Teknologi

Kini Masyarakat Bisa Pantau Kasus Hukum Lewat Aplikasi Berbasis Teknologi Informasi

Akhir tahun 2016 yang lalu sebuah gagasan inovatif datang dari Kemenko Polhukam RI untuk mengintegrasikan kinerja penegak hukum dalam hal pertukaran lintas data dengan Sistem Database Penanganan Perkara Tindak Pidana Secara Terpadu Berbasi Teknologi Informasi (SPPT TI).

Finroll.com – Selama ini dalam sistem peradilan pidana yang ada memang masih bersifat manual dan parsial di masing-masing penegak hukum. Terutama dalam hal administrasi seperti di Polri, Kejaksaan, MA, dan Lembaga Pemasyarakatan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Penyelesaian Kasus Hukum pada Deputi bidang Koordinasi Hukum dan HAM Kemenko Polhukam, Abeto Harahap. Menurutnya sistem hukum yang baik itu harus terintegrasi dan terpadu berbasis teknologi informasi.

“Seiring berjalannya waktu, Kemenko Polhukam RI melihat hal ini menjadi potensi individual kelembagaan yang tidak terintegrasi dengan konsep masing-masing dan otoritas sendiri,” lanjutnya.

Hal ini sejalan dengan Perpres No.54 Tahun 2018 tentang Aksi Pencegahan Korupsi di sektor Perbaikan Tata Kelola Sistem Peradilan Pidana Terpadu. Sebagai komitmen kontribusi terhadap Perpres tersebut, Kemenko Polhukam menyinergikan rencana inovatif berbasis teknologi tersebut dengan merilis aplikasi bernama Mantra bulan Desember mendatang.

“Karena berbasis IT, solusinya tidak bisa lepas dari aplikasi. Akhirnya kami membuat aplikasi bernama Mantra yang akan ambil data dari masing-masing instansi penegak hukum. Secara teknis ada dua unit kerja bernama Probita (Program Bisnis dan Data) dan Dutekam (Dukungan Teknologi dan Sistem Keamanan). Ketika ada satu perkara, maka termonitor oleh Kementerian/Lembaga hukum lain. Kami ambil poin yang bisa menyatukan penegak hukum supaya saling terhubung dan terintegrasi untuk diambil keputusan pimpinan (menteri atau presiden),” jelas Abeto.

Baca Juga: Libur Natal dan Tahun Baru, App Store Capai Catatan Pemasukan Rp 17,1 Triliun

Lebih lanjut Abeto mengatakan lewat Perpres No. 54 Tahun 2018, pemanfaatan aplikasi Mantra bukan untuk menyelesaikan permasalahan penegak hukum saja, tapi bisa dimonitor apakah hukum berjalan sesuai proses hukum yang berlaku atau tidak. Nantinya diharapkan masyarakat juga bisa dapat informasi dan memonitor proses hukum tersebut.

Dalam kesempatan berbeda, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho menegaskan dengan adanya SPPT TI, proses penanganan perkara dari Kepolisian ke Kejaksaan ke Peradilan sampai ke Lapas menjadi transparan, sehingga mempersempit kemungkinan jual beli perkara.

Selain itu menurut Yanuar Indonesia saat ini sedang menggenjot penggunaan teknologi dan informasi dalam menyongsong industri 4.0 dan persaingan global.

“Digitalisasi jangan hanya untuk sektor industri, namun juga diperuntukkan bagi penegakkan hukum,” ujarnya.

Sayangnya saat ini pelaksanaan via aplikasi tersebut belum dapat menyeluruh, karena sistem teknologi berbasis aplikasi ini masih dibangun baru di lima kota dan wilayah besar saja (Medan, Palembang, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Makassar).

Kendala tersebut terkait infrastruktur seperti serat optik yang belum menyeluruh di tiap daerah. Ditargetkan dalam kurun waktu dua tahun mendatang dapat direalisasikan menjadi 190 kota lebih.

Dengan aplikasi Mantra diharapkan juga akan terpantau wilayah mana yang sering terjadi pencurian, korupsi, narkoba, dan tindakan pidana lain. Sehingga kebijakan pimpinan terhadap tindak pidana tertentu dapat fokus di wilayah tersebut untuk ditekan angkanya. Lebih jauh lagi, statistiknya juga akan terlihat.

Bagikan :

Orang Terkaya di Bumi “Jeff Bezos” Bercerai Dengan Istrinya Setelah 25 Tahun Menikah

  • Jan 10, 2019
  • Comments Off on Orang Terkaya di Bumi “Jeff Bezos” Bercerai Dengan Istrinya Setelah 25 Tahun Menikah

Kabar mengejutkan datang dari CEO Amazon yang juga orang terkaya di bumi, Jeff Bezos bercerai dengan istrinya MacKenzie setelah menjalani pernikahan selama 25 tahun.

Bezos mengumumkan kabar perceraian itu melalui Twitter. Pasangan yang dikenal selalu hangat dan mesra tersebut menikah pada 4 September 1993 dan dikaruniai 4 orang anak.

“Kami ingin orang tahu terhadap perkembangan dalam kehidupan kami. Sebagaimana yang diketahui keluarga dan teman dekat, setelah periode panjang mengeksplorasi, kami memutuskan untuk bercerai dan melanjutkan kehidupan kami sebagai teman,” demikian pernyataan bersama Bezos dan MacKenzie.

“Kami memiliki kehidupan bersama yang hebat sebagai pasangan menikah dan kami juga melihat masa depan yang baik sebagai orang tua, teman, mitra dan sebagai individual dalam melakukan usaha dan petualangan,” lanjut mereka.

Bezos dan MacKenzie dikenal sebagai pasangan yang serasi dan kerap memuji satu sama lain, sehingga kabar ini cukup mengejutkan. Mereka juga sangat menjaga kehidupan pribadi.

Bezos dan MacKenzie pernah satu kantor sebelum mendirikan Amazon, di sanalah mereka bertemu dan jatuh cinta. Kursi mereka di kantor berdekatan dan Mackenzie sering mendengar tawa Bezos.

“Sepanjang hari aku mendengar dia tertawa. Bagaimana mungkin kalian tidak jatuh cinta dengan tawa itu?” kata MazKenzie yang berprofesi sebagai penulis novel.

Bezos saat ini memiliki harta sekitar USD 137 miliar berdasarkan perhitungan Forbes dan sejak tahun lalu adalah orang paling kaya di dunia, menggusur pendiri Microsoft, Bill Gates. Sekitar 90% kekayaan Bezos itu berasal dari kepemilikan sahamnya di Amazon, di mana dia punya sekitar 80 juta lembar saham. Dia juga memiliki beragam properti mewah yang tersebar di Washington sampai California.(Teknologi)

Bagikan :

Libur Natal dan Tahun Baru, App Store Capai Catatan Pemasukan Rp 17,1 Triliun

  • Jan 5, 2019
  • Comments Off on Libur Natal dan Tahun Baru, App Store Capai Catatan Pemasukan Rp 17,1 Triliun

Finroll.com – Untuk menjadi muslimah sejati, muslimah harus memahami ilmu syariah untuk membentuk keluarga yang berkualitas.

Namun ilmu syariah saja juga tidak cukup untuk membentuk keluarga yang berkualitas, muslimah juga harus memahami ilmu ekonomi, kesehatan bahkan politik. Hal ini disampaikan oleh Dewi Puspa Sari, Caleg DPRD Kota Tangsel Dapil 1 Ciputat No 6.

Dewi yang aktif di bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga di PKS ini membawahi beberapa sub bidang yang berfokus pada remaja dan anak.

Menurut Dewi sebagai orang tua yang mendidik anak, perempuan harus memahami ilmu parenting supaya anak-anak kita siap bersosialisasi di masyarakat, memiliki keistimewaan dan menjadi anak yang unggul di sekolah. Selain itu di Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga juga membawahi sub Bidang Perempuan Melek Politik.

Dewi menilai, bahwa kenaikan harga pangan, sembako dan keperluan rumah tangga lainnya diintervensi oleh politik. Oleh karena itu sebagai perempuan yang mengurus dapur, mengurus keluarga juga harus paham politik.

“Pada tahun 2018 di Tangsel terjadi 200 kasus perceraian, 98% dipengaruhi oleh masalah ekonomi. Maka dari itu di PKS ada penanganan harmonisasi keluarga. Dengan adanya harmonisasi keluarga ini diharapkan bisa mencegah perceraian”.

Ketika perceraian sudah terjadi maka yang paling dirugikan adalah perempuan, karena biasanya perempuan bekerja di rumah ketika bercerai mereka bingung akan mendapatkan penghasilan dari mana. Oleh karena itu PKS juga mengadakan program pemberdayaan perempuan supaya lebih mandiri,” ujar Dewi dan suaminya, Rabu (2/1/2019).

Dewi menjelaskan, pemberdayaan perempuan dilakukan dengan cara mengasah keterampilan mereka, mengajarkan berwirausahan dan mendirikan UMKM. Program pemberdayaan perempuan ini telah bersinergi dengan 212Mart, sehingga memudahkan distribusi produk dari UMKM.

Dalam wawancara ini, Dewi mengatakan bahwa dirinya sudah berpengalaman dalam organisasi, ia sudah mengikuti organisasi sejak SMA hingga masa perkuliahan.

Menurut Dewi, dirinya adalah orang yang tidak bisa diam, ia ingin selalu melakukan kegiatan bermanfaat untuk semua orang. Ia ingin menjadi orang yang bermanfaat untuk masyarakat. Oleh karena itu ia menjadi Caleg DPRD Kota Tangsel Dapil 1 Ciputat.

Caleg DPRD Kota Tangsel Dapil 1 dengan nomor urut 6 ini memiliki visi ingin menjadikan perempuan sebagai sosok yang mandiri dan sejahtera yang bisa menciptakan keharmonisan dalam keluarga sehingga ketahanan keluarga bisa menjadi lebih kuat.

Visi dari Dewi berfokus pada perempuan, ia menjelaskan, perempuan kelak akan menjadi seorang ibu yang merupakan pondasi dari keluarga. Perempuan memiliki peran besar dalam memajukan bangsa karena tiang suatu negara itu ada di keluarga yang kuat. Peran seorang ibu dalam menciptakan keluarga yang kuat cukup besar, mulai dari mendidik anak hingga mengurus suami dan segala keperluan keluarga lainnya.

Untuk mewujudkan visinya Dewi memiliki program-program unggulan. Program yang paling utama yaitu pemberdayaan kemandirian perempuan, dengan adanya program wirausaha, pendirian UMKM diharapkan bisa menghasilkan perempuan enterpreneur. Selain itu juga ada program pelayanan kesehatan untuk masyarakat prasejahtera. Ada juga program guru sejahtera yang ditujukan untuk para guru honorer.

Dewi berpendapat, kalau RT/RW merupakan ujung tombak masyarakat. Oleh karena itu ia menginginkan untuk adanya dana operasional RT/RW. Caleg DPRD Kota Tangsel Dapil 1 Ciputat ini memiliki keinginan untuk mengadakan pembinaan untuk ustadz dan ustadzah yang mengisi majlis taklim. Tujuannya adalah supaya mencegah terorisme, radikalisme dan aliran-aliran sesat masuk ke majlis taklim.

Menurut Dewi, pendidikan sangatlah penting dalam membangun bangsa, namun harus diiringi dengan pembekalan agama. Untuk itu Dewi memiliki program menghilangkan buta huruf al-Qur’an di kalangan pelajar SD, SMP dan SMA. Ia berharap masyarakat muslim yang ada di Tangsel bisa membaca al-Qur’an. Tidak hanya program-program untuk masyarakat, Dewi juga memiliki kepedulian pada lingkungan. Maka dari itu ia ingin menormalisasikan kali-kali yang kotor yang ada di Tangsel dan mengelola sampah dengan baik.

“Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, saya memiliki program-program unggulan hampir di berbagai bidang. Mulai dari program unggulan pemberdayaan perempuan, pelayanan kesehatan, peningkatan kesejahteraan guru honorer sampai program kepedulian lingkungan. Hal-hal tersebutlah yang bisa menjadi alasan masyarakat untuk memilih saya,” Pungkasnya Dewi. (Mad)

Bagikan :

Di Ajang CES 2019 Sony Pamerkan Smartphone Berteknologi

  • Jan 4, 2019
  • Comments Off on Di Ajang CES 2019 Sony Pamerkan Smartphone Berteknologi

Tahun 2019 dinilai akan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi industri teknologi. Pasalnya, perang dagang dengan bumbu ketegangan geopolitik menjadi tantangan terbesar.

Finroll.com – Selain itu, kepercayaan publik pun menjadi pertaruhan dalam industri ini. Dilansir dari AFP, Technalysis Research Bob O’Donnell menegaskan hal tersebut.

“Saya pikir 2019 akan menjadi tahun tantangan terkait kepercayaan untuk industri teknologi,” ujarnya.

Consumer Technology Association (CTA), asosiasi yang menggelar Consumer Electronic Show mengungkapkan sektor teknologi memang tengah dirugikan oleh tarif dan gesekan perdagangan antara dua pelaku ekonomi terbesar yakni China dan Amerika Serikat.

CTA mencatat tarif pada produk teknologi melonjak menjadi US$1,3 miliar pada Oktober lalu. Lonjakan ini turut mengkerek kekhawatiran mengenai pertumbuhan.

“Hampir tak terhindarkan bahwa pelambatan ekonomi akan terjadi jika tarif ini terus berlanjut,” kata Sage Chandler, Wakil Presiden CTA untuk Perdagangan Internasional yang di kutip dari C.

Baca Juga: Berikan Penolakan Pada Jaringan 5G, Para Ilmuwan Sepakat Membuat Petisi!

Masalah perdagangan AS-China dan penangkapan eksekutif raksasa teknologi China, Huawei di Kanada menimbulkan pertanyaan besar mengenai rantai pasokan. Pasalnya, terdapat sistem di mana desain AS diproduksi di China untuk pasar global.

CES 2019 Tetap Hadir

Namun, di tengah ‘kegalauan’ industri teknologi, gelaran tahunan ajang ‘pamer’ teknologi terkini tetap berlangsung di Las Vegas pada 8 Januari mendatang.

Inovasi teknologi futuristik dari mulai sektor hiburan, kesehatan, transportasi hingga olahraga akan dipamerkan. Perangkat cerdas yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan kembali menjadi fokus CES.

Beberapa teknologi seperti robot intuitif, serangkaian perangkat yang diaktifkan dengan suara, dan tampilan ponsel cerdas yang terlipat atau digulung. CES juga akan menampilkan penyempurnaan transportasi otonom dan gadget yang memanfaatkan 5G, atau jaringan nirkabel generasi kelima.

Kecerdasan buatan pun akan menjadi fokus. Salah satunya personalisasi pengalaman pengguna dengan perangkat. Namun, ekosistem ini harus bekerja keras mendapatkan kepercayaan consumer.

Pasalnya, kepercayaan diri masyarakat telah terkikis oleh skandal kebocoran data yang melibatkan Facebook, Google dan aplikasi yang melibatkan informasi pribadi lainnya.

“Publik waspada karena peristiwa baru-baru ini,” kata Roger Kay, analis dan konsultan dengan Endpoint Technologies Associates.

“Saya pikir industri akan diperlambat oleh skeptisisme ini.”

Bagikan :

Xiaomi Sebut Redmi Bakal Jadi Merk Independen Lho

  • Jan 4, 2019
  • Comments Off on Xiaomi Sebut Redmi Bakal Jadi Merk Independen Lho

Tahun 2019 dinilai akan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi industri teknologi. Pasalnya, perang dagang dengan bumbu ketegangan geopolitik menjadi tantangan terbesar.

Finroll.com – Selain itu, kepercayaan publik pun menjadi pertaruhan dalam industri ini. Dilansir dari AFP, Technalysis Research Bob O’Donnell menegaskan hal tersebut.

“Saya pikir 2019 akan menjadi tahun tantangan terkait kepercayaan untuk industri teknologi,” ujarnya.

Consumer Technology Association (CTA), asosiasi yang menggelar Consumer Electronic Show mengungkapkan sektor teknologi memang tengah dirugikan oleh tarif dan gesekan perdagangan antara dua pelaku ekonomi terbesar yakni China dan Amerika Serikat.

CTA mencatat tarif pada produk teknologi melonjak menjadi US$1,3 miliar pada Oktober lalu. Lonjakan ini turut mengkerek kekhawatiran mengenai pertumbuhan.

“Hampir tak terhindarkan bahwa pelambatan ekonomi akan terjadi jika tarif ini terus berlanjut,” kata Sage Chandler, Wakil Presiden CTA untuk Perdagangan Internasional yang di kutip dari C.

Baca Juga: Berikan Penolakan Pada Jaringan 5G, Para Ilmuwan Sepakat Membuat Petisi!

Masalah perdagangan AS-China dan penangkapan eksekutif raksasa teknologi China, Huawei di Kanada menimbulkan pertanyaan besar mengenai rantai pasokan. Pasalnya, terdapat sistem di mana desain AS diproduksi di China untuk pasar global.

CES 2019 Tetap Hadir

Namun, di tengah ‘kegalauan’ industri teknologi, gelaran tahunan ajang ‘pamer’ teknologi terkini tetap berlangsung di Las Vegas pada 8 Januari mendatang.

Inovasi teknologi futuristik dari mulai sektor hiburan, kesehatan, transportasi hingga olahraga akan dipamerkan. Perangkat cerdas yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan kembali menjadi fokus CES.

Beberapa teknologi seperti robot intuitif, serangkaian perangkat yang diaktifkan dengan suara, dan tampilan ponsel cerdas yang terlipat atau digulung. CES juga akan menampilkan penyempurnaan transportasi otonom dan gadget yang memanfaatkan 5G, atau jaringan nirkabel generasi kelima.

Kecerdasan buatan pun akan menjadi fokus. Salah satunya personalisasi pengalaman pengguna dengan perangkat. Namun, ekosistem ini harus bekerja keras mendapatkan kepercayaan consumer.

Pasalnya, kepercayaan diri masyarakat telah terkikis oleh skandal kebocoran data yang melibatkan Facebook, Google dan aplikasi yang melibatkan informasi pribadi lainnya.

“Publik waspada karena peristiwa baru-baru ini,” kata Roger Kay, analis dan konsultan dengan Endpoint Technologies Associates.

“Saya pikir industri akan diperlambat oleh skeptisisme ini.”

Bagikan :

Hanya Dengan Bermain Game Fortnite, Pria ini Meraup Keuntungan US$10

  • Jan 4, 2019
  • Comments Off on Hanya Dengan Bermain Game Fortnite, Pria ini Meraup Keuntungan US$10

Tahun 2019 dinilai akan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi industri teknologi. Pasalnya, perang dagang dengan bumbu ketegangan geopolitik menjadi tantangan terbesar.

Finroll.com – Selain itu, kepercayaan publik pun menjadi pertaruhan dalam industri ini. Dilansir dari AFP, Technalysis Research Bob O’Donnell menegaskan hal tersebut.

“Saya pikir 2019 akan menjadi tahun tantangan terkait kepercayaan untuk industri teknologi,” ujarnya.

Consumer Technology Association (CTA), asosiasi yang menggelar Consumer Electronic Show mengungkapkan sektor teknologi memang tengah dirugikan oleh tarif dan gesekan perdagangan antara dua pelaku ekonomi terbesar yakni China dan Amerika Serikat.

CTA mencatat tarif pada produk teknologi melonjak menjadi US$1,3 miliar pada Oktober lalu. Lonjakan ini turut mengkerek kekhawatiran mengenai pertumbuhan.

“Hampir tak terhindarkan bahwa pelambatan ekonomi akan terjadi jika tarif ini terus berlanjut,” kata Sage Chandler, Wakil Presiden CTA untuk Perdagangan Internasional yang di kutip dari C.

Baca Juga: Berikan Penolakan Pada Jaringan 5G, Para Ilmuwan Sepakat Membuat Petisi!

Masalah perdagangan AS-China dan penangkapan eksekutif raksasa teknologi China, Huawei di Kanada menimbulkan pertanyaan besar mengenai rantai pasokan. Pasalnya, terdapat sistem di mana desain AS diproduksi di China untuk pasar global.

CES 2019 Tetap Hadir

Namun, di tengah ‘kegalauan’ industri teknologi, gelaran tahunan ajang ‘pamer’ teknologi terkini tetap berlangsung di Las Vegas pada 8 Januari mendatang.

Inovasi teknologi futuristik dari mulai sektor hiburan, kesehatan, transportasi hingga olahraga akan dipamerkan. Perangkat cerdas yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan kembali menjadi fokus CES.

Beberapa teknologi seperti robot intuitif, serangkaian perangkat yang diaktifkan dengan suara, dan tampilan ponsel cerdas yang terlipat atau digulung. CES juga akan menampilkan penyempurnaan transportasi otonom dan gadget yang memanfaatkan 5G, atau jaringan nirkabel generasi kelima.

Kecerdasan buatan pun akan menjadi fokus. Salah satunya personalisasi pengalaman pengguna dengan perangkat. Namun, ekosistem ini harus bekerja keras mendapatkan kepercayaan consumer.

Pasalnya, kepercayaan diri masyarakat telah terkikis oleh skandal kebocoran data yang melibatkan Facebook, Google dan aplikasi yang melibatkan informasi pribadi lainnya.

“Publik waspada karena peristiwa baru-baru ini,” kata Roger Kay, analis dan konsultan dengan Endpoint Technologies Associates.

“Saya pikir industri akan diperlambat oleh skeptisisme ini.”

Bagikan :

Perang Dagang AS-China Akan Menjadi Tantangan Bagi Pelaku Industri Teknologi

  • Jan 4, 2019
  • Comments Off on Perang Dagang AS-China Akan Menjadi Tantangan Bagi Pelaku Industri Teknologi

Tahun 2019 dinilai akan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi industri teknologi. Pasalnya, perang dagang dengan bumbu ketegangan geopolitik menjadi tantangan terbesar.

Finroll.com – Selain itu, kepercayaan publik pun menjadi pertaruhan dalam industri ini. Dilansir dari AFP, Technalysis Research Bob O’Donnell menegaskan hal tersebut.

“Saya pikir 2019 akan menjadi tahun tantangan terkait kepercayaan untuk industri teknologi,” ujarnya.

Consumer Technology Association (CTA), asosiasi yang menggelar Consumer Electronic Show mengungkapkan sektor teknologi memang tengah dirugikan oleh tarif dan gesekan perdagangan antara dua pelaku ekonomi terbesar yakni China dan Amerika Serikat.

CTA mencatat tarif pada produk teknologi melonjak menjadi US$1,3 miliar pada Oktober lalu. Lonjakan ini turut mengkerek kekhawatiran mengenai pertumbuhan.

“Hampir tak terhindarkan bahwa pelambatan ekonomi akan terjadi jika tarif ini terus berlanjut,” kata Sage Chandler, Wakil Presiden CTA untuk Perdagangan Internasional yang di kutip dari C.

Baca Juga: Berikan Penolakan Pada Jaringan 5G, Para Ilmuwan Sepakat Membuat Petisi!

Masalah perdagangan AS-China dan penangkapan eksekutif raksasa teknologi China, Huawei di Kanada menimbulkan pertanyaan besar mengenai rantai pasokan. Pasalnya, terdapat sistem di mana desain AS diproduksi di China untuk pasar global.

CES 2019 Tetap Hadir

Namun, di tengah ‘kegalauan’ industri teknologi, gelaran tahunan ajang ‘pamer’ teknologi terkini tetap berlangsung di Las Vegas pada 8 Januari mendatang.

Inovasi teknologi futuristik dari mulai sektor hiburan, kesehatan, transportasi hingga olahraga akan dipamerkan. Perangkat cerdas yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan kembali menjadi fokus CES.

Beberapa teknologi seperti robot intuitif, serangkaian perangkat yang diaktifkan dengan suara, dan tampilan ponsel cerdas yang terlipat atau digulung. CES juga akan menampilkan penyempurnaan transportasi otonom dan gadget yang memanfaatkan 5G, atau jaringan nirkabel generasi kelima.

Kecerdasan buatan pun akan menjadi fokus. Salah satunya personalisasi pengalaman pengguna dengan perangkat. Namun, ekosistem ini harus bekerja keras mendapatkan kepercayaan consumer.

Pasalnya, kepercayaan diri masyarakat telah terkikis oleh skandal kebocoran data yang melibatkan Facebook, Google dan aplikasi yang melibatkan informasi pribadi lainnya.

“Publik waspada karena peristiwa baru-baru ini,” kata Roger Kay, analis dan konsultan dengan Endpoint Technologies Associates.

“Saya pikir industri akan diperlambat oleh skeptisisme ini.”

Bagikan :

Berikan Penolakan Pada Jaringan 5G, Para Ilmuwan Sepakat Membuat Petisi!

  • Jan 2, 2019
  • Comments Off on Berikan Penolakan Pada Jaringan 5G, Para Ilmuwan Sepakat Membuat Petisi!

Teknologi jaringan 5G sudah di depan mata, banyak perusahaan teknologi khususnya dari China sudah melakukan uji coba seperti Huawei dan ZTE.

Finroll.com – Namun klaim para ilmun sepakat jaringan 5G menyebabkan beberapa penyakit paling mematikan yang diketahui peradaban modern. Smartphone 5G pertama di dunia akan diluncurkan pada tahun 2019. Tetapi berpotensi mengeja bencana bagi manusia dan lingkungan, menurut sekelompok ilmuwan.

Seperti dilansir dari Daily Star, Rabu (2/1/2019), hampir 30.000 orang – termasuk ilmuwan, dokter, dan organisasi lingkungan – telah menandatangani petisi di situs web 5gspaceappeal.

Ini menarik perhatian bagi organisasi dunia seperti PBB, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan UE untuk “segera menghentikan pengembangan 5G”.

Menurut situs itu, jaringan nirkabel “berbahaya bagi manusia” dan pengembangan generasi berikutnya “didefinisikan sebagai kejahatan” di bawah hukum internasional.

Dalam situs web tersebut menyatakan: “Kami para ilmuwan, dokter, organisasi lingkungan, dan warga negara yang bertanda tangan di     bawah ini, mendesak untuk menghentikan penyebaran jaringan nirkabel 5G (generasi kelima), termasuk 5G dari satelit ruang angkasa.

Baca Juga: Jaringan 5G Diperkirakan Akan Mulai Bermunculan Pada 2019

“5G akan meningkatkan paparan radiasi frekuensi radio (RF) secara besar-besaran di atas jaringan 2G, 3G dan 4G untuk telekomunikasi yang sudah adaRadiasi RF telah terbukti berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Penempatan 5G merupakan percobaan pada kemanusiaan dan lingkungan yang didefinisikan sebagai kejahatan di bawah hukum internasional. ”

Huawei Indonesia sendiri mengaku sangat terbuka melayani sejumlah marger operator dan menjalin hubungan yang erat dengan industri lain terkait.

Soal keamanan data, perusahaan asal China ini menjamin tidak ada masalah yang serius yang ditemukan diseluruh perangkatnya.

Di Inggris misalnya, mereka mengundang pemerintah Inggris menguji perangkat bersama untuk standar kemanan seperti apa yang merka butuhkan. Hasilnya, tidak ditemukan masalah serius soal kemanan data.

Selama 18 tahun Huawei hadir di Indonesia, tidak ada operator yang mengeluhkan kualitas jaringan. (SindoNews)

Bagikan :

Sudah 900 Ribuan Lebih Situs Berkonten Negatif Diblokir Oleh Kementerian Kominfo

  • Jan 2, 2019
  • Comments Off on Sudah 900 Ribuan Lebih Situs Berkonten Negatif Diblokir Oleh Kementerian Kominfo

Finroll.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta menargetkan pada tahun 2019, seluruh pasar tradisional di wilayah tersebut sudah menggunakan QR Code.

Sistem ini dilakukan sebagai upaya Pemda meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pencatatan retribusi pasar.

“Sampai akhir 2018 sudah ada 10 pasar yang menerapkan pencatatan retribusi pasar menggunakan sistem QR Code. Target kami tahun 2019 seluruh pasar tradisional sudah menerapkan. Kecuali dua pasar yang menerapkan e-retribusi,” ujar Kadisperindag Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang, Jumat (28/12).

Ia menjelaskan, pencatatan retribusi menggunakan QR Code di nilai mampu meningkatkan disiplin pedagang dalam membayar retribusi tepat waktu. Hal ini dinilai lebih efisien karena hasil pembayaran retribusi bisa dipantau secara real time.

“Di setiap pasar juga sudah di lengkapi dengan layar monitor yang menunjukan siapa saja pedagang yang sudah membayar retribusi dan pedagang yang belum,” sambungnya.

Baca Lainnya: Wow! Sepanjang 2018 Kominfo Blokir 738 Fintech Ilegal

Tidak hanya inovasi di sektor QR Code, dua pasar tradisional yakni Beringharjo dan Pasar Demangan telah menerapkan pembayaran retribusi elektronik melalui e-money, yang di keluarkan oleh salah satu bank.

Nantinya, pedagang yang ingin membayar retribusi cukup menempelkan kartu di mesin khusus yang telah tersedia di pasar.

“Di Kota Yogyakarta terdapat 30 pasar tradisional, masih ada 18 pasar yang pencatatan pembayaran retribusinya masih dilakukan manual,” tandasnya.

Sementara retribusi pasar tradisional di Kota Yogyakarta menyumbang 2,8 persen Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau sekitar Rp15,6 miliar dari total Rp551,5 miliar PAD.

Baca Lainnya: Jaringan 5G Diperkirakan Akan Mulai Bermunculan Pada 2019

Sumber: Antara

Bagikan :

Kominfo Cabut Izin Frekuensi, Hari Ini Bolt Resmi Ditutup

  • Jan 2, 2019
  • Comments Off on Kominfo Cabut Izin Frekuensi, Hari Ini Bolt Resmi Ditutup

Finroll.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menginstruksikan PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Internux (Bolt) untuk menghentikan layanan ke pelanggan sejak Jumat (28/12/2018) ini. Itu terjadi setelah adanya konfirmasi Bolt tutup oleh Kominfo.

Keputusan ini muncul usai kedua perusahaan Lippo Group itu tidak mampu memenuhi pembayaran utang Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi di 2,3 GHz yang dipakainya selama menggelar layanannya. Keduanya menunggak pembayaran tahun 2016 dan 2017 dengan tunggakan plus denda total Rp 708 miliar.

“Kedua operator telekomunikasi itu secara resmi tidak lagi dapat menggunakan pita frekuensi radio 2,3 GHz untuk layanan telekomunikasi,” ujar Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kemenenterian Kominfo Ismail di Ruang Serbaguna, Gedung Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Dengan kata lain, setelah konfirmasi Pemerintah bahwa Bolt tutup pada hari ini maka semua layanan Bolt kepada pelanggan pun mesti segera dihentikan.

Penghentian layanan PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Internux (Bolt), kata Ismail, diputuskan melalui Keputusan Menteri Kominfo. Keputusan Menteri Kominfo Nomor 1020 Tahun 2018 tentang Pencabutan Izin Pita Frekuensi Radio untuk Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Berbasis Packet Switched yang menggunakan Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz untuk Keperluan Layanan Pita Lebar Nirkabel (Wireless Broadband) PT Internux. Sementara, untuk PT First Media Tbk (KBLV) yang dituangkan dalam Keputusan Nomor 1011 Tahun 2018.

“Untuk melaksanakan keputusan itu, khusus kedua operator layanan telekomunikasi tersebut harus melakukan shutdown terhadap core radio network operation center (NOC) agar tidak dapat lagi melayani pelanggan menggunakan pita frekuensi radio 2,3 GHz,” tutur Ismail.

Selain mengonfirmasi layanan Bolt ditutup, pemerintah juga resmi mengakhiri penggunaan frekuensi radio 2,3 GHz yang dipakai oleh PT Jasnita Telekomindo. Pengakhiran ini ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kominfo Nomor 1013 Tahun 2018.

“Sebelumnya pada tanggal 19 November 2018, PT Jasnita Telekomindo telah mengembalikan alokasi frekuensi radio,” ucap Ismail yang menjabat sebagai Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

Selanjutnya, Kominfo akan melakukan pencabutan dan/atau penyesuaian terhadap izin penyelenggaraan telekomunikasi ketiga perusahaan tersebut.(Inet)

Bagikan :