kabel yang menghubungkan biosfer dengan dunia luar, tersembunyi dalam struktur yang disebut pohon kehidupan. Sejatinya pengelola kebun bawah laut itu memproduksi peralatan menyelam. Tekniknya kini digunakan di laboratorium bawah laut.

Sekarang saatnya memanen tanaman. Tim tersebut sudah memperoleh order dari seluruh dunia. Kebun bawah laut serupa sudah dipasang di Belgia, Mauritania dan Amerika Serikat. Kini kebun bawah laut bukan lagi sebuah impian. Melainkan sebuah proyek hijau yang bisa berkontribusi pada pertanian berkelanjutan.

Bagikan :

Bukan Lagi Mimpi Kini Bisa Bercocok Tanam di Bawah Laut

  • Jan 27, 2019
  • Comments Off on Bukan Lagi Mimpi Kini Bisa Bercocok Tanam di Bawah Laut

Finroll.com – Tanaman sayuran kini dibudayakan di dasar laut sedalam 100 meter dalam rumah kaca berbentuk ubur-ubur raksasa. Proyek di utara Italia ini akan merevolusi produksi pangan untuk masa depan. Bangunan di kedalaman 100 meter di bawah laut ini adalah biosfer.

Rumah kaca bawah laut pertama di dunia. Proyek ini berorientasi ke masa depan, untuk mengatasi kelangkaan sumber daya. Di instalasi bawah laut ini tumbuh tanaman yang biasanya dibudidayakan di daratan. Koordinator proyek, Gianni Fontanesi menyelam rutin untuk memelihara berbagai tanaman.

“Kelihatannya funky dan sekaligus brilian. Sulit menggambarkannya. Saya bekerja tiap hari di sini, memantau pertumbuhannya, dan saya bangga dengan hasilnya,” kata Fontanesi. “Secara teknis sistem ini tidak hanya bisa diterapkan di laut, tapi juga di danau yang jumlahnya amat banyak di dunia, yang bisa diuntungan sistem ini,” sambungnya.

Rumah kaca pertama di dekat pesisir pantai itu, dibangun para penyelam enam tahun silam. Sinar matahari mencukupi untuk fotosintesa dan tidap perlu insektisida. Air untuk menyiram tanaman, sebagian berasal dari air garam. Di Kebun Nemo itu dilakukan eksperimen beragam tanaman sayuran dan buah-buahan.

“Ada tangki yang berisi air dan pupuk di dalam rumah kaca. Di dalamnya dilengkapi pompa air. Sistemnya sangat mudah. Pompa air menaikkan air bercampur pupuk hingga ke bagian paling atas pipa ini,” tutur Fontanesi.

“Di atas pipanya kami tanami berbagai tanaman, yang tumbuh tanpa tanah. Akarnya kontak langsung dengan air, yang mengalir ke bawah mengikuti gravitasi,” imbuhnya. Proyek Rahasia Masa Depan Area lokasi rumah kaca bawah laut ini adalah kota Noli dengan populasi 3.000 orang yang juga sebuah kawasan wisata.

Meski begitu, hanya para penyelam dan kelompok tertentu saja yang tahu, bahwa di sana ada laboratorium bawah laut yang istimewa. Lokasi laboratorium ini sekitar 100 meter dari pesisir kawasan wisata.

Gianni Fontanesi mengecek semuanya dari pusat pengendali, tiga sampai lima kali seminggu. Dia memonitor apakah semuanya bagus, mulai dari suhu dan kelembaban di dalam biosfer.

Fontanesi menjelaskan di ruang monitor, “Di sini kita bisa melihat halaman monitoring, yang menunjukkan situasi keseluruhan habitat dengan peta beragam biosfer.”

“Teknologinya digerakkan energi surya, panelnya ada di atas sana. Kami berusaha sepenuhnya hijau,” imbuhnya. Kabel yang menghubungkan biosfer dengan dunia luar, tersembunyi dalam struktur yang disebut pohon kehidupan. Sejatinya pengelola kebun bawah laut itu memproduksi peralatan menyelam. Tekniknya kini digunakan di laboratorium bawah laut.

Sekarang saatnya memanen tanaman. Tim tersebut sudah memperoleh order dari seluruh dunia. Kebun bawah laut serupa sudah dipasang di Belgia, Mauritania dan Amerika Serikat. Kini kebun bawah laut bukan lagi sebuah impian. Melainkan sebuah proyek hijau yang bisa berkontribusi pada pertanian berkelanjutan.

Bagikan :

Perusahaan Produsen Cip INTEL Klaim Pendapatan Dan Keuntungan Kuartal Ini Dibawah Target!

  • Jan 25, 2019
  • Comments Off on Perusahaan Produsen Cip INTEL Klaim Pendapatan Dan Keuntungan Kuartal Ini Dibawah Target!

Finroll.com – Satelit Indonesia pertama dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS), atau sederhananya satelit internet broadband, siap meluncur bulan Februari depan. Satelit yang dimaksud adalah Nusantara Satu kepunyaan Pasifik Satelit Nusantara (PSN).

“Nusantara Satu dulu namanya PSN VI. Nusantara Satu punya tagline ‘Satukan Nusantara’,” ujar Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso di Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Selain HTS, Nusantara Satu juga dibekali teknologi generasi selanjutnya yaitu Electric Propulsion yang bikin biaya pembuatan satelit jadi lebih efektif dan efisien, karena berat satelitnya menjadi sangat ringan dan biaya investasinya terjangkau.

PSN menyebutkan, Nusantara Satu ini memakan biaya USD 250 juta mulai dari pembuatan hingga peluncuran. Sumber pendanaannya 70% berasal dari pinjaman dan sisanya merupakan modal perusahaan. Adapun dalam meluncurkan satelit ini PSN mendapat pembiayaan dari lembaga kredit ekspor Kanada, yaitu Export Development Canada (EDC).

Bila tak ada aral melintang, Nusantara Satu akan diluncurkan pada 18 Februari mendatang di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Nusantara Satu akan diangkut ke luar angkasa lewat roket buatan SpaceX dan mengisi slot orbit 146 derajat Bujur Timur.

“Slot orbit 146 derajat Bujur Timur kira-kira di atas Papua,” sambungnya.

Dipaparkan, satelit HTS ini diproduksi oleh Space System Loral (SSL) yang menggunakan platform SSL-1300 140 dengan usia desain selama 15 tahun. Nusantara Satu terdiri dari 52 transponder yang di antaranya 38 transponder C/Ext-C Band dan 8 spotbeam Ku-Band dengan total kapasitas 15 Gbps.

Nusantara Satu yang punya bobot 4,7 ton ini akan dikendalikan melalui Satellite control yang berada di Jatiluhur, Purwakarta. Nantinya, pengoperasian satelit tersebut dilakukan oleh PT PSN Enam Indonesia yang merupakan anak usaha PSN. Sementara terkait asuransinya, satelit tersebut di-cover oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

Adi mengungkapkan bahwa diluncurkannya Nusantara Satu dapat mengatasi kesenjangan digital, khususnya akses internet yang belum merata di Tanah Air.

“Tujuan kita meluncurkan satelit broadband karena ada kesenjangan di dalam penyediaan fasilitas komunikasi di daerah-daerah yang masih belum memiliki telekomunikasi yang cukup,” kata Adi.

“Dengan pengalaman PSN selama 28 tahun ini, kami optimistis satelit baru ini akan memberikan manfaat dan dorongan bagi percepatan percepatan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah nusantara,” pungkasnya.(Inet)

Bagikan :

Akhirnya Vivo Luncurkan APEX 2019 Yang Dipersenjatai Jaringan 5G Pertama di Dunia

  • Jan 25, 2019
  • Comments Off on Akhirnya Vivo Luncurkan APEX 2019 Yang Dipersenjatai Jaringan 5G Pertama di Dunia

Finroll.com – Satelit Indonesia pertama dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS), atau sederhananya satelit internet broadband, siap meluncur bulan Februari depan. Satelit yang dimaksud adalah Nusantara Satu kepunyaan Pasifik Satelit Nusantara (PSN).

“Nusantara Satu dulu namanya PSN VI. Nusantara Satu punya tagline ‘Satukan Nusantara’,” ujar Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso di Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Selain HTS, Nusantara Satu juga dibekali teknologi generasi selanjutnya yaitu Electric Propulsion yang bikin biaya pembuatan satelit jadi lebih efektif dan efisien, karena berat satelitnya menjadi sangat ringan dan biaya investasinya terjangkau.

PSN menyebutkan, Nusantara Satu ini memakan biaya USD 250 juta mulai dari pembuatan hingga peluncuran. Sumber pendanaannya 70% berasal dari pinjaman dan sisanya merupakan modal perusahaan. Adapun dalam meluncurkan satelit ini PSN mendapat pembiayaan dari lembaga kredit ekspor Kanada, yaitu Export Development Canada (EDC).

Bila tak ada aral melintang, Nusantara Satu akan diluncurkan pada 18 Februari mendatang di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Nusantara Satu akan diangkut ke luar angkasa lewat roket buatan SpaceX dan mengisi slot orbit 146 derajat Bujur Timur.

“Slot orbit 146 derajat Bujur Timur kira-kira di atas Papua,” sambungnya.

Dipaparkan, satelit HTS ini diproduksi oleh Space System Loral (SSL) yang menggunakan platform SSL-1300 140 dengan usia desain selama 15 tahun. Nusantara Satu terdiri dari 52 transponder yang di antaranya 38 transponder C/Ext-C Band dan 8 spotbeam Ku-Band dengan total kapasitas 15 Gbps.

Nusantara Satu yang punya bobot 4,7 ton ini akan dikendalikan melalui Satellite control yang berada di Jatiluhur, Purwakarta. Nantinya, pengoperasian satelit tersebut dilakukan oleh PT PSN Enam Indonesia yang merupakan anak usaha PSN. Sementara terkait asuransinya, satelit tersebut di-cover oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

Adi mengungkapkan bahwa diluncurkannya Nusantara Satu dapat mengatasi kesenjangan digital, khususnya akses internet yang belum merata di Tanah Air.

“Tujuan kita meluncurkan satelit broadband karena ada kesenjangan di dalam penyediaan fasilitas komunikasi di daerah-daerah yang masih belum memiliki telekomunikasi yang cukup,” kata Adi.

“Dengan pengalaman PSN selama 28 tahun ini, kami optimistis satelit baru ini akan memberikan manfaat dan dorongan bagi percepatan percepatan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah nusantara,” pungkasnya.(Inet)

Bagikan :

Waspada! 9 Aplikasi Berbahaya Ini Dapat Menyebarkan Virus Dan Menguras Baterai Smartphone Anda

  • Jan 24, 2019
  • Comments Off on Waspada! 9 Aplikasi Berbahaya Ini Dapat Menyebarkan Virus Dan Menguras Baterai Smartphone Anda

Finroll.com – Satelit Indonesia pertama dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS), atau sederhananya satelit internet broadband, siap meluncur bulan Februari depan. Satelit yang dimaksud adalah Nusantara Satu kepunyaan Pasifik Satelit Nusantara (PSN).

“Nusantara Satu dulu namanya PSN VI. Nusantara Satu punya tagline ‘Satukan Nusantara’,” ujar Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso di Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Selain HTS, Nusantara Satu juga dibekali teknologi generasi selanjutnya yaitu Electric Propulsion yang bikin biaya pembuatan satelit jadi lebih efektif dan efisien, karena berat satelitnya menjadi sangat ringan dan biaya investasinya terjangkau.

PSN menyebutkan, Nusantara Satu ini memakan biaya USD 250 juta mulai dari pembuatan hingga peluncuran. Sumber pendanaannya 70% berasal dari pinjaman dan sisanya merupakan modal perusahaan. Adapun dalam meluncurkan satelit ini PSN mendapat pembiayaan dari lembaga kredit ekspor Kanada, yaitu Export Development Canada (EDC).

Bila tak ada aral melintang, Nusantara Satu akan diluncurkan pada 18 Februari mendatang di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Nusantara Satu akan diangkut ke luar angkasa lewat roket buatan SpaceX dan mengisi slot orbit 146 derajat Bujur Timur.

“Slot orbit 146 derajat Bujur Timur kira-kira di atas Papua,” sambungnya.

Dipaparkan, satelit HTS ini diproduksi oleh Space System Loral (SSL) yang menggunakan platform SSL-1300 140 dengan usia desain selama 15 tahun. Nusantara Satu terdiri dari 52 transponder yang di antaranya 38 transponder C/Ext-C Band dan 8 spotbeam Ku-Band dengan total kapasitas 15 Gbps.

Nusantara Satu yang punya bobot 4,7 ton ini akan dikendalikan melalui Satellite control yang berada di Jatiluhur, Purwakarta. Nantinya, pengoperasian satelit tersebut dilakukan oleh PT PSN Enam Indonesia yang merupakan anak usaha PSN. Sementara terkait asuransinya, satelit tersebut di-cover oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

Adi mengungkapkan bahwa diluncurkannya Nusantara Satu dapat mengatasi kesenjangan digital, khususnya akses internet yang belum merata di Tanah Air.

“Tujuan kita meluncurkan satelit broadband karena ada kesenjangan di dalam penyediaan fasilitas komunikasi di daerah-daerah yang masih belum memiliki telekomunikasi yang cukup,” kata Adi.

“Dengan pengalaman PSN selama 28 tahun ini, kami optimistis satelit baru ini akan memberikan manfaat dan dorongan bagi percepatan percepatan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah nusantara,” pungkasnya.(Inet)

Bagikan :

Satellit Internet “Nusantara Satu” Siap Mengakasa Bulan Depan

  • Jan 24, 2019
  • Comments Off on Satellit Internet “Nusantara Satu” Siap Mengakasa Bulan Depan

Finroll.com – Satelit Indonesia pertama dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS), atau sederhananya satelit internet broadband, siap meluncur bulan Februari depan. Satelit yang dimaksud adalah Nusantara Satu kepunyaan Pasifik Satelit Nusantara (PSN).

“Nusantara Satu dulu namanya PSN VI. Nusantara Satu punya tagline ‘Satukan Nusantara’,” ujar Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso di Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Selain HTS, Nusantara Satu juga dibekali teknologi generasi selanjutnya yaitu Electric Propulsion yang bikin biaya pembuatan satelit jadi lebih efektif dan efisien, karena berat satelitnya menjadi sangat ringan dan biaya investasinya terjangkau.

PSN menyebutkan, Nusantara Satu ini memakan biaya USD 250 juta mulai dari pembuatan hingga peluncuran. Sumber pendanaannya 70% berasal dari pinjaman dan sisanya merupakan modal perusahaan. Adapun dalam meluncurkan satelit ini PSN mendapat pembiayaan dari lembaga kredit ekspor Kanada, yaitu Export Development Canada (EDC).

Bila tak ada aral melintang, Nusantara Satu akan diluncurkan pada 18 Februari mendatang di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Nusantara Satu akan diangkut ke luar angkasa lewat roket buatan SpaceX dan mengisi slot orbit 146 derajat Bujur Timur.

“Slot orbit 146 derajat Bujur Timur kira-kira di atas Papua,” sambungnya.

Dipaparkan, satelit HTS ini diproduksi oleh Space System Loral (SSL) yang menggunakan platform SSL-1300 140 dengan usia desain selama 15 tahun. Nusantara Satu terdiri dari 52 transponder yang di antaranya 38 transponder C/Ext-C Band dan 8 spotbeam Ku-Band dengan total kapasitas 15 Gbps.

Nusantara Satu yang punya bobot 4,7 ton ini akan dikendalikan melalui Satellite control yang berada di Jatiluhur, Purwakarta. Nantinya, pengoperasian satelit tersebut dilakukan oleh PT PSN Enam Indonesia yang merupakan anak usaha PSN. Sementara terkait asuransinya, satelit tersebut di-cover oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

Adi mengungkapkan bahwa diluncurkannya Nusantara Satu dapat mengatasi kesenjangan digital, khususnya akses internet yang belum merata di Tanah Air.

“Tujuan kita meluncurkan satelit broadband karena ada kesenjangan di dalam penyediaan fasilitas komunikasi di daerah-daerah yang masih belum memiliki telekomunikasi yang cukup,” kata Adi.

“Dengan pengalaman PSN selama 28 tahun ini, kami optimistis satelit baru ini akan memberikan manfaat dan dorongan bagi percepatan percepatan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah nusantara,” pungkasnya.(Inet)

Bagikan :

JD.com Sukses Lakukan Uji Coba Pengiriman Barang Lewat Drone

  • Jan 23, 2019
  • Comments Off on JD.com Sukses Lakukan Uji Coba Pengiriman Barang Lewat Drone

Finroll.com – CNIL, badan perlindungan data Prancis, mendenda Google sebesar 50 juta euro atau sekitar Rp 810 miliar, karena melanggar aturan General Data Protection Regulation (GDPR).

Sejauh ini, denda terhadap Google ini adalah denda terbesar yang dikenakan karena melanggar aturan GDPR. Ini juga pertama kalinya Google ditemukan bersalah terhadap terhadap aturan yang pertama diterapkan pada Mei 2018 lalu.

Denda ini dijatuhkan ke Google karena menurut CNIL raksasa mesin pencari itu tak memberikan informasi yang cukup mengenai kebijakan persetujuan data dan tak memberikan akses untuk memantau penggunaan data yang dikumpulkan oleh Google.

Pelanggaran ini tak kunjung diperbaiki oleh Google, yang kemudian berujung pada denda miliaran rupiah tersebut. Berdasarkan undang-undang GDPR, perusahaan wajib meminta izin ke pengguna sebelum mengumpulkan informasi pribadinya.

Dalam pernyataan resminya, Google menyebut mereka sangat berkomitmen untuk memenuhi standar tinggi mengenai kontrol dan transparansi yang diharapkan oleh GDPR. Google mengaku masih mempelajari keputusan CNIL tersebut sebelum menetapkan langkah selanjutnya.

Selain di Prancis, Google juga dituding melanggar aturan GDPR di tujuh negara Eropa. Tudingan yang menyebut Google melakukan praktik penipuan itu dilontarkan oleh sebuah grup konsumen di Eropa.

Secara nominal, denda 50 juta euro ini memang terlihat besar. Namun sebenarnya denda ini terbilang kecil dibanding nilai maksimal denda yang bisa dikenakan. GDPR membolehkan denda maksimal sebesar 4% dari pemasukan tahunan mereka.

Bagi Google yang pada kuartal terakhirnya saja menghasilkan USD 33,74 miliar, dengan aturan tersebut dendanya bisa mencapai miliaran dolar, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (22/1/2019).

Ini bukan denda pertama yang dikenakan akibat pelanggaran GDPR, namun jelas ini adalah denda yang terbesar sampai saat ini. Desember lalu sebuah rumah sakit di Portugal terkena denda 400 ribu euro setelah seorang stafnya menggunakan akun palsu untuk mengakses catatan pasien.

Ada juga sebuah media sosial Jerman yang didenda 20 ribu euro karena menyimpan password pengguna layanannya itu dalam bentuk teks biasa. Dan terakhir ada sebuah pengusaha lokal di Austria yang terkena denda 4.800 euro karena CCTV-nya merekam video di tempat umum.(Inet)

Bagikan :

Gojek Akuisisi Perusahaan Dompet Digital Coins.ph

  • Jan 23, 2019
  • Comments Off on Gojek Akuisisi Perusahaan Dompet Digital Coins.ph

Finroll.com – Bumi akan kembali diperlihatkan fenomena gerhana bulan, kali ini “Super Blood Wolf Moon” dan dibarengi Gerhana Bulan Total. Namun sayangnya kedua fenomena itu tidak dapat dilihat dari langit Indonesia.

Namun masyarakat Indonesia hanya akan bisa menyaksikan fenomena bulan purnama super atau “Supermoon” pada Senin (21/1/2019) Malam. Sebagai mana dilansir BBC, Menurut Astronom Avivah Yamani akan mulai pukul 09:30 WIB. Gerhana bulan total tidak bisa diamati di Indonesia. Hanya Amerika dan Eropa

Apa yang dimaksud dengan gerhana bulan total?

Gerhana semacam ini terjadi ketika Bumi bersejajar dengan Matahari dan Bulan. Pada situasi ini, Matahari berada di balik Bumi, dan Bulan bergerak ke dalam bayangan Bumi.

Apakah Bulan akan terlihat merah?

Beberapa kalangan menyebut fenomena ini sebagai ‘super blood wolf moon’. Kata ‘super’ merujuk pada fakta bahwa Bulan akan berada pada jarak terdekat dengan Bumi sehingga akan tampak lebih besar dari biasanya di angkasa.

Adapun kata ‘wolf’ atau serigala merujuk dari sebutan terhadap bulan purnama pada Januari, yaitu ‘wolf moon’.

“Sedikit cahaya matahari dibiaskan oleh atmosfer Bumi dan mencapai Bulan, membelokkannya ke sekitar Bumi. Cahaya merah dalam jumlah sedikit ini menyinari Bulan, cukup bagi kita untuk melihatnya,” papar Walter Freeman, asisten profesor di Universitas Syracuse, AS.

Gerhana bulan mulai pukul 09:30 WIB dan berakhir pada 14:49 WIB. Akan tetapi, publik Indonesia bisa menyaksikan bulan purnama super alias ‘supermoon’ pada Senin (21/1) dan Selasa (22/1).

“Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya,” kata Avivah Yamani.

Meski demikian, Avivah mengingatkan, faktor cuaca amat menentukan untuk menyaksikan ‘supermoon’.

“Untuk Bandung yang hujan dan berawan tebal, sepertinya akan susah untuk bisa membedakan bulan super ‘yang lebih terang 30%’ dari bulan purnama saat di titik terjauh dari Bumi.”

“Kalau hujan dan awan, bulan tidak nampak. Kalau nampak di balik awan pun kita tidak bisa melihat bulan lebih terang,” paparnya.

Jika cuaca bagus, publik dapat menyaksikan bulan purnama super dan gerhana bulan dengan mata telanjang secara aman. Sebab berbeda dengan gerhana matahari, cahaya bulan purnama super dan gerhana bulan lebih redup sehingga aman untuk melihatnya tanpa peranti khusus.

Bagikan :

Tangkal Hoax, WhatsApp Berlakukan Batasan Kirim Pesan Berantai “Forward”

  • Jan 23, 2019
  • Comments Off on Tangkal Hoax, WhatsApp Berlakukan Batasan Kirim Pesan Berantai “Forward”

Finroll.com – China telah berhasil melakukan pendaratan bersejarah Chang’e 4 ke sisi gelap bulan pada 3 Januari 2019. Ini menjadi bersejarah karena sisi gelap atau sisi terjauh bulan jarang diteliti.

Dilansir dari laman The Conversation, Jumat (18/1/2019), menindaklanjuti penelitian, China mengumumkan rencananya untuk melanjutkan tiga misi, salah satunya meletakan pangkalan di Bulan.

Kemajuan teknologi, dan penemuan sumber air yang cukup dekat dengan kutub bulan, telah membuat gagasan ini semakin menarik. Jika ini benar terjadi maka akan menjadi Pangkalan Bulan pertama.

Lebih lanjut, pangkalan bulan pertama kemungkinan akan menjadi fasilitas tak berawak yang dijalankan oleh robot otomatis yang mirip dengan gudang Amazon. Ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa infrastruktur dan sistem pendukung yang diperlukan beroperasi penuh sebelum awak datang.

Lingkungan bulan rentan terhadap kondisi vakum yang dalam, fluktuasi suhu yang kuat dan radiasi matahari, di antara kondisi-kondisi lain yang memusuhi manusia. Lebih penting lagi, belum diketahui dampak jangka panjang pada tubuh manusia berada di luar angkasa, dan di Bulan.

Benih yang dibawa ke Bulan oleh misi Chang’e-4 kini dilaporkan tumbuh. Ini adalah pertama kalinya tanaman tumbuh di Bulan. Tampaknya misi ini akan membuka jalan bagi pertanian masa depan di pangkalan bulan.

Membangun basis bulan tidak berbeda dengan membangun rig minyak pertama di laut. Logistik bagian konstruksi yang bergerak harus dipertimbangkan, studi kelayakan harus dilakukan dan, dalam hal ini sampel tanah harus diuji.

China telah mengambil langkah pertama dengan memeriksa tanah di permukaan bulan. Ini diperlukan untuk membangun habitat bawah tanah dan infrastruktur pendukung yang akan melindungi pangkalan dari kondisi permukaan yang keras.

Dari semua teknologi yang memungkinkan untuk membangun pangkalan bulan, 3D printing menawarkan strategi yang paling efektif. 3D printing di Bumi telah merevolusi produktivitas dan efisiensi produksi, mengurangi limbah dan biaya.

Visi Tiongkok adalah mengembangkan kemampuan untuk 3D printing baik di dalam maupun di luar pangkalan bulan. 3D printing memiliki potensi untuk membuat semuanya, mulai dari barang sehari-hari, seperti gelas minum, hingga bagian perbaikan untuk pangkalan.

Akan tetapi 3D printing dapat menjadi tantangan, pasalnya ini akan membutuhkan teknologi baru yang dapat beroperasi di lingkungan gravitasi mikro Bulan. Mesin cetak 3D yang mampu membentuk bagian dalam ruang hampa udara harus dikembangkan.

Diketahui bahwa material Bumi, seperti serat optik, mengubah sifat ketika berada di luar angkasa. Jadi bahan yang efektif di Bumi, mungkin tidak efektif di Bulan.

Apa pun tujuan penggunaan komponen 3D printing harus tahan terhadap kondisi lingkungan bulan. Jadi pengembangan bahan cetak sangat penting. Selangkah demi selangkah, para peneliti menemukan dan mengembangkan bahan dan teknologi baru untuk mengatasi tantangan ini.

Sebagai contoh, para peneliti di Jerman berharap untuk memiliki alat stainless steel siap pakai pertama yang akan dicetak 3D di bawah gaya berat mikro dalam waktu dekat. NASA juga mendemonstrasikan teknologi 3D printing dalam gravitasi nol yang menunjukkan layak untuk mencetak 3D di luar angkasa.

Dalam skala yang lebih besar, manusia telah melihat rumah-rumah sedang dicetak 3D di Bumi. Dengan cara yang sama, dasar bulan kemungkinan akan dibangun menggunakan bagian-bagian pabrikasi dalam kombinasi dengan pencetakan 3D skala besar.

Contoh dari apa yang terlihat seperti ini dapat dilihat pada entri dalam tantangan habitat cetakan 3D, yang dimulai oleh NASA pada 2005. Kompetisi ini berupaya untuk memajukan teknologi konstruksi pencetakan 3D yang diperlukan untuk menciptakan solusi perumahan yang berkelanjutan untuk Bumi, Bulan, serta Mars.

(sumber okezone)
Bagikan :

Langgar Aturan, Prancis Denda Google Rp 810 Miliar

  • Jan 23, 2019
  • Comments Off on Langgar Aturan, Prancis Denda Google Rp 810 Miliar

Finroll.com – China telah berhasil melakukan pendaratan bersejarah Chang’e 4 ke sisi gelap bulan pada 3 Januari 2019. Ini menjadi bersejarah karena sisi gelap atau sisi terjauh bulan jarang diteliti.

Dilansir dari laman The Conversation, Jumat (18/1/2019), menindaklanjuti penelitian, China mengumumkan rencananya untuk melanjutkan tiga misi, salah satunya meletakan pangkalan di Bulan.

Kemajuan teknologi, dan penemuan sumber air yang cukup dekat dengan kutub bulan, telah membuat gagasan ini semakin menarik. Jika ini benar terjadi maka akan menjadi Pangkalan Bulan pertama.

Lebih lanjut, pangkalan bulan pertama kemungkinan akan menjadi fasilitas tak berawak yang dijalankan oleh robot otomatis yang mirip dengan gudang Amazon. Ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa infrastruktur dan sistem pendukung yang diperlukan beroperasi penuh sebelum awak datang.

Lingkungan bulan rentan terhadap kondisi vakum yang dalam, fluktuasi suhu yang kuat dan radiasi matahari, di antara kondisi-kondisi lain yang memusuhi manusia. Lebih penting lagi, belum diketahui dampak jangka panjang pada tubuh manusia berada di luar angkasa, dan di Bulan.

Benih yang dibawa ke Bulan oleh misi Chang’e-4 kini dilaporkan tumbuh. Ini adalah pertama kalinya tanaman tumbuh di Bulan. Tampaknya misi ini akan membuka jalan bagi pertanian masa depan di pangkalan bulan.

Membangun basis bulan tidak berbeda dengan membangun rig minyak pertama di laut. Logistik bagian konstruksi yang bergerak harus dipertimbangkan, studi kelayakan harus dilakukan dan, dalam hal ini sampel tanah harus diuji.

China telah mengambil langkah pertama dengan memeriksa tanah di permukaan bulan. Ini diperlukan untuk membangun habitat bawah tanah dan infrastruktur pendukung yang akan melindungi pangkalan dari kondisi permukaan yang keras.

Dari semua teknologi yang memungkinkan untuk membangun pangkalan bulan, 3D printing menawarkan strategi yang paling efektif. 3D printing di Bumi telah merevolusi produktivitas dan efisiensi produksi, mengurangi limbah dan biaya.

Visi Tiongkok adalah mengembangkan kemampuan untuk 3D printing baik di dalam maupun di luar pangkalan bulan. 3D printing memiliki potensi untuk membuat semuanya, mulai dari barang sehari-hari, seperti gelas minum, hingga bagian perbaikan untuk pangkalan.

Akan tetapi 3D printing dapat menjadi tantangan, pasalnya ini akan membutuhkan teknologi baru yang dapat beroperasi di lingkungan gravitasi mikro Bulan. Mesin cetak 3D yang mampu membentuk bagian dalam ruang hampa udara harus dikembangkan.

Diketahui bahwa material Bumi, seperti serat optik, mengubah sifat ketika berada di luar angkasa. Jadi bahan yang efektif di Bumi, mungkin tidak efektif di Bulan.

Apa pun tujuan penggunaan komponen 3D printing harus tahan terhadap kondisi lingkungan bulan. Jadi pengembangan bahan cetak sangat penting. Selangkah demi selangkah, para peneliti menemukan dan mengembangkan bahan dan teknologi baru untuk mengatasi tantangan ini.

Sebagai contoh, para peneliti di Jerman berharap untuk memiliki alat stainless steel siap pakai pertama yang akan dicetak 3D di bawah gaya berat mikro dalam waktu dekat. NASA juga mendemonstrasikan teknologi 3D printing dalam gravitasi nol yang menunjukkan layak untuk mencetak 3D di luar angkasa.

Dalam skala yang lebih besar, manusia telah melihat rumah-rumah sedang dicetak 3D di Bumi. Dengan cara yang sama, dasar bulan kemungkinan akan dibangun menggunakan bagian-bagian pabrikasi dalam kombinasi dengan pencetakan 3D skala besar.

Contoh dari apa yang terlihat seperti ini dapat dilihat pada entri dalam tantangan habitat cetakan 3D, yang dimulai oleh NASA pada 2005. Kompetisi ini berupaya untuk memajukan teknologi konstruksi pencetakan 3D yang diperlukan untuk menciptakan solusi perumahan yang berkelanjutan untuk Bumi, Bulan, serta Mars.

(sumber okezone)
Bagikan :