Advs

Teknologi

WhatsApp Miliki Fitur Baru Tarik Tunai Tanpa Kartu ATM

Honda memperkenalkan teknologi Honda Dream Drive, sebuah prototipe yang mengintegrasikan pengalaman berkendara dengan teknologi mobile, pada ajang CES 2019.

Finroll.com – Teknologi honda dream drive ini pertama kali dihadirkan di industri otomotif ini menghadirkan akses berbagai konten online untuk memenuhi kebutuhan pengemudi dan juga penumpang.

Berbagai konten online yang dihadirkan untuk pengemudi di antaranya adalah fitur belanja dan pembayaran online dari dalam mobil. Fitur ini dirancang dengan kerjasama berbagai partner seperti Visa, Mastercard dan PayPal untuk memudahkan pembelian kebutuhan sehari-hari seperti bensin, parkir, atau membeli makanan.

Melalui teknologi perintah suara (voice command) dan layar sentuh (touch screen), pengemudi juga dapat dengan mudah melakukan reservasi restoran, membeli tiket bioskop atau berbagi lokasi kendaraan, yang dilakukan dengan kolaborasi dengan perusahaan seperti Atom Tickets, Chevron U.S.A., Inc., The Coffee Bean & Tea Leaf®, Grubhub, Glympse, iHeartRadio, IPS Group, Arrive, Parkopedia, Phillips 66, Yelp dan USAA.

Untuk penumpang, Honda Dream Drive menyajikan berbagai hiburan di sepanjang perjalanan seperti menonton film, mendengarkan musik, mencari tempat-tempat menarik sepanjang perjalanan, hingga membaca komik dan bermain games.

Semua fitur tersebut dapat dikontrol melalui perangkat personal penumpang yang terhubung dengan Honda Dream Drive. Untuk penyediaan konten, Honda juga bekerjasama dengan beberapa perusahaan ternama seperti AAA, DC, Entercom/RADIO.COM, Lego Group, Silvergate Media, Octanauts Team dan Univision Music.

Tak hanya itu, konsumen yang melakukan aktivitas maupun transaksi melalui Honda Dream Drive akan memperoleh poin dengan besaran nilai tertentu, yang dapat dikumpulkan dan ditukarkan dengan hadiah menarik.

Pertama kali dipamerkan sebagai teknologi konsep di CES 2017, kini Honda Dream Drive telah berevolusi dengan menawarkan beragam layanan dan hiburan yang mudah diakses oleh pengendara dan penumpang di dalam kabin, sehingga tidak mengganggu konsentrasi saat menyetir.

Teknologi tersebut dibangun bersama dengan Connected Travel, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang layanan aplikasi dan kendaraan terkoneksi. Untuk pertama kalinya, Honda mendemonstrasikan cara kerja dari Honda Dream Drive pada mobil All New Honda Passport 2019 di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2019.

“Honda telah bekerjasama dengan beberapa pemimpin industri yang mengerti bagaimana caranya memberikan layanan terbaik di dalam kabin untuk konsumen kami. Kerjasama ini penting dilakukan untuk mengetahui apa yang paling dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen, sehingga kami dapat terus memberikan layanan yang terbaik,” ucap John Moon, Managing Director & Strategic Partnership Honda Innovations.

Bagikan :

Honda Dream Drive Hadirkan Generasi Terbaru Untuk Konektivitas Dan Hiburan Dalam Mobil

  • Jan 15, 2019
  • Comments Off on Honda Dream Drive Hadirkan Generasi Terbaru Untuk Konektivitas Dan Hiburan Dalam Mobil

Setelah sekian lama rumor beredar, akhirnya Samsung telah mengonfirmasi secara resmi tentang smartphone Galaxy S10.

Finroll.com – Samsung mengumumkan smartphone flagship Galaxy S10 akan diluncurkan pada Rabu, 20 Februari 2019 di Bill Graham Civic Auditorium, San Fransisco, Amerika Serikat.

Dilansir dari Mirror UK, Minggu (13/1) pengumuman tersebut disebutkan pada akun Twitter resmi Samsung Mobile. Undangan yang disebarkan tersebut berisikan video singkat dengan menunjukkan angka 10 secara vertikal dan terpisah oleh garis. Ada warna biru, ungu, dan merah muda.

Menariknya lagi, laporan terbaru menyebutkan bahwa selain Galaxy S10, Samsung juga akan menelurkan Samsung Galaxy X yang merupakan ponsel lipat Samsung.

Menurut keterangan akun Twitter, Ice Universe, Samsung Galaxy S10 + (Plus) akan menjadi andalan Samsung tertipis selama bertahun-tahun. Perangkat ini “hanya” memiliki ketebalan 7,8 mm dan ini artinya menjadi perangkat tertipis Samsung sejak 2016.

Laman Phone Arena, Minggu (13/1/2019), menyebutkan, dalam perspektif tipis, Samsung hanya menghasilkan lima perangkat flagship yang lebih tipis dari Galaxy S10 + mendatang. Varian ini masing-masing adalah Galaxy S6 (6,8 mm), S6 Edge + (6,9 mm), S6 Edge biasa (7 mm), Galaxy Note 5 (7,6 mm), dan Galaxy S7 Edge (7,7 mm).

Ketipisan Galaxy S10 Plus patut diapresiasi mengingat jagoan baru Samsung itu akan hadir dengan baterai 4.000 mAh dan beberapa kamera di bagian belakang. Tidak ada ftur sama yang ditemukan pada perangkat tipis yang tercantum di atas.

Saat ini, ketebalan Galaxy S10 biasa dan saudara kandungnya yang lebih kecil, Galaxy S10E, masih belum terkonfirmasi. Namun, mereka mungkin cocok dengan ketebalan Galaxy S10 Plus. Atau mereka juga bisa mendorong batas dengan menjadi lebih “kurus”.

Mengenai smartphone-nya, disinyalir Samsung akan merilis beberapa jenis. Samsung akan menghadirkan tiga varian ponsel yaitu Galaxy S10, S10 +, dan S10 Lite. Diperkirakan, harga regional Inggris dimulai dari 669 euro (Rp11 juta) untuk model Galaxy S10 Lite dengan layar 5,8 inci dan ruang penyimpanan internal 128 GB.

Sedangkan model Galaxy S 10 dengan layae 6,1 inci seharga 799 Euro atau setara Rp13 juta (128GB) dan 999 Euro atau setara Rp16,4 juta (512 GB)

Sedangkan untuk varian tertinggi Galaxy S 10 Plus dengan layar 6,4 inci keluar dengan tiga varian memori internal. Mulai dari 899 Euro (Rp14,8 juta) dengan 128GB, 1099 Euro (Rp18 juta) untuk 512 GB, serta memori intertal 1TB dihargai 1399 Euro (Rp23 juta).

Detail lainnya, smartphone mewah ini sudah disematkan pengenalan sidik jari dalam layar ultrasonik. Kemampuan untuk mengisi daya perangkat lain secara nirkabel dengan fitur yang mungkin disebut Powershare. Dan tidak ada dukungan 5G fungsional saat peluncuran. (Berbagai Sumber)

Bagikan :

#2019GantiHape, Berikut Tips Pindahkan Chat WhatsApp ke Handphone Baru

  • Jan 15, 2019
  • Comments Off on #2019GantiHape, Berikut Tips Pindahkan Chat WhatsApp ke Handphone Baru

Setelah sekian lama rumor beredar, akhirnya Samsung telah mengonfirmasi secara resmi tentang smartphone Galaxy S10.

Finroll.com – Samsung mengumumkan smartphone flagship Galaxy S10 akan diluncurkan pada Rabu, 20 Februari 2019 di Bill Graham Civic Auditorium, San Fransisco, Amerika Serikat.

Dilansir dari Mirror UK, Minggu (13/1) pengumuman tersebut disebutkan pada akun Twitter resmi Samsung Mobile. Undangan yang disebarkan tersebut berisikan video singkat dengan menunjukkan angka 10 secara vertikal dan terpisah oleh garis. Ada warna biru, ungu, dan merah muda.

Menariknya lagi, laporan terbaru menyebutkan bahwa selain Galaxy S10, Samsung juga akan menelurkan Samsung Galaxy X yang merupakan ponsel lipat Samsung.

Menurut keterangan akun Twitter, Ice Universe, Samsung Galaxy S10 + (Plus) akan menjadi andalan Samsung tertipis selama bertahun-tahun. Perangkat ini “hanya” memiliki ketebalan 7,8 mm dan ini artinya menjadi perangkat tertipis Samsung sejak 2016.

Laman Phone Arena, Minggu (13/1/2019), menyebutkan, dalam perspektif tipis, Samsung hanya menghasilkan lima perangkat flagship yang lebih tipis dari Galaxy S10 + mendatang. Varian ini masing-masing adalah Galaxy S6 (6,8 mm), S6 Edge + (6,9 mm), S6 Edge biasa (7 mm), Galaxy Note 5 (7,6 mm), dan Galaxy S7 Edge (7,7 mm).

Ketipisan Galaxy S10 Plus patut diapresiasi mengingat jagoan baru Samsung itu akan hadir dengan baterai 4.000 mAh dan beberapa kamera di bagian belakang. Tidak ada ftur sama yang ditemukan pada perangkat tipis yang tercantum di atas.

Saat ini, ketebalan Galaxy S10 biasa dan saudara kandungnya yang lebih kecil, Galaxy S10E, masih belum terkonfirmasi. Namun, mereka mungkin cocok dengan ketebalan Galaxy S10 Plus. Atau mereka juga bisa mendorong batas dengan menjadi lebih “kurus”.

Mengenai smartphone-nya, disinyalir Samsung akan merilis beberapa jenis. Samsung akan menghadirkan tiga varian ponsel yaitu Galaxy S10, S10 +, dan S10 Lite. Diperkirakan, harga regional Inggris dimulai dari 669 euro (Rp11 juta) untuk model Galaxy S10 Lite dengan layar 5,8 inci dan ruang penyimpanan internal 128 GB.

Sedangkan model Galaxy S 10 dengan layae 6,1 inci seharga 799 Euro atau setara Rp13 juta (128GB) dan 999 Euro atau setara Rp16,4 juta (512 GB)

Sedangkan untuk varian tertinggi Galaxy S 10 Plus dengan layar 6,4 inci keluar dengan tiga varian memori internal. Mulai dari 899 Euro (Rp14,8 juta) dengan 128GB, 1099 Euro (Rp18 juta) untuk 512 GB, serta memori intertal 1TB dihargai 1399 Euro (Rp23 juta).

Detail lainnya, smartphone mewah ini sudah disematkan pengenalan sidik jari dalam layar ultrasonik. Kemampuan untuk mengisi daya perangkat lain secara nirkabel dengan fitur yang mungkin disebut Powershare. Dan tidak ada dukungan 5G fungsional saat peluncuran. (Berbagai Sumber)

Bagikan :

Siap-siap Galaxy S10 Akan di Rilis Looch, Catat Tanggalnya!

  • Jan 14, 2019
  • Comments Off on Siap-siap Galaxy S10 Akan di Rilis Looch, Catat Tanggalnya!

Setelah sekian lama rumor beredar, akhirnya Samsung telah mengonfirmasi secara resmi tentang smartphone Galaxy S10.

Finroll.com – Samsung mengumumkan smartphone flagship Galaxy S10 akan diluncurkan pada Rabu, 20 Februari 2019 di Bill Graham Civic Auditorium, San Fransisco, Amerika Serikat.

Dilansir dari Mirror UK, Minggu (13/1) pengumuman tersebut disebutkan pada akun Twitter resmi Samsung Mobile. Undangan yang disebarkan tersebut berisikan video singkat dengan menunjukkan angka 10 secara vertikal dan terpisah oleh garis. Ada warna biru, ungu, dan merah muda.

Menariknya lagi, laporan terbaru menyebutkan bahwa selain Galaxy S10, Samsung juga akan menelurkan Samsung Galaxy X yang merupakan ponsel lipat Samsung.

Menurut keterangan akun Twitter, Ice Universe, Samsung Galaxy S10 + (Plus) akan menjadi andalan Samsung tertipis selama bertahun-tahun. Perangkat ini “hanya” memiliki ketebalan 7,8 mm dan ini artinya menjadi perangkat tertipis Samsung sejak 2016.

Laman Phone Arena, Minggu (13/1/2019), menyebutkan, dalam perspektif tipis, Samsung hanya menghasilkan lima perangkat flagship yang lebih tipis dari Galaxy S10 + mendatang. Varian ini masing-masing adalah Galaxy S6 (6,8 mm), S6 Edge + (6,9 mm), S6 Edge biasa (7 mm), Galaxy Note 5 (7,6 mm), dan Galaxy S7 Edge (7,7 mm).

Ketipisan Galaxy S10 Plus patut diapresiasi mengingat jagoan baru Samsung itu akan hadir dengan baterai 4.000 mAh dan beberapa kamera di bagian belakang. Tidak ada ftur sama yang ditemukan pada perangkat tipis yang tercantum di atas.

Saat ini, ketebalan Galaxy S10 biasa dan saudara kandungnya yang lebih kecil, Galaxy S10E, masih belum terkonfirmasi. Namun, mereka mungkin cocok dengan ketebalan Galaxy S10 Plus. Atau mereka juga bisa mendorong batas dengan menjadi lebih “kurus”.

Mengenai smartphone-nya, disinyalir Samsung akan merilis beberapa jenis. Samsung akan menghadirkan tiga varian ponsel yaitu Galaxy S10, S10 +, dan S10 Lite. Diperkirakan, harga regional Inggris dimulai dari 669 euro (Rp11 juta) untuk model Galaxy S10 Lite dengan layar 5,8 inci dan ruang penyimpanan internal 128 GB.

Sedangkan model Galaxy S 10 dengan layae 6,1 inci seharga 799 Euro atau setara Rp13 juta (128GB) dan 999 Euro atau setara Rp16,4 juta (512 GB)

Sedangkan untuk varian tertinggi Galaxy S 10 Plus dengan layar 6,4 inci keluar dengan tiga varian memori internal. Mulai dari 899 Euro (Rp14,8 juta) dengan 128GB, 1099 Euro (Rp18 juta) untuk 512 GB, serta memori intertal 1TB dihargai 1399 Euro (Rp23 juta).

Detail lainnya, smartphone mewah ini sudah disematkan pengenalan sidik jari dalam layar ultrasonik. Kemampuan untuk mengisi daya perangkat lain secara nirkabel dengan fitur yang mungkin disebut Powershare. Dan tidak ada dukungan 5G fungsional saat peluncuran. (Berbagai Sumber)

Bagikan :

Kalahkan Rekor Kylie Jenner, Sebutir Telur Dapat Like Instagram Terbanyak di Dunia

  • Jan 14, 2019
  • Comments Off on Kalahkan Rekor Kylie Jenner, Sebutir Telur Dapat Like Instagram Terbanyak di Dunia

Setelah sekian lama rumor beredar, akhirnya Samsung telah mengonfirmasi secara resmi tentang smartphone Galaxy S10.

Finroll.com – Samsung mengumumkan smartphone flagship Galaxy S10 akan diluncurkan pada Rabu, 20 Februari 2019 di Bill Graham Civic Auditorium, San Fransisco, Amerika Serikat.

Dilansir dari Mirror UK, Minggu (13/1) pengumuman tersebut disebutkan pada akun Twitter resmi Samsung Mobile. Undangan yang disebarkan tersebut berisikan video singkat dengan menunjukkan angka 10 secara vertikal dan terpisah oleh garis. Ada warna biru, ungu, dan merah muda.

Menariknya lagi, laporan terbaru menyebutkan bahwa selain Galaxy S10, Samsung juga akan menelurkan Samsung Galaxy X yang merupakan ponsel lipat Samsung.

Menurut keterangan akun Twitter, Ice Universe, Samsung Galaxy S10 + (Plus) akan menjadi andalan Samsung tertipis selama bertahun-tahun. Perangkat ini “hanya” memiliki ketebalan 7,8 mm dan ini artinya menjadi perangkat tertipis Samsung sejak 2016.

Laman Phone Arena, Minggu (13/1/2019), menyebutkan, dalam perspektif tipis, Samsung hanya menghasilkan lima perangkat flagship yang lebih tipis dari Galaxy S10 + mendatang. Varian ini masing-masing adalah Galaxy S6 (6,8 mm), S6 Edge + (6,9 mm), S6 Edge biasa (7 mm), Galaxy Note 5 (7,6 mm), dan Galaxy S7 Edge (7,7 mm).

Ketipisan Galaxy S10 Plus patut diapresiasi mengingat jagoan baru Samsung itu akan hadir dengan baterai 4.000 mAh dan beberapa kamera di bagian belakang. Tidak ada ftur sama yang ditemukan pada perangkat tipis yang tercantum di atas.

Saat ini, ketebalan Galaxy S10 biasa dan saudara kandungnya yang lebih kecil, Galaxy S10E, masih belum terkonfirmasi. Namun, mereka mungkin cocok dengan ketebalan Galaxy S10 Plus. Atau mereka juga bisa mendorong batas dengan menjadi lebih “kurus”.

Mengenai smartphone-nya, disinyalir Samsung akan merilis beberapa jenis. Samsung akan menghadirkan tiga varian ponsel yaitu Galaxy S10, S10 +, dan S10 Lite. Diperkirakan, harga regional Inggris dimulai dari 669 euro (Rp11 juta) untuk model Galaxy S10 Lite dengan layar 5,8 inci dan ruang penyimpanan internal 128 GB.

Sedangkan model Galaxy S 10 dengan layae 6,1 inci seharga 799 Euro atau setara Rp13 juta (128GB) dan 999 Euro atau setara Rp16,4 juta (512 GB)

Sedangkan untuk varian tertinggi Galaxy S 10 Plus dengan layar 6,4 inci keluar dengan tiga varian memori internal. Mulai dari 899 Euro (Rp14,8 juta) dengan 128GB, 1099 Euro (Rp18 juta) untuk 512 GB, serta memori intertal 1TB dihargai 1399 Euro (Rp23 juta).

Detail lainnya, smartphone mewah ini sudah disematkan pengenalan sidik jari dalam layar ultrasonik. Kemampuan untuk mengisi daya perangkat lain secara nirkabel dengan fitur yang mungkin disebut Powershare. Dan tidak ada dukungan 5G fungsional saat peluncuran. (Berbagai Sumber)

Bagikan :

Kominfo Mencatat Pelaporan Konten Negatif Terbanyak Ada di Twitter

  • Jan 12, 2019
  • Comments Off on Kominfo Mencatat Pelaporan Konten Negatif Terbanyak Ada di Twitter

Perusahaan startup yang bermarkas di Belanda, SpaceLife Origin, ingin mengirim seorang ibu hamil 402 km jauhnya dari bumi. Dilansir dari Oddity Central, mereka ingin ada bayi yang dilahirkan pertama kalinya di luar angkasa, atas nama sains.

Finroll.com – Jika planet bumi tak mendukung kehidupan manusia lagi, satu-satunya harapan adalah dengan pergi dan menetap di tempat lain, entah itu mengambang di luar angkasa atau di planet lain. Namun, agar eksodus ini sukses, para pendiri SpaceLife Origin ingin mempelajari bagaimana manusia bereproduksi di luar angkasa.

Itulah sebabnya, mereka ingin mengirim seorang ibu hamil ke luar angkasa lalu melahirkan di tempat tanpa gravitasi. Ide ini memang terdengar gila karena jalan manusia untuk menjadi penghuni luar angkasa masih sangat jauh. Namun, SpaceLife Origin yakin kelangsungan hidup jangka panjang manusia bergantung pada misi ini.

Menurut eksekutif perusahaan itu, Egbert Edelbroek, belajar melahirkan di luar angkasa menjamin kelestarian spesies manusia. Meski sudah menemukan atau membangun tempat yang layak huni jauh dari bumi, manusia harus mengungkap dulu rahasia melahirkan di luar angkasa agar tak punah.

Karena itulah, perusahaan startup Belanda itu berencana mengadakan serangkaian eksperimen perintis dalam jangka waktu lebih dari 5 tahun ke depan. Rencana terpentingnya, kelahiran manusia di luar angkasa, dijadwalkan terlaksana 2024 mendatang.

Edelbroek mengaku telah bertemu sejumlah perusahaan pesawat luar angkasa yang bersedia mengangkut 402 km jauh di atas bumi. Tak hanya itu, ia telah bertemu sejumlah orang kaya yang bersedia membiayai percobaan itu. Tak lupa Edelbroek membujuk beberapa wanita agar mau menjadi orang pertama yang melahirkan di luar angkasa.
Namun, meski SpaceLife Origin berhasil mendapatkan relawan, roket, dan pendanaan, misi ini masih harus menghadapi masalah logika.

Mengirim wanita hamil ke luar angkasa sebelum ia siap melahirkan memang terdengar cukup sulit. Namun, para pakar lebih mengkhawatirkan keselamatan bayi dan proses melahirkannya. Astronot biasanya mengalami tiga kali tekanan gravitasi saat roket melesat ke orbit. Jika peluncuran itu terkendala, hal itu bahkan bisa dialami tiga kali lipat dari jumlah itu. Tak ada yang tahu dampaknya pada janin dan ibunya.

Meski begitu, pernah ada beberapa percobaan serupa menggunakan tikus, ikan, kadal, dan hewan invertebrata. Di tahun 1990-an, pernah ada tikus melahirkan dalam misi pesawat ulang-alik Amerika Serikat. Setiap anak itu lahir dengan sistem vestibular yang kurang berkembang. Sistem ini adalah struktur telinga bagian dalam yang memungkinkan mamalia menyeimbangkan diri.

Tikus-tikus itu memang kembali pulih setelah beberapa saat. Namun, para pakar menyimpulkan bahwa bayi membutuhkan gravitasi.

Tak adanya gravitasi ini tentu menimbulkan masalah serius. Tak ada tambahan dorongan saat ibu mengejan bayinya ke luar, epidural untuk menekan rasa sakit pada pasien akan sulit diberikan, dan cairan tubuh mengambang di pesawat dalam bentuk gumpalan.

Tak hanya itu, cara memulangkan mereka ke bumi juga harus dipertimbangkan. Seperti yang terjadi pada pendaratan terakhir kemarin, tampaknya pendaratan parasut di padang pasir tak sesuai untuk bayi yang baru lahir beserta ibunya.

Kemudian, seandainya memang bayi itu selamat sesampainya di bumi, akta lahir macam apa yang sah untuk orang yang lahir di luar angkasa?

SpaceLife Origin mengakui rencananya masih harus disempurnakan. Namun, misi perintis ini memang ditujukan untuk menggali jawabannya. Ditambah lagi, mereka yang terlibat proyek ini yakin kalau perusahaan ini tak jadi melakukannya, bakal ada perusahaan lain yang mengambil alih rencana ini.

“Menurutku akan tiba saatnya hal ini terjadi. Karena itulah lebih baik melaksanakannya dengan cara yang sangat terbuka dan transparan. Jika bekerja sendiri, sembunyi-sembunyi, tak berkoordinasi dengan seluruh dunia, hal yang tak diinginkan bisa terjadi dan tak ada yang bisa mengembalikannya seperti semula lagi,” kata Gerrit-Jan Zwenne, salah satu penasihat SpaceLife Origin yang di kutip dari akurat.co.

Bagikan :

Alibaba Group Akuisisi Perusahaan Start Up Milik Jerman Senilai US$103 Juta

  • Jan 12, 2019
  • Comments Off on Alibaba Group Akuisisi Perusahaan Start Up Milik Jerman Senilai US$103 Juta

Perusahaan startup yang bermarkas di Belanda, SpaceLife Origin, ingin mengirim seorang ibu hamil 402 km jauhnya dari bumi. Dilansir dari Oddity Central, mereka ingin ada bayi yang dilahirkan pertama kalinya di luar angkasa, atas nama sains.

Finroll.com – Jika planet bumi tak mendukung kehidupan manusia lagi, satu-satunya harapan adalah dengan pergi dan menetap di tempat lain, entah itu mengambang di luar angkasa atau di planet lain. Namun, agar eksodus ini sukses, para pendiri SpaceLife Origin ingin mempelajari bagaimana manusia bereproduksi di luar angkasa.

Itulah sebabnya, mereka ingin mengirim seorang ibu hamil ke luar angkasa lalu melahirkan di tempat tanpa gravitasi. Ide ini memang terdengar gila karena jalan manusia untuk menjadi penghuni luar angkasa masih sangat jauh. Namun, SpaceLife Origin yakin kelangsungan hidup jangka panjang manusia bergantung pada misi ini.

Menurut eksekutif perusahaan itu, Egbert Edelbroek, belajar melahirkan di luar angkasa menjamin kelestarian spesies manusia. Meski sudah menemukan atau membangun tempat yang layak huni jauh dari bumi, manusia harus mengungkap dulu rahasia melahirkan di luar angkasa agar tak punah.

Karena itulah, perusahaan startup Belanda itu berencana mengadakan serangkaian eksperimen perintis dalam jangka waktu lebih dari 5 tahun ke depan. Rencana terpentingnya, kelahiran manusia di luar angkasa, dijadwalkan terlaksana 2024 mendatang.

Edelbroek mengaku telah bertemu sejumlah perusahaan pesawat luar angkasa yang bersedia mengangkut 402 km jauh di atas bumi. Tak hanya itu, ia telah bertemu sejumlah orang kaya yang bersedia membiayai percobaan itu. Tak lupa Edelbroek membujuk beberapa wanita agar mau menjadi orang pertama yang melahirkan di luar angkasa.
Namun, meski SpaceLife Origin berhasil mendapatkan relawan, roket, dan pendanaan, misi ini masih harus menghadapi masalah logika.

Mengirim wanita hamil ke luar angkasa sebelum ia siap melahirkan memang terdengar cukup sulit. Namun, para pakar lebih mengkhawatirkan keselamatan bayi dan proses melahirkannya. Astronot biasanya mengalami tiga kali tekanan gravitasi saat roket melesat ke orbit. Jika peluncuran itu terkendala, hal itu bahkan bisa dialami tiga kali lipat dari jumlah itu. Tak ada yang tahu dampaknya pada janin dan ibunya.

Meski begitu, pernah ada beberapa percobaan serupa menggunakan tikus, ikan, kadal, dan hewan invertebrata. Di tahun 1990-an, pernah ada tikus melahirkan dalam misi pesawat ulang-alik Amerika Serikat. Setiap anak itu lahir dengan sistem vestibular yang kurang berkembang. Sistem ini adalah struktur telinga bagian dalam yang memungkinkan mamalia menyeimbangkan diri.

Tikus-tikus itu memang kembali pulih setelah beberapa saat. Namun, para pakar menyimpulkan bahwa bayi membutuhkan gravitasi.

Tak adanya gravitasi ini tentu menimbulkan masalah serius. Tak ada tambahan dorongan saat ibu mengejan bayinya ke luar, epidural untuk menekan rasa sakit pada pasien akan sulit diberikan, dan cairan tubuh mengambang di pesawat dalam bentuk gumpalan.

Tak hanya itu, cara memulangkan mereka ke bumi juga harus dipertimbangkan. Seperti yang terjadi pada pendaratan terakhir kemarin, tampaknya pendaratan parasut di padang pasir tak sesuai untuk bayi yang baru lahir beserta ibunya.

Kemudian, seandainya memang bayi itu selamat sesampainya di bumi, akta lahir macam apa yang sah untuk orang yang lahir di luar angkasa?

SpaceLife Origin mengakui rencananya masih harus disempurnakan. Namun, misi perintis ini memang ditujukan untuk menggali jawabannya. Ditambah lagi, mereka yang terlibat proyek ini yakin kalau perusahaan ini tak jadi melakukannya, bakal ada perusahaan lain yang mengambil alih rencana ini.

“Menurutku akan tiba saatnya hal ini terjadi. Karena itulah lebih baik melaksanakannya dengan cara yang sangat terbuka dan transparan. Jika bekerja sendiri, sembunyi-sembunyi, tak berkoordinasi dengan seluruh dunia, hal yang tak diinginkan bisa terjadi dan tak ada yang bisa mengembalikannya seperti semula lagi,” kata Gerrit-Jan Zwenne, salah satu penasihat SpaceLife Origin yang di kutip dari akurat.co.

Bagikan :

Perusahaan Startup Berniat Mengirim Seorang Ibu Hamil ke Luar Angkasa Untuk Melahirkan

  • Jan 11, 2019
  • Comments Off on Perusahaan Startup Berniat Mengirim Seorang Ibu Hamil ke Luar Angkasa Untuk Melahirkan

Perusahaan startup yang bermarkas di Belanda, SpaceLife Origin, ingin mengirim seorang ibu hamil 402 km jauhnya dari bumi. Dilansir dari Oddity Central, mereka ingin ada bayi yang dilahirkan pertama kalinya di luar angkasa, atas nama sains.

Finroll.com – Jika planet bumi tak mendukung kehidupan manusia lagi, satu-satunya harapan adalah dengan pergi dan menetap di tempat lain, entah itu mengambang di luar angkasa atau di planet lain. Namun, agar eksodus ini sukses, para pendiri SpaceLife Origin ingin mempelajari bagaimana manusia bereproduksi di luar angkasa.

Itulah sebabnya, mereka ingin mengirim seorang ibu hamil ke luar angkasa lalu melahirkan di tempat tanpa gravitasi. Ide ini memang terdengar gila karena jalan manusia untuk menjadi penghuni luar angkasa masih sangat jauh. Namun, SpaceLife Origin yakin kelangsungan hidup jangka panjang manusia bergantung pada misi ini.

Menurut eksekutif perusahaan itu, Egbert Edelbroek, belajar melahirkan di luar angkasa menjamin kelestarian spesies manusia. Meski sudah menemukan atau membangun tempat yang layak huni jauh dari bumi, manusia harus mengungkap dulu rahasia melahirkan di luar angkasa agar tak punah.

Karena itulah, perusahaan startup Belanda itu berencana mengadakan serangkaian eksperimen perintis dalam jangka waktu lebih dari 5 tahun ke depan. Rencana terpentingnya, kelahiran manusia di luar angkasa, dijadwalkan terlaksana 2024 mendatang.

Edelbroek mengaku telah bertemu sejumlah perusahaan pesawat luar angkasa yang bersedia mengangkut 402 km jauh di atas bumi. Tak hanya itu, ia telah bertemu sejumlah orang kaya yang bersedia membiayai percobaan itu. Tak lupa Edelbroek membujuk beberapa wanita agar mau menjadi orang pertama yang melahirkan di luar angkasa.
Namun, meski SpaceLife Origin berhasil mendapatkan relawan, roket, dan pendanaan, misi ini masih harus menghadapi masalah logika.

Mengirim wanita hamil ke luar angkasa sebelum ia siap melahirkan memang terdengar cukup sulit. Namun, para pakar lebih mengkhawatirkan keselamatan bayi dan proses melahirkannya. Astronot biasanya mengalami tiga kali tekanan gravitasi saat roket melesat ke orbit. Jika peluncuran itu terkendala, hal itu bahkan bisa dialami tiga kali lipat dari jumlah itu. Tak ada yang tahu dampaknya pada janin dan ibunya.

Meski begitu, pernah ada beberapa percobaan serupa menggunakan tikus, ikan, kadal, dan hewan invertebrata. Di tahun 1990-an, pernah ada tikus melahirkan dalam misi pesawat ulang-alik Amerika Serikat. Setiap anak itu lahir dengan sistem vestibular yang kurang berkembang. Sistem ini adalah struktur telinga bagian dalam yang memungkinkan mamalia menyeimbangkan diri.

Tikus-tikus itu memang kembali pulih setelah beberapa saat. Namun, para pakar menyimpulkan bahwa bayi membutuhkan gravitasi.

Tak adanya gravitasi ini tentu menimbulkan masalah serius. Tak ada tambahan dorongan saat ibu mengejan bayinya ke luar, epidural untuk menekan rasa sakit pada pasien akan sulit diberikan, dan cairan tubuh mengambang di pesawat dalam bentuk gumpalan.

Tak hanya itu, cara memulangkan mereka ke bumi juga harus dipertimbangkan. Seperti yang terjadi pada pendaratan terakhir kemarin, tampaknya pendaratan parasut di padang pasir tak sesuai untuk bayi yang baru lahir beserta ibunya.

Kemudian, seandainya memang bayi itu selamat sesampainya di bumi, akta lahir macam apa yang sah untuk orang yang lahir di luar angkasa?

SpaceLife Origin mengakui rencananya masih harus disempurnakan. Namun, misi perintis ini memang ditujukan untuk menggali jawabannya. Ditambah lagi, mereka yang terlibat proyek ini yakin kalau perusahaan ini tak jadi melakukannya, bakal ada perusahaan lain yang mengambil alih rencana ini.

“Menurutku akan tiba saatnya hal ini terjadi. Karena itulah lebih baik melaksanakannya dengan cara yang sangat terbuka dan transparan. Jika bekerja sendiri, sembunyi-sembunyi, tak berkoordinasi dengan seluruh dunia, hal yang tak diinginkan bisa terjadi dan tak ada yang bisa mengembalikannya seperti semula lagi,” kata Gerrit-Jan Zwenne, salah satu penasihat SpaceLife Origin yang di kutip dari akurat.co.

Bagikan :

Pemerintah Sedang Mengkaji Skema Model Bisnis 5G di Indonesia

  • Jan 11, 2019
  • Comments Off on Pemerintah Sedang Mengkaji Skema Model Bisnis 5G di Indonesia

Akhir tahun 2016 yang lalu sebuah gagasan inovatif datang dari Kemenko Polhukam RI untuk mengintegrasikan kinerja penegak hukum dalam hal pertukaran lintas data dengan Sistem Database Penanganan Perkara Tindak Pidana Secara Terpadu Berbasi Teknologi Informasi (SPPT TI).

Finroll.com – Selama ini dalam sistem peradilan pidana yang ada memang masih bersifat manual dan parsial di masing-masing penegak hukum. Terutama dalam hal administrasi seperti di Polri, Kejaksaan, MA, dan Lembaga Pemasyarakatan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Penyelesaian Kasus Hukum pada Deputi bidang Koordinasi Hukum dan HAM Kemenko Polhukam, Abeto Harahap. Menurutnya sistem hukum yang baik itu harus terintegrasi dan terpadu berbasis teknologi informasi.

“Seiring berjalannya waktu, Kemenko Polhukam RI melihat hal ini menjadi potensi individual kelembagaan yang tidak terintegrasi dengan konsep masing-masing dan otoritas sendiri,” lanjutnya.

Hal ini sejalan dengan Perpres No.54 Tahun 2018 tentang Aksi Pencegahan Korupsi di sektor Perbaikan Tata Kelola Sistem Peradilan Pidana Terpadu. Sebagai komitmen kontribusi terhadap Perpres tersebut, Kemenko Polhukam menyinergikan rencana inovatif berbasis teknologi tersebut dengan merilis aplikasi bernama Mantra bulan Desember mendatang.

“Karena berbasis IT, solusinya tidak bisa lepas dari aplikasi. Akhirnya kami membuat aplikasi bernama Mantra yang akan ambil data dari masing-masing instansi penegak hukum. Secara teknis ada dua unit kerja bernama Probita (Program Bisnis dan Data) dan Dutekam (Dukungan Teknologi dan Sistem Keamanan). Ketika ada satu perkara, maka termonitor oleh Kementerian/Lembaga hukum lain. Kami ambil poin yang bisa menyatukan penegak hukum supaya saling terhubung dan terintegrasi untuk diambil keputusan pimpinan (menteri atau presiden),” jelas Abeto.

Baca Juga: Libur Natal dan Tahun Baru, App Store Capai Catatan Pemasukan Rp 17,1 Triliun

Lebih lanjut Abeto mengatakan lewat Perpres No. 54 Tahun 2018, pemanfaatan aplikasi Mantra bukan untuk menyelesaikan permasalahan penegak hukum saja, tapi bisa dimonitor apakah hukum berjalan sesuai proses hukum yang berlaku atau tidak. Nantinya diharapkan masyarakat juga bisa dapat informasi dan memonitor proses hukum tersebut.

Dalam kesempatan berbeda, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho menegaskan dengan adanya SPPT TI, proses penanganan perkara dari Kepolisian ke Kejaksaan ke Peradilan sampai ke Lapas menjadi transparan, sehingga mempersempit kemungkinan jual beli perkara.

Selain itu menurut Yanuar Indonesia saat ini sedang menggenjot penggunaan teknologi dan informasi dalam menyongsong industri 4.0 dan persaingan global.

“Digitalisasi jangan hanya untuk sektor industri, namun juga diperuntukkan bagi penegakkan hukum,” ujarnya.

Sayangnya saat ini pelaksanaan via aplikasi tersebut belum dapat menyeluruh, karena sistem teknologi berbasis aplikasi ini masih dibangun baru di lima kota dan wilayah besar saja (Medan, Palembang, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Makassar).

Kendala tersebut terkait infrastruktur seperti serat optik yang belum menyeluruh di tiap daerah. Ditargetkan dalam kurun waktu dua tahun mendatang dapat direalisasikan menjadi 190 kota lebih.

Dengan aplikasi Mantra diharapkan juga akan terpantau wilayah mana yang sering terjadi pencurian, korupsi, narkoba, dan tindakan pidana lain. Sehingga kebijakan pimpinan terhadap tindak pidana tertentu dapat fokus di wilayah tersebut untuk ditekan angkanya. Lebih jauh lagi, statistiknya juga akan terlihat.

Bagikan :

Cerai Dari Jeff Bezos, MacKenzie Bisa Dapat Rp 930 Triliun

  • Jan 10, 2019
  • Comments Off on Cerai Dari Jeff Bezos, MacKenzie Bisa Dapat Rp 930 Triliun

Akhir tahun 2016 yang lalu sebuah gagasan inovatif datang dari Kemenko Polhukam RI untuk mengintegrasikan kinerja penegak hukum dalam hal pertukaran lintas data dengan Sistem Database Penanganan Perkara Tindak Pidana Secara Terpadu Berbasi Teknologi Informasi (SPPT TI).

Finroll.com – Selama ini dalam sistem peradilan pidana yang ada memang masih bersifat manual dan parsial di masing-masing penegak hukum. Terutama dalam hal administrasi seperti di Polri, Kejaksaan, MA, dan Lembaga Pemasyarakatan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Penyelesaian Kasus Hukum pada Deputi bidang Koordinasi Hukum dan HAM Kemenko Polhukam, Abeto Harahap. Menurutnya sistem hukum yang baik itu harus terintegrasi dan terpadu berbasis teknologi informasi.

“Seiring berjalannya waktu, Kemenko Polhukam RI melihat hal ini menjadi potensi individual kelembagaan yang tidak terintegrasi dengan konsep masing-masing dan otoritas sendiri,” lanjutnya.

Hal ini sejalan dengan Perpres No.54 Tahun 2018 tentang Aksi Pencegahan Korupsi di sektor Perbaikan Tata Kelola Sistem Peradilan Pidana Terpadu. Sebagai komitmen kontribusi terhadap Perpres tersebut, Kemenko Polhukam menyinergikan rencana inovatif berbasis teknologi tersebut dengan merilis aplikasi bernama Mantra bulan Desember mendatang.

“Karena berbasis IT, solusinya tidak bisa lepas dari aplikasi. Akhirnya kami membuat aplikasi bernama Mantra yang akan ambil data dari masing-masing instansi penegak hukum. Secara teknis ada dua unit kerja bernama Probita (Program Bisnis dan Data) dan Dutekam (Dukungan Teknologi dan Sistem Keamanan). Ketika ada satu perkara, maka termonitor oleh Kementerian/Lembaga hukum lain. Kami ambil poin yang bisa menyatukan penegak hukum supaya saling terhubung dan terintegrasi untuk diambil keputusan pimpinan (menteri atau presiden),” jelas Abeto.

Baca Juga: Libur Natal dan Tahun Baru, App Store Capai Catatan Pemasukan Rp 17,1 Triliun

Lebih lanjut Abeto mengatakan lewat Perpres No. 54 Tahun 2018, pemanfaatan aplikasi Mantra bukan untuk menyelesaikan permasalahan penegak hukum saja, tapi bisa dimonitor apakah hukum berjalan sesuai proses hukum yang berlaku atau tidak. Nantinya diharapkan masyarakat juga bisa dapat informasi dan memonitor proses hukum tersebut.

Dalam kesempatan berbeda, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho menegaskan dengan adanya SPPT TI, proses penanganan perkara dari Kepolisian ke Kejaksaan ke Peradilan sampai ke Lapas menjadi transparan, sehingga mempersempit kemungkinan jual beli perkara.

Selain itu menurut Yanuar Indonesia saat ini sedang menggenjot penggunaan teknologi dan informasi dalam menyongsong industri 4.0 dan persaingan global.

“Digitalisasi jangan hanya untuk sektor industri, namun juga diperuntukkan bagi penegakkan hukum,” ujarnya.

Sayangnya saat ini pelaksanaan via aplikasi tersebut belum dapat menyeluruh, karena sistem teknologi berbasis aplikasi ini masih dibangun baru di lima kota dan wilayah besar saja (Medan, Palembang, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Makassar).

Kendala tersebut terkait infrastruktur seperti serat optik yang belum menyeluruh di tiap daerah. Ditargetkan dalam kurun waktu dua tahun mendatang dapat direalisasikan menjadi 190 kota lebih.

Dengan aplikasi Mantra diharapkan juga akan terpantau wilayah mana yang sering terjadi pencurian, korupsi, narkoba, dan tindakan pidana lain. Sehingga kebijakan pimpinan terhadap tindak pidana tertentu dapat fokus di wilayah tersebut untuk ditekan angkanya. Lebih jauh lagi, statistiknya juga akan terlihat.

Bagikan :