Real Estate

Hunian

Agung Podomoro Siap Bangun Hunian Bergaya Resort Di Bandung

PT Agung Podomoro Land Tbk berencana meluncurkan kawasan hunian dengan nuansa resort. Podomoro Park Buah Batu di daerah bandung selatan, berdiri diatas kawasan seluas 100 hektare.

Agung Wirajaya, Assistant Vice President Head of Strategic Residential Marketing Division Agung Podomoro Land Tbk mengatakan, project hunian bandung ini membidik segmen menengah dan menengah atas dengan harga jual di atas Rp 1 miliar per unit.

Hunian

Di tahap awal akan dikembangkan 30 persen lahan. Sisanya akan dikembangkan bertahap. Untuk project properti yang namanya masih dirahasiakan ini, APL bekerja sama dengan pengembang lokal di Jawa Barat. Sebagai nilai jual sekaligus diferensiasi dengan project-project properti yang sudah lebih dulu hadir di Kota Bandung. Agung Podomoro Land akan mengembangkan project ini dengan nuansa hijau. Dengan memberikan porsi ruang terbuka hijau (RTH) di atas 40 persen.

Baca Juga : Agung Podomoro Land Optimis Capai Target Penjualan Tahun Ini

Kemudian Podomoro Park juga menyediakan fasilitas danau buatan yang membelah lahan 100 hektare tersebut sepanjang 1 kilometer dengan lebar danau sebesar 30 meter hingga 40 meter yang kemudian ditambahkan fasilitas jogging track disepanjang danau.

Podomoro Park dibangun dengan konsep Bandung tempo dulu dengan suasana rindang dan eksklusif yang menerapkan sistem one gate cluster.

Dalam penjualan perdananya, Podomoro Park telah menjual 60% untuk klaster Deluxe dan 40% untuk klaster Premium dengan total unit sebanyak 500 unit untuk kedua tipe tersebut.

Hunian

Podomoro Park dibanderol harga Rp1,5 miliar hingga Rp4 miliar per unit dengan semua unit terdiri dari dua lantai.

“Responsnya ternyata positif untuk di Bandung, meskipun dengan kondisi ekonomi sekarang dan isu lemahnya daya beli masyarakat karena emang sebenernya masyarakat masih butuh rumah dan kami tawarkan rumah dengan konsep berbeda,” paparnya.

Dia menambahkan, kawasan Bandung Selatan dipilih karena menawarkan pemandangan tak kalah indah apabila dibandingkan dengan wilayah lain di sekitar Bandung. Selain itu, Podomoro Park Buah Batu juga merupakan proyek properti terbaru. Pihaknya untuk mengantisipasi perkembangan Kota Bandung sebagai kawasan urban yang akan semakin berkembang dan membesar.

“Kami melihat, ke depan pengembangan Kota Bandung ke depan akan mengarah ke Selatan karena di wilayah lain di Bandung seperti kawasan utara sudah tidak bisa dibangun karena kawasan konservasi dan di Bandung Kota sudah padat dan tidak ada lahan lagi,” kata dia.

Baca Juga : Lahan Batam Semakin Terbatas, APLN Kembangkan Orchard View

Bagikan :

Target Penjualan Paramount Land Tahun Ini Mencapai Rp2,5 Triliun

Paramount Land

PT Paramount Land, mengklaim telah melakukan pencatatan kenaikan penjualan sepanjang Januari-Mei 2018. Pengembang kawasan Gading Serpong ini mencatatkan marketing sales atau pra penjualan hampir Rp 1 triliun.

Penjualan tersebut setara dengan 40% dari total target marketing sales. Paramount Land menargetkan tahun 2018 ini akan mencatat penjualan senilai Rp 2,5 triliun. Manajemen Paramount yakin target ini bisa tercapai sejalan dengan strategi yang mereka siapkan.

“Tahun 2017 situasinya cukup tough (berat), capaian kami hanya 60 persen dari target penjualan Rp2,5 triliun. Tahun ini kami kembali menargetkan penjualan dengan nilai yang sama. Kami lebih optimis bisa mencapainya dibandingkan tahun lalu,” katanya saat acara peluncuran klaster baru Latigo Village di Paramount Land. Yang berisi rumah seharga mulai dari Rp1,5 miliar/unit itu.

Paramount Land

Salah satu strategi yang dijalankan manajemen Paramount adalah menggelar program promosi pada kuartal I-2018 lalu. Perusahaan ini menawarkan subsidi uang muka. Alhasil, pembeli cukup menyetor uang muka atau down paymen (DP) 5% dan sudah bisa mendapat hunian di Gading Serpong.

Baca Juga : Kuartal IV, Ciputra Group Siapkan Proyek Baru di Sentul

“Kami memberikan subsidi DP dan ternyata program itu direspons sangat baik oleh pasar,” kata Andreas Nawawi, Managing Director Paramout Land

Untuk meningkatkan minat calon konsumen, manajemen Paramount juga membangun rumah contoh di setiap kluster-kluster yang sedang mereka pasarkan. Menurut Nawawi, strategi itu lumayan efektif dalam mendorong penjualan, dan membangkitkan minat membeli calon konsumen yang berkunjung.

Sebab lewat rumah contoh calon konsumen bisa melihat gambaran rumah yang akan mereka beli dan bisa mempercepat keputusan untuk melakukan transaksi. Adapun kluster-kluster yang sedang dipasarkan Paramount saat ini diantaranya, Latigo Village dengan harga jual sekitar Rp 1,5 miliar per unit dan Menteng Village mulai harga Rp 3,09 miliar per unit.

Paramount juga gencar melakukan penjualan tanah kaveling komersial. Pasalnya, Gading Serpong dinilai membutuhkan fasilitas-fasilitas komersial sebagai pelengkap kawasan yang sudah semakin berkembang. Nawawi menyebutkan, penjualan lahan kaveling berkontribusi sekitar 10%-15% terhadap pencapaian marketing sales selama lima bulan pertama 2018.

Paramount Land

“Masih banyak yang berminat untuk membeli lahan kaveling di Gading Serpong, tapi kami juga cukup selektif. Kami hanya menerima pembeli yang memang akan mendatangkan nilai tambah bagi kawasan,” jelas Nawawi.

Hingga saat ini, Paramount telah menjual lahan kaveling ke beberapa perusahaan, diantaranya dua lot atau sekitar 3.500 meter persegi (m²) ke British Petroleum untuk pembangunan SPBU, seluas 3.000 m² dan beberapa perusahaan restoran seperti AW dan Warung Sunda.

Paramount juga terus memperkuat survei dan riset untuk produk-produk yang akan diluncurkan. Produk yang diluncurkan harus tepat dan memang dibutuhkan oleh pasar saat ini. Apalagi pada saat bersamaan karena perkembangan kawasan Serpong yang pesat, harga lahan terus meningkat dan stoknya makin terbatas sehingga makin perlu improvisasi dan inovasi untuk meluncurkan produk yang cocok dengan pasar.

Baca Juga : Lahan Batam Semakin Terbatas, APLN Kembangkan Orchard View

Bagikan :

Kuartal IV, Ciputra Group Siapkan Proyek Baru di Sentul

ciputra

Ciputra Group telah menyiapkan dua proyek baru yang akan dirilis pada semester II-2018. Pertama, perusahaan akan mengembangkan proyek skala kota di Sentul bertajuk Citra Sirkuit Residence Sentul di lahan seluas 100 hektare (ha).

Bekerjasama dengan grup keluarga Cendana sebagai pemilik lahan, proyek tersebut akan dikembangkan secara bertahap dimana tahap pertama akan dibangun rumah tapak.

 “Proyek ini akan diluncurkan kuartal IV-2018 dan tahap I akan dibangun landed house semua,” kata Agus Surja Widjaja, Direktur Ciputra Group pada Kontan.   co.id baru-baru ini.

Proyek rumah tapak yang akan diluncurkan pada kuartal IV mendatang, rencananya akan menyasar pasar menengah ke atas.

Selain itu, produk hunian yang akan dibangun akan dijual akan dibagi dua segmen. Pertama, dengan harga sekitar Rp 700 juta-Rp 800 juta dan kedua dengan harga Rp 1,2 miliar-Rp 1,4 miliar.

Baca juga: Lahan Batam Semakin Terbatas, APLN Kembangkan Orchard View

Namun tak hanya rumah tapak, karena lahan seluas 100 ha tersebut juga akan dibangun apartemen dan area komersial lainnya. Menurut Agus, sekitar 20% dari lahan akan dialokasi untuk proyek highrise building yang akan dikembangkan pada tahap akhir.

Proyek yang akan dikembangkan tersebut akan menjadi bagian dari pengembangan kota seluas 1.000 ha di Sentul. Citra Sirkuit Residence Sentul ini dibangun lewat kerja sama operasi (KSO) dengan mitranya. Lokasi lahannya berada di antara Sirkuit Sentul dan Lapangan Golf Sentul Golf Utama.

Proyek itu nantinya akan dikembangkan dengan konsep transit oriented development (TOD) sejalan dengan perkembangan pembangunan proyek kereta ringan atau Ligh Rail Transit (LRT) Jabodetabek tahap II yang akan menuju Sentul.

Bagikan :

Lahan Batam Semakin Terbatas, APLN Kembangkan Orchard View

Orchard View

Semakin terbatasnya lahan di Batam, Kepulauan Riau, membuat masyarakat melirik apartemen sebagai pilihan hunian. Inilah yang menjadi salah satu alasan PT Dimas Pratama Indah, anak usaha PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) mengembangkan Orchard View.

Selain faktor harga, apartemen juga dianggap lebih praktis.

“Tinggal di apartemen saat ini bukan hanya karena kebutuhan. Namun telah menjadi gaya hidup masyarakat Batam yang modern. Ini bisa terlihat dari permintaan unit apartemen yang terus naik,” kata Assistant Vice President Strategic Residential APLN, Agung Wirajaya, dikutip Senin (11/6/2018).

Menurutnya, saat ini sejumlah pengembang saling berlomba memanfaatkan tingginya permintaan apartemen di Kota industri ini.

“Dengan pengalaman lebih dari 48 tahun mengembangkan properti, Agung Podomoro menghadirkan Orchard View, apartemen yang memiliki fasilitas terbaik dan paling lengkap di Batam untuk saat ini, yang berada di kawasan superblock Orchard Park Batam,” terangnya.

Baca juga: Ada Hotel Kapsul di Pelabuhan Tanjung Perak, Mau Coba?

Apartemen dengan fasilitas bintang 5 ini memiliki empat arah pandang fantastis, yakni ocean view, garden view, city light view dan pool view. Sementara tipe unit yang disediakan adalah Studio, Studio +, 2 Bedroom, dan tipe 2 Bedroom Corner.

Tak hanya itu, Orchard View juga memiliki seluruh kelebihan sebuah hunian, yaitu: lokasi strategis, fasilitas lengkap, akses mudah, serta memiliki nilai investasi yang tinggi.

“Selain lokasi berada di depan kawasan Orchard Park dan fasilitas lengkap, perawatan hunian juga sangat simple. Kami menerapkan estate management selama 24 jam, sehingga jika terjadi sesuatu segera direspons,” ungkap Assistant General Manager Orchard Park Batam, Tedi Guswana.

Orchard View dipasarkan dengan harga mulai dari 500 jutaan, yang dapat diperoleh dengan cara mudah. Saat ini Orchard View sedang membuka program pembelian dengan cara cicilan 60X. Program Khusus ini berlaku hingga Juli 2018.

Bagikan :

Tahun 2052, 72% Penduduk Indonesia Diprediksi Tinggal di Kota

tinggal di kota

Ikatan Ahli Perencana DKI Jakarta memprediksi bahwa pada 2052, sebanyak 72% penduduk di Indonesia diprediksi akan hidup dan tinggal di kota. Karena sejak 2015, setengah dari total penduduk Indonesia sudah hidup di perkotaan.

“Tren urbanisasi sekarang itu bukan hanya masyarakat pindah dari desa ke kota, melainkan terdapat desa yang kemudian berubah menjadi kota, jadi desa yang mengkota jumlahnya sudah banyak,” kata Ketua Ikatan Ahli Perencana DKI Jakarta Dhani Muttaqin, dikutip Jumat (8/6/2018).

Ia juga mengatakan, yang menarik, ternyata desa yang mengkota tidak hanya terjadi di Pulau Jawa saja, tetapi juga terjadi desa-desa diluar Pulau Jawa. Bahkan kota-kota menengah di luar Pulau Jawa tersebut lebih berkembang dibandingkan dengan kota yang berada di Pulau Jawa.

Baca juga: BP Tapera Lakukan Seleksi Tambahan Calon dan Deputi Komisioner

“Kalau dilihat Gross Domestic Product wilayah Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Indonesia timur itu pertumbuhannya dari 7% dibandingkan kota-kota besar dipulau jawa yang kurang lebih mencapai 5%. Di Indonesia sendiri secara keseluruhan pertumbuhannya sekitar 5,1%,” papar Dhani.

Tren inilah yang kemudian menjadi dasar perencana dalam melakukan perencanaan kota untuk menghasilkan perencanaan dengan kualitas yang baik dan sesuai. Sehingga perlu dipahami oleh para perencana kota.

 “Mudahnya dibikin saja perencaanaa kota yang baik karena kalau tidak, slump akan ada dimana-mana,” tutur Sekretaris Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Virgo Eresta Jaya.

Dengan memperhatikan kebutuhan energi, keamanan, dan segi lainnya, katanya, harus disikapi dengan merencanakan RDTR yang baik untuk menghadapi pola pikir tren yang sedang berkembang.

Bagikan :

BP Tapera Lakukan Seleksi Tambahan Calon dan Deputi Komisioner

seleksi

Sehubungan dengan diumukannya Hasil Seleksi Pemilihan Calon Dan Deputi Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat Nomor: 03/PNG/Pan.BPTapera/V/2018 pada 4 Juni 2018 lalu, Panitia akhirnya memutuskan untuk melakukan seleksi tambahan.

Hal ini dikarenakan setelah dilakukan seleksi kompetensi dan integritas, jumlah peserta yang memenuhi persyaratan terkait pada beberapa jabatan belum mencukupi untuk diusulkan pada tahap penetapan.

Sehubungan dengan butir 2 maka penyampaian nama calon terpilih maupun tidak terpilih, belum dapat dilakukan sehingga perlu dilakukan seleksi tambahan.

Baca juga: Citra Satelit Digunakan, Pendaftaran Tanah Jadi Makin Cepat

Beberapa jabatan Calon Deputi Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat untuk masa jabatan Tahun 2018 –2023 yang belum terpenuhi, yaitu Komisioner, Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana Tapera, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera,  dan Deputi Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi.

Pemilihan Calon Komisioner dan Deputi Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat sesuai Pengumuman Pendaftaran Calon Komisioner dan Calon Deputi Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat masa jabatan Tahun 2018-2023 Nomor: 01/PNG/Pan.BPTapera/III/2018, tidak dapat mendaftar kembali, seperti dikutip dari bisnis.

Adapun ketetapan nomor ini dikecualikan bagi Pelamar yang telah melamar pada jabatan Komisioner dan ingin melamar pada jabatan Deputi Komisioner.

Bagikan :

PUPR Bangun Rumah Khusus Untuk Korban Bencana Lahar Dingin di Maluku Utara

rumah khusus

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun 302 rumah khusus (Rusus) bagi nelayan dan korban bencana lahar dingin di Provinsi Maluku Utara.

Pembangunan Rusus tersebut dilakukan di lima lokasi berbeda dengan jumlah 50 unit di setiap lokasinya. Kelima lokasi itu adalah Desa Tanjung Saleh Pulau Morotai, Desa Wosia Kabupaten Halmahera Utara, Desa Soagimalaha Kabupaten Halmahera Timur, Desa Sif Kabupaten Halmahera Tengah, dan Kelurahan Gurbati Kota Tidore Kepulauan.

“Pembangunan rumah khusus nelayan di berbagai kawasan nelayan di Indonesia bertujuan untuk mengurangi backlog perumahan dan membantu nelayan yang umumnya masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki rumah layak huni. Disamping itu kawasan permukiman nelayan juga lebih tertata baik atau tidak kumuh,” ujar Basuki, dikutip Selasa (5/6/2018).

Baca juga: Indonesia-Vietnam Jalani Kerja Sama Konstruksi dan Properti

Sedangkan pembangunan Rusus untuk korban bencana dibangun di Kelurahan Tubo Kota Ternate sebanyak 52 unit. Semua Rusus yang dibangun dengan ukuran tipe 36 m2 ini pun telah dihuni.

Pembangunan Rusus memiliki total anggaran sebesar Rp63,10 miliar melalui anggaran Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR.

Sejak 2015, seperti dikutip dari Liputan6, Kementerian PUPR telah membangun 17.844 unit rumah khusus, dengan rincian pada 2015 dibangun sebanyak 6.713, pada 2016 sebanyak 6.048, dan pada 2017 sebanyak 5.083 unit.

Sementara itu, pada 2018, Kementerian PUPR akan menambah ketersediaan rumah khusus sebanyak 4.550 unit dengan anggaran Rp719,6 miliar yang lokasi pembangunannya sebesar 63,4% dibangun di kawasan timur Indonesia.

Bagikan :

Dorong Penjualan Properti, BI Longgarkan Aturan LtV KPR

penjualan properti

Untuk mendorong penjualan properti Bank Indonesia (BI) melonggarkan kebijakan aturan loan to value (LtV) dan aturan mengenai Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) inden. Hal tersebut pun disambut dengan baik oleh sejumlah pengembang properti.

Salah satunya PT Ciputra Development Tbk (CTRA) yang mengungkapkan bahwa minat pembelian dengan skema KPR untuk produk-produk Ciputra Group terus mengalami peningkatan selama dua tahun terakhir seiring dengan relaksasi yang telah diterapkan oleh BI.

“Dari data marketing sales kami pada kuartal I 2018 mengalami pertumbuhan 33% menjadi Rp 1,6 triliun dan sekitar 53% merupakan pembelian dari KPR. Ini relatif sama dengan tahun 2017,” kata Tulus Santoso, Direktur PT Ciputra Development Tbk, dikutip Selasa (5/6/2018).

Adapun proyek Ciputra yang banyak dibeli dengan skema KPR adalah proyek di Maja dan Surabaya karena segmennya masih menengah dengan harga di bawah Rp 1 miliar. Sebab menurut Tulus, segmen menengah yang biasanya lebih bankable karena pembelinya kebanyakan pembeli rumah pertama dan memiliki pendapatan tetap.

“Saat ini penjualan masih turun 30% dibandingkan sebelum pengetatan kebijakan dulu. Dengan adanya relaksasi ini akan membuka peluang recovery dan penjualan properti bisa kembali seperti tahun 2013,” jelasnya.

Senada, Theresia Rustandi, Sekretaris Perusahaan PT Intiland Development Tbk (DILD) sangat menyambut baik rencana relaksasi LtV tersebut. Menurutnya, itu merupakan salah satu langkah pemangku kebijakan pro dengan industri properti.

“Dengan relaksasi itu, kemampuan pasar untuk membeli properti akan semakin besar,” kata Theresia.

Baca juga: Properti Indonesia Alami Pertumbuhan Meski Tak Agresif

Tukijo, Direktur Utama PT waskita Realty juga menilai relaksasi LtV dan KPR inden bisa semakin mendorong penjualan perusahaan ke depan. Saat ini, porsi KPR dengan cash dan cicilan bertahap dalam penjualan perusahaan masih 50%:50%. Hal itu lantaran sebagai besar produk perusahaan masih di segmen menengah ke atas.

Namun dengan pelonggaran aturan LtV dan KPR, Waskita Realty akan mulai menyasar proyek-proyek menengah dan menengah ke bawah.

Namun, Tukijo tidak bisa memperkirakan seberapa besar dampak dari relaksasi aturan itu bisa menopang penjualan industri properti ke depan. Hanya yang jelas, dampaknya menurut Tukijo tidak bisa langsung tapi akan butuh waktu yaitu sekitar 3 bulan setelah kebijakan resminya diumumkan.

Seperti diketahui, rencana pelonggaran LtV oleh BI ini merupakan kali ketiga setelah pernah dilakukan pada 2015 dan 2016. Diharapkan, revisi aturan LtV ini akan dibahas lebih dalam pada rapat dewan gubernur BI Juni 2018 mendatang.

Bagikan :

Pengembang Meikarta Tolak Gugatan dan Tagihan Dua Vendor EO

meikarta

PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), pengembang Kota Baru Meikarta menolak gugatan dan tagihan dua vendor Event Organizer (EO), yaitu PT Relys Trans Logistic dan PT Imperia Cipta Kreasi di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Direktur MSU Danang Kemayan Jati mengatakan, pihaknya menganut prinsip integritas, terbuka dan profesional dalam menjalankan usahanya. Setiap tagihan yang sah selalu diselesaikan sebagaimana mestinya. Hubungan dengan lebih dari 500 pemasok, kontraktor dan sub-kontraktor berjalan baik.

“Untuk itu MSU sedang melakukan audit terhadap semua tagihan-tagihan dan dokumentasi yang diserahkan oleh perusahaan /vendor terkait,” ujar Danang dikutip Selasa (5/6/2018).

Sebagai informasi, MSU digugat oleh dua vendor, yaitu perusahaan event organizer PT Relys Trans Logistic dan PT Imperia Cipta Kreasi untuk menghadapi permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Baca juga: Harga Relatif Terjangkau, Properti Batam Diincar Asing

Terkait hal ini, MSU sudah secara resmi meminta dua perusahaan EO tersebut untuk memberikan dokumen-dokumen tagihan dan bukti bukti pendukung. Sayangnya sampai saat ini dokumen-dokumen tersebut masih belum lengkap diterima.

Namun demikian MSU tetap akan mengedepankan itikad baik dan komunikasi, dengan memberikan kesempatan dan waktu tambahan kepada kedua EO terkait untuk menyerahkan tagihan-tagihan dan dokumen-dokumen penunjang yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.

Danang mengatakan, MSU akan terus fokus pada mewujudkan pembangunan kota baru di Meikarta sebagai pusat dari pembangunan nasional megapolis Jakarta-Bekasi-Bandung.

Pembangunan Meikarta berlanjut dengan pesat dan nyata, beberapa gedung CBD sudah topping off, dan menurut rencana, 28 gedung pertama dari hampir keseluruhan 200 gedung akan topping off pada bulan Desember 2018, dan serah terima 14.000 unit hunian akan dilakukan pada akhir bulan Februari 2019, seperti dikutip dari Industry..

MSU sangat mengapresiasi dukungan yang telah diberikan oleh masyarakat luas dan puluhan ribu pemilik hunian.

Bagikan :

Harga Relatif Terjangkau, Properti Batam Diincar Asing

asing

Dengan harga hunian yang masih relatif terjangkau, Batam menjadi kota yang sangat potensial untuk menjadi hunian alternatif bagi warga negara asing (WNA).

Assistant Vice President Strategic Residensial Agung Podomoro Land Agung Wirajaya , bahkan mengatakan sebesar 60% konsumen proyek Orchard Park Batam berasal dari luar Batam.

“Jadi memang 40% yang beli adalah masyarakat Batam dan Kepualauan Riau, lalu 40% adalah masyarakat Jabodetabek, sisanya 20% dari kota-kota lainnya. Kalau seandainya warga negara asing boleh membeli, wah kami [hunian] sudah habis lah, sold out langsung,” ujar Agung kepada Bisnis di Jakarta, dikutip Kamis (31/5/2018).

Agung menambahkan, hal ini dikarenakan harga properti di Singapura sangat jauh  lebih mahal. Bisa mencapai 10 kali lipat dibandingkan dengan harga properti yang ditawarkan Batam. Oleh karena itu, Batam bisa menjadi pasar potensial untuk hunian WNA yang bekerja di Singapura sebagai hub country di Asia. Namun, hingga kini proses jual beli hunian oleh WNA di Indonesia masih tersandung regulasi.

Baca juga: Dukung Asian Games, BTN Luncurkan KPR Khusus Atlet

Di sisi lain, Ketua DPD REI Batam Achyar Arfan mengatakan dengan menangnya Orchard Park Batam garapan PT Agung Podomoro Land Tbk di ajang Internasional membuat Batam semakin dilirik dunia.

“Hal tersebut membuka peluang bagi tumbuhnya perekonomian daerah, khususnya dari sektor properti yang memiliki multiplier effect sangat besar,” ujar Achyar.

Dengan perhatian dunia yang sedang jatuh ke Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam berupaya meningkatkan investasi di sektor properti, seperti dikutip dari bisnis..

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan pihaknya akan mempermudah kepemilikan properti bagi warga negara asing (WNA).

“BP Batam akan menjadi penjamin bagi WNA yang ingin memiliki properti demi meningkatkan perekonomian Batam,” ujar Lukita.

WNA dapat membeli properti di Batam hanya dengan berbekal visa long stay atau kartu izin tinggal terbatas (Kitas) dan tidak perlu lagi menunjukkan surat jaminan dari pemberi kerja yang selama ini berlaku bagi pemegang Kitas. Hal tersebut bisa dilakukan, karena BP Batam menguasai Hak Pengelolaan Lahan (HPL)

Bagikan :