Infrastruktur

sapta taruna

Lancarkan Mudik 2018, PUPR Siagakan 588 Posko Sapta Taruna

Dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyiagakan sebanyak 588 Posko Sapta Taruna yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Posko tersebut memiliki fasilitas tempat istirahat, air minum, mushola dan alat berat untuk antisipasi kerusakan jalan akibat bencana alam,” ujar Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dikutip Senin (11/6/2018).

Selain itu, terdapat layanan live streaming untuk mengetahui kondisi lalu lintas dari hasil pantauan CCTV yang dipasang dibeberapa lokasi dan dukungan mobil streaming monitoring system (SMS) yang terkoneksi dengan modem satelit sehingga bisa melaporkan secara real time.

Baca juga: 97,8% Rancangan Tata Ruang Masih Belum Selesai

Para pemudik juga dapat meminta informasi kondisi jalan atau melaporkan apabila menemui jalan nasional yang mengalami kerusakan melalui nomor telepon 0812-8383-5757. Informasi dan pengaduan kondisi jalan juga dapat melalui aplikasi Jalan Kita yang dapat diunduh di IOS maupun Android.

Kementerian PUPR juga melakukan pemantauan kepadatan lalu lintas melalui Sistem Informasi Dini Lalu Lintas (Sindila) yang terdiri atas sensor alat penghitung volume lalu lintas. Sensor ditempatkan di Tol Cipali, Jalan Soekarno Hatta Bandung, dan Rancaekek.

Jika Anda ingin mengetahui Informasi mengenai lokasi-lokasi Posko Sapta Taruna dapat diakses melalui website http://pu.go.id/mudik2018 yang juga dapat diakses melalui telepon selular.

Bagikan :

Selama Mudik Lebaran, Jembatan Maros-Bone Dibuka Sementara

mudik lebaran

Untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2018, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan akan membuka sementara jembatan Maros-Bone di Sulawesi Selatan. Pengerjaan konstriksi jembatan ini sendiri pun sudah hampir mencapai 90 persen.

“Sehingga bisa dilalui. Pembukaan jembatan mulai H-7 dan setelah H+10 lebaran akan ditutup kembali untuk proses perampungan,” kata Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar, Miftahul Munir., dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (11/6/2018).

Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari paket pekerjaan Elevated Road Segmen I telah dikerjakan sejak Desember 2015. Tujuannya adalah untuk memperbaiki geometrik jalan di ruas ini yang sebelumnya sempit dan banyak tikungan tajam.

Baca juga: Tahun 2052, 72% Penduduk Indonesia Diprediksi Tinggal di Kota

Di samping menjadi jalur logistik, jembatan ini juga menjadi akses ke daerah wisata Taman Nasional Bantimurung, seperti idkutip dari kompas.

“Dengan selesainya proyek ini nantinya akan meningkatkan keamanan pengendara,” kata dia.

Untuk diketahui, pekerjaan proyek ini meliputi pembangunan jembatan sepanjang 314 meter dengan lebar 11 meter, pembangunan oprit dan jalan pendekat sepanjang 413 meter, dan pelebaran jalan sepanjang 2 km. Biaya pembangunannya sebesar Rp 167,68 miliar dengan kontraktor PT Wijaya Karya kerjasama operasi dengan PT Hutama Karya (persero).

Bagikan :

Dukung Perencanaan Kota Jakarta, Beride Gaet IAP

beride

Guna mendukung pembangunan perencanaan kota Jakarta, Platform Beride menggandeng Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) DKI Jakarta.

IAP sendiri menyatakan bahwa pihaknya mendukung platform Beride sebagai selektor dari semua ide dan inspirasi tentang perencanaan kota Jakarta yang tertampung dalam platform tersebut.

“Bentuk dukungan kami nantinya sebagai sebut saja penyaring ide, karena kadang-kadang masyarakat itu suka pinginnya saja. Jadi kami menyaring dan kami ajukan ke swasta atau pemerintah ide yang realistis, berdampak bagus, dan memliki manfaat yang luas,” ujar Dhani di Jakarta, dikutip Jumat (8/6/2018).

Dhani mengatakan dengan adanya Beride diharapkan dapat membuat rencana kota yang kreatif yang melibatkan sebanyak mungkin masyarakat kota tidak hanya teknokrat dan planner saja.

“Karena dengan langsung oleh masyrakat yang lebih tahu dan paham kebutuhan dari daerah-daerahnya yang kemudian dapat masuk kedalam perencanaan pembangunan,” papar Dhani.

Platform BERiDE adalah platform layanan interaktif berbasis website dan mobile apps yang bertujuan memudahkan masyarakat Jakarta menyalurkan ide-ide pembangunan dan perencanaan kota yang selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh instansi pemerintah, swasta, dan komunitas.

Dhani berharap, nantinya platform ini dapat diaplikasikan di semua daerah termasuk kota-kota kecil di Indonesia sebagai salah satu bentuk perwujudan konsep Smart City.

Bagikan :

97,8% Rancangan Tata Ruang Masih Belum Selesai

Tata ruang

Sekretaris Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Virgo Eresta Jaya mengatakan, sebanyak 97,8% dari total 1.838 Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) daerah di Indonesia belum selesai dan masuk ke dalam peraturan daerah (perda) masing-masing.

Bahkan hingga kini, hanya 41 RDTR yang baru selesai dan masuk ke dalam perda atau hanya sebesar 2,2%.

Dari 41 RDTR yang sudah selesai dan lengkap terdiri dari 3 RDTR dari Pulau Sumatera, 22 RDTR berasal dari Pulau Jawa, 2 RDTR dari Pulau Kalimantan, 7 RDTR dari Pulau Sulawesi, 6 RDTR dari Pulau Nusa Tenggara, dan 1 RDTR berasal dari Pulau Papua.

“Hanya kota-kota besar saja yang sudah lengkap RDTRnya, seperti Jakarta dan Surabaya. Kota-kota yang awarenessnya tinggi tentang tata ruang, dan hambatan terbesar masih berasal dari ketersedian data,” ujar Virgo, dikutip Jumat (8/6/2018).

Sebagai informasi, RDTR berfungsi untuk mengatur dan menata kegiatan fungsional ruang yang di dalamnya terdapat perarturan zonasi untuk menggambarkan apakah permohonan pembangunan diizinkan, terbatas, bersyarat atau dilarang.

Baca juga: Lancarkan Mudik 2018, Jasa Marga Sediakan 5 Layanan Ini di Jalan Tol

Meski demikian, rancangan tata ruang wilayah (RTRW) provinsi sudah mencapai 100% tingkat penyelesaian dan kelengkapannya, seperti dikutip dari bisnis. Hanya saja masih menyisakan 36 RTRW Kabupaten/Kota yang masih belum memiliki perda dan selesai atau ekuivalen sebesar 8% dari total Kabupaten/Kota di Indonesia.

Virgou menambahkan Kementerian ATR/ BPN akan fokus kepada percepetan penyelesaian RDTR yang ada.

“Ke depan akan konsentrasi penuh untuk percepatan penyelesaian RDTR, karena RDTR itu pasti untuk kota atau bakal kota sebagai pusat pertumbuhan daerah. SElain itu, percepatan penyelesaian RDTR juga dilakukan di daerah pos perbatasan Indonesia. Hal ini untuk menjadikan pos perbatasan pusat pertumbuhan daerah layaknya kota,” ujarnya.

Menurut Virgou penyelesaian RDTR umumnya akan memakan waktu 2 tahun hingga 3 tahun, tetapi Virgou mengatakan akan mempercepat proses penyelesaian yang hanya akan memakan waktu satu tahun saja.

Virgou menargetkan dalam kurun waktu 5 tahun ke depan akan menyelesaikan sisa sebanyak 1.797 RDTR yang belum lengkap dan masuk ke dalam perda.

Bagikan :

Lancarkan Mudik 2018, Jasa Marga Sediakan 5 Layanan Ini di Jalan Tol

jalan tol

Agar para pemudik merasa aman dan nyaman saat arus mudik dan balik Lebaran 2018, PT Jasa Marga (Persero) Tbk tak hanya memperhatikan kondisi jalan tol, namun juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung.

“Sebagaimana kita ketahui, kegiatan mudik-balik Lebaran ini adalah kegiatan nasional. Hampir sebagian besar masyarakat mengikuti kegiatan ini, dan kami sebagai pemegang peran yang sangat vital, hadir dengan berbagai persiapan yang telah dan akan dilakukan,” kata Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani, dikutip Rabu (6/6/2018).

Ada lima jenis pelayanan yang akan dilaksanakan. Pertama, yaitu optimalisasi kapasitas lajur. Dalam hal ini akan dilakukan rekayasa lalu lintas contraflow di Jalan Tol Jakarta-Cikampek tergantung keputusan kepolisian, tepatnya Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

Yang kedua, yakni pengendalian dan pengaturan beban ruas per segmen. Maksudnya, pengalihan arus lalu lintas situasional, ini juga mengikuti keputusan yang diambil Korlantas.

Pelayanan ketiga, penghentian pekerjaan proyek  pada H-10 hingga H+10 untuk meminimalisasi gangguan kemacetan lalu lintas. Kemudian pelayanan keempat, yakni percepatan penanganan dengan penempatan petugas di lokasi yang dianggap rawan kepadatan kendaraan.

Berikutnya, pelayanan kelima adalah pengaturan waktu operasi angkutan barang oleh Kementerian Perhubungan. Waktu yang ditentukan yaitu pada H-3 sampai dengan H-1 dan H+6 sampai dengan H+8.

Baca juga: Mulai Jumat, Jalan Tol Fungsional Bisa Digunakan Pemudik

Jasa Marga juga mengatakan, bahwa di sepanjang jalan tol yang dikelolanya, Jasa Marga akan menyediakan 85 unit mobil derek, 53 unit layanan jalan tol, ditambah 2 unit motor patroli, 17 unit rescue, 27 unit ambulans, 55 unit patroli jalan raya, dan 4 unit crane.

Di samping itu, tersedia pula 25 tempat istirahat dan pelayanan (TIP) serta 7 tempat istirahat (TI). Di dalamnya ada fasilitas parkir, toilet, masjid atau mushala, tempat makan, sarana pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU), ruang kesehatan, ganti oli, dan bengkel, seperti dikutip dari kompas.

Bahkan menurut AVP Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru, fasilitas toilet yang disediakan di tempat istirahat milik Jasa Marga tersebut tidak dipungut biaya, alias gratis.

“Semua toilet yang tersedia itu tidak dipungut biaya alias gratis. Jadi, jika pengunjung mengalami pungutan liar di toilet rest area milik Jasa Marga dan kelompok usahanya bisa melaporkan ke call center Jasa Marga Traffic Information Center di nomor 14080,” ujar Dwimawan Heru, dikutip Rabu (6/6/2018).

Selain di TIP dan TI, fasilitas yang sama juga bisa dimanfaatkan para pemudik di 14 parking bay (PB) dan 21 tempat istirahat sementara (TIS) yang lokasinya tersebar di berbagai titik. Seeangkan untuk mengawasi lalu lintas di jalan tol dan tempat istirahatnya, Jasa Marga sudah memasang 770 CCTV, 120 VMS di jalan tol dan 11 unit VMS di tempat istirahat, 23 unit RTMS, dan 2 unit videotronedi tempat istirahat.

Sebagai informasi, VMS merupakan singkatan dari variable message sign. Ini merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui jumlah kendaraan yang hilir mudik di tempat istirahat.

“Jadi jika terjadi kepadatan di satu rest area akan dialihkan ke rest area berikutnya dan diumumkan kepada pengguna jalan tol melalui VMS,” ucap Dwimawan.

Sedangkan RTMS merupakan singkatan dari remote traffic microwave sensor. Alat ini dipasang untuk mendeteksi jumlah beban lalu lintas di area tertentu. Bagi para pemudik yang ingin mengetahui informasi mengenai lalu lintas, gerbang tol, dan tempat istirahat bisa mendapatkannya di layanan aplikasi mobile JMCARe dengan mengunduh di ponsel masing-masing.

Bagikan :

Mulai Jumat, Jalan Tol Fungsional Bisa Digunakan Pemudik

jumat

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan jalan tol fungsional bisa dibuka dan digunakan pemudik mulai Jumat akhir pekan ini.

“Menteri Perhubungan sudah mengatakan hari Jumat (tol fungsional dibuka),” kata Basuki, dikutip Rabu (6/6/2018).

Lima jalur fungsional Jalan Tol Transjawa yang dibuka pemerintah ialah Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Semarang-Solo, Solo-Ngawi, dan Ngawi-Kertosono, seperti dikutip dari republika.

Baca juga: Properti Indonesia Alami Pertumbuhan Meski Tak Agresif

Selain itu, Basuki memastikan jalur fungsional waktu bukanya akan disesuaikan dengan situasi. Akan tetapi, belum tentu jalan tol fungsional akan ditutup pada malam hari karena minimnya penerangan. Basuki menegaskan rekayasa lalu lintas di jalur tol fungsional akan diatur oleh Korlantas.

“Semua didelegasikan pada kakorlantas yang dilapangan. Kapan harus dibuka, ditutup, dan dipindahkan itu semua ada di kakorlantas,” tutur Basuki.

Bagikan :

Catat! Ini 25 Titik Kios BBM di Tol Fungsional Jateng

kios bbm

Agar para pemudik nyaman saat melewati Jalan tol fungsional di Provinsi Jawa Tengah, Pertamina menyiapkan 25 titik Kios BBM Pertamax disepanjang jalur tersebut. Kios Pertamax itu bisa dijangkau pemudik yang singgah di tiap rest area dan parkir bay yang telah disiapkan.

Penyiapan itu tidak lain karena di jalur itu belum ada layanan pengisian bahan bakar umum (SPBU), sehingga disediakan layanan pengisian bahan bakar bersifat sementara.

“Kami siapkan Kios Pertamax, sementara ada di 25 titik. Kalau nanti dibutuhkan tambahan kita tambah, selama ini kami anggap 25 titik itu cukup menempati di rest area sementara, parking bay di jalan tol fungsional,” kata Yanuar.

Penyiapan Kios Pertamax itu, sambung dia, juga nantinya dilengkapi dengan dispenser dan tempat penyimpanan (storage) berupa mobil tangki. Kios Pertamax dikhususkan untuk membantu pemudik yang berpotensi akan kehabisan bahan bakar.

Baca juga: Dorong Penjualan Properti, BI Longgarkan Aturan LtV KPR

namun karena kios tersebut bersifat hanya untuk darurat, maka pihaknya akan mmebatasi pembelian BBM dalam jumlah yang besar.

“Layanan ini sifatnya darurat, tidak sama dengan layanan regular. Untuk layanan itu maka kami lakukan pembatasan pembelian supaya tidak full singgah, tapi untuk kebutuhan sampai di SPBU berikutnya,” pungkasnya.

25 kios pertamax itu tersebar mulai dari Brebes hingga Sragen. Antara lain rest area KM 252, KM 275, KM 282 B, KM 287, KM 294 B (Ruas tol Pejagan-Pemalang), rest area KM 344, Exit Tol Gambuhan, rest area KM 367 (Ruas Pemalang-Batang).

Di ruas jalan tol Batang-Semarang, layanan kios pertamax ada di parking bay KM 381 B, KM 401 B, rest area KM 389, KM 407, park.ing bay KM 418, rest area KM 420, parking Bay di KM 436 B, parking bay di KM 442, KM 5. Kemudian parking bay KM 467, parking bay KM 22 B, rest area KM 49 di ruas tol Bawen-Salatiga, dan di ruas Solo-Kertosono ada di parking bay KM 482 B, rest area KM 519 B, KM 591 A, KM 538 A, dan KM 538 B.

Bagikan :

Jembatan Luk-Ulo Pansela Siap Beroperasi Saat Mudik Lebaran

jembatan Luk-Ulo

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan Jembatan Luk-Ulo di jalur Pantai Selatan (Pansela) Jawa siap digunakan saat mudik lebaran tahun ini.

Meski sesuai jadwal jembatan ini ditargetkan selesai pada Desember 2018, namun pada mudik Lebaran tahun ini ditargetkan bisa digunakan secara fungsional.

“Ya, saat ini pembangunan jembatan dengan total 5 bentang I girder tersebut progresnya sudah 80 persen jembatan dan 90 persen untuk pembangunan jalannya,” katanya, dikutip Kamis (31/5/2018).

Karenanya, PUPR terus mengejar pembangunan Jembatan Luk-Ulo sepanjang 180 meter dan jalan baru sepanjang 38,4 kilometer (km) di Desa Mirit, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah tersebut, seperti dikutip dari JPP..

“Dengan adanya Jembatan tersebut, akan meningkatkan kapasitas jalan yang juga sekaligus membuka akses pariwisata daerah Kebumen dan Purworejo. Sebelumnya sudah ada Jembatan Luk Ulo 4 eksisting yang berjarak sekitar 500 meter ke Selatan dari jembatan yang saat ini tengah dibangun,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jladri Tambakmulyo Congot Andi Nugroho Jati.

Baca juga: Pemerintah Akan Bangun Rusun Untuk Muhammadiyah

Jembatan dengan total lima bentang I girder tersebut saat ini progresnya sudah 80 persen untuk jembatan dan 90 persen untuk pembangunan jalannya.

“Saat ini sudah memasuki tahap pengecoran lantai jembatan. Kami upayakan agar fungsional untuk pemudik dari Cilacap ke Yogyakarta,” ujar Jati.

Dalam periode 2015-2017, Kementerian PUPR telah membangun sebanyak 356 buah jembatan di berbagai wilayah di Indonesia dengan total panjang 22.808 meter. Untuk tahun 2018, pembangunan jembatan ditargetkan sebanyak 174 buah dengan total panjang 13.639 meter.

Selain jembatan, juga dibangun flyover dan underpass yang tujuan utamanya untuk mengurai kemacetan di kawasan perkotaan. Terkait itu, dalam periode tahun 2015-2017 telah dibangun 40 flyover dan underpass dengan total panjang 11.325 meter. Untuk tahun ini akan dibangun 18 buah flyover dan underpass dengan total panjang 2.691 meter.

Bagikan :

Pemerintah Akan Bangun Rusun Untuk Muhammadiyah

pemerintah

Presiden Joko Widodo menyatakan persetujuannya atas permintaan PP Muhammadiyah untuk membangun fasilitas rumah susun sederhana sewa (rusunawa), untuk memfasilitasi para kader Muhammadiyah untuk berdakwah.

Hal tersebut disampaikan Jokowi ketika menghadiri penutupan Pengkajian Ramadhan 1439 H PP Muhammadiyah di Kampus Uhamka, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (29/5).

“Tadi sebetulnya di ruangan, Pak Rektor, Pak Ketua Umum, sudah menyampaikan bahwa nanti di Solo akan ada Muktamar di tahun 2020. Dibutuhkan rusun untuk peserta. Saya sampaikan, saya sanggupi, tahun ini akan kita kerjakan,” ujar Presiden, dikutip Kamis (31/5/2018).

Selain untuk memfasilitasi para kader Muhammadiyah dalam berdakwah, rusun itu juga akan digunakan untuk muktamar Muhammadiyah pada 2020, seperti dikutip dari industry.

Baca juga: Harga Relatif Terjangkau, Properti Batam Diincar Asing

Presiden juga menyanggupi permintaan pembangunan rusun Muhammadiyah di Jakarta. Ia menyampaikan bahwa pembangunan rusun tersebut diharapkan akan dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih enam bulan.

“Kemudian masuk sini ada tambahan lagi dan saya sanggupi lagi. Dalam waktu dekat akan dicek di lapangan dan selesai akhir tahun ini. Insyaallah enam bulan selesai. Yang lain kalau ada hal penting bisa disampaikan ke Prof. Muhadjir (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan),” ucapnya.

Sebelumnya, Rektor Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) Prof. Dr . H. Suyatno, M. Pd. mengatakan pihaknya sedang membangun Gedung Kampus Fakultas Kedokteran berikut Rumah Sakit Islam Uhamka yang direncanakan 8 lantai.

“Kami juga mendapatkan bantuan 2 unit sekolah baru yakni SMP dan SMK di Jonggol seluas 85 ha hanya saja masih kurang fasilitas asrama dan rusunawa, mohon difasilitasi untuk kepentingan dakwah Muhammadiyah,” katanya dalam laporannya kepada Presiden Jokowi di acara Penutupan Pengkajian Ramadhan.

Bagikan :

Masalah Lahan Ganjal Penyelesaian Tol Medan-Binjai

tol medan

Pembangunan jalan tol Medan-Binjai yang ditargetkan akan dibuka untuk musim mudik Lebaran 2018, masih terkendala masalah pembebasan lahan.

Kepala Divisi Pengembangan Jalan Tol PT Hutama Karya, Agung Fajarwanto mengatakan setidaknya ada beberapa persoalan terkait lahan.

Pertama, lahan milik TNI Angkatan Laut. Saat ini, Kementerian PUPR masih melakukan pendekatan dengan instansi terkait. Selain itu juga masih ada yang memiliki alas hak gran sultan.

“Sekarang sedang ditangani serius oleh pihak PUPR maupun BPN (Badan Pertanahan Nasional) dalam hal ini yang menyediakan tanah,” ujar Agung, dikutip Rabu (30/5/2018).

Dia berharap persoalan lahan ini segera tuntas sehingga pembangunan dapat dilaksanakan.

“Harapan kami kalau bisa 2019 itu tidak lewat tengah tahun, total itu harusnya sudah selesai,” kata Agung.

Baca juga: Lahan Kertajati Direncanakan Akan Ditambah PP Properti

Sementara, pemimpin proyek jalan tol Medan-Binjai Hestu Budi Husodo mengatakan, di antara jalur tol yang belum rampung, terdapat ruas Helvetia-Marelan dengan jarak 2,7 km. Pengerjaan ruas ini pun sudah hampir selesai.

“Progresnya sampai hari ini sudah sampai 90 persen dan diperkirakan tanggal 5 Juni sudah siap untuk difungsikan saat Lebaran,” kata Hestu.

Hestu menjelaskan, hingga kini, tol Medan-Binjai yang sudah dibuka masih dari Binjai hingga Helvetia. Terdapat bagian yang belum selesai, yakni dari Helvetia sampai Tanjung Mulia dengan jarak sekitar 7 km.

Bagikan :